Rampas Motor Pelajar Disiang Hari, Pelaku Curas Diringkus Polsek Tulangan

Screen Shot 2016-03-06 at 7.23.02 PM

Kepolisian Sektor Tulangan Resort Sidoarjo mengamankan pria yang berinisial A W yang berumur 29 tahun warga Desa Jati Sari Kecamatan Pakis Haji Kabupaten Malang. A W adalah pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap siswi SMP yaitu berinisial  C T S yang masih berumur 17 tahun warga Tulangan Kabupaten Sidoarjo.

A W diamakan di Polsek Tulangan sekitar pukul 13.30 pada hari Sabtu tanggal 5 Maret 2016. A W ditangkap didepan SMP Dwi Tunggal Tulangan Desa Kepadangan Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo.

Kapolsek Tulangan Ajun Komisaris Polisi Hardiantoro menjelaskan kejadian berawal dari sewaktu korban saat duduk ditempat sepi tepatnya didepan SMP Dwi tunggal Tulangan kemudian tiba – tiba datang seorang laki – laki yang tak lain adalah pelaku A W. Dari arah samping A W mendorong korban hingga hampir jatuh, kemudian pelaku memaksa korban turun dari sepeda motornya. Setelah korban turun dr sepeda motornya pelaku memukul korban dibagian kepala dan perut sambil mengancam korban mau dibunuh.  Saat pelaku mau menaiki sepeda motor korban, korban melawan dengan menarik baju pelaku dan memegang stang ster motor korban sehingga tangan kiri korban digigit oleh pelaku A W yang berusaha menghidupkan motor korban. Gigitan pelaku membuat korban menjerit minta tolong sampai pada saat korban menjerit terdengar oleh warga dan anggota Polsek Tulangan yang sedang berpatroli. Karena panik  pelaku tidak bisa menghidupkan sepeda motor, namun kemudian pelaku mencabut kunci motor milik korban dan membuangnya kesemak semak. Aksi masa yang geram terhadap pelaku A W dapat diredam oleh anggota Polsek Tulangan yang sedang berpatroli dan A W langsung dibawa ke Mapolsek Tulangan beserta barang bukti sepeda motor milik korban.

Kini tersangka A W beserta barang bukti sepeda motor milik korban telah diamankan di Mapolsek Tulangan, dan untuk mempertanggung jawabkan kelakuannya tersebut, pelaku A W saat ini diancam dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara

Hamili Pacarnya Yang Dibawah Umur, Ditahan Polisi

TRIBRATANEWS POLRES SIDOARJO-Hamili gadis di bawah umur, pria berinisial S S A yang berumur 24 tahun warga Dusun Balungbiru Desa Sadang Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo diamankan di Polsek Taman. S S A ditahan hari Kamis tanggal 3 Maret 2016 sekitar pukul 17.21 Wib karena dilaporkan oleh korban sebut saja Bunga yang masih berumur 15 tahun yang telah dihamilinya.

Kasi Humas Polsek Taman Aiptu Arifin menuturkan, pelaku sudah lima kali berhubungan badan dengan korban. Orang tua korban yang tahu anaknya hamil tak terima. “Tersangka sempat menghilang beberapa pekan, namun akhirnya pelaku berhasil kita amankan di kamar kosnya,” ujar Aiptu Arifin.

Sementara pelaku membantah kalau telah memaksa korban untuk berhubungan badan. Dia dan Bunga sudah berpacaran sekitar 1 tahun lebih. Dan perbuatan tersebut menurutnya atas dasar suka sama suka.

Saat pelaku ditanya oleh penyidik bahwa S S A sempat lari, karena dia (Bunga) bilang kalau orang tuanya lapor ke Polisi. “Mau saya nikahi ya jelas gak mungkin setuju ” kata pelaku.

saat pertama kali berhubungan badan, S S A merayu terlebih dulu, dan untuk selanjutnya, tak pernah ada penolakan dari korban.

Akibat perbuatan pelaku, S S A dijerat pasal 81 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.

Kapolres Sidoarjo Beri Penghargaan Kasat Resnarkoba dan 3 Kapolsek

TRIBRATA NEWS POLRES SIDOARJO-Kamis tanggal 3 Maret 2016 pukul 07.00 Wib Kapolres Sidoarjo, AKBP Muhammad Anwar Nasir, S.I.K., M.H memberikan penghargaan kepada empat anggotanya yakni Kapolsek Waru Kompol Fatoni, Kapolsek Sedati AKP Yuyus Andriastanto, Kapolsek Taman Kompol Sujud, dan Kasat Narkoba Polres Sidoarjo AKP Redik Tri Bawanto saat upacara yang digelar.

 

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi dari pihak Polres Sidoarjo kepada anggotanya yang berhasil dalam operasi tumpas narkoba. Yakni menumpas sindikat, jaringan atau peredaran narkoba di wilayahnya. “Kita patut bangga karena Polres Sidoarjo mendapatkan peringkat dua se Jatim setelah Polrestabes Surabaya,” ujar Kapolres saat sambutan upacara.

Sementara itu Kapolres Sidoarjo mengaku bangga karena dalam waktu dua minggu anggotanya serius menumpas narkoba terbukti berhasil menangkap 47 tersangka dan barang bukti sebanyak  2,913,74 gram. Meski demikian, Kapolres Sidoarjo menghimbau agar anggotanya tidak terjerat narkoba.  Dan bila ada anggota Polres Sidoarjo yang terbukti menjadi bandar, kurir dan terlibat dalam jaringan narkoba, Kapolres  akan serius menanganinya dan tidak segan-segan untuk mengusulkan agar anggota tersebut untuk dipecat.

Selain memberikan penghargaan kepada anggotanya, dalam upacara tersebut Bank BRI cabang Sidoarjo memberikan bantuan satu unit ambulance untuk operasional Polres  Sidoarjo

Ayah Cabuli Anak Kandungnya Di Amankan Polda Jatim

4 cabul

4 cabulPenyidik Renakta, Ditreskrimum Polda Jatim melakukan pemeriksaan intensif terhadap ayah berinisial DL lantaran diduga tega mencabuli anak kandungnya sendiri, sejak kelas IV SD hingga SMP. Kini, Jumat (4/3/2016) ayah bejat itu dijebloskan tahanan Mapolda Jatim.

Informasinya, terbongkarnya kasus yang dialami Mawar (14) siswi kelas VIII SMP warga Surabaya ini bukan dari orangtua perempuan korban atau pihak keluarga. Namun kecurigaan itu justru dari orang luar. Karena korban saat didekati orang laki-laki terlihat takut dan menutup diri, sehingga sempat dicurigai.

Dari kecurigaan itu, Mawar akhirnya didekati dan dipersilakan menumpahkan uneg-unegnya. Lantas korban menceritakan ihwal dirinya, jika sejak kelas IV SD hingga SMP kelas VIII dicabuli orangtuanya.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini tidak berani memberontak saat dicabuli. Mawar ketakutan tak dibiayai sekolah atau kebutuhan lainnya.

Selama terjadi pencabulan, DL sering mengancam tak membiayai sekolah jika tidak mau melayaninya. Bahkan kabarnya, ibu korban ditengarai tahu pencabulan anaknya tapi tidak berani melarang atau mencegahnya, sehingga hal itu terus berlangsung.

Korban sendiri sebenarnya tidak kuat atas perilaku ayahnya itu. Dari pendekatan yang dilakukan orang lain, akhirnya korban berani lapor ke Polda Jatim. Dari laporan itulah, ayah korban dipanggil dan diperiksa penyidik. Atas bukti yang kuat itulah, maka penyidik menetapkan DL sebagai tersangka dan akhirnya dilakukan penahanan.

Kabid Humas Jatim Polda, Kombes RP Argo Yuwono membenarkan adanya kasus tersebut dan kini ditangani penyidik Ditreskrimum Polda Jatim.

PASUTRI DITANGKAP POLISI POLRES BATU

3 batu curat

3 batu curatPolres Batu: Pasangan suami istri (pasutri) tertangkap dan Kamis (3/3/2016) dijeblsokan tahanan Mapolres Batu. Pelaku Megawana Wahyu Setiawan, warga Desa Sumberwaras, Kecamatan Lawang, Malang dan Aris Ernawati, warga Dusun Pohkopek, Desa Oro-oro ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Ceriteranya, Minggu (28/2/ 2016) pukul 10.30 Wib telah terjadi tindak pidana pencurian milik barang-barang milik Abraham Irdiyantara Mangiwa, warga Perum Royal Garden Blok A7 Ds.Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Brang yang dicuri berupa Jam tangan, tas Merk HI-TEC warna hitam kombinasi merah, tas Merk Guess warna coklat, sepatu Bosdway warna coklat, mesin bor elektrik, BPKB Sepeda Motor No. 6941958 J dan seperangkat kunci pas.

Pelaku suami istri adalah pembantu rumah tangga yang setiap hari tinggal di rumah korban, kedua pelaku mengambil barang milik korban tersebut dengan cara masuk di tempat barang-barang yang disimpan korban dan anggota keluarga yang lain sedang tidur atau sedang keluar rumah.

Salah satu pelaku tinggal di rumah, selanjutnya kedua pelaku membawa barang-barang milik korban saat korban sedang tidur dan menurut keterangan Satpam kedua pelaku meninggalkan rumah pada Minggu (28/2/2016) pukul 07.00 Wib.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 Th Pidana Penjara.

Mayat Mr X Ditemukan Dipinggir Sungai Desa Plalangan Sumbermalang

Gambar sisip 1

Polres Situbondo – Tribratanews Situbondo, Selasa (1/3/2016) Pukul 11.00 wib Bhabinkamtibmas desa Plalangan Bripka Eko Hari bersama Babinsa dan Anggota Polsek Sumbermalang dan warga mendatangi lokasi penemuan mayat.

Awal mula penemuan mayat tersebut berdasrkan informasi dari warga dusun Jambaran desa Plalangan an. Pak Sair (27) saat akan berangkat bekerja kesawah melihat benda mencurigakan ditepi sungai Bungrancak, kemudian oleh saksi didekati ternyata adalah sebuah mayat Mr. X

Setelah petugas mendatangi TKP penemuan mayat mendapati kondisi mayat Mr. X tersebut sudah dalam keadaan rusak dan jenis kelamin belum diketahui, selanjutnya petugas melakukan evakuasi bersama petugas kesehatan dari Puskesmas Sumbermalang.

Gambar sisip 1

Gelapkan Sepeda Motor Majikannya, Bapak Satu Anak di Bui


​TRIBRATANEWS POLRES SIDOARJO
Polsek Candi telah mengamankan seorang Bapak satu anak yang nekat menggelapkan sepeda motor Majikannya, tersangka adalah berinisial NI yang berumur 41 tahun warga Desa Bulu Rejo Kecamatan Tempusari Kabupaten Lumajang.Menurut Kapolsek Candi, Kompol Kusminto SH, kejadian bermula Senin (8/2) korban yaitu Samiadi yang sehari sebelumnya meminta tolong Sulastri warga Jalan Raya Candi No 1 Desa Candi, Kecamatan Candi. Ia minta dicarikan tukang untuk membangun bak mandi di Desa Wedoro Klurak, Kecamatan Candi.

Di hari pertamanya bekerja pada hari Jumat (26/2), NI tidak menunjukkan gerak-gerik mencurigakan. Seperti kuli pada umumnya, dia datang ke rumah korban atau majikannya sekitar pukul 06.30. Selanjutnya, pelaku mengeluarkan peralatan bangunan dari dalam tas yang dibawanya. Setelah itu, dia mulai bersiap melakukan renovasi.

Namun, tiba-tiba pelaku mengaku kepada korban lupa tidak membawa meteran untuk mengukur. Menanggapi hal itu, korban memberikan uang Rp 100 ribu kepada tersangka untuk membeli meteran. Jarak toko bangunan yang jauh membuat korban juga meminjamkan motor miliknya untuk dipakai. Nah, kecurigaan korban mulai muncul karena ternyata tersangka tidak kunjung kembali. Sekitar pukul 12.00 dia melaporkan tersangka ke Polsek Candi.

Di hadapan Polisi, NI mengaku motor tersebut sudah digadaikan kepada kakaknya di Lumajang seharga satu juta rupiah. “Uangnya saya buat senang-senang dengan teman-teman. Karena habis dan belum ada kerjaan, saya ngamen,” katanya.

Akibat perbuatannya, NI harus berurusan dengan anggota Kepolisian kemarin hari Minggu (28/2) sekitar pukul 07.00 di jalan Desa Klurak, Candi NI ditangkap karena membawa kabur motor Suzuki FD 110 bernopol W 2957 YT milik korban Samiadi, warga Sambungrejo, Sukodono. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 378 tentang penipuan dan pasal 372 tentang penggelapan dengan ancaman hukuman pidana empat tahun penjara.

Polres Kediri Kota Operasi PEKAT 20 Orang Diamankan

Operasi premanisme dan pengamen Sat Reskrim ( Foto : Didik | Humas)

Banyaknya aksi yang meresahkan yang dilakukan pengamen di perempatan jalan di Kota Kediri langsung ditindaklanjuti Sat Reskrim Polres Kediri Kota. Sebanyak 20 orang diamankan di tiga lokasi yaitu perempatan alun alun, simpang empat Bence dan simpang empat Jl. Kawi Kota Kediri, Senin (29/2).

 

Operasi premanisme dan pengamen Sat Reskrim ( Foto : Didik | Humas)Operasi premanisme dan pengamen Sat Reskrim ( Foto : Didik | Humas)

Menurut AKP Wisnu Prasetyo operasi ini merupakan merupakan operasi pekat premanisme yang sedang digalakkan oleh Sat Reskrim Polres Kediri Kota,” Mereka yang kita amankan saat ini dilakukan pemeriksaan dan pendataan serta sidik jari. Selain itu 7 orang dikenakan pasal pelancongan tanpa ijin sesui pasal 506 KUHP (tipiring) sedang 13 dilakukan pembinan,” kata Wisnu.

Pencurian Hewan Sapi terlacak jejak kaki, Polisi kejar pencuri

IMG-20160229-WA0142

Tribratanews jatim – Upaya pencarian dua ekor sapi yang di bawa kabur maling oleh Petugas Kepolisian Sektor Kunir bersama warga rupanya tak berjalan sia-sia, di mana dengan cara mengikuti jejak kaki sapi, akhirnya Senin siang jam 10:00 wib, sapi di temukan sudah di kandangkan oleh seorang yang di duga pelaku. Namun sayangnya, sang pemilik kandang kabur sesaat mengetahui warga dan aparat kepolisian memadati sekitar rumahnya, (29/02/16).

Tepatnya informasi yang didapat pada Minggu malam hingga esok harinya, Senin (29/2) warga Dusun Drandangan Desa Kunir Kidul Kecamatan Kunir Kabupten Lumajang di gegerkan setelah salah satu dari mereka yaitu Marzuki (40) mendapati dua sapinya raib di boyong maling sehingga akhirnya ia memberi tahu warga yang lain serta melapor ke aparat kepolisian setempat.

Polisi yang mendapatkan laporan dari warga, akhirnya turun bersama-sama warga dan sepakat langsung melakukan pengejaran dengan cara mengikuti jejak kaki kemana ke dua sapi milik Marzuki di bawa pergi, upaya pengejaran berakhir pada Senin siang jam 10:00 wib, sapi di temukan dalam kandang Sdr (Ask/ Ryn) 50 di Desa Pandanwangi Kecamatan Tempeh. Namun  sayang yang bersangkutan sudah terlebih dahulu melarikan diri.

Ipda Gatot membenarkan jika Polsek Kunir menerima laporan dari adanya pencurian sapi semalam di wilayah hukumnya, kemudian anggota langsung turun ke tempat kejadian perkara, bersama warga mengejar. Karena jejak pijakan kaki sapi masih jelas dari lokasi kejadian.

IMG-20160229-WA0142Masih kata Gatot, Selanjutnya anggota bersama warga terus mengikuti jejak pijakan kaki sapi tersebut, sampailah mereka di Desa Pandanwangi Kecamatan Tempeh, jejak pijakan kaki tersebut nampak menuju ke sebuah kandang di rumah yang kita ketahui Sdr ( ASk / Ryn), setelah anggota bersama warga masuk ternyata terbukti sapi yang di laporkan hilang, ada di dalam kandang tersebut, lanjutnya.

Pemilik tempat / kandang yang telah kabur, membuat Polisi harus mencari inisiatif untuk menguak apa yang melatar belakangi sapi yang nyata adalah milik korban langsung di keluarkan untuk di jadikan bukti oleh petugas, anggota mengamankan dua ekor sapi milik korban dan satu ekor lagi yang belum di temukan kepemilikannya, berikut juga sepeda motor Kharisma Warna hitam, serta alat komunikasi berupa Hp kemudian Jacket kulit warna hitam yang semua akan kita amankan untuk digunakan sebagai barang bukti, Lalu untuk Pemilik kandang yang kabur di mana datanya sudah di kantongi anggota, akan terus di lakukan pengejaran untuk nantinya akan di periksa apa kaitannya dengan perkara, pungkas kasubbag humas Polres Lumajang.

Polres Lumajang berhasil mengungkap pelaku cabul di pinggir sungai setahun lalu

Tribratanewsjatim.com – Lumajang (14/2). Edi alias Ponaidi (25) warga asal Dusun Karanganyar Desa Kalidilem Kecamatan Randuagung    Kabupaten   Lumajang   ditangkap    oleh Anggota Unit PPA dan Resmob Polres Lumajang Sabtu malam (13/2) sekira jam 24:00 wib. Penangkapan ini   berdasarkan   Laporan  yang di terima pihak Kepolisian dari orang tua korban atas perbuat Edi (pelaku) yang nekad menyetubuhi   (korban)   Dinda   amalia   yang tergolong masih di bawah umur. lmj cabulKejadian Tepatnya  30 agustus 2014 lalu, di Desa Rojopolo Kecamatan   Jatiroto   Kabupaten   Lumajang   Edi (Pelaku ) melancarkan aksinya menyetubuhi Korban di pinggir   sungai   belakang   rumah   korban   dengan cara pelaku   membekap   mulut   Berdasarkan   informasi   yang  di himpun dari pihak Kepolisian, peristiwa bermula  saat itu   korban   mendapat   telepon   dari pelaku, selanjutnya   dalam   komunikasi   via telepon   tersebut, pelaku mengajak korban bertemu di  sungai   belakang   rumah   korban,  sesaat   bertemu   korban   di ajak berbincang-bincang dan tiba-tiba pelaku menarik tangan korban serta membekap mulut korban lalu pelaku menyetubuhi korban. Kronologi penangkapan Tepatnya tad  i malam   sekira     jam  24:00 wib   Anggota   Unit   PPA   dan  Resmob Polres Lumajang menangkap seorang  pelaku   persetebuhan   terhadap   anak   di bawah umur, yakni     Edi alias Ponaidi   (25)  warga Desa Kalidilem Randuagung, saat di tangkap,   pelaku    mengakui    perbuatannya    ( menyetubuhi korban )   yang    di lakukannya beberapa tahun lalu  sebanyak   1(satu)   kali tepat  di  pinggir   sungai belakang rumah korban.  Tentunya anggota dengan upaya keras dalam   melacak   dan   mengorek   informasi akurat akan perbuatan yang di lakukan oleh pelaku. Sementara pelaku  saat ini  diamankan   di Mapolres   Lumajang  untuk menjalani proses hukum lebih lanjut guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.(umam/gatot)