Penanganan Ledakan Bom di Pospol Sarinah Jakarta Dapat Apresiasi Mantan CIA

14 dapat apresiasi penanganan teroris di Pospol SarinahTribratanewsJatim.com: Respon cepat yang dilakukan Kepolisian Republik Indonesia dalam penangan kasus ledakan di Pos Polisi  (Pospol) Sarinah,  Jalan Thamrin Menteng Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016), mendapat apresiasi  dari dalam Negeri maupun Luar Negeri.

Hal ini disampaikan oleh pengamat dan analis Terorisme Roberth ‎Baer asal Amerika Serikat dalam suatu wawancara dengan media elektornik Luar Negeri.

“Indonesian Police where professional and cappable…”, kata mantan CIA, Rober Baer saat diwawancarai. (tbn/mbah heru)

Barang Bukti Milik Teroris Ledakan Bom di Pos Pol Sarinah

14 BB Teroris BOM sarinahTribratanewsJatim.com: Dalam penyergapan  terduga teroris di Jakarta Theater Sarinah Menteng, Jakarta Pusat,  polisi menyita barang bukti  berupa lima bahan peledak rakitan, sebuah senjata tajam, pistol FN berikut amunisi tas pinggang, dan tas yang digunakan terduga teroris untuk meledakkan diri.

Dalam penyergapan pada Kamis (14/1/2016) pagi, polisi berhasil melumpuhkan terduga teroris.(tbn/mbah heru)

Jelang Kebaktian, Kapolres Sidoarjo Turun Tangan Bersama Tim Jibom Sterilisasi Gereja

Tribratanewsjatim.com – Tim penjinak bom (jibom) bakal dikerahkan untuk mensterilisasi tujuh dari 96 gereja yang ada di Kabupaten Sidoarjo, pada hari Kamis (24/12). Tujuh gereja menjadi prioritas karena memiliki tingkat kerawanan, karena menampung jemaat paling banyak saat misa Natal 2015.

Kapolres Sidoarjo  AKBP Muh. Anwar Nasir, S.I.K.,M.H. Pimpin Langsung Sterilisasi Gereja El Lohem Bersam Tim Jibom Gegana Brimob
Kapolres Sidoarjo AKBP Muh. Anwar Nasir, S.I.K.,M.H. Pimpin Langsung Sterilisasi Gereja El Lohem Bersam Tim Jibom Gegana Brimob

Pelaksanaan sterilisasi gereja dipimpin langsung oleh Kapolres Sidoarjo  AKBP Muh. Anwar Nasir, S.I.K.,M.H. dengan melibatkan Tim Jibom Gegana Brimob Polda Jatim yang terdiri dari 6 (enam) personel dan 2 (dua) Unit Satwa / Anjing pelacak dari Sat Sabhara Polres Sidoarjo. Sterilisasi akan dilakukan dengan metal detektor. Gereja yang pertama dilakukan sterilisasi yakni gereja El Lohem, merupakan gereja terbesar di Sidoarjo.

Kegiatan sterilisasi diawali dari Gereja Ellohim Jl. Kombes Pol. M. Duryat Sidoarjo, Tim Jibom yang dilengkapi dengan peralatan sesuai standar penugasan dengan dibantu Unit Anjing Pelacak, melakukan penyisiran dari dalam gereja, satu persatu perlengkapan dan kelengkapan yang akan dipergunakan untuk kebaktian Natal, kemudian merambah ke sekitar gereja, ruang dapur, toilet, hingga sekitar tempat parkirpun tidak luput dari pemeriksaan.

Anwar menjelaskan bahwa kegiatan sterilisasi ini sangat perlu dilaksanakan, karena sudah menjadi protap pengamanan suatu obyek vital sesuai dengan SOP. Pelaksanaan sterilisasi selain melibatkan Unit Anjing pelacak juga menghadirkan Tim Jibom Gegana dari Brimob Polda Jatim, hal ini merupakan bentuk keseriusan Polres Sidoarjo dalam upaya menjamin keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga dapat menjalankan ibadah dan perayaan pergantian tahun dengan aman, nyaman, tertib dan lancar, Ucap Kapolres Sidoarjo.

Pada kesempatan ini Kapolres Sidoarjo menghimbau kepada seluruh warga masyarakat, untuk senantiasa selalu menjaga sikap toleransi dan kerukunan antar umat beragama, seperti yang selama ini telah terbentuk dan terjalin dengan baik, sehingga situasi Kamtibmas yang kondusif tetap terjamin.(umam/sda)

Beda, Teroris yang Tertangkap di Mojokerto Jatim dan Jateng

20 teroris 1TribratanewsJatim.com: Sementara, penangkapan juga dilakukan terhadap empat terduga teroris di Mojokerto. “Kalau yang di Mojokerto, berbeda. Dua dari tersangka adalah DPO lama. Keduanya terlibat dalam pembuatan home industri bom di Klaten, Jawa Tengah,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Anton Charliyan. Sementara, dua lagi masih didalami perannya. “Jadi penangkapan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, berbeda. Mereka bukan dari kelompok yang sama,” tandas Anton Charliyan. Ditegaskan, bahwa momentum pergantian tahun, sudah ada indikasi ancaman aksi teror. “Kepolisian Republik Indonesia akan terus meningkatkan pengungkapan dan memburu kelompok-kelompok teroris dan radikal yang membahayakan negara. Bukan hanya kelompok Santoso. Kelompok yang lain juga,” tegas Kadiv Humas Polri. (tbn/mbah heru) Foto: Tim Densus 88  

Tim Densus 88 Panen Tangkapan Terduga Teroris

20 Kadiv HumasTribratanewsJatim.com.com: Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Anton Charliyan membenarkan Tim Densus 88 berhasil menangkap terduga teroris di beberapa lokasi yang berbeda sepanjang Jumat hingga Sabtu (18-19/12-2015). Penangkapan terduga AK, di Sukoharjo pada Sabtu (19-12-2015), menurut Irjen Pol Anton Charliyan merupakan pengembangan dari penangkapan terduga teroris d Majenang, perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah. Sedangkan Jumat (18-12-2015) dilakukan penangkapan terhadap terduga As dan Kh di kawasan Majenang. Diketahui, keduanya saat itu akan menuju Solo. Setelah menangkap keduanya, Tim Densus 88 langsung melakukan pengembangan terhadap jaringan dua orang ini. Akhirnya, di daerah Solo, ditangkap lagi dua terduga teroris kelompok yang sama. “Satu lagi ditangkap di Sukoharjo, sekaligus tempat atau rumah yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan barang-barang yang diduga akan digunakan untuk aksi teror,” kata Irjen Pol Anton Charliyan. 20 teroris 1Seperti diberitakan, Sabtu (19-12-2015) dilakukan di penggeledahan rumah kontrakan terduga teroris di Dukuh Sepat, 02/03 Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Rumah itu, diduga menjadi tempat persembunyian terduga teroris atas nama Abdul Karim, warga Plumbon,  kecamatan Suruh, Semarang. Rumah tersebut diketahui milik Pardi, yang masih memiliki hubungan saudara dengan Abdul Karim. Barang bukti yang diamankan dari penggeledahan adalah 1 buah pralon merk isano panjang 4meter, 1 buah pralon merk titanium panjang 6 meter, power bank merk welkom 11.000 MAH, 2 HP nokia warna hitam, 2 HP samsung hitam, baterai panasonic 9 volt, kabel hijau, swiitching, plasdisk, buku saku, 15 bungkus paravin, tiner, karbit, kacaamata putih, gelas kecil, gelas ukur, 4 buah lampu fliplop, masker, saringan, buku harian. Selain itu, ditemukan paspor atas nama Yudhi Nor Saputra, sebungkus paku kecil 1/4 kg, 1 bungkus gotri, 6 bungkus gas sofgun, kardus airsofgun, 1 plastik pasir, 5 lembar buku tulis, 5 kg urea, sabit, 4 pisau kecil, 1 buah parang ukuran sedang, 1 buah pisau sedang, buku kimia, catatan ayat Al Quran, laptop merk Tosiba tanpa monitor, peta jabotabek, 2 buku tarbiah jihadiyah, buku hukum pidana terorisme, buku putusan tentang hukuman terorisme, takaran timbang gelas, kartu keluarga, buku tentang inteligen, buku rekening BRI atas nama Abdul Karim, fotokopi kk, ktp, bpjs atas nama abdul karim, buku nikah, toples kecil, botol kaca kecil dan toples sirup, alat penyaring aquarium besera selang warna biru dan centong sayur. Diungkapkan oleh Irjen Pol Anton Charliyan, kelima terduga teroris ini memiliki indikasi kuat terlibat dengan jaringan ISIS di Syiria. “Telah ditemukan petunjuk yang kuat bahwa para terduga ini merupakan sel kelompok ISIS yang ada di Indonesia,” ujar Kadiv Humas Polri. Yang mengejutkan, target dari kelompok ISIS ini bukan agama lain. Tapi kelompok Islam sendiri. “Ada fakta yang menunjukkan bahwa sasaran mereka adalah kelompok Islam tertentu yang ada di Pekalongan, Bandung, Pekanbaru,” lanjut Kadiv Humas. 20 TerorisDi Mojokerto Jawa Timur Sementara, penangkapan juga dilakukan terhadap empat terduga teroris di Mojokerto. “Kalau yang di Mojokerto, berbeda. Dua dari tersangka adalah DPO lama. Keduanya terlibat dalam pembuatan home industri bom di Klaten, Jawa Tengah,” kata Kadiv Humas. Sementara, dua lagi masih didalami perannya. “Jadi penangkapan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, berbeda. Mereka bukan dari kelompok yang sama,” tandas Anton Charliyan. Ditegaskan, bahwa momentum pergantian tahun, sudah ada indikasi ancaman aksi teror. “Kepolisian Republik Indonesia akan terus meningkatkan pengungkapan dan memburu kelompok-kelompok teroris dan radikal yang membahayakan negara. Bukan hanya kelompok Santoso. Kelompok yang lain juga,” tegas Kadiv Humas Polri. (tbn/mbah heru) Foto: Kadiv Humas Polri, Tim Densus 88 Periksa rumah terduga teroris  

Bandar narkoba asal Madura dibekuk Ditreskoba dan Brimob Polda Jatim

Tribratanewsjatim – Ditreskoba Polda Jatim bersama Den Gegana Sat Brimob Polda Jatim berhasil membekuk Bandar narkoba berinisial MR bin Mitro (33) warga Dusun Lebak, Desa Ketapang Barat, Sampang, Madura.

kbd hms pr narkobaKabid Humas Polda Jatim, Kombes R.P Argo Yuwono, Selasa (20/10/2015) mengatakan, keberhasilan itu setelah polisi memperoleh informasi dari masyarakat selanjutnya Informasi ini segera ditindaklanjuti dan segera dilakukan penyelidikan. Dalam penangkapan pelaku Bandar Narkoba tersebut, Ditreskoba di lapangan bekerja sama dengan Den Gegana Sat Brimob.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku setiap minggu membeli sabu 2 kali  dengan berat antara 20 – 40 gram. Dan tersangka MR bin Mitro juga mengaku mendapatkan barang haram itu dari temannya yang bernama Maswar warga Desa Tamberu Kec. Tamberu Kab. Sampang. Selanjutnya tim penyidik melakukan pengejaran terhadap DPO Maswar sampai saat ini belum tertangkap.

Setelah diinterogasi,  polisi segera mengembangkan kasus itu dan berhasil mengamankan 1 pelaku lainnya, dan  dua pengguna lainnya  masih berusia 15 tahun duduk dibangku kelas 2 SMP.

Barang bukti yang diamankan dari Bandar narkoba berupa 32 poket plastik berisi sabu berat keseluruhan 16,47 gram, timbangan elektrik,  seperangkap alat hisap, 4 korek api dan dua HP.

Atas perbuatannya teersangka dijerat pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman paling lama 12 penjara dan denda Rp 8 miliar .  (umam/ adi / mbah heru)