Selamatkan Sumber Air Kapolda Jatim Tanam 150 Ribu Bibit Pohon

  
Kapolda Jatim Irjend Pol Drs Anton Setiadji, SH, MH tanam pohon beringin di terbis

Menaksopal – Sabtu (5/3) bumi Menak Sopal  Trenggalek mendapatkan tamu kehormatan, orang nomor satu di jajaran Kepolisian Jawa Timur, Irjend Pol  Drs Anton Setiadji, SH, MH, beserta istri Dra H Wiwie Anton Setiadji. Kedatangan Kapolda Jatim beserta istri dan rombongan ini, bukan dalam rangka melakukan sidak jajaran dibawahnya di Resort Trenggalek. Melainkan kedatangan Kapolda humoris ini, lebih bertujuan melakukan upaya penyelamatan sumber daya air dari ancaman kekeringan.

Dikarenakan pada tahun 2015 kemarin Kabupaten Trenggalek mengalami  bencana kekeringan hampir di semua Kecamatan yang ada. Salah satu yang terparah, ada di Desa Terbis Kecamatan Panggul yang berbatasan dengan Kabupaten Pacitan.

Kapolres Trenggalek kiri sambut Kapolda Jatim Irjend Pol Drs Anton Setiadji, SH, MH di mapolsek Panggul
Kapolres Trenggalek kiri sambut Kapolda Jatim Irjend Pol Drs Anton Setiadji, SH, MH di mapolsek Panggul

Maksud kedatangan Kapolda beserta rombongan ini untuk penyelamatan sumber daya alam terutama kelestarian sumberdaya air. Hal ini dibenar kan oleh Kapolres Trenggalek AKBP I Made Agus Prasetya, SIK, M.Hum, kepada menaksopaldiscovery.com, Sabtu (5/3).  Dalam hal mengemplementasikan  program “Police Humanity Care” direncanakan Kapolda Jatim bersama masyarakat ini akan menanam lebih dari 150 ribu bibit pohon di Desa  Terbis tersebut, jelas Kapolres.

Tak hanya menyumbang 150 ribu pohon saja orang nomor  satu dijajaran Kepolisian Jatim ini juga menyerahkan bantuan por biopori kepada pemerintahan Trenggalek. Serta LCD proyektor kepada SDN 1 Terbis untuk membantu proses belajar mengajar sebagai wujud peduli Kepolisian kepada masyarakat. Diharapkan oleh Kapolres  setelah dilakukan penanaman ini masyarakat mau menjaga tanaman yang telah ditanam tersebut. Sehingga kelestarian alam dan sumber air dapat terjaga, selain itu bencana alam dapat diminimalisir kedepannya.

Bupati Trenggalek berikan cinderamata miniatur kapal buatan asli warga Trenggalek
Bupati Trenggalek berikan cinderamata miniatur kapal buatan asli warga Trenggalek

Bupati Trenggalek Dr Emil Elestianto Dardak, M.Sc,  sangat berbahagia sekali Kapolda Jatim mau bersedia hadir ke wilayah pemerintahannya. Apalagi misi yang sedang dilakukan oleh Kapolda sangat mulia untuk penghijauan di wilayah Trenggalek. Hal ini akan mengapresiasif pemerintahannya untuk lebih serius melakukan penghijauan di Trenggalek sehingga alam dan sumber air dapat terjaga kelestariannya.

Disampaikan oleh Komisi Konserfasi BKPSDA wilayah Sungai Brantas, MH Udin Al Soni bawasannya total bibit yang disediakan dalam pemnyelamatan sumber daya air ini sebanyak 155.500 bibit pohon buah dan tanaman yang kuat mengikat air. Mudah untuk menyebut sehigga hanya disampaikan 150.000 bibit saja.

Wakil bupati MochNur Arifin juga berikan cinderamata miniatur kapal kepada Kapolda
Wakil bupati Moch Nur Arifin juga berikan cinderamata miniatur kapal kepada Kapolda

Problem di Trenggalek adalah klasik, yaitu bila musim penghujan banjir dan dimusim kemarau mengalami kekeringan. Hal ini lebih disebabkan karena minimnya kantong katong penyimpan air vegetative ungkap Soni. Sehingga diharapkan untuk menjaga supaya air bila musim penghujan itu tidak langsung dibuang melainkan disimpan terlebih dahulu dengan melakukan penanaman pohon serta pembuatan biopori dan sumur resapan.

Selain itu BKPSDA juga akan memprovokasi masyarakat untuk membuat menanam dan mengawetkan air dengan menerapkan Rapes (resapan air pengendali sedimentasi dan erosi) yang merupakan produk konservasi air itu sendiri.  Pada perengan-perengan di tanah miring pastinya ada alairan air ketika musimhujan. Padahal pada lapisan atas tanah tersebut ada top soil yang mengandung humus yang menyuburkan tanaman. Topsoil ini hanya terlapis dengan ketebalan tidak terlalu tebal, pastinya bila terkikis sedikit demi sedikit beberapa puluh tahun kedepan kita tidak mewariskan kebahagiaan pada anak cucu kita melinkan malah mewariskan kesengsaraan karena lahan yang diwariskan tandus.

Pohon beringin yang dipilih oleh parapejabat ini untuk selamatkan sumber air
Pohon beringin yang dipilih oleh parapejabat ini untuk selamatkan sumber air

Tak hanya tandus saja, sedimen tanah yang terbawa air ini pastinya lambat laun akan mendangkalkan sungai sehingga banjirpun bisa datang sewaktu waktu. Dengan Rapes semua itu bisa ditanggulangi, sehingga rapes ini perlu untuk digalakkan, ucapnya.

Kapolda  Jatim Irjend Pol  Drs Anton Setiadji, SH, MH, sesuai pengalamannya menjalankan pengapdian di beberapa tempat, hampir hutan di beberapa tempat tersebut mengalami kegundulan yang disebabkan pembalakan liar. Sehingga tidak tidak ada yang menyerap sumber air untuk disimpan dan kekeringanpun tidakdapat dihindari.

Berdasar pengalaman tersebutlah dirinya terinspirasi untuk berbuat dengan menyelamatkan sumber air ini. Penyelamatan sumber air itu dengan dengan jalan melakukan penanaman di titik-titik sumber air maupun pembuatan biopori itu sendiri, tegasnya. (

Kapolda Jatim Dapatkan Penghargaan Leprid Karena Galakkan Penghijauan

Kapolda terima tropi Leprid

Tribratanews Jatim – Orang nomor satu jajaran Kepolisian Provinsi Jawa Timur, Irjend Pol  Drs Anton Setiadji, SH, MH, Sabtu (5/3) kemarin berkunjung ke Trenggalek untuk melakukan aksi nyata guna menyukseskan program  “Police Humanity Care”. Aksi nyata yang dilakukan oleh Kapolda Jatim ini dengan mempelopori gerakan penghijauan dan penyelamatan sumber air.

Di Trenggalek aksi ini dilakukan di Desa Terbis Kecamatan Panggul, yang pada tahun 2015 kemarin desa ini mengalami bencana kekeringan cukup serius. Polda dengan menggandeng BKPSDA, Pemerintah daerah maupun berpagai pihak lain untuk melakukan penanaman 155.500 bibit pohon di Terbis. Tak hanya melakukan penanaman pohon saja, mereka juga melakukan pembuatan biopori di beberapa titik kantong air.

Atas aksi nyata Kapolda ini Leprid (Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia), melalui direkturnya Paulus Pangka, SH, memberikan penghargaan Leprid kepadanya. Leprid memberikan penghargaan setelah memantau beliau melakukan konservasi budaya dengan mengadakan kegiatan karapan sapi akbar di Jember  beberapa waktu lalu. Tak hanya itu saja termasuk aksi hari ini Leprid memberikan penghargaan atas prestasi “Kapolda sebagai inisiator sekaligus pemrakarsa Polisi peduli sumberdaya air secara serentak di wilayah Jawa Timur”.

Leprid menganggap aksi ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa, mengingat sebagian besar unsur tubuh manusia terdiri dari air. Sehingga manusia hidup membutuhkan air, pastinya air tersebut haruslah berkualitas untuk hidup sehat, ucapnya. Air yang sehat sendiri hanya didapat pada sumber purba yang terjaga kebersihannya dari pencemaran.

Sebagai inisiator Irjend Pol  Drs Anton Setiadji, SH, MH, Kapolda jatim mendapatkan tropi dan piagam penghargaan dari leprid ini. Menanggapi penghargaan ini Kapolda Jatim yang  humoris ini  menyambut dingin penghargaan tersebut.

Sambari meminta maaf, Kapolda menyampaikan bukanlah penghargaan yang dirinya cari dari kegiatan ini. Dirinya lebih menekankan edukasi kepada masyarakat bagaimana caranya menjaga kelestarian alam tujuan utamanya. Mengenai penghargaan atas suatu keberhasilan sama sekali tak terbersit olehnya (itu nomor sekianlah, katanya.red).

Sehingga setelah ini masyarakat beramai-ramai melakukan penanaman dan pelestarian alam, untuk penyelamatan kelestarian alam dan sumber air. Tinggal kedepannya mengembalikan tiga pilar desa (Babinsa, Babikamtibmas dan pemerintahan desa) untuk menjaga dan sebagai mesin penggerak dilapangan.

Usai dari Trenggalek Kapolda Jatim akan melanjutkan aksi nyata kepolisian ini, dijadwalkan olehnya Kabupaten Malang menjadi target kedepannya. Paling tidak bibit yang disediakan tidak kurang dari yang disediakan di Trenggalek ini, jelasnya.

Kisah Heroik Dibalik Kerja Cepat Satpolair Banyuwangi Mengevakuasi Korban KMP Rafelia 2

Screen Shot 2016-03-06 at 7.25.16 PM

Kecelakaan laut yang menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP) Rafelia 2 di perairan Banyuwangi Beach membuat  para personil Satpolair Polres Banyuwangi tak bisa tidur. Proses evakuasi gabungan Basarnas, Polair, Brimob, TNI, KPLP dan penyelam Bangsringboat secara resmi memang dimulai Sabtu (5/3/2016). Namun sejak Jumat malam (4/3/2016), polisi perairan sudah sibuk persiapan. Inilah cerita heroik mengenai proses evakuasi para korban dari atas Kapal Polisi (KP) X-1033 yang terekam wartawan polresbanyuwangi.com, Subahrudin Yusuf.

Hempasan ombak  terasa mengoyang-goyang bodi kapal berbahan fiber kebanggan Satpolair Polres Banyuwangi. Kala itu jarum jam baru menunjuk pukul 08.25 WIB. Rombongan tim evakuasi dari Satpolair Banyuwangi bersama penyelam binaannya, Bangsringboat, masih mengapung-apung di tengah perairan karena menunggu arus bawah laut di sekitaran Banyuwangi Beach atau arah selatan Pelabuhan Landing Craft Mesin (LCM) Ketapang bersahabat untuk diselami.

Sambil menunggu arus tenang, Kasatpolair AKP Basori Alwi turun dari KP X-1033 menuju Kapal  Bangsringboat. Di atas kapal kayu bermesin tempel tunggal itu mantan Kasatpolair Polres Situbondo ini memberikan arahan khusus mengenai keamanan penyelaman sampai target evakuasi. Sebelumnya, penyelam Bangsringboat memang telah turun untuk memasang tali pelampung di bangkai KMP Rafelia 2 yang karam di kedalaman kurang lebih 19 meter dari permukaan laut.

Tak berselang lama, penyelam dari Basarnas dan KPLP turut bergabung. Pasukan katak TNI AL juga berputa-putar mengitari titik ordinat tempat kapal milik PT Darma Bahari Utama karam. Tepat pukul 09.30 WIB, penyelaman evakuasi pun dimulai. Para penyelam binaan Satpolair langsung menceburkan diri ke laut dilengkapi peralatan penyelaman. Proses evakuasi SAR gabungan ini dibawah kendali Kasatpolair AKP Basori Alwi.

Para jurnalis yang sejak pukul 06.15 WIB, Sabtu (5/3/2016), menumpang KP X-1033 dari Pelabuhan Tanjungwangi Ketapang terus memantau dari atas dek. Mata mereka terus fokus mengawasi pergerakan Kapal Bangsringboat yang dikelilingi perahu-perahu karet milik Basarnas, Brimob, Polair, KPLP maupun milik Pasukan Katak TNI AL. Tepat pukul 10.00 WIB atau setengah jam pasca penyelaman perdana digelar, penyelam binaan Satpolair Banyuwangi memberikan kode telah mengangkat satu mayat.

Situasi dari atas kapal polisi pun gaduh. Seluruh media yang ada di kapal mulai mengarahkan kameranya untuk mengambil gambar. Komandan Kapal X-1033 Brigadir I Nyoman Suma mengikuti permintaan wartawan untuk mendekati Kapal Bangsringboat. Sementara Kasatpolair yang berada di kapal kayu itu  sebagai pengendali lapangan berupaya menaikkan jasad korban pertama yang ditemukan bersama kru Kapal Bangsringboat. Begitu mayat berhasil dinaikan ke atas, kapal kayu itu langsung meluncur kencang menuju Pantai Banyuwangi Beach untuk dievakuasi menuju RSUD Blambangan.

Penyelaman kembali dilanjutkan. Sukses penyelam Bangsringboat membuat penyelam dari SAR lain terpancing untuk menuai sukses serupa. Merekapun turun ke dasar laut untuk melakukan penyelaman. Sementara di atas KP X-1033 para wartawan menggelar jumpa pers bersama Kasatpolair AKP Basori Alwi. Para awak media itu antara lain, Net TV, Trans 7, ANTV – TV One, Fotografer Antara, Radar Banyuwangi, Memorandum, polresbanyuwangi.com, serta satu wartawan mingguan. Usai pers rilis, para wartawan ini langsung ngebut untuk update.

Di tengah kesibukan menulis berita dan mengirim gambar ke redaksi, tiba-tiba terdengar teriakan ditemukan mayat kedua oleh penyelam tradisional. Jeda penemuan itu hanya selang setengah jam dari sukses pertama. Kondisi kapal polisi kembali gaduh karena gerakan wartawan yang ingin lekas mengabadikan gambar. Kasatpolair yang kembali ke Kapal Bangsringboat pasca jumpa pers kembali memimpin evakuasi jasad Iluh Masruroh (28), serta anaknya Mohammad Ramlan (18 bulan) untuk dibawa ke Pantai Banyuwangi Beach.

Tulisan wartawan dari hasil rilis pertama spontan berubah. Wawancara kedua seketika digelar di atas KP X-1033 bersama Kasatpolair AKP Basori Alwi yang kembali merapat usai mengantar jenazah kedua ke tepi. Bisa dibilang keterangan dari Kasatpolair inilah yang paling kridibel karena mengetahui langsung proses evakuasi dibanding institusi lain yang hanya melihat dari jauh.

Usai rilis kedua, wartawan kembali sibuk menulis berita. Siang itu kapal polisi perairan mendadak berubah menjadi kantor redaksi para jurnalis. Fasilitas listrik yang tersedia sangat memudahkan kerja pemburu berita segera update, karena peristiwa ini menjadi kabar nasional.

Belum lama mengedit berita dari satu menjadi tiga mayat, tepat pukul 11.14 WIB, jasad keempat ditemukan penyelam Bangsringboat. Situasi kembali heroik. Seluruh kapal karet yang mengapung di Perairan Banyuwangi Beach mendadak merapat seolah ingin pasang aksi agar tersorot kamera wartawan.

Pasca penemuan yang ketiga ini, seluruh awak media kembali fokus menuntaskan pekerjaannya menulis berita. Sementara aparat Polair dari Polres Banyuwangi bersama Ditpolair Polda Jatim beristirahat di tengah kapal. Kelucuan pun terjadi ketika anggota Satpolair Polres Banyuwangi Brigadir I Wayan Wedhana kepergok hendak kencing di kamar ganti bawah kemudi menggunakan botol air mineral.

“Mohon ijin buang air kecil komandan,” begitu ucapnya kepada Kasatpolair AKP Basori Alwi yang tengah berbicang santai dengan Kasatrolda Ditpolair Polda Jatim AKBP Heru Purnomo.

Permintaan ijin itulah yang memicu kelucuan di kalangan anggota polisi perairan serta para jurnalis yang ada di KP X-1033. Sang brigadir berdarah Bali itu tampak kecewa saat permohonannya tak dikabulkan sang pimpinan. Namun hajat kecil itu bisa dituntaskan setelah sejumlah rekan sejawatnya mengikuti kencing di botol air mineral usai sang pimpinan turun kapal menemui penyelam Bangsringboat.

Ternyata kerja polisi perairan dalam mengevakuasi korban KMP Rafelia 2 tak semudah yang dibayangkan banyak orang. Mereka sampai rela menahan kencing karena tak sempat sandar ke darat. Bahkan ada salah satu anggota yang mengoleskan minyak wangi lantaran masuk angin akibat kurang tidur. HP android milik Kaurmintu Satpolair Banyuwangi Bripka Hardi juga rusak akibat terendam air meski sudah dibungkus plastik pelapis. Itu semua dijalankan demi mengedepankan tugas negara. Sayang kerja kerasnya bersama Bangsringboat sempat diklaim sebagai keberhasilan instituasi lain yang hanya pasang aksi di perairan.  HUMASPOLRES

Rampas Motor Pelajar Disiang Hari, Pelaku Curas Diringkus Polsek Tulangan

Screen Shot 2016-03-06 at 7.23.02 PM

Kepolisian Sektor Tulangan Resort Sidoarjo mengamankan pria yang berinisial A W yang berumur 29 tahun warga Desa Jati Sari Kecamatan Pakis Haji Kabupaten Malang. A W adalah pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap siswi SMP yaitu berinisial  C T S yang masih berumur 17 tahun warga Tulangan Kabupaten Sidoarjo.

A W diamakan di Polsek Tulangan sekitar pukul 13.30 pada hari Sabtu tanggal 5 Maret 2016. A W ditangkap didepan SMP Dwi Tunggal Tulangan Desa Kepadangan Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo.

Kapolsek Tulangan Ajun Komisaris Polisi Hardiantoro menjelaskan kejadian berawal dari sewaktu korban saat duduk ditempat sepi tepatnya didepan SMP Dwi tunggal Tulangan kemudian tiba – tiba datang seorang laki – laki yang tak lain adalah pelaku A W. Dari arah samping A W mendorong korban hingga hampir jatuh, kemudian pelaku memaksa korban turun dari sepeda motornya. Setelah korban turun dr sepeda motornya pelaku memukul korban dibagian kepala dan perut sambil mengancam korban mau dibunuh.  Saat pelaku mau menaiki sepeda motor korban, korban melawan dengan menarik baju pelaku dan memegang stang ster motor korban sehingga tangan kiri korban digigit oleh pelaku A W yang berusaha menghidupkan motor korban. Gigitan pelaku membuat korban menjerit minta tolong sampai pada saat korban menjerit terdengar oleh warga dan anggota Polsek Tulangan yang sedang berpatroli. Karena panik  pelaku tidak bisa menghidupkan sepeda motor, namun kemudian pelaku mencabut kunci motor milik korban dan membuangnya kesemak semak. Aksi masa yang geram terhadap pelaku A W dapat diredam oleh anggota Polsek Tulangan yang sedang berpatroli dan A W langsung dibawa ke Mapolsek Tulangan beserta barang bukti sepeda motor milik korban.

Kini tersangka A W beserta barang bukti sepeda motor milik korban telah diamankan di Mapolsek Tulangan, dan untuk mempertanggung jawabkan kelakuannya tersebut, pelaku A W saat ini diancam dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara

Pencarian korban KMP Rafelia 2 yang karam di Selat Bali resmi dihentikan

Screen Shot 2016-03-06 at 7.20.43 PM

Pencarian korban KMP Rafelia 2 yang karam di Selat Bali resmi dihentikan pukul 15.30 WIB, Minggu (6/3/2016). Pengumuman penghentian itu diungkap oleh Kepala Ops Basarnas, Brigjen Marinir Ivan Ahmad, kepada awak media usai rapat koordinasi di ASDP Ketapang.

“Penyelam Basarnas, TNI, Polri dan penyelam alam sudah menyelami anjungan, dek, buritan sampai haluan tapi tidak menemukan penumpang yang tersisa. Kapal dalam kondisi kosong,” tegasnya.

Berdasarkan data manifes penumpang,  terdapat 81 orang yang berada di kapal yang kini karam di Perairan Banyuwangi Beach Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Sebanyak 76 orang dinyatakan selamat. Sedangkan 5 lainnya ditemukan dalam kondisi tewas.

“Setelah ditutup kita buka Operasi Pantau SAR yang bertugas selama satu minggu. Satu tim SAR akan tinggal di sini, yakni tim SAR Jember yang berada di bawah kendali Kantor SAR Surabaya. Apabila ada korban lagi yang ditemukan akan ditangani petugas Operasi Pantau,” tambahnya.

Berdasarkan data Kepolisian Resort Banyuwangi, ternyata masih ada satu orang yang belum ditemukan. Satu nama itu adalah nahkoda KMP Rafelia 2, Bambang S Adi. Menurut Ketua Tim DVI, Kompol dr Bambang Widiatmoko, mayat yang ditemukan tim SAR pukul 11.50 WIB itu bukan  sang nahkoda.

“Jasad terakhir identik dengan korban atas nama I Gusti Made Suwena (57), asal Bali. Kecocokan terletak pada jenis kelamin laki-laki, serta data primer gigi palsu,” terangnya didampingi Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama dan Kasatpolair AKP Basori Alwi, di depan Kantor ASDP Ketapang, usai penutupan rapat koordinasi.

Keterangan DVI ini mematahkan keterangan di luar korps kepolisian yang menyatakan bahwa korban kelima yang ditemukan adalah nahkoda kapal. Menurut Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama, banyak kemungkinan terhadap keberadaan Bambang S Adi. Tapi untuk memastikannya aparat telah mengecek di beberapa lokasi termasuk rumah sakit yang bersangkutan tidak ada.

“Sejauh ini posisi nahkoda masih belum ketemu. Bisa jadi dia hanyut karena terbawa arus. Berdasarkan pemeriksaan saksi dari kalangan anak buah kapal, sang nahkoda ikut bertugas dan berada di anjungan,” katanya lagi.

Basarnas memang sudah menutup proses pencarian. Tapi polisi dan KNKT terus melakukan kerja untuk menyelidiki kasus ini. Ditambahkan Kapolres, Satreskrim Polres Banyuwangi telah melayangkan panggilan pemeriksaan terhadap syahbandar dan ASDP.

“Hari ini (Minggu) surat panggilan sudah dilayangkan. Rencana besok mereka akan diperiksa di Mapolres Banyuwangi,” sambung AKBP Bastoni Purnama.

Atasi Macet, Kapolres Sidoarjo Turun Langsung Atasi Kemacetan Di Fly Over Waru

TRIBRATANEWS POLRES SIDOARJO-Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Sidoarjo memetakan kondisi kemacetan yang terjadi di jembatan layang Waru, Sidoarjo terutama saat jam berangkat dan juga saat pulang kerja. Kapolres  Sidoarjo bersama Kabag Ops Kompol Edy Santoso dan Kasatlantas Polres Sidoarjo AKP Bayu Prasetyo, Dengan mengendarai motor tampak menertibkan sejumlah angkutan kota yang sengaja berhenti menunggu penumpang dikawasan Traffic Light Gedagan, hari Jum’at tanggal 4 Maret 2016 sekitar pukul 06.12 Wib.

Bersama Kasat Lantas Polres Sidoarjo AKP Bayu Prasetyo, Kapolres Sidoarjo  tidak segan turut mengatur arus lalu lintas, baik dari arah Surabaya maupun dari arah Sidoarjo. Bahkan Kapolres Sidoarjo terlihat memberikan instruksi kepada anggota Satlantas Polres Sidoarjo, untuk sigap membantu pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan.

Kapolres Sidoarjo Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Anwar Nasir, S.I.K., M.H menegaskan akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Pemkab Sidoarjo untuk mencari solusi masalah kemacetan dikawasan Waru yang semakin hari semakin padat tersebut, Karena terdapat banyak Mobil angkutan berat seperti, Truk gandeng, tronton dan Mobil besar lainnya yang melintas dikawasan itu, padahal seharusnya pada jam-jam berangkat kerja tidak moleh melintas di jalan protokol seperti jalan raya Waru ini. Dan seharusnya truk-truk ini baru boleh melintas diatas jam 09.00 Wib. Untuk itu secepatnya akan berkoordinasi dengan Dishub untuk membahas masalah ini.

Kapolres Sidoarjo juga menambahkan, bahwa Polres Sidoarjo akan memperbanyak anggota Satlantas untuk melakukan patroli keliling dipusat pusat kemacetan yang tugas utamanya untuk mengurai kemacetan.

Anggota Sat Lantas Polres Sidoarjo dan Anggota Polsek-Polsek akan ditempatkan disimpul-simpul kawasan rawan kemacetan, dan tim Patroli akan terus roling untuk mengurai kemacetan. Yang terpenting saat ini adalah fokus untuk mengurangi kemacetan, karena tidak bisa dipungkiri volume kendaraan setiap hari juga semakin bertambah. Tak hanya itu parkir sembarangan mulai dari angkutan kota, Parkir Pedagang Kaki Lima (PKL) yang semrawut juga salah satu penyebab kemacetan. Untuk itu berharap Sat Pol PP dan Dishub Sidoarjo bisa bekerja sama untuk membatu Polres Sidoarjo mengatasi masalah macet ini. Sinergitas dari kedua Dinas itu sangat kami butuhkan, Satpol PP untuk menertibkan parkir liar dan Dishub menertibkan anggkutan umum dan angkutan berat yang melanggar.

Hamili Pacarnya Yang Dibawah Umur, Ditahan Polisi

TRIBRATANEWS POLRES SIDOARJO-Hamili gadis di bawah umur, pria berinisial S S A yang berumur 24 tahun warga Dusun Balungbiru Desa Sadang Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo diamankan di Polsek Taman. S S A ditahan hari Kamis tanggal 3 Maret 2016 sekitar pukul 17.21 Wib karena dilaporkan oleh korban sebut saja Bunga yang masih berumur 15 tahun yang telah dihamilinya.

Kasi Humas Polsek Taman Aiptu Arifin menuturkan, pelaku sudah lima kali berhubungan badan dengan korban. Orang tua korban yang tahu anaknya hamil tak terima. “Tersangka sempat menghilang beberapa pekan, namun akhirnya pelaku berhasil kita amankan di kamar kosnya,” ujar Aiptu Arifin.

Sementara pelaku membantah kalau telah memaksa korban untuk berhubungan badan. Dia dan Bunga sudah berpacaran sekitar 1 tahun lebih. Dan perbuatan tersebut menurutnya atas dasar suka sama suka.

Saat pelaku ditanya oleh penyidik bahwa S S A sempat lari, karena dia (Bunga) bilang kalau orang tuanya lapor ke Polisi. “Mau saya nikahi ya jelas gak mungkin setuju ” kata pelaku.

saat pertama kali berhubungan badan, S S A merayu terlebih dulu, dan untuk selanjutnya, tak pernah ada penolakan dari korban.

Akibat perbuatan pelaku, S S A dijerat pasal 81 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.

Kapolres Sidoarjo Beri Penghargaan Kasat Resnarkoba dan 3 Kapolsek

TRIBRATA NEWS POLRES SIDOARJO-Kamis tanggal 3 Maret 2016 pukul 07.00 Wib Kapolres Sidoarjo, AKBP Muhammad Anwar Nasir, S.I.K., M.H memberikan penghargaan kepada empat anggotanya yakni Kapolsek Waru Kompol Fatoni, Kapolsek Sedati AKP Yuyus Andriastanto, Kapolsek Taman Kompol Sujud, dan Kasat Narkoba Polres Sidoarjo AKP Redik Tri Bawanto saat upacara yang digelar.

 

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi dari pihak Polres Sidoarjo kepada anggotanya yang berhasil dalam operasi tumpas narkoba. Yakni menumpas sindikat, jaringan atau peredaran narkoba di wilayahnya. “Kita patut bangga karena Polres Sidoarjo mendapatkan peringkat dua se Jatim setelah Polrestabes Surabaya,” ujar Kapolres saat sambutan upacara.

Sementara itu Kapolres Sidoarjo mengaku bangga karena dalam waktu dua minggu anggotanya serius menumpas narkoba terbukti berhasil menangkap 47 tersangka dan barang bukti sebanyak  2,913,74 gram. Meski demikian, Kapolres Sidoarjo menghimbau agar anggotanya tidak terjerat narkoba.  Dan bila ada anggota Polres Sidoarjo yang terbukti menjadi bandar, kurir dan terlibat dalam jaringan narkoba, Kapolres  akan serius menanganinya dan tidak segan-segan untuk mengusulkan agar anggota tersebut untuk dipecat.

Selain memberikan penghargaan kepada anggotanya, dalam upacara tersebut Bank BRI cabang Sidoarjo memberikan bantuan satu unit ambulance untuk operasional Polres  Sidoarjo

Bhabinkamtibmas Merupakan Ujung Tombak Polri

?????????????

?????????????

Tribratanews jatim: Peran Bhabinkmatibmas di Desa, selain sebagai pembina keamanan, juga merupakan mitra masyarat yang setiap saat selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Bahkan tak berlebihan, Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Polri

Kehadirannya tidak hanya sebagai sosok yang gagah dengan uniform Polri yang membanggakan, tetapi lebih dari itu ada kerinduan masyarakat akan perannya sebagai fungsi Bhabinkamtibmas yang diharapkan menjadi sosok yang mampu menyelesaikan setiap permasalahan keamaan di desanya. Karena itu, Bhabikamtibmas di desa sangat dihormati masyarakat, tentu bersama Babinsa dan Kepada Desa yang sering disebut kekuatan tiga pilar.

Bahkan tidak jarang Bhabinkmatibmas lebih dikenal dari pada sosok anggota Polri pada umumnya termasuk pimpinana sekalipun. 

Tidak berlebihan memang, karena Bhabinkamtibmas selalu ada ketika warganya menghadapi problem. Selalu hadir ketika warganya mengadu perkara-perkara hukum, dari yang kecil sampai dengan perkara yang besar. Bhabinkamtibmas pasti selalu terdepan bersama warganya. Ia akan menjadi pioneer dalam setiap perkara yang mampu mendengar,, menyaring, menganalisis keluhan warga sampai dengan mencari solusi yang solutif. 

Betapa peran Bhabinkamtibmas benar-benar luar biasa. Memikul tanggung jawab keamaan di desa yang sangat berat. Maka tidak mengeherankan, Bhabinkamtibmas sering disebut sosok anggota Polri terdepan dalam melayani masyarakat yang mengemban seluruh fungsi tekhnis kepolisian, mulai dari fungsi Binmas, Fungsi Reskrim, Fungsi Intelijen, Fungsi Sabhara dan fungsi Lalu Lintas.

?????????????

Adalah tidak mudah melaksanakan seluruh fungsi tekhnis itu, tetapi tuntutan tugas mendesak Bhabinkamtibmas harus mampu menjadi pribadi yang dapat merespon setiap dinamika keamanan di desa. Mampu mewakili kehadiran negara hadir di tengah-tengah masyarakat dalam memberikan pelayanan sebagaimana Nawacita Pemerintah yang diimplemtasi dalam Program Nawa Karyatama Polres Jember. Di mana Bhabinkmasmas harus mampu menjadi ujung tombak dalam mendengar, menyaring dan memberikan informasi yang terjadi di desa kepada pimpinan atas.  

Begitulah harapan setiap pimpinan Polri dalam memotivasi personil Bhabinkamtibmas agar siap menjadi pribadi-pribadi yang, gigih serta tangguh melayani masyarakat di desa dengan segala konsekwensi tugas Polri yang melekat padanya. 

Tuntutan yang terlampau berat, namun dengan jiwa teguh dalam landasan Tribrata yang diagungkan sebagai pedoman hidup Polri, semua tugas yang diembankan oleh pimpinan pastilah tiada yang mustahil untuk dilaksanakan. Jalan lapang akan terus menuntun dalam menghadapi setiap dinamika permasalahan di desa. Keyanikan seperti itu, akan menguatkan mental personil Bhabinkmatibmas di dalam mengemban tugas di desa tanpa pernah ingin dipuji ataupun diberi penghargaan lebih sebagai komitmen anggota Polri untuk melayani masyarakat dengan hati. 

Untuk itu, dalam tugasnya di desa, Bhabinkamtibas tidak pernah berhenti beriteraksi dengan warga. Banyak cara dilakukan melalui pertemuan-pertemuan ataupun diskusi membahas hal-hal kecil sampai dengan hal-hal yang besar.

Seperti yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari, Bripka Adif Fuadi.

Sambil minum kopi secangkir di warung Pak Jono Dusun Krajan, Bhabinkmatibmas ini mengobrol banyak hal tentang bisnis warung. Pada saat yang sama, ada beberapa warga desa setempat yang ikut minum kopi. Namun lambat laun Bripka Adi menggiring pembicaraan soal bisnis warung diselipkan dengan pesan-pesan kamtibmas. 

Dengan lihai, Bripka Adi yang sudah 5 tahun lebih mengemban Fungsi Bhabinkamtibmas ini mengajak Pak Jono agar nanti malam, Minggu (6/3/2016) ikut melaksanakan patrol keliling kampung. Patroli nanti malam agar warga tidak lupa membawa lampu senter supaya bisa mudah mengenali jika ada orang terpergok di tempat gelap. 

Sambil menyerup kopi panas, salah satu warga menjawab okey. Kemudian warga lainnya yang ikut minum di warung Pak Jono serentak menyatakan siap melaksanakan patoli nanti malam. 

Bripka Adi pun menetukan pukul 22.00 WIB sudah harus siap di Pos Kamling Desa Sukorejo. Lagi-lagi, warga sepakat menyatakan dukungannya. 

Betapa, ini adalah cara sederhana seorang Bahbinkamtibmas melakukan pendekatan persuasidengan warga, tetapi begitulah usaha dan upaya maksimal Bahbainkmatibmas. Semoga dengan cara-cara sederhana seperti itu mampu menggerakkan kesadaran warga ikut perduli memelihara, menjaga dan menciptakan keamanan di desanya.

Mudah-mudahan Bhabinkamtibmas lainnya melakukan hal serupa dengan caranya sendiri-sendiri sehingga situasi di desa mereka selalu terjaga, aman dan kondusif.