Kisah Heroik Dibalik Kerja Cepat Satpolair Banyuwangi Mengevakuasi Korban KMP Rafelia 2

Screen Shot 2016-03-06 at 7.25.16 PM

Kecelakaan laut yang menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP) Rafelia 2 di perairan Banyuwangi Beach membuat  para personil Satpolair Polres Banyuwangi tak bisa tidur. Proses evakuasi gabungan Basarnas, Polair, Brimob, TNI, KPLP dan penyelam Bangsringboat secara resmi memang dimulai Sabtu (5/3/2016). Namun sejak Jumat malam (4/3/2016), polisi perairan sudah sibuk persiapan. Inilah cerita heroik mengenai proses evakuasi para korban dari atas Kapal Polisi (KP) X-1033 yang terekam wartawan polresbanyuwangi.com, Subahrudin Yusuf.

Hempasan ombak  terasa mengoyang-goyang bodi kapal berbahan fiber kebanggan Satpolair Polres Banyuwangi. Kala itu jarum jam baru menunjuk pukul 08.25 WIB. Rombongan tim evakuasi dari Satpolair Banyuwangi bersama penyelam binaannya, Bangsringboat, masih mengapung-apung di tengah perairan karena menunggu arus bawah laut di sekitaran Banyuwangi Beach atau arah selatan Pelabuhan Landing Craft Mesin (LCM) Ketapang bersahabat untuk diselami.

Sambil menunggu arus tenang, Kasatpolair AKP Basori Alwi turun dari KP X-1033 menuju Kapal  Bangsringboat. Di atas kapal kayu bermesin tempel tunggal itu mantan Kasatpolair Polres Situbondo ini memberikan arahan khusus mengenai keamanan penyelaman sampai target evakuasi. Sebelumnya, penyelam Bangsringboat memang telah turun untuk memasang tali pelampung di bangkai KMP Rafelia 2 yang karam di kedalaman kurang lebih 19 meter dari permukaan laut.

Tak berselang lama, penyelam dari Basarnas dan KPLP turut bergabung. Pasukan katak TNI AL juga berputa-putar mengitari titik ordinat tempat kapal milik PT Darma Bahari Utama karam. Tepat pukul 09.30 WIB, penyelaman evakuasi pun dimulai. Para penyelam binaan Satpolair langsung menceburkan diri ke laut dilengkapi peralatan penyelaman. Proses evakuasi SAR gabungan ini dibawah kendali Kasatpolair AKP Basori Alwi.

Para jurnalis yang sejak pukul 06.15 WIB, Sabtu (5/3/2016), menumpang KP X-1033 dari Pelabuhan Tanjungwangi Ketapang terus memantau dari atas dek. Mata mereka terus fokus mengawasi pergerakan Kapal Bangsringboat yang dikelilingi perahu-perahu karet milik Basarnas, Brimob, Polair, KPLP maupun milik Pasukan Katak TNI AL. Tepat pukul 10.00 WIB atau setengah jam pasca penyelaman perdana digelar, penyelam binaan Satpolair Banyuwangi memberikan kode telah mengangkat satu mayat.

Situasi dari atas kapal polisi pun gaduh. Seluruh media yang ada di kapal mulai mengarahkan kameranya untuk mengambil gambar. Komandan Kapal X-1033 Brigadir I Nyoman Suma mengikuti permintaan wartawan untuk mendekati Kapal Bangsringboat. Sementara Kasatpolair yang berada di kapal kayu itu  sebagai pengendali lapangan berupaya menaikkan jasad korban pertama yang ditemukan bersama kru Kapal Bangsringboat. Begitu mayat berhasil dinaikan ke atas, kapal kayu itu langsung meluncur kencang menuju Pantai Banyuwangi Beach untuk dievakuasi menuju RSUD Blambangan.

Penyelaman kembali dilanjutkan. Sukses penyelam Bangsringboat membuat penyelam dari SAR lain terpancing untuk menuai sukses serupa. Merekapun turun ke dasar laut untuk melakukan penyelaman. Sementara di atas KP X-1033 para wartawan menggelar jumpa pers bersama Kasatpolair AKP Basori Alwi. Para awak media itu antara lain, Net TV, Trans 7, ANTV – TV One, Fotografer Antara, Radar Banyuwangi, Memorandum, polresbanyuwangi.com, serta satu wartawan mingguan. Usai pers rilis, para wartawan ini langsung ngebut untuk update.

Di tengah kesibukan menulis berita dan mengirim gambar ke redaksi, tiba-tiba terdengar teriakan ditemukan mayat kedua oleh penyelam tradisional. Jeda penemuan itu hanya selang setengah jam dari sukses pertama. Kondisi kapal polisi kembali gaduh karena gerakan wartawan yang ingin lekas mengabadikan gambar. Kasatpolair yang kembali ke Kapal Bangsringboat pasca jumpa pers kembali memimpin evakuasi jasad Iluh Masruroh (28), serta anaknya Mohammad Ramlan (18 bulan) untuk dibawa ke Pantai Banyuwangi Beach.

Tulisan wartawan dari hasil rilis pertama spontan berubah. Wawancara kedua seketika digelar di atas KP X-1033 bersama Kasatpolair AKP Basori Alwi yang kembali merapat usai mengantar jenazah kedua ke tepi. Bisa dibilang keterangan dari Kasatpolair inilah yang paling kridibel karena mengetahui langsung proses evakuasi dibanding institusi lain yang hanya melihat dari jauh.

Usai rilis kedua, wartawan kembali sibuk menulis berita. Siang itu kapal polisi perairan mendadak berubah menjadi kantor redaksi para jurnalis. Fasilitas listrik yang tersedia sangat memudahkan kerja pemburu berita segera update, karena peristiwa ini menjadi kabar nasional.

Belum lama mengedit berita dari satu menjadi tiga mayat, tepat pukul 11.14 WIB, jasad keempat ditemukan penyelam Bangsringboat. Situasi kembali heroik. Seluruh kapal karet yang mengapung di Perairan Banyuwangi Beach mendadak merapat seolah ingin pasang aksi agar tersorot kamera wartawan.

Pasca penemuan yang ketiga ini, seluruh awak media kembali fokus menuntaskan pekerjaannya menulis berita. Sementara aparat Polair dari Polres Banyuwangi bersama Ditpolair Polda Jatim beristirahat di tengah kapal. Kelucuan pun terjadi ketika anggota Satpolair Polres Banyuwangi Brigadir I Wayan Wedhana kepergok hendak kencing di kamar ganti bawah kemudi menggunakan botol air mineral.

“Mohon ijin buang air kecil komandan,” begitu ucapnya kepada Kasatpolair AKP Basori Alwi yang tengah berbicang santai dengan Kasatrolda Ditpolair Polda Jatim AKBP Heru Purnomo.

Permintaan ijin itulah yang memicu kelucuan di kalangan anggota polisi perairan serta para jurnalis yang ada di KP X-1033. Sang brigadir berdarah Bali itu tampak kecewa saat permohonannya tak dikabulkan sang pimpinan. Namun hajat kecil itu bisa dituntaskan setelah sejumlah rekan sejawatnya mengikuti kencing di botol air mineral usai sang pimpinan turun kapal menemui penyelam Bangsringboat.

Ternyata kerja polisi perairan dalam mengevakuasi korban KMP Rafelia 2 tak semudah yang dibayangkan banyak orang. Mereka sampai rela menahan kencing karena tak sempat sandar ke darat. Bahkan ada salah satu anggota yang mengoleskan minyak wangi lantaran masuk angin akibat kurang tidur. HP android milik Kaurmintu Satpolair Banyuwangi Bripka Hardi juga rusak akibat terendam air meski sudah dibungkus plastik pelapis. Itu semua dijalankan demi mengedepankan tugas negara. Sayang kerja kerasnya bersama Bangsringboat sempat diklaim sebagai keberhasilan instituasi lain yang hanya pasang aksi di perairan.  HUMASPOLRES

Pencarian korban KMP Rafelia 2 yang karam di Selat Bali resmi dihentikan

Screen Shot 2016-03-06 at 7.20.43 PM

Pencarian korban KMP Rafelia 2 yang karam di Selat Bali resmi dihentikan pukul 15.30 WIB, Minggu (6/3/2016). Pengumuman penghentian itu diungkap oleh Kepala Ops Basarnas, Brigjen Marinir Ivan Ahmad, kepada awak media usai rapat koordinasi di ASDP Ketapang.

“Penyelam Basarnas, TNI, Polri dan penyelam alam sudah menyelami anjungan, dek, buritan sampai haluan tapi tidak menemukan penumpang yang tersisa. Kapal dalam kondisi kosong,” tegasnya.

Berdasarkan data manifes penumpang,  terdapat 81 orang yang berada di kapal yang kini karam di Perairan Banyuwangi Beach Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Sebanyak 76 orang dinyatakan selamat. Sedangkan 5 lainnya ditemukan dalam kondisi tewas.

“Setelah ditutup kita buka Operasi Pantau SAR yang bertugas selama satu minggu. Satu tim SAR akan tinggal di sini, yakni tim SAR Jember yang berada di bawah kendali Kantor SAR Surabaya. Apabila ada korban lagi yang ditemukan akan ditangani petugas Operasi Pantau,” tambahnya.

Berdasarkan data Kepolisian Resort Banyuwangi, ternyata masih ada satu orang yang belum ditemukan. Satu nama itu adalah nahkoda KMP Rafelia 2, Bambang S Adi. Menurut Ketua Tim DVI, Kompol dr Bambang Widiatmoko, mayat yang ditemukan tim SAR pukul 11.50 WIB itu bukan  sang nahkoda.

“Jasad terakhir identik dengan korban atas nama I Gusti Made Suwena (57), asal Bali. Kecocokan terletak pada jenis kelamin laki-laki, serta data primer gigi palsu,” terangnya didampingi Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama dan Kasatpolair AKP Basori Alwi, di depan Kantor ASDP Ketapang, usai penutupan rapat koordinasi.

Keterangan DVI ini mematahkan keterangan di luar korps kepolisian yang menyatakan bahwa korban kelima yang ditemukan adalah nahkoda kapal. Menurut Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama, banyak kemungkinan terhadap keberadaan Bambang S Adi. Tapi untuk memastikannya aparat telah mengecek di beberapa lokasi termasuk rumah sakit yang bersangkutan tidak ada.

“Sejauh ini posisi nahkoda masih belum ketemu. Bisa jadi dia hanyut karena terbawa arus. Berdasarkan pemeriksaan saksi dari kalangan anak buah kapal, sang nahkoda ikut bertugas dan berada di anjungan,” katanya lagi.

Basarnas memang sudah menutup proses pencarian. Tapi polisi dan KNKT terus melakukan kerja untuk menyelidiki kasus ini. Ditambahkan Kapolres, Satreskrim Polres Banyuwangi telah melayangkan panggilan pemeriksaan terhadap syahbandar dan ASDP.

“Hari ini (Minggu) surat panggilan sudah dilayangkan. Rencana besok mereka akan diperiksa di Mapolres Banyuwangi,” sambung AKBP Bastoni Purnama.

Gallery Foto Kapolda Jatim Bersama Netizens Plat M

[FR] #AlongPolong Blogger Madura dan Netizen Jatim Bersama Kapolda Jatim

Jumat, 26 Februari 2016 – Sekitar jam 19.10 WIB saya (TS) beserta seorang kaskuser KRM sampai di Ole Olang Resto Bangkalan tempat berlangsungnya acara #AlongPolong Blogger Plat-M Madura, Netizen Jawa Timur Bersama Kapolda Jawa Timur ini. Alhamdulillah acara belum dimulai, karena perkiraan TS akan terlambat mengingat cuaca yang kurang mendukung selama perjalanan menuju lokasi acara. Dan orang yang paling ditunggu di acara ini yaitu Bapak Kapolda Jawa Timur belum sampai di lokasi. Lebih bahagianya lagi, ketika sampai di lokasi ternyata sesi makan malam sudah dimulai duluan. Dengan dipandu salah satu aktivis Reg. Madura, dengan penuh rasa malu-malu TS menuju deretan meja tempat makan malam dihidangkan. TS pun menikmati hidangan andalan Ole Olang Resto yaitu bebek pedasnya sambil diiringi musik dan gerimis yang tak kunjung reda. Hehe..

Spoiler for #1
[FR] #AlongPolong Blogger Madura dan Netizen Jatim Bersama Kapolda Jatim

[FR] #AlongPolong Blogger Madura dan Netizen Jatim Bersama Kapolda Jatim

[FR] #AlongPolong Blogger Madura dan Netizen Jatim Bersama Kapolda Jatim


– skip –

Quote:Sambil menunggu rombongan Kapolda Jawa Timur tiba, beberapa peserta mencoba menghibur dengan bernyanyi dan berjoget ria ditemani Duta Humas Polri Jawa Timur. Tidak ketinggalan, empat Kapolres se-Madura bergantian menampilkan bakat menyanyinya. Suara-suara beliau ternyata cukup merdu, meski tidak satupun lagu yang TS hafal dari lagu yang mereka nyanyikan. 
Tepat jam 20.15 WIB mayoritas peserta yang hadir bergegas menuju pintu masuk Olle Olang Resto karena berdasarkan informasi dari MC, rombongan Bapak Kapolda Jawa Timur akan segera tiba di lokasi acara. Sekitar 5 menit kemudian sirine khas mobil pengawal kepolisian terdengar dengan jelas berada di depan pintu masuk, sambutan meriah dari para peserta terdengar riuh ketika rombongan Kapolda masuk ke lokasi acara. Satu hal yang sangat menarik perhatian TS adalah diantara rombongan Bapak Kapolda ternyata ada beberapa Polwan dari NTMC POLRI. Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, TS langsung ambil kamera dan mencari angle yang tepat untuk mengabadikan foto Polwan-polwan cantik tersebut. 

Spoiler for #2
[FR] #AlongPolong Blogger Madura dan Netizen Jatim Bersama Kapolda Jatim
4 Kapolres se-Madura nih gan..

[FR] #AlongPolong Blogger Madura dan Netizen Jatim Bersama Kapolda Jatim

[FR] #AlongPolong Blogger Madura dan Netizen Jatim Bersama Kapolda Jatim

 

Spoiler for #3
[FR] #AlongPolong Blogger Madura dan Netizen Jatim Bersama Kapolda Jatim

[FR] #AlongPolong Blogger Madura dan Netizen Jatim Bersama Kapolda Jatim

[FR] #AlongPolong Blogger Madura dan Netizen Jatim Bersama Kapolda Jatim

Quote:Setelah rombongan Kapolda istirahat beberapa menit, acara utama pun dimulai. Diawali dengan sambutan dari perwakilan Blogger Plat-M, dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Kapolda Jawa Timur. Kemudian ada penyerahan kaos Netizen Jawa Timur kepada beberapa perwakilan Blogger Plat-M dan Netizen Jawa Timur, dan Bapak Kapolda menyuruh para Polwan NTMC untuk menyerahkan kepada perwakilan peserta tersebut. Peserta yang lain pun juga kebagian kaos tersebut, cuma tidak menerima dan jabat tangan langsung dengan para polwan cantik. Ah sudahlah…
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan sharing seputar dunia kepolisian terutama yang berhubungan dengan aktifitas online. Semua saran, pesan dan share dari para peserta dijawab langsung oleh Bapak Kapolda. Lebih dari 10 orang peserta yang bertanya, kasih saran ataupun sharing hal-hal tentang dunia kepolisian. Mulai dari hal-hal yang berhubungan dengan tilang, pelanggaran lalu lintas, hingga baksos pun dibahas dalam sesi kali ini. Alhamdulillah semuanya terjawab dengan bijak oleh Bapak Kapolda.

Spoiler for #4

Quote:Setelah kurang lebih satu jam sesi tanya jawab berlalu, acara dilanjutkan dengan hiburan kembali. Kali ini adalah Bapak Kapolda sendiri yang menampilkan suara emasnya dengan bernyanyi ditemani Duta Humas Polri, Polwan NTMC dan beberapa peserta. Lumrahnya sebuah acara kopdar, di akhir acara diisi dengan kegiatan foto bareng. Beberapa peserta pun langsung menyiapkan tongsis untuk selfie atau groufie bareng Bapak Kapolda. Ada pula peserta cowok yang curi-curi kesempatan untuk foto bareng Polwan NTMC, dan pastinya TS gak mau ketinggalan kesempatan tersebut. Hehe..
Sebelum rombongan Kapolda meninggalkan Olle Olang Resto mereka menyempatkan diri untuk membubuhkan tanda tangan di banner sebagai tanda bukti kehadiran mereka, beberapa peserta pun (termasuk TS) seolah latah untuk ikut-ikutan tanda tangan dan menuliskan akun sosial media mereka. Sekitar jam 22. 40 WIB rombongan Kapolres se-Madura serta rombongan Bapak Kapolda Jawa Timur meninggalkan lokasi acara. Seluruh peserta yang hadir tanpa dikomando juga ikut meninggalkan lokasi. Acara hari pertama pun selesai…

Spoiler for #5
[FR] #AlongPolong Blogger Madura dan Netizen Jatim Bersama Kapolda Jatim

[FR] #AlongPolong Blogger Madura dan Netizen Jatim Bersama Kapolda Jatim

[FR] #AlongPolong Blogger Madura dan Netizen Jatim Bersama Kapolda Jatim

[FR] #AlongPolong Blogger Madura dan Netizen Jatim Bersama Kapolda Jatim

Spoiler for Bonus
Selfie bareng Bapak Kapolda Jatim dan Polwan NTMC nih gan..
[FR] #AlongPolong Blogger Madura dan Netizen Jatim Bersama Kapolda Jatim

[FR] #AlongPolong Blogger Madura dan Netizen Jatim Bersama Kapolda Jatim

 

Lumajang : seorang laki-laki meninggal dunia tersambar petir

lumajang , ( 29/2 ) , anggota Unit Reskrim polsek pasirian mendatangi TKP, seorang laki -laki telah tersambar petir , pada saat di sawa ladang tepatnya di belakang rumahnya.

adapun kejadiannya pada hari Senin tanggal 29 Pebruari 2016 pukul 17.00 wib, di Dsn. Krajan Timur Ds. Nguter Kec. Pasirian Kab. Lumajang ditemukan seorang laki laki bernama MUSLIMIN (47 th), Dsn. Krajan Timur Rt. 04/ 04 Ds. Nguter Kec. Pasirian Lmj meninggal dunia di sebidang sawah belakang rumahnya akibat tersambar petir dan mengalami luka luka serta rambut terbakar di kepala bagian belakang, luka kecil dileher sebelah kanan kurang lebih 0,5 cm, luka lecet pada pinggang sebelah kiri dan juga pantat.

MO :
pada saat korban berada di sebidang sawah miliknya yang tidak jauh dari rumahnya, cuaca hujan deras disertai petir ketika itu korban tersambar petir dan meninggal dunia di TKP.

Sesaat setelah kejadian saudara KIKI, Laki laki, 17 th, pelajar, Dsn. Krajan Timur Rt. 01/ 04 Ds. Nguter Kec. Pasirian Lmj, bersama sdr. MANDRA, lk, 25 th tetangganya kebetulan melewati jalan setapak di sawah tersebut mengetahui seseorang tergeletak akibat tersambar petir yang selanjutnya memberitahukan pada keluarganya dan meminta pertolongan warga sekitar tempat kejadian untuk dilakukan pertolongan sambil menunggu petugas dari Kepolisian dan Puskesmas pasirin untuk dilakukan pemeriksaan.

Kapolres Situbondo Hadir Pada Acara Haul Majemuk di Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo

 

Polres Situbondo – Tribratanews Situbondo, Jumat (26/2/2016) Pukul 13.30 wib di Pondok Pesatren Salafiyah Syafi`iyah Sukorejo Kec. Banyuputih telah dilaksanakan “ Haul Majemuk “ dalam rangka memperingati wafatnya pengasuh Pertama PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo yaitu KH. Samsul Arifin di samping itu juga Berdoa untuk Bangsa dan Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah lupa pahlawannya yang mau menularkan keteladanan untuk diamalkan.

Hadir pada acara Haul tersebut KH. Achmad Azaim Ibrahimy selaku Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi`iyah. Habib Ali Bin Thalib al Muhdar Ulama dari Situbondo, Habib Abdullah bin Ahmad al Haddad Ulama dari Mekkah, KH. Agus Ali Masyhuri Ulama dari Tulangan Sidoarjo, KH. Zuhri Zaini, Kapolres Situbondo AKBP. Puji Hendro Wibowo, SH. Sik, Dandim Situbondo Letkol. Ashari, S.Pd., Muspika Kec. B.putih, Alumni PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 15 ribu jamaah ini diamankan oleh 2 SST gabungan personil Polres Situbondo dan Polsek Jajaran Rayon Timur yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Kompol Suharyono. Pengamanan tersebar di berbagai lokasi dihalaman Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo untuk mengantisipasi kesemarawutan para jamaah saat parkir kendaraan mereka.

Dalam kesempatan itu pula AKBP. Puji Hendro Wibowo, SH. Sik menjalin silaturahmi dengan para Ulama, Kyai dan Tokoh Agama yang hadir memenuhi undangan KH. Achmad Azaim Ibrahimy.

Kegiatan berakhir pada pukul 16.30 wib ini berlangsung dengan aman dan lancar serta tidak kejadian / kriminalitas selama pelaksanaan Haul tersebut.

Angkutan kota jenis Lin 8 terbakar di lampu merah depan Bank BNI Banyuwangi

Angkutan kota jenis Lin 8 terbakar di lampu merah depan Bank BNI di Jalan Kepiting Banyuwangi. Hampir setengah dari bodi mobil angkutan orang berwarna kuning ini hangus dilalap api. Diduga kebakaran ini dipicu konsleting arus listrik pada kendaraan jadul tersebut.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, Jumat (26/2/2016). Angkutan bernopol P 897 UV ini baru saja keluar dari Terminal Karangente untuk memutar sesuai trayek. Saat berhenti di lampu merah depan Bank BNI mendadak kendaraan yang dikemudikan Suwarno (47), warga Dusun Lalangan, Desa Rejosari, Kecamatan Glagah, mati.

Sang sopir pun berusaha menghidupkan mesin lagi. Namun sial yang muncul justru percikan api dari jalur pengapian mesin. Kejadian itu sempat membuat panik Suwarno yang bergegas memadamkan api. Si jago merah yang terus berkobar membuat panik para pengguna jalan plus petugas keamanan bank.

Bersama anggota Polsek Banyuwangi yang berada di lokasi, petugas keamanan Bank BNI membantu sang sopir untuk memadamkan api yang membara dalam mobilnya. Untunglah api itu berhasil dikuasai sebelum melumat seluruh bodi.

“Kebetulan peristiwa ini berlangsung saat langit kota tengah gelap karena tertutup mendung. Sehingga proses pemadaman berlangsung mudah. Mobil nahas itu kemudian didorong ke  tepi agar lalulintas kembali lancar,” tukas Kapolsek Banyuwangi AKP I Ketut Redana.

Api yang berkobar dari pengapian mesin terus merembet ke bagian kabin. Bangku penumpang yang saat itu sedang sepi penumpang tak luput dari sasaran si jago merah. Puing-puing bekas bangku  yang terbakar dibiarkan menumpuk di dalam mobil.

Pasca kejadian, sang pemilik kendaraan, Sukari (50), tiba di TKP. Warga Dusun Tembakon, Desa Banjarsari, Kecamatan Glagah ini tak menyangka mobil angkutannya bakal terbakar. Diapun mengaku pasrah atas musibah yang menimpa kendaraan penopang uang belanja istrinya

Polres Lumajang berhasil mengungkap pelaku cabul di pinggir sungai setahun lalu

Tribratanewsjatim.com – Lumajang (14/2). Edi alias Ponaidi (25) warga asal Dusun Karanganyar Desa Kalidilem Kecamatan Randuagung    Kabupaten   Lumajang   ditangkap    oleh Anggota Unit PPA dan Resmob Polres Lumajang Sabtu malam (13/2) sekira jam 24:00 wib. Penangkapan ini   berdasarkan   Laporan  yang di terima pihak Kepolisian dari orang tua korban atas perbuat Edi (pelaku) yang nekad menyetubuhi   (korban)   Dinda   amalia   yang tergolong masih di bawah umur. lmj cabulKejadian Tepatnya  30 agustus 2014 lalu, di Desa Rojopolo Kecamatan   Jatiroto   Kabupaten   Lumajang   Edi (Pelaku ) melancarkan aksinya menyetubuhi Korban di pinggir   sungai   belakang   rumah   korban   dengan cara pelaku   membekap   mulut   Berdasarkan   informasi   yang  di himpun dari pihak Kepolisian, peristiwa bermula  saat itu   korban   mendapat   telepon   dari pelaku, selanjutnya   dalam   komunikasi   via telepon   tersebut, pelaku mengajak korban bertemu di  sungai   belakang   rumah   korban,  sesaat   bertemu   korban   di ajak berbincang-bincang dan tiba-tiba pelaku menarik tangan korban serta membekap mulut korban lalu pelaku menyetubuhi korban. Kronologi penangkapan Tepatnya tad  i malam   sekira     jam  24:00 wib   Anggota   Unit   PPA   dan  Resmob Polres Lumajang menangkap seorang  pelaku   persetebuhan   terhadap   anak   di bawah umur, yakni     Edi alias Ponaidi   (25)  warga Desa Kalidilem Randuagung, saat di tangkap,   pelaku    mengakui    perbuatannya    ( menyetubuhi korban )   yang    di lakukannya beberapa tahun lalu  sebanyak   1(satu)   kali tepat  di  pinggir   sungai belakang rumah korban.  Tentunya anggota dengan upaya keras dalam   melacak   dan   mengorek   informasi akurat akan perbuatan yang di lakukan oleh pelaku. Sementara pelaku  saat ini  diamankan   di Mapolres   Lumajang  untuk menjalani proses hukum lebih lanjut guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.(umam/gatot)  

Polisi bersama Disperindag operasi coklat berhadiah kondom

Tribratanewsjatim.com – Sebagai  bentuk   tindakan antisipasi     peredaran   cokelat berhadiah kondom maupun mengandung  bahan   berbahaya, Dinas   Perindustrian  dan   Perdagangan   (Disperindag)    kota   Kediri Kamis pagi melakukan sidak  ke sejumlah   supermarket   dan   minimarket.  Sidak gabungan dari TNI dan Polri ini pertama kali dilakukan di hypermart  kediri town square. Satu per satu petugas    memeriksa kandungan makanan dan minuman, terutama cokelat.

140216 coklat kondomPetugas    memeriksa   kandungan, tanggal   Kadaluwarsa dan komposisi. Meski tidak menemukan   kandungan  yang  berbahaya, pihak   Disperindag   tetap   menghimbau kepada pengelola untuk selalu mengecek tanggal Kadaluwarsa.

Kabag Ops Polres   Kediri   Kota KOMPOL I KETUT MUDITA SH  mengatakan, sidak dilakukan   dalam   rangka   mendekati    perayaan   valentine.   Banyak   pusat – pusat perbelanjaan    yang menjual aneka macam cokelat kemasan. Untuk menghindari hal-hal   yang tidak   diinginkan, pihaknya melakukan  sidak. Meski tahun lalu ditemukan ada cokelat berhadiah kondom     atau mengandung narkoba, tetapi   sidak   kali ini   tisak   menemukan  coklat yang berhadiah kondom.

Namun  demikian,  tetap   akan   terus   melalukan     pantauan   disejumlah   pertokoan   yang   menjual   cokelat dan menghimbau pengelola juga ikut   melakukan   pantauan. Selain itu, pihaknya juga meminta pengelola tidak menjual makanan dan minuman yang tidak disertai bahasa Indonesia. Sementara itu, di Golden Swalayan, pihak Disperindag juga sempat    mengambil   sampel   sebuah    parcel   berisi   aneka   cokelat    dan dibongkar. Hasilnya, petugas tidak menemukan kandungan berbahaya maupun tanggal Kadaluwarsa yang kelewatan.(umam/kdr)

Kapolres Kediri dan Dandim patroli antisipasi luapan lahar kelud

Tribratanewsjatim.com – Antisipasi Kerawanan Lahar Dingin Kelud serta dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat diwilayah Kabupaten Kediri.   Polres   Kediri   dan   Kodim 0809 Kediri melaksanakan Patroli di aliran lahar sungai Pulo Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri.

Patroli Gabungan survey Aliran lahar dingin Gunung Kelud
Patroli Gabungan survey Aliran lahar dingin Gunung Kelud

Patroli gabungan yang dipimpin Kapolres Kediri AKBP Akhmad Yusep Gunawan S.H. , S.I.K. , M.H dan       Komandan       Kodim 0809 Kediri Letkol Inf        Purnomosidi      didampingi    Kasat Sabhara,    Kapolsek Puncu    dan     Danramil    Puncu    serta   beberapa Anggota baik Polri dan TNI berlangsung aman dan kondusif Sabtu (13/2) siang. Kegiatan Patroli kali ini  bertujuan   untuk    melihat    situasi dan kondisi sungai aliran lahar kelud  guna antisipasi lahar dingin mengingat curah hujan yang tinggi akhir akhir ini. Saat  patroli Kapolres Kediri mengingatkan warga yang melakukan    aktivitas di aliran lahar agar berhati hati saat turun    hujan.    “Kami    sampaikan     himbauan     kepada warga yang melakukan aktivitas di sekitar aliran  lahar    agar    berhati hati      manakala   turun   hujan    karena    dikhawatirkan akan terjadinya banjir bandang / lahar dingin material dari gunung kelud.” Ungkap Kapolres. (Umam/Hr) 

Polres Mojokerto sidik 14 Pengedar Narkoba dari 12 TKP

Tribratanewsjatim.com – Meski Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2016 masih berjalan satu minggu, namun Satnarkoba Polres Mojokerto telah berhasil mengamankan 14 tersangka dari 12 Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sebanyak 4.637 butir pil double L dan 11,704 gram sabu berhasil disita dari para tersangka.

Press Release Ops Tumpas 2016
Kapolres Mojokerto Press Release “Ops Tumpas 2016”

Kapolres Mojokerto, AKBP Budhi Herdi Susianto, SH, SIK, MSi mengatakan, enam hari Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2016, anggota Satnarkoba berhasil mengamankan 14 tersangka dari 12 TKP. “Sebanyak 4.637 butir double L dan 11,7 gram sabu yang menjadi barang bukti para tersangka ikut diamankan,” ungkapnya.

Sebanyak 12 TKP tersebut pengungkapan baik oleh anggota Satnarkoba Polres Mojokerto dan polsek jajaran. Sebanyak dua kasus dengan lima tersangka diamankan anggota Satnarkoba Polres Mojokerto dan sebanyak 9 kasus dengan sembilan tersangka berhasil diamankan polsek jajaran. “Mereka dijerat UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ke 14 tersangka diamankan di lokasi berbeda tapi masih dalam wilayah hukum Polres Mojokerto, anggota kami masih melakukan penyelidikan apakah mereka dalam satu jaringan apa tidak,” katanya.

Masih kata Kapolres, antara satu tersangka dengan yang lainnya berbeda jaringan. Apakah hal tersebut sengaja dibuat seperti, Kapolres menegaskan, masih dalam penyelidikan. Namun semua barang haram tersebut berasal dari luar wilayah hukum Polres Mojokerto baik wilayah tetangga maupun wilayah luar propinsi. “Barang bukti pil double L cukup banyak yang diamankan karena barang haram ini cukup murah, 1 butirnya seharga Rp1 ribu. Untuk dipasarkan ke pelajar cukup terjangkau dan memungkinkan sehingga dilihat para tersangka sebagai peluang. Pelajar masih jadi atensi kita meski sasaran peredaran narkoba sudah bervariasi,” ujarnya.

Sasarannya, lanjut Kapolres, semua kalangan dan tidak hanya di wilayah pinggiran saja namun sudah cukup luas. Seperti penangkapan tersangka pengedar sabu di depan rumah Perum Platinum Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, pemberantasan peredaran narkoba tidak bisa dilakukan sendiri namun harus dilakukan semua pihak.(umam/sar)