Polres Situbondo Ajak Warga Krajan Rutin Siskamling Antisipasi 3C

Polres Situbondo – Tribratanews Situbondo, Rabu (17/2/2016) Pukul 12.30 Wib Bhabinkamtibmas Sumberanyar Polsek Mlandingan Bripka Agus Santoso melaksanakan sambang desa binaan memantaui situasi kamtibmas dan melaksanakan tatap muka dengan warga.

Saat melewati pemukiman didusun Krajan Bripka Agus Santoso menjumpai warga yang sedang berkumpul, dengan humanis dan 3S petugas menyapa dan berdialog dengan warga menanyakan situasi kamtibmas di lingkungan mereka tinggal.

Kepada warga tersebut petugas juga mengajak warga untuk bersama-sama Bhabinkamtibmas menggiatkan kembali siskamling agar senantiasi aman dari kriminalitas 3C ( Curat, Curas dan Curanmor ) khusunya pada malam hari.

Gambar sisip 1

Malam ini Live, Kadiv Humas Polri Hadir Bahas Kasus Novel Baswedan di ILC

3 Anton CharliyanTribratanewsjatim.com: Pembahasan terkait perkara tindak pidana penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Novel Baswedan saat menjabat Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, Rabu malam (11/02/2016) menjadi tema dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC)  TVOne.

Beberapa pakar hukum, baik pidana maupun tata negara hadir. Termasuk Kadiv Humas Polri, Irjen Anton Charliyan dan mantan Komisioner KPK, Abdullah Hehamahua. Juga, melalui sambungan telepon, berbicara pula salah satu Komisioner KPK.

Diskusi yang disiarkan live ini, mengerucut ke dalam dua kutub sudut pandang. Yaitu, antara yang mendorong agar kasus hukum Novel Baswedan diselesaikan “di luar” mekanisme hukum melalui penggunaan hak yang dimiliki Kejaksaan Agung, dan yang tetap berprinsip bahwa proses hukum harus ditegakkan melalui proses pengadilan yang profesional, obyektif dan independen.

Kubu pertama, merujuk pada sikap Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Pemerintah yang bersikap agar kasus ini diselesaikan melalui proses hukum yang normatif. Ini yang kemudian dipersepsikan, bahwa kasus ini bisa diselesaikan tanpa mekanisme pengadilan, yaitu melalui Hak Kejaksaan Agung untuk melakukan deponeering atau Surat Ketetapan Penghentian Perkara (SKP2).

Pandangan ini, secara serius mendapat respon keras dari pakar dan praktisi hukum. Johnson Panjaitan, menegaskan bahwa penghentian proses hukum di luar pengadilan, apalagi dalam perkara Novel Baswedan ini sudah dinyatakan P21, akan berimplikasi buruk pada penegakan hukum.

“Ini akan meruntuhkan kepercayaan rakyat kepada penegakan hukum di Indonesia. Akan menjadi preseden, dimana seseorang yang bermasalah dengan hukum, akan menarik kekuatan politik untuk membebaskan dirinya,” kata Johnson.

Dugaan atau persepsi bahwa kasus ini terkait dengan kriminalisasi, sangat dangkal. “Kriminalisasi itu kalau sudah dibuktikan di pengadilan. Kalau belum dibuktikan, bagaimana bisa disebut sebagai kriminalisasi?” tegas Johnson.

Mantan Komisioner KPK, Abdullah Hehamahua menilai, bahwa secara pribadi dia melihat kasus ini sebaiknya diproses secara obyektif. Artinya, tidak ada bargaining atau tawar-menawar. Mengingat, posisi KPK sebagai lembaga harus independen.

Yang menarik dari pendapat para pakar, adalah pandangan yang disampaikan oleh ahli hukum pidana, Prof Romli Atmasasmita. Sebagai orang yang pernah dikriminalisasi, Prof Romli dengan tegas menyatakan bahwa persoalan kriminalisasi tetap harus dihadapi di pengadilan. “Kalau tidak dibuktikan di pengadilan, itu namanya pengecut!” tegasnya.

Dalam konteks penerapan hukum pidana, Prof Romli mengakui bahwa ada pertimbangan atas penghentian kasus. Baik itu azas keadilan, azas kepastian hukum, azas manfaat atau azas kepentingan umum. “Tapi, yang harus diingat saat ini adalah, dalam proses penegakan hukum ada azas yang juga harus dipenuhi. Yaitu, perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia,” katanya, tegas.

Dalam konteks perkara Novel Baswedan, dimana malam itu dihadirkan korban yang secara terbuka mengakui bahwa dirinya telah dianiaya dan ditembak sehingga mengalami cacat seumur hidu, Prof Romli menyatakan simpati dan keprihatianannya.

“Kasus yang seperti ini banyak. Pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia. Kita memiliki hukum mendasar, yaitu Pancasila dan UUD ’45 yang pada intinya memberikan perlindungan pada Hak Asasi Manusia,” katanya.

“Lantas, apakah dalam kasus ini kita akan biarkan terjadinya pelanggaran Hak Asasi Manusia?” tegas Prof Romli.

Karena itu, proses pengadilan adalah perangkat obyektif untuk menilai bagaiman negara melindung Hak Asasi Manusia. Apalagi, posisi Jaksa Penuntut adalah pengacara Negara yang mewakili korban. “Apakah akan diabaikan begitu saja perlindungan negara terhadap Hak Asasi Manusia?” (tbn/mbah heru)

foto: Kadiv Humas Polri, Irjen Anton Charliyan

 

Pesawat yang Jatuh Sempat Menukik Tajam

IMG-20160210-WA021TribratanewsJatim.com: Evakuasi terus dilakukan jatuhnya pesawat latih tempur TNI AU yang jatuh di rumah warga di Simpang 4 LA Sucipto, Blimbing Malang, Jawa Timur. Sempat menukik tajam, jatuhnya pesawat kekitar 5 – 6 kilo meter dari bandara Abdul Rachman Saleh Malang.

Hingga pukul 12.00 WIB, Rabu (10/2/2016) posisi pesawat masih di atas rumah warga yang dihuni 3 orang itu. “ Posisi pesawat masih di atas rumah warga,” kata saksi mata di lokasi kejadian sembari menambahkan di atas lokasi kejadian sering dilalui pesawat yang terjatuh itu.

Identitas korban tewas Pilot Mayor PNB IFI, Copilot Saiful dan ibu Pujianto (dirawat di RSSA Malang). Sedang jenis pesawat yang terjatuh itu adalah pesawat tempur Super “Tocano” buatan Brazil. Dan pesawat yang jatuh itu menimpah rumah Mujianto. (mbah heru)

Foto: pesawat yang jatuh di rumah warga

Lokasi Kejadian Sering Dilalui Pesawat yang Terjatuh Itu

10 pesawatSemerusatu.com: Evakuasi terus dilakukan jatuhnya pesawat latih tempur TNI AU yang jatuh di rumah warga di Simpang 4 LA Sucipto, Blimbing Malang, Jawa Timur. Jatuhnya pesawat kekitar 5 – 6 kilo meter dari bandara Abdul Rachman Saleh Malang.

Hingga pukul 12.00 WIB, Rabu (10/2/2016) posisi pesawat masih di atas rumah warga yang dihuni 3 orang itu. “ Posisi pesawat masih di atas rumah warga,” kata saksi mata di lokasi kejadian sembari menambahkan di atas lokasi kejadian sering dilalui pesawat yang terjatuh itu.

Identitas korban tewas Pilot Mayor PNB IFI, Copilot Saiful dan ibu Pujianto (dirawat di RSSA Malang). Sedang jenis pesawat yang terjatuh itu adalah pesawat tempur Super “Tocano” buatan Brazil. Dan pesawat yang jatuh itu menimpah rumah Mujianto. (mbah heru)

Pesawat Latih AU yang Jatuh Belum Dievakuasi

10 jenis pesawat jatuhTribratanewsJatim.com: Hingga pukul 11.00 WIB, Rabu (10/2/2016) posisi pesawat latih tempur yang jatuh di rumah warga di Simpang 4 LA Sucipto, Blimbing Malang belum dievakuasi. “ Posisi pesawat masih di atas rumah warga,” kata saksi mata di lokasi kejadian.

Identitas korban tewas Mayor PNB IFI, Copilot Saiful dan ibu Pujianto (dirawat di RSSA Malang). Sedang jenis pesawat yang terjatuh itu adalah pesawat tempur Super “Tocano” buatan Brazil. Dan pesawat yang jatuh itu menimpah rumah Mujianto.

Sementara bangkai pesawat belum dievakuasi pihak Lanud Abd Saleh Malang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, saksi mata menjelaskan, sebelum terjatuh, posisi pesawat berputar putar lalu menukek jatuh di perkampungan padat penduduk yang ada di Jalan LA Sucipto, Blimbing Malang. Belum diketahui pasti jumlah korban tewas akibat jatuhnya pesawat menimpah rumah warga di jalan itu. Hingga kini peristiwa naas itu masih dihimpun. (mbah heru)

Breaking News: Ada yang Tewas, Pesawat Latih Jatuh di Rumah Warga di Malang Jawa Timur

10 lokasi pesawat jatuhTribratanewsJatim.com: Pesawat latih jatuh di daerah kawasan La Sucipto, Blimbing, Malang, Jawa Timur, Rabu (10/2/2016) sekitar pukul 10.00 WIB.  Kawasan arus lalu lintas di seputar  lokasi jatuhnya pesawat  macet total.

Saksi mata menjelaskan, sebelum terjatuh, posisi pesawat berputar putar lalu menukek jatuh di perkampungan padat penduduk yang ada di Jalan LA Sucipto, Blimbing Malang.

Belum diketahui pasti jumlah korban tewas akibat tertimpah jatuhnya pesawat yang mengenai rumah warga di jalan itu. Peristiwa itu sempat jadi tontonan masyarakat. Sementara data masih dihimpun.  (mbah heru)

foto: Situasi lokasi kejadian jatuhnya pesawat latih di Blimbing Malang

46 Peserta Sespimen Jajaran Polda Jatim Tes Kompetensi Komputer

1 sespimen tesTribratanewsJatim.com: Tercatat 46 peserta Sespimen mengikuti tes kompetensi komputer, yang berlangsung di Rupatama Gedung Tribrata, Mapolda Jatim, Senin (1/2/2016). Jumlah yang mengikuti tes tersebut nantinya bakal berkurang, setelah peserta ada yang dinyatakan tidak lulus.

Sebelumnya, pada Jumat (29/1/2016) lalu, peserta mengikuti tes kesamamtaan berlangung di lapangan Mapolda Jatim. Sebelum melaksanakan tes, terlebih dahulu peserta mendapat pengarahan dari Kepala Bidang Teknologi Informatika Polda Jatim, Kombes Drs Darmanto SH Msi, sebagai pelaksana  tes termasuk Biro Sumber Daya Manusia (SDM). Kegiatan ini hanya berlangsung sehari. (boby/mbah heru)

Tahan warga pemilik airsoft gun tanpa ijin, satreskrim Polres Pacitan amankan 4 amunisi aktif

20160126210124tribratanewsjatim.com. -Pacitan-. Satreskrim Polres Pacitan pada hari Kamis 21 januari 2016 yang lalu berdasarkan informasi dari masyarakat Desa Losari, Tulakan Pacitan, berhasil mengamankan pelaku pemilik airsoft gun tanpa memiliki surat senjata yang sah.

Dari hasil penggeledahan di TKP petugas berhasil menyita 1 pucuk airsoft gun jenis fn yang suratnya sudah mati dan 4 amunisi yang masih aktif serta beberapa senjata tajam dan senapan angin.

Dalam press release yang disampaikan oleh Bapak Kapolres Pacitan AKBP Taryadi SIK, diketahui bahwa pelaku berinisial AT, 26 th, alamat Cengkareng Jakarta Barat merupakan kelahiran Kabupaten Pacitan. Pelaku mendapatkan air soft gun jenis fn dari membelinya dari temannya di jakarta pada tahun 2008 seharga 4 juta dan 2 amunisi aktif kaliber 5,5 mm dan 2 amunisi kaliber 9 mm, 1 samurai, 1 clurit, sangkur, senapan gas dibelinya seharga 2,6 juta hingga 6 juta Rupiah di Jakarta.

20160126210125
barang bukti 4 amunisi aktif dan airsoft gun

Menurut keterangan Kapolres pacitan bahwa dari hasil pengembangan penyidikan sementara pelaku mengaku menggunakan senjata tersebut hanya untuk gaya-gayaan. Dan diketahui pelaku memiliki keahlian dan kerja sampingan sebagai servis senapan angin selama di Jakarta.

Pasal yang disangkakan terhadap pelaku karena melakukan tindak pidana menguasai, memiliki, menyimpan amunisi tanpa hak sebagaimana dimaksud pasal 1 ayat 1 UU darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (herudom86)

Ops Gaktiplin Polres Pacitan menertibkan kendaraan anggota yang melanggar

tribratanewsjatim.com.-Pacitan-. Anggota Propam bekerja sama dengan sat lalu lintas Polres pacitan menindak pelanggaran terhadap kendaraan anggota Polisi Polres Pacitan. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas dan Kasie propam tersebut berhasil menjaring beberapa kendaraan anggota Polres Pacitan yang didapati tidak sesuai dengan aturan lalu lintas seperti pelanggaran penggunaan plat nomor, spion pada ranmor anggota.

Beberapa kendaraan anggota yang terparkir di lingkungan seki20160125221738tar Polres Pacitan pagi hari tadi (26/1) tampak di bawa oleh anggota Propam Polres Pacitan dan dikumpulkan di halaman belakang Polres Pacitan untuk dilakukan penindakan atau sanksi terhadap pemiliknya. Beberapa kendaraan yang dibawa karena tidak sesuai pemakaian kelangkapan kendaraan seperti plat nomor yang tidak sesuai dan memakai spion kecil.

Menurut Kasat lantas Polres Pacitan AKP Nugroho, tindakan ini dilakukan dalam rangka melakukan penertiban terhadap pelanggaran kelengkapan ranmor di jalan. Sebelum Polisi menertibkan masyarakat, anggota polisi sendiri harus ditertibkan dahulu sehingga bisa menjadi contoh masyarakat di lapangan, imbuhnya.

Hingga siang tadi anggota pemilik kendaraan yang kena razia tadi untuk melengkapi dan mengganti kelengkapan kendaraannya sehingga kendaraanya bisa diambil lagi. (herudom86)

Polres Pacitan gelar razia kos-kosan cegah peredaran narkoba dan terorisme

20160121201544 (1)tribratanewsjatim.com – Pacitan -. Dalam rangka siaga 1 antisipasi pergerakan terorisme dan narkoba di wilayah Indonesia, kemarin (21/1) Polres Pacitan menggelar razia di kos kosan yang ada di wilayah Kota Pacitan. Polres Pacitan mengerahkan 30 Personel dan dibantu anggota satpol PP kabupaten Pacitan menyisir kos-kosan yang ada di Kota pacitan.  Kegiatan razia yang dipimpin langsung oleh Kabagops Kompol Drs. H. Subiyanto tersebut guna memberantas dan menekan peredaran narkoba serta pergerakan terorrisme di wilayah Kabupaten Pacitan.

20160121201544
pengecekan urin thd penghuni kos

Kurang lebih 10 tempat kos kosan yang ada di wilayah Kota Pacitan tidak luput dari pemeriksaan pada hari tersebut. Hasilnya kemarin di salah satu kamar kos Kabagops bersama anggota reskoba Pacitan mendapati penghuni kos sedang pesta  miras dan setelah dilakukan pengecekan urine didapati hasil positif menggunakan narkoba. Akhirnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres Pacitan guna penyidikan dan pengembangan lebih lanjut. (herudom86)