Polsek Jenggawah Bekuk Kakek Bandar Pil Koplo

4 kakej jua pil koplo

4 kakej jua pil koploPolisi Jatim: Sering sudah dan bahkan berulang kali Unit Reskoba Polres Jember menangkap para pelaku atau pengedar narkoba, tetapi tampaknya pelaku-pelaku narkoba lainnya tidak pernah kapok.

Sementara anggota Polsek Jenggawah, Kamis (3/3/2016) sore berhasil meringkus Haryanto (60) di Dusun Durenan, Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember.

Haryanto ditangkap dalam sebuah operasi anti miras maupun obat-obatan yang dipimpin oleh Kapolsek Jenggawah AKP Tulus Dwi Sutarta bersama anggotanya.

Haryanto yang sudah kakek-kakek dan seharusnya lebih fokus mengurus cucu ini justru menjadi pengedar obatan-obatan keras (pil koplo). Terbukti dari hasil penggeledahan di rumahnya ditemukan ratusan pil haram yang terdiri atas 329 butir pil Trihexyphenidil, 336 butir Dextromethorpan. Tidak hanya itu, petugas juga mengamankan uang tunai Rp. 158 ribu sebagai barang bukti (BB) yang diduga merupakan hasil transaksi penjualan pil haram tersebut.

Kapolsek Jenggawah melalui Kasihumas menyampaikan, pelaku Haryanto sudah lama dalam pengawasan petugas, namun baru kali ini pelaku dapat ditangkap di rumahnya dengan sejumlah pil koplo jenis Trihexyphenidil dan Dextromethorpan. Haryanto sendiri akan dijerat dengan pasal 197 subsider 196 UU RI, No. 36 th 2009 tentang kesehatan.

47 Tersangka pengedar narkoba yang di tumpas Polres Sidoarjo

Tribratanews jatim- Jajaran anggota di Polres Sidoarjo berhasil menangkap Jaringan pengedar narkoba jenis sabu dan pil koplo berskala nasional  dalam rangka pelaksanaan Operasi kepolisian dengan sandi Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2016 selama 13 hari pelaksanaan operasi (4-16 Februari). 47 Tersangka yang berhasil diamankan terdiri dari 2 wanita dan 45 laki-laki, serta barang bukti sabu sebanyak 2,913,74 gram, 8.893 butir pil koplo dan daun ganja seberat 0,20 gram, senilai Rp 4 miliar.

040316 sidoarjo narkoba nasionalKapolres Sidoarjo juga menerangkan, saat paket akan dikirim ke Bogor, kantor ekspedisi yang dituju tutup. kemudian, paket dibawa pulang. Setiba dirumah, paket tersebut terjatuh dan charger yang ada didalamnya tumpah.  Karena curiga, warga Medaeng Waru itu membuka salah satu charger yang tumpah. Saat dibuka, ternyata isinya adalah poket berisi serbuk berwarna putih. Kemudian atas temuan itu melaporkan ke Polsek Waru. Setelah memastikan serbuk putih didalam charger adalah sabu – sabu, Polisi melakukan pengembangan.

Modus para tersangka meloloskan sabu dengan cara dikemas dengan koran dan dilapisi plastik sebanyak 122 bungkus dengan berat 2,501 gram, serta 10 bungkus foil alumunium seberat 380,59 gram. “Setelah kami mendapatkan laporan ada barang paketan yang mencurigakan dari salah satu warga, kemudian kami tindak lanjuti dan dikembangkan dan dilakukan penyidikan dan pemeriksaan tersngka R dan tersangka HH ditetapkan sebagai tersangka utama,” Kata Kapolres Sidoarjo AKBP M Anwar Nasir di Mapolres, Kamis (3/3/2016).

040316 sd narkobamasih kata Kapolres Sidoarjo, sabu – sabu seberat 2,8 kilogram itu dikirim dari Hongkong atas nama S Z. Barang tersebut dikirim melalui jasa ekspedisi DHI, ditujukan kepada YN yang beralamat di Gubeng Surabaya. Untuk mengelabuhi Polisi, sabu – sabu tersebut dimasukkan keratusan charger. Namun saat kurir mencari ekspedisi yang mengantarkan tidak ada, otomatis paket tersebut dibawa kembali ke kantor. Berselang beberapa hari, paket tersebut diambil A W. Dia mengambil paket karena disuruh temannya RZ yang tinggal di Bogor. Oleh RZ, A W diminta mengirimkan paket tersebut kerumah FB yang beralamatkan dijalan Malabar Ujung Bogor. Tetapi dari hasil pemeriksaan bahwa RZ ini ternyata disuruh RV. Namun RV sendiri posisinya numpang dirumah FB.

“Barang haram ini diduga kiriman dari Hongkong rencananya barang tersebut akan dikirimkan ke seseorang yang berinisial PN alias J alias EU yang masih mendekam di tahanan Lapas Gintung Cirebon. Yang bersangkutan diduga selaku pemilik sampai saat ini masih dalam penyelidikan,” imbuhnya.

Para tersangka jelas AKBP M Anwar Nasir melanggar pasal 113 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU RI Nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 5 tahun paling lama 10 tahun dengan denda sebesar Rp 10 miliar.

KAPOLRES SIDOARJO : PECAT JIKA TERLIBAT NARKOBA

4 kapolres sidoarjo
Tribratanews jatim: Kapolres Sidoarjo AKBP Muhammad Anwar Nasir, S.I.K., M.H menindak tegas anggotanya, jika terlibat narkoba. Saat ini Polisi menjadi incaran para pengedar dan bandar narkoba.

“Jangan sampai negara dan bangsa ini hancur karena narkoba. Bagi yang main-main atau terlibat dalam kasus narkoba kami berikan sanksi tegas. Jika ada oknum yang terlibat dalam kasus narkoba akan kami usut dan langsung kami pecat. Jangan sampai anda menyesal seumur hidup. Jika ada oknum yang melakukan, segera tinggalkan,” ujar Kapolres memimpin apel di Mapolres Sidoarjo, Kamis (3/3/2016).

Kapolres menyebutkan, jika ada salah satu oknum polisi yang menggunakan atau mengedarkan narkoba itu sangat menyedihkan.

Saat memimpin apel Kapolres Sidoarjo juga mengajak kepada anggotanya, bahwa jika mental dan iman lemah maka akan tergiur. Jangan sampai tergoda. “Ingat, narkoba itu merusak generasi kita. Mari kita perangi narkoba. Mari kita cari yang halal saja,”

Polsek Wonoayu Tangkap Pemakai Sekaligus Pengedar Ganja

 



TRIBRATANEWS POLRES SIDOARJO-

Unit  Reskrim Polsek Wonoayu berhasil membekuk tiga pemuda asal Madiun yang sedang bertransaksi ganja pada , Rabu (24/2) pukul 22.00 WIB. Kapolsek Wonoayu, AKP Sutowo menjelaskan, awal mula penangkapan tiga pemuda tersebut di Desa Jimbaran Kulon, Kecamatan Wonoayu tepatnya di sebuah warung dua pemuda bernama S Y (19) dan Y R Y (19) warga Desa Sumbergandu Kecamatan Pilangkenceng, Madiun. Di lokasi kejadian Polisi menemukan 2 liting ganja dengan berat masing-masing 0,55 gram dan 0,59 gram. Mereka membeli barang haram tersebut dari tersengka berinisial Y R Y seharga 50.000 rupiah. Ganja tersebut sudah dicampur dengan tembakau rokok kemudian kedua pemuda ini diketahui kos di Desa Jimbaran Wetan.

Dari hasil pemeriksaan kemudian Polisi juga menangkap G  S  (20) warga Desa Wonoasri Kecamatan Wonoasri, Madiun karena dari keterangan kedua tersangka sebelumnya mereka membeli barang tersebut dari Gatut. Saat penangkapan Gatut di kamar kosnya di Surabaya, ia kedapatan memiliki 0,34 gram ganja.

Kapolsek Wonoayu menambahkan bahwa ketiga tersangka terancam dijerat pasal 112 UU Narkotika dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. “Kami masih melakukan pengembangan untuk kasus ini terhadap AN yang kini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). Dari kamar kos DPO, polisi menemukan 3,76 gram ganja yang dicampur tembakau rokok dan 5,18 gram ganja murni,” pungkasnya.

Kadiv Humas Polri: Apresiasi Jajaran Polda Aceh

29 ladang ganja

29 ladang ganjaTribratanews jatim: Kadiv Humas Polri Irjen Dr Anton Charliyan bersama dengan Wakil Ketua DPR Naggroe Aceh, Sulaiman Abda mengucapakan salut dan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Daerah Aceh yang telah menyita 367 hektar ladang ganja.

Penyitaan ini dilakukan sepanjang tiga tahun, yaitu seluas 235 hektar di tahun 2013 dan hingga bulan Febuari 2016 kembali menyita 132 hektar ladang ganja,

Apresiasi disampaikan pada saat pemusnahan sebagian Barang Bukti yang disita di lima titik di ladang seluas 58 Hektar di Gunung Seulawah, Sabtu (27/2/2016).

“Kami sangat aspresiasi dan salut kepada Polda Aceh yang sudah pro aktif, dengan tidak sampai beberapa hari setelah adanya perintah dari Presiden RI untuk memeranggi apapun bentuk Narkoba, Polda Aceh sudah sudah menyita 132 hektar,” kata Kadiv Humas.

“Dalam waktu yang sangat singkat pula, sudah lebih dari 50% lahan dimusnahkan, dan ini merupakan yang terbesar,” lanjut Kadiv Humas.

29 ganja aceh dimusnahkanDi Gunung Seulawah, tanaman ganja memang tumbuh subur. “Terbukti beberapa kali tumbuhan tersebut ditemukan, dan dimusnahkan, tetap saja tumbuh. Kami pun juga perlu memikirkan bagaimana agar ini tidak terulang kembali,” tandas Kadi Humas.

Hal itu menjadi PR bersama. Karena, perang melawan Narkoba bukan hanya pihak Polri, tapi juga stakeholder harus bersama-sama memerangi Narkoba. “Kenapa kami ke sini? Karena disini merupakan hulu dari tumbuhan tersebut,” lanjutya Kadiv Humas sembari menambahkan jika hulunya sudah ditutup, maka hilirnya pun akan berkurang.

Dan, sebagai salah satu kantong terbesar di Indonesia adalah di daerah Aceh, maka Polri perlu fokus dan menjadi salah satu prioritas operasi perang narkoba di daerah Aceh ini.

Pemusnahan barang bukti di ladang ganja, dilakukan di lima titik seluas 58 Hecktar. “Ada satu tersangka yang dianggap sebagai pemilik ladang. Sebetulnya kalau mau jujur, banyak pemilik itu. Sistem mereka berantai, penanam dan pengambil panen berbeda. Begitu juga dengan pengankut, pengepres, marketing dengan orang yang berbeda-beda. Jadi mereka tidak saling kenal,” tandas Kadiv Humas.

Polres Madiun Kota Musnahkan 198,28 Gram Narkoba

11 bakar sabu madiun kotaTribratanewsjatim.com: Dalam rangka Operasi “Tumpas Narkoba Semeru 2016”, Sat narkoba Polrtes Madiun Kota, Kamis (11/2/2016) memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu. Tersangka Kristina Andriani dan tersangka Bambang Waluyo. Pemusnahan berlangsung di halaman apel Polres Madiun kota.

Acara pemusnahan dihadiri Forpimda Madiun Kota, Dandenpom Madiun, Dansatpom AU Lanud Iswajudi, Ketua Bamag Madiun Kota, Kalapas klas I Madiun, para Kabag, Kasat, Kapolsek dan anggota Polres Madiun Kota.

Barang buki narkotika yg dimusnahkan 198,28 gram dengan rincian

– 1 kantong plastik klip narkotika jenis sabu berat 93,56 gram

– 1 kantong plastik klip narkotika jenis sabu berat 99, 32 gram

– 1 kantong plastik klip narkotika jenis sabu berat 4,34 gram,

– 1 kantong plastik klip narkotika jenis sabu berat 0, 30 gram

– 2 kantong plastik narkotika jenis sabu masing2 berat 0, 38 gram. Sesebelum pemusnahan BB dg cara dibakar dilaksnakan didahului penanda tanganan berita acara pemusnahan oleh  saksi (Forpimda) Pelaksnaan pemushanan BB berjalan dg lancar dan aman. (mdn/mbah heru)

 

Sinergi Polri, Bea Cukai dan TNI AL Mencegah Masuknya Narkoba dari Luar Negeri

?????????????

TribratanewsJatim.com: Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memperkuat sinergi dengan Bea Cukai (BC) dan TNI AL untuk mencegah masuknya narkoba dari luar negeri.

“Kali ini, kami menjalin MoU dengan Bea Cukai yang memiliki otoritas di pelabuhan dan bandara. Nantinya juga TNI AL,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Antam Novambar di Surabaya, Rabu (10/2/2016).

Di sela Rakernis Direktorat Reserse Narkoba Polda se-Indonesia yang dibuka Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji, Jenderal polisi berbintang satu itu menjelaskan, narkoba dari luar negeri yang masuk Indonesia antara lain dari Tiongkok dan Eropa.

“Itu karena negara kita memang terlalu luas, sehingga banyak pintu masuk dari luar negeri ke negara kita, apalagi penyelundup narkoba itu punya banyak modus,” lanjut mantan Kakorwas PPNS Bareskrim Polri itu.

Modus yang dimaksud, antara lain lewat makanan, disisipkan ekspedisi komoditas bahan mentah, dicampur impor alat berat, dimasukkan ban, dan sebagainya. “Kalau udara diperketat, maka akan masuk lewat laut,” tandas Antam.

Untuk itulah, pihaknya mengundang pihak Bea Cukai dalam Rakernis untuk menjalin nota kesepahaman (MoU) serta menjajaki sinergi dalam memberantas dan menanggulangi narkoba lewat pelabuhan dan bandara.

“Jalur tikus di negara seluas negara kita itu bisa mencapai ribuan, karena itu kita bekerja sama dengan banyak pihak dengan berbagai otoritas, seperti Bea Cukai di pelabuhan dan bandara serta TNI AL di laut,” tandasnya.

Menurutnya, sinergi itu mutlak, karena Polri memiliki keterbatasan sarana dan sumber daya manusia. “Jangankan kita, Australia yang memiliki sarana cukup saja bisa kebobolan, apalagi kita yang serba terbatas,” katanya. (mbah heru)

Foto: Kapolda Jatim foto bareng bersama peserta Rakernis di Singgasana Hotel di Surabaya

 

 

Rakor Narkoba, Kapolda Jatim: Antisipasi Peredaran Via Bandara dan Pelabuhan

10 Rakor narkobaTribratanewsJatim.com: Indonesia darurat narkoba. Terkait dengan hal ini, dilakukan rapat koordinasi (rakor) teknis antara Polri, Ditjen Bea dan Cukai serta Kementerian Keuangan, yang berlangsung di Hotel Singgasana, Rabu (10/2/2016). Kegiatan Rakor yang diikuti  antara lain 76 personil dari Direktorat Narkoba se Indonesia.

Selain itu, genderang perang lawan norkoba di Indonesia terus ditabuh. Untuk itulah, sekali lagi dibutuhkan sinergitas antara Polri dan Bea Cukai terus lebih ditingkatkan. Sebagaimana diketahui, pengguna narkoba cukup memprihatinkan. Barang haram ini sampai sampai merasuki berbagai lapisan masyarakat.

Meski aparat penegak hukum sudah berupaya keras untuk memerangi peredaran narkoba, namun belum bisa tuntas. Lantaran di sana sini peredaran narkoba masih saja ada, dan cenderung semakin menjamur.

Untuk itulah, dengan adanya diselenggarakan rapat koordinasi membahas  persoalan narkoba di Indonesia, Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji  antara lain menegaskan, terselenggaranya rakor itu tak lain untuk melakukan antisipasi adanya peredaran narkoba di Indonesia, diantaranya peredarannya bisa melalui bandara maupun pelabuhan laut.

Hadir pada rakor diantaranya pejabat utama Polda Jatim, Kabid Humas Kombes RP Argo Yuwono, Dirnarkoba Polda Jatim Kombes Eko Wahyu. (mbah heru/boby)

Foto: Kapolda Jatim saat membuka dan memberi sambutan pada Rakor Narkoba

Polisi Cokok Budak Narkoba

8 sabu lumajangTribratanewsJatim.com: Anggota gabungan Satresnarkoba,  Satreskrim, Satlantas dan Polsek Randu Agung berhasil menangkap budak narkoba di rumah Agus, warga Dusun Krajan, Desa Banyuputih, Keacamatan Randu Agung, Lumajang, Minggu (7/2/2016).

Pelaku Abdul Rohman (31) tertangkap berikut barang bukti 4 buah klip kecil isi sabu dengan berat 0.48 gram, 27 buah plastik klip ukuran sedang, seprangkat alat hisap shabu, timbangan elektrik merk kinlee, 6 buah korek api gas sebagai sumbu kompor shabu, 11 buah pivet kaca, 2 buah selang sambungan, 2 buah sendak takar, HP, sedotan lipat dan uang Rp 1.450.000

Humas Polres Lumajang menginformasikan, bahwa keberhasilan itu setelah polisi  menggelar Operasi “Tumpas” Semeru 2016, yang terkait memberantas narkoba. (lmj/mbah heru).

 

Polisi Gerebek Pesta Narkoba

8 lakarsantriTribratanewsJatim.com: Crime Hunter Polsek Lakarsantri berhasil menangkap penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu pada hari Minggu (7/2/2016) di kawasan Dusun. Madubronto, Sidoarjo. Keempat pelaku tersebut adalah R-M (27), L-A (26), K-H (26), masing-masing pria dan 1 perempuan berinisial S-W (29) yang tinggal di kawasan Sidoarjo Surabaya.

Penangkapan para budak sabu ini berasal dari informasi masyarakat yang mengetahui adanya pesta sabu yang digelar oleh sejumlah pemuda di kawasan Sidoarjo tersebut. Menerima laporan tersebut, Kapolsek Lakarsantri, Kompol Slamet Sugiharto, SH memerintahkan Unit Crime Hunter untuk melakukan perburuan para pelaku penyalahgunaan narkoba yang sudah menjadi target operasi Polsek Lakarsantri.

Setiba di lokasi yang ditentukan, Polisi melakukan penggerebekan rumah di kawasan Dsn. Madubronto Surabaya. Dari lokasi penggerebekan polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 10 paket sabu seberat 4, 75 gram dan seperangkat alat hisap sabu, serta pipet.

” Setelah ditemukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, para pelaku yang saat itu berada di lokasi tidak bisa mengelak. Keempat tersangka digelandang ke Mapolsek Lakarsantri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kompol Slamet. (tbs/mbah heru)