Ini Tujuan Polda Jatim Gandeng 100 Netizen

 Ini Tujuan Polda Jatim Gandeng 100 Netizen Jadi Mitra Polisi

Kombes Pol Drs RP Argo Yuwono SH MHum, Kabid Humas Polda Jatim (kiri) saat mendfampingi Irjen Pol Drs Anton Charlian SH Mhum, Kadiv Humas Polri (tengah) berkunjung ke Harian Surya Surabaya, Rabu (17/6/2015).

Tribratanews Jatim – Jajaran Polda Jawa Timur mulai menggandeng mitra di dunia maya. Kemitraan yang dijalin sejak 1 Januari 2016 kini telah melibatkan 100 orang netizen di seluruh Jawa Timur.

“Mereka blogger, sudah ada 100 orang sejak 1 Januari 2016 lalu. Netizen mitra polisi ini tersebar di 27 kabupaten/kota dari total 38 di Jawa Timur,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Argo Yuwono di sela-sela mendampingi kunjungan Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji di Kota Malang, Jumat (19/2/2016).

Netizen itu, lanjut Argo, akan menulis dan menginformasikan kegiatan polisi di wilayah hukum Polda Jatim.

“Mereka yang ada di Malang, misalnya, yang menginformasikan kegiatan polisi di Malang, atau juga kondisi lalu lintas, juga keluhan yang ada di masyarakat. Untuk Malang Raya ada tiga koordinator netizen,” imbuh Argo.

Mereka melemparkan informasi itu melalui blog mereka, juga media sosial seperti facebook juga twitter. Persoalan terkait lalu lintas merupakan salah satu informasi yang kerap diangkat. Begitu juga keluhan masyarakat tentang pelayanan di kepolisian. Keluhan itu bisa disampaikan ke Humas Polda/Polres untuk kemudian ditindaklanjuti.

Argo mencontohkan, ketika malam Tahun Baru kemarin, bagaimana netizen menyampaikan informasi tentang himbauan kepolisian tentang apa yang boleh dan dilarang ketika merayakan malam Tahun Baru.

“Karena kami sadar, sekarang keberadaan netizen ini sangat besar sehingga kami menjalin kerjasama dengan mereka. Jumlah netizen ini nantinya bisa jadi bertambah,” tegasnya.

Selama ini komunikasi antar netizen mitra polisi hanya terjalin melalui dunia maya. Akhir bulan Februari 2016 ini, Humas Polda Jatim akan mengajak mereka ‘kopi darat’ di Pulau Madura.

Masa Depan Humas Polri, Humas Dituntut Menguasai Manajemen Informasi

3 Anton CharliyanTribratanewsJatim: Selama 3 hari terhitung sejak 1 – 3 Februari 2016, sebanyak empat personil Humas Polda Sumut mengikuti kegiatan pelatihan Counter Messaging Course di Medan, yang diselenggarakan oleh International Criminal Investigative Training Assistance Program (ICITAP) Departemen Kehakiman US.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 10 Polda yaitu Polda Sumut, Polda Aceh,Polda Riau, Polda Kepri, Polda Sumsel, Polda Bengkulu, Polda Lampung, Polda Banten, Polda Bangkabelitung dan Polda Jawa Barat dengan peserta sejumlah 22 orang.

Acara dibuka oleh Karo PID Mabes Polri mewakili Kadiv Humas Polri Brigjen Pol Drs Daniel Pasaribu dan Penasehat Eksekutif ICITAP Komjen Pol (Purn) Oegroseno dan Irwasda Polda Sumut.

3 kursus humas Polri 1ICITAP sendiri menghadirkan tiga orang instruktur sebagai pemberi materi dalam pelatihan tersebut yaitu, Mr Steve dan Mr Adam dan instruktur sekaligus penerjemah adalah Iwan Maskun.

Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan peran dan kemampuan personil Humas Polda dalam mengelola Informasi, sehingga Humas Polda juga dapat meningkatkan perannya dalam menjadi penyeimbang informasi, khususnya informasi yang berkaitan dengan tugas-tugas Kepolisian dan mampu membentuk opini yang positif tentang Kepolisian di tengah- tengah masyarakat.

3 masa depan Humas PolriPelatihan tersebut berjalan dengan lancar dan suskes, para peserta tampak semangat dan selalu antusias selama proses pelatihan tersebut. Mr Steve dan Mr Adam secara bergantian dan dengan atraktif memberikan penjelasan bagaimana melakukan manajemen informasi yang baik di dunia media sosial maupun media online, konferensi pers dan media informasi lainnya.

Diharapkan oleh para peserta pelatihan tersebut, acara ini dapat menambah pengetahuan dan kemampuan masing masing personil Humas dan dapat mendukung tugas tugas kehumasan Polri.

Kepala Divisi Humas Kepolisian Republik Indonesia, Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan, Rab (3/2/2016)  menutup acara dengan berpesan kepada para peserta bahwa era zaman sekarang adalah era informasi karena itu masing- masing personil Humas dituntut agar dapat menguasai dan mengelola manajemen informasi dengan cara profesional khususnya informasi yang menyangkut tentang Kepolisian Indonesia. (tbn/mbah heru)

 

Pelepasan “Napak Tilas” Sejarah Perjuangan Pahlawan Nasional (Alm) Komjen Pol HM Jasin

Tribratanews 18 Kabid Humad di napak tilasJatim.com: Reok Ponorogo, sebagai pembuka upacara Napak Tilas regu beranting dalam rangka sejarah perjuangan Pahlawan Nasional (alm) Komjen Pol (purn) HM Jasin, yang belangsung di alun alun Madiun Malang Kota, Senin (18/1/2018). Kapolda Jatim, Irjen Anton Setiadji didampingi diantaranya pejabat utama dan Kapolres Madiun Kota dan Kapolres Madiun Kabupten selaku yang memberangkatkan Napak Tilas tersebut. Dalam kesempatan itu, Kapolda Jatim mengatakan sekelumit tentang sejarah sosok  (alm) Komjen Pol Dr HM Jasin (purn), yang oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melalui Keppres Nomor 116/TK/2015 tertaggal 4 Nopember 2015 dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Sejarah M Jasin diantaranya pada waktu itu, mengikuti puncak pertempuran yang terjadi 10 Nopember 1945 (Hari Pahlawan) yang merupakan pertempuran Surabaya. Pertempuran ini melibatkan M Jasin dan pasukan Polisi Istimewa. Untuk itu, oleh banyak pihak yang mengatakan, bahwa tanpa M Jasin dan pasukan Polisi Istimewa tidak ada pertempuran 10 Nopember 1945. Hal ini pernah disampaikan oleh Prof DR Roelan Abdulgani dan Bung Tomo, yang merupakan teman seperjuangan Almarhum. Sebagaimana diketahui, selain di Polri, M Jasin juga pernah menjabat sebagai anggota DPA, MPRS RI, MPR RI, dan Duta Besar Tanzania pada tahun 1967 sampai 1971. 18 napak tilasSejarah perjuangan M Yasin, diawali pada tanggal 21 Agustus 1945, atau delapan hari sebelum Pemerintah RI mengangkat R.S. Soekanto sebagai Kepala Djawatan Kepolisian Negara, anggota Tokobetsu Keisatsu Tai atau Polisi Istimewa bentukan Jepang, memproklamasikan dibubarkannya Polisi Istimewa, dan kemudian dibentuk Polisi Indonesia. Dengan proklamasi, maka lepaslah keterikatan Polisi Istimewa dengan Jepang. Juga, mengubah status polisi dari Polisi Kolonial menjadi Polisi Negara Merdeka. Proklamasi itu sekaligus juga merupakan antisipasi terhadap kemungkinan Jepang melucuti senjata Polisi Istimewa, seperti yang mereka lakukan terhadap tentara Pembela Tanah Air pada saat itu. Moehammad Jasin, lahir di Bau-Bau, Buton, Sulawesi Tenggara tanggal 9 Juni 1920. Dia adalah tokoh Proklamasi Polisi Indonesia. Moehammad Jasin, memulai pendidikannya di Pendidikan Umum di Volkschool, Bau-bau. Kemudian melanjutkan ke Hollands Inlandsche School (HIS) dan Schakel School di Makassar. Terakhir, menempuh pendidikan di Meer Uitgerbreid lager Onderwijs (MULO). Setelah tamat dari MULO tahun 1941, Moehammad Jasin mengikuti pendidikan kepolisian di Sekolah Polisi di Sukabumi, Jawa Barat. 18 mantanMoehammad Jasin menyelesaikan pendidikan ini dengan pangkat Hoofd Agent. Tugas pertamanya di kantor polisi seksi 111 di Bubutan, Surabaya. Pada masa awal pendudukan Jepang, Moehammad Jasin kembali ke Sukabumi untuk mengikuti pendidikan polisi ala Jepang, yang lebih bercirikan pendidikan militer. Sesudah itu, Moehammad Jasin ditempatkan di Gresik dan bertugas sebagai instruktur di sekolah polisi di Surabaya. Sekolah Polisi di Surabaya adalah tempat mendidik calon-calon anggota Tokobetsu Keisatsu Tai (Polisi Istimewa). Di sekolah ini, bukan hanya ilmu kepolisian yang diajarkan, tetapi juga kemiliteran. Di samping itu, Moehammad Jasin juga memberikan pelatihan terhadap anggota Seinenda. Setelah Indonesia Merdeka, Jasin melibatkan dirinya secara aktif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Tindakan pertamanya yang cukup monumental ialah memproklamasikan Polisi Istimewa menjadi Polisi Indonesia . Selama bulan-bulan pertama sesudah proklamasi kemerdekaan, Surabaya menjadi kota “Terpanas” di Indonesia. Terutama karena adanya perebutan senjata dari pasukan Jepang, maupun pertempuran melawan pasukan sekutu. Dalam perebutan senjata, ada dua peran Moehammad Jasin, yang kemudian menjadi catatan sejarah. 18 okPertama, dalam perebutan senjata di Don Bosco, dimana Jepang menjadikan gedung Don Bosco sebagai gudang senjata (arsenal) terbesar di Surabaya. Saat itu, tokoh-tokoh pejuang Surabaya termasuk Bung Tomo, meminta agar senjata di Arsenal tersebut diserahkan. Tapi tidak berhasil. Pihak Jepang bersedia menyerahkan senjata hanya kepada kepada polisi. Kedua, di markas Kempeitei. Saat itu para pejuang Surabaya terlibat dalam baku tembak dengan pasukan Jepang. Dalam suasana seperti itu, dengan menerobos kawat berduri, Moehammad Jasin memasuki markas dan menemui komandan Kempeitei untuk mengadakan perundingan. Sebagai hasil dari perundingan itu, pihak Kempeitei bersedia menyerahkan senjata. Moehammad Jasin pun berjanji akan menjamin keselamatan anggota Kempeitei selama mereka berada di Surabaya. Beberapa hari setelah pertempuran Surabaya meletus, Moehammad Jasin mengumumkan lewat radio bahwa pasukan Polisi Istimewa yang dipimpinnya sudah dimiliterisasi dan karena itu diharuskan ikut dalam pertempuan. Dengan demikian, polisi tidak hanya berfungsi sebagai alat keamanan, tetapi juga sekaligus sebagai alat pertahanan. Selama pertempuran Surabaya berlangsung, Moehammad Jasin memimpin pasukannya dalam pertempuran di beberapa tempat. Ia meninggalkan Surabaya dan memindahkan markasnya ke Sidoarjo menjelang akhir November 1945, setelah hampir seluruh kota ini dikuasai Inggris. Pada waktu Belanda melancarkan agresi militer kedua, Moehammad Jasin bergerilya di sekitar Gunung Wilis. Ia juga bertugas sebagai Komandan Militer Sektor Timur Madiun. *** 18 Dir ShabaraNama Moehammad Jasin tidak dapat dilepaskan dari keterkaitannya dengan Mobiele Brigade (Mobbrig), yang kemudian berganti nama dengan Brigade Mobil (Brimob). Pasukan khusus yang dapat berfungsi sebagai pasukan tempur ini dibentuk pada bulan November 1946, dalam konferensi Djawatan Kepolisian Negara di Purwokerto. Moehammad Jasin yang hadir dalam konferensi itu, diangkat menjadi Komandan Mobiele Brigade Besar (MMB) Jawa Timur, sekaligus koordinator Mobrig di semua keresidenan di Jawa Timur. Sebagai komandan MBB Jawa Timur, pada bulan September 1948, Moehammad Jasin memimpin 4 Kompi Mobrig untuk bersama dengan pasukan Tentara Nasional Indonesia menumpas pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun. Setelah Madiun dikuasai kembali oleh pasukan pemerintah, Jasin dan pasukannya melancarkan operasi pembersihan terhadap sisa-sisa PKI di Blitar Selatan. Dalam periode tahun 1950-an, Moehammad Jasin juga terlibat dalam menumpas berbagai pemberontakan dalam negeri, antara lain pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA). Pada waktu di Sumatera terjadi pemberontakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), pemerintah Amerika Serikat bermaksud menempatkan pasukan marinir di Riau dengan alasan menjaga instalasi minyak milik perusahaan Amerika dan keamanan warga negara Amerika. Moehammad Jasin beranggapan bahwa penempatan pasukan itu sebagai bantuan terselubung Amerika untuk PRRI. Dengan persetujuan Perdana Menteri Ali Sastroamijoyo, Moehammad Jasin menemui Duta Besar Amerika Serikat, Howard P Jones. Kepada Duta besar tersebut dikatakan bahwa tugas pengamanan dapat dilakukan oleh pasukan Mobrig, sehingga Amerika Serikat tidak perlu mengirimkan pasukan marinir. Jaminan yang diberikan oleh Moehammad Jasin dapat diterima oleh Jones dan Moehammad Jasin pun menempatkan pasukan Mobrig di Riau seperti yang dijanjikannya. Pada akhir 1959, Moehammad Jasin diasingkan keluar negeri, yakni ke Jerman. Latar belakangnya adalah dia menentang pengangkatan Soekarno Joyonegoro sebagai Menteri atau Panglima Angkatan Kepolisian. Alasannya, Soekarno Joyonegoro “disenangi” oleh PKI. Sebagai protes Moehammad Jasin menolak untuk diangkat menjadi Wakil Menteri Angkatan Kepolisian mendampingi Soekarno Joyonegoro. Pada akhir Desember 1964, Presiden Soekarno meminta Moehammad Jasin untuk menemuinya di Paris. Dalam pertemuan itu, Presiden mengatakan bahwa Moehammad Jasin akan diangkat menjadi menteri/Panglima Angkatan Kepolisian. 18 kapolda irupPada awal Januari 1965, Moehammad Jasin kembali ke Indonesia. Setelah bertugas beberapa waktu sebagai Sekretaris Komando Operasi Tertinggi (KOTI), Moehammad Jasin dipanggil ke istana untuk dilantik sebagai Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian. Namun, atas desakan Wakil Perdana Menteri (Waperdam) dr. Subandrio, pengangkatan itu dibatalkan. Selain berkiprah di lingkungan kepolisian, Moehammad Jasin juga pernah diangkat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA), anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dan kemudian MPR. Di luar lembaga kenegaraan, Moehammad Jasin tercatat sebagai anggota Pimpinan Markas Besar Legiun Veteran RI dan Ketua Yayasan 10 November, serta beberapa organisasi lain. Dari tahun 1967 sampai 1970, Moehammad Jasin bertugas sebagai Duta Besar Luar Biasa dan berkuasa penuh RI untuk negara Tanzania. *** Setelah melalui tahapan pengusulan, akhirnya gelar Pahlawan Nasional diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2015 pafa tanggal 4 November 2015. Gelar Pahlawan Nasional dianugerahkan kepada:

  1. Alm. Bernard Wilhem Lapian
  2. Alm. Mas Isman
  3. Alm. Komisaris Jenderal Polisi. Dr. H. Moehammad Jasin
  4. Alm. I Gusti Ngurah Made Agung
  5. Alm. Ki Bagus Hadikusumo

Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo memimpin upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada 5 putra terbaik bangsa Indonesia. Pemberian gelar ini seiring dengan peringatan Hari Pahlawan tahun 2015 yang mengusung tema “Semangat Kepahlawanan adalah Jiwa Ragaku”. Untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional, telah dilalui berbagai persyaratan yang harus dipenuhi, baik persayaratan umum maupun khusus. Berdasarkan pasal 25 UU Nomor 20 tahun 2009, syarat untuk memperoleh gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan terdiri atas:

  1. WNI atau seseorang yang berjuang di wilayah yang sekarang menjadi wilayah NKRI
  2. Memiliki integritas moral dan keteladanan
  3. Berjasa terhadap bangsa dan negara
  4. Berkelakuan baik
  5. Setia dan tidak menghianati bangsa dan negara
  6. Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun.

18 napak tilas di madiun kotaSedangkan persyaratan khusus sesuai pasal 26 UU Nomor 20 tahun 2009, gelar diberikan kepada seseorang yang telah meninggal dunia dan yang semasa hidupnya:

  1. pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
  2. tidak pernah menyerah pada musuh dalam perjuangan
  3. melakukan pengabdian dan perjuangan yang berlangsung hampir sepanjang hidupnya dan melebihi tugas yang diembannya.
  4. pernah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara.
  5. pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa
  6. melakukan perjuangan yang mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.

Almarhum Komjen Pol (Purn) Dr H Moehammad Jasin, wafat pada tanggal 3 Mei 2012. Almarhum meninggalkan istri Almh Hj Siti Aliyah Kessing dan 4 putra, yaitu:

  1. Rubyanti Jasin
  2. Djauhar Jasin
  3. Djuanda Jasin (alm)
  4. Djuwaita Jasin

Peran Komjen (punr) Dr HM Jasin dan Polisi istimewa dalam perjuangan kemerdekaan adalah  1. Sebagai komandan polisi RI yang pertama (secara de facto) dengan adanya proklamasi 1945.

  1. Sebagai satu satunya pihak yang dipercaya sebagai pemegang keamanan oleh dunia internasional.

3.Sebagai satu satunya pihak yang mampu melucuti pihak Jepang, sehingga badan perjuangan  lain mendapatkan senjata atas bantuan M jasin.

  1. Sebagai satu satunya komandan yang diberi surat penghargaan dari Panglima Soedirman, mengingat pemberontakan Mayor Sabaruddin pada 1946.
  2. Sebagai satu satunya pihak yang diberi kepercayaan oleh Kolonel Soengkono untuk menumpas PKI Madiun 1948.
  3. Sebagai pihak pertama yang menguasai Madiun ketika adanya Madiun Affair 1948
  4. Sebagai satu satunya Komandan yang berhasil mengamankan sidang KNPI Malang tahun 1947. (mbah heru/umam/boby)

Foto: kegiatan pemberangkatan Napak Tilas  

Kapola Jatim Bantu 1.000 Pohon Manggis ke Pusat Pelatihan Pertanian Jember

10 kapolda tanamn pohon jemberTribratanewsJatim.com:  Sebagai bentuk implementasi program pemerintah tentang kemandirian ketahanan pangan buah. Bantuan 1000 Bibit Pohon Manggis dari Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji SH MH diserahkan di Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (PS4) di Jalan Sidomulyo 88, Desa/Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Sabtu pagi (9/1/2016).

Penyerahan secara Simbolik dilakukan langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur kepada Ketua Umum MPA Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia H.Arum Sabil, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Jember Drs.Achmad Sudiono dan Kapolres Jember AKBP. M.Sabilul Alif SH SIk Msi.

Kedatangan Pucuk pimpinan Polda Jatim ini disambut langsung oleh H.Arum Sabil dengan kalung bunga sebagai tanda kasih dan kehormatan. Wujud kebanggaan kepada Putera terbaik asal Jember ini juga tampak, saat ratusan anggota Pramuka berjajar rapi menunjukkan euforia tepuk tangan dan kompak menyayikan  lagu lagu yang mengiringi langkah Kapolda Jatim dan rombongan memasuki halaman padepokan yang megah milik Ketua Umum DPP Gaperindo.

10 kapolda taman pohon jember 1Sebelum melakukan tatap muka bersama sekitar 300 undangan dari kalangan Pengusaha pertanian dan perkebunan yang menunggu digedung Aula Padepokan. Kapolda Jatim didampingi ibu menyempatkan diri meninjau pameran produk BUMN komoditi unggul hasil pertanian dan perkebunan.

Suasana yang mengundang sorotan perhatian puluhan  mata orang  yang berada  di Lokasi Pameran,  saat momen Anton Setiadji bersama Ibu saling menyuapi dan mencicipi jagung manis dengan romantis. Terlebih Guyonan yang khas  Anton Setiadji kerap memantik gelak tawa.

Kapolda Jatim menyatakan, bahwa memperkuat sinergitas  asosiasi gabungan pengusaha pertanian dan perkebunan menjadi penting sebagai upaya mendorong kedaulatan, kemajuan dan kemandirian ketahanan pangan di Indonesia,

” Kita harus menjalin komunikasi yang baik demi kemakmuran bersama masyarakat, ” kata Kapolda Jatim saat acara tatap muka.

Ketua DPP MPA Gaperindo H. Arum Sabil mengatakan, Anton Setiadji juga akan mendukung usaha demi kebangkitan produksi gula nasional

” Saya terharu melihat Bapak Anton Setiadji ini, meskipun berpangkat Jenderal namun tidak membedakan siapapun juga. Anton Setiadji masih ingat dan berhubungan baik dengan teman teman yang dahulu dikenalnya. Saya salut kepribadian Anton yang merakyat sebagai sosok prajurit Bhayangkara sejati, ” Pungkas H Arum Sabil. (jbr/mbah heru)

 

 

Kerapan Sapi “Kapolda Jatim Cup 2016” Digelar di Jember

9 Jember ok 1TribratanewsJatim.com: Serangkaian kunjungan kerja (kunker)  Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji di Jember, Sabtu (9/1/2016)  seperti: – Lokasi di wilkum Polsek Tanggul – Giat tsb dilaksanakan dalam rangka pembukaan lomba Kerapan Sapi ” Kapolda Cup Tahun 2016 ” – Rangkaian kegiatan sbb.: 1). Pkl. 08.00 s/d 10.15 Wib Rombongan menghadiri giat di Padepokan HM. ARUM SABIL, Blok. Pucu’an Dsn. Krajan Desa Tanggul Kulon dan dihadiri oleh lbk. 300 org. Susunan Acara sbb.: a. Penyambutan Kapolda Jatim oleh tuan rumah (HM. Arum Sabil) beserta para tamu undangan di pintu gerbang b. Penyerahan bantuan 1.000 bibit pohon Manggis dr Kapolda Jatim kpd HM. Arum Sabil, Drs. Ahmad Sudiono, M.Si dan Kapolres Jember AKBP Ssabilul Alif, SH. SIK. c. Meninjau Pameran Produk BUMN d. Pembukaan acara inti e. Pembacaan Doa f. Sambutan HM. Arum Sabil Ucapan selamat datang kpd Kapolda Jatim g. Pemutaran film dokumenter tentang sosok Kapolda Jatim h. Sambutan Kapolda Jatim Kita harus mengutamakan komunikasi yg baik dengan masyarakat demi kemakmuran masyarakat. 9 jember 22). Pkl. 10.30 s/d 11.15 Wib, Rombongan menghadiri giat di SMAN 2 Tanggul dan dihadiri oleh lbk. 500 org. Susunan Acara sbb.: a. Penyambutan oleh Kasek Drs. H. Imam Maksum, M.Psi beserta dewan guru b. Sambutan Kepala Sekolah SMAN 2 Tanggul Ucapan selamat datang dan ucapan terima kasih atas bantuan Grey Water ( Alat Pengolah Air Bersih ) kepada SMAN 2 Tanggul c. Penyerahan secara simbolis bantuan Grey Water dan Cinderamata dari Kapolda Jatim kpd Kasek SMAN 2 Tanggul d. Sambutan Kapolda Jatim Kita harus bisa berprestasi meskipun kita dari pelosok Berharap penyerahan Grey Water membuat siswa berinovasi terkait teknologi demi kepentingan masyarakat. e. Pembacaan Doa 3). Pkl. 11.30 s/d 12.20 Wib, Rombongan menghadiri giat di Ponpes Miftahul Ulum, Dsn. Manggisan Tengah Ds. Manggisan dan dihadiri oleh lbk. 300 org. Susunan Acara sbb.: a. Penyambutan Kapolda Jatim oleh pengasuh Ponpes Miftahul Ulum KH. Majedi Baits diiringi Hadrah. b. Sholat Dhuhur berjamaah di Masjid Ponpes dipimpin Pengasuh Ponpes. c. Sambutan tuan rumah yg diwakili oleh Ust. Saiful Bahri, S.Pd. Mengucapkan terima kasih atas bantuan Grey Water ( Alat Pengolah Air Bersih ) yg sangat dibutuhkan oleh Ponpes Miftahul Ulum Dan semoga banyak manfaatnya. d. Penyerahan secara simbolis bantuan Grey Water dan Cinderamata dari Kapolda Jatim kpd Pengasuh Ponpes e. Sambutan Kapolda Jatim Dimanapun kita belajar meskipun di pendidikan Ponpes / Santri kita harus tetap berprestasi dan semoga bantuan Grey Water bisa bermanfaat bagi Ponpes Miftahul Ulum. f. Pembacaan Doa oleh KH. Majedi Baits 9 jember ok4). Pkl. 12.30 s/d 14.40 Wib, Rombongan menuju Lapangan Kerapan Sapi di Dsn. Curahbamban Ds. Tanggul Wetan untuk membuka Lomba Kerapan Sapi “Kapolda Cup Tahun 2016” Susunan Acara sbb.: a. Penyambutan Kapolda Jatim oleh Fokorpimda Prop. Jatim, Kapolres jajaran Polda Jatim dan Kades Tanggul Wetan (H. Suwadi Sulton) beserta panitia pelaksana b. Laporan giat Lomba Kerapan Sapi “Kapolda Cup” oleh Ketua panitia Kapolres Jember c. Penyerahan piala / piagam penghargaan oleh Lembaga Prestasi Indonesia – Dunia ( LEPRID ) atas prestasi Penyelenggara Lomba Kerapan Sapi di Lapangan terpanjang dengan peserta terbanyak ( Prestasi Bidang Budaya dan Kearifan Lokal ) kpd pihak penyelenggara Lomba Kerapan Sapi. d. Sambutan Kapolda Jatim Mendukung budaya Kerapan Sapi dikarenakan merupakan ikon Jatim serta dalam pelaksanaan lomba junjung tinggi sportivitas. e. Doa oleh Ust. Moh. Syafii f. Pelepasan pertama lomba Kerapan Sapi oleh Kapolda Jatim – Jumlah total peserta Lomba Kerapan Sapi 112 pasang dgn rincian 41 pasang Kelas Besar, 47 pasang Kelas Tanggung dan 24 pasang Kelas Kecil. – Selesai giat di Lapangan Kerapan Sapi, Rombongan Kapolda Jatim menuju Kediaman lama Kapolda Jatim di Kamaran PG. Semboro. – Pelaksanaan kunjungan Kapolda Jatim di Polsek Tanggul berjalan lancar dan situasi tetap kondusif (jbr/mbah heru)  

Cangkrukan “Ala Eddwi” Bersama Wartawan

19 cangkrukan 4TribratanewsJatim.com:   Cangkrukan yang dijadikan sebagai sarana sharing informasi cenderung (bisa) membuahkan hasil yang diharapkan. Melalui kegiatan ini pula, solusi atau jalan keluar dalam membahas suatu persoalan bisa memperoleh titik temu.

Untuk itulah, sebelum memutuskan sesuatu persoalan, antara lain yang menyangkut banyak orang atau pribadi, sekali lagi, salah satu alternatifnya bisa dilakukan dengan cara cangkrukan atau nyangkruk.

Dengan cangkrukan atau nyangkruk di manapun tempatnya, apalagi dilakukan dengan cara santai sembari bercanda, tentunya cukup mengasyikan. Biasanya waktu untuk nyangkruk pada malam hari, bisa di warung maupun kafe.

19 cangkrukan broryBerangkat dari pemikiran atau ide itulah,  kebetulan pada Jumat malam (18/12/2015) Kasubbid Penmas, Bid Humas Polda Jatim, Kompol Eddwi Kurniyanto mengajak teman teman wartawan, yang biasa ngepos di Polda Jawa Timur  untuk cangkrukan.

Sebagai “anggota baru” berdinas di Bidang Humas Polda Jatim, selain Eddwi Kurniyanto memperkenalkan diri kepada para “kuli tinta” sekaligus mengharapkan bisa lebih menjalin kebersamaan.

Cangkrukan yang terlihat nyantai sembari diiringi dengan tertawa lepas itu tak jarang terlontar dari salah satu anggota Bid Humas Polda Jatim, Kompol Ilham, yang malam itu hadir di cangkrukan.

Suasana santai diimbangi waktu semakin larut tak terasa, meski diiringi turun hujan rintik rintik membuat suasa lebih guyub. Apalagi diimbangi dengan segala sesuatu yang dibahas untuk mencapai titik temu dibarengi dengan kebersamaan plus saling pengertian berjalan mulus.

19 cangkruan“ Anggaplah kami sebagai keluarga teman teman (wartawan). Jika ada sesuatu permasalahan misalnya mari kita selesaikan dengan cara musyawarah untuk mencapai mufakat. Sehingga segala sesuatunya bisa nyaman,” kata Eddwi yang punya hobi futsal dan bulu tangkis itu.

Selain itu, Eddwi yang berpostur tubuh atletis itu berpesan kepada wartawan, bahwa sebelum minta konfirmasi tentang berita berita pengembangan termasuk teraktual, tak harus langsung kepada Kabid Humas Polda Jatim, Kombes RP Argo Yuwono. “Namun sebaiknya pertanyaan dari teman teman bisa ditanyakan  kami,” lanjut Eddwi.

19 cangkrukan 1“Jika kami tak bisa menjawab ya kami tanyakan terlebih dahulu kepada Komandan kami (Kabid Humas) tentang permintaaan konfirmasi teman teman. Atau bisa bersama sama menghadap Kabid Humas. Bigitu pula kami minta agar teman teman bisa bersabar sekaligus minta pengertiannya andaikata tidak saat itu juga apa yang ditanyakan bisa terjawab loh, ” pintanya.

Kedepannya, untuk lebih mengakrabkan bak hubungan seperti keluargan, Eddwi akan mengajak teman teman untuk menyelenggarakan turnamen olahraga mulai futsal dan bulu tangkis. Namun juga tidak mengurangi kebersamaan “kumpul kumpul” agenda cangkrukan tetap dilanjutkan. Pendek ceritera, diakhir acara cangkrukan “ala Eddwi” itu ditutup dengan doa yang dilakukan oleh Lukman, reporter televisi. (mbah heru)

 

 

 

 

 

Polda Jatim Terbitkan Buku Panduan Masuk Polisi

27 Kapolda n AKBP EriekTribratanewsJatim.com: Polda Jawa Timur menerbitkan buku panduan menghadapi seleksi rekruitmen anggota Polri. Buku panduan setebal 63 halaman ini ditulis oleh AKBP Eryek Kusmayadi S.Sos SIK.

Tak jarang calon peserta rekruitmen polisi laki (Polki) dan polisi wanita (Polwan) yang gagal mengikuti tes lanjutan disebabkan kesalahan kecil yang dilakukan calon itu sendiri. Mulai datang tidak tepat waktu saat tes hingga surat pernyataan orangtua yang ditandatangani orang lain. Padahal dalam persyaratan sudah jelas ditentukan secara tertulis.

Dari kegagalan yang terjadi, AKBP Eryek Kusmayadi ingin menjawab dan menyusun “Panduan” menghadapi seleksi menjadi polisi mulai Calon Tamtama (Catam) hingga Taruna Akpol. “Ini semua untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam mengakses informasi untuk menjadi polisi,” kata AKBP Eryek Kusmayadi yang kini mengikuti Pendidikan Latihan Pimpinan  (Diklat Pim) Tingkat 2 mendampingi Kapolda Jatim, Irjen Anton Setiadji di ruang Bid Humas Polda Jatim, Jumat (27/11/2015).

Mantan Kapolsek Tandes tahun 2004 ini mengatakan, sebagai syarat menjadi polisi adalah Warga Negara Indonesia (WNI) pria atau wanita. “ Siapapum orangnya tanpa memandang garis keturunan asalkan bekewarganegaraan Indonesia, maka dapat mengikuti proses rekruitmen calon polisi. Maaf seperti orang keturunan Cina  jarang yang menjadi polisi. Sebenarnya  nggak ada masalah karena mereka WNI,” lanjut Kusmayadi yang lulusan Akpol angkatan 1996.

27 buku launchingCalon polisi yang tidak lolos seperti dalam tes kesehatan bukan karena si calon tidak sehat. Namun ada beberapa hal yang kurang memenuhi kriteria seperti postur tubuh. Dilihat saat berdiri tubuhnya tegap, tapi setelah di tes tubuh si calon tidak simetris atau ada kemiringan. Baik itu di punggung atau otot di punggung. “Dari kondisi yang nyata itu, orangtua atau si calon bisa berbenah lebih dulu guna persiapan,” jelasnya.

Mantan Kapolsek Tambaksari tahun 2006 itu mengingatkan, bahwa siswa yang gagal paling banyak akibat tidak tepat waktu saat datang. Pelatih yang sudah menginstruksikan calon datang pukul 06.00 WIB tiba-tiba datang pukul 07.00 WIB. Padahal kedatangan pukul 06.00 WIB itu untuk mengikuti tes tulis, sehingga calon yang datang telat secara otomatis gugur.

“Jawaban dari peserta rata-rata sama yakni tidak tahu. Nah saat mendaftar, peserta harus tahu informasi itu karena setiap ada pengumuman pasti diberitahukan,” ujarnya.

Mengenai tinggi badan, peserta juga harus tahu untuk masuk Akpol atau Brigadir. Minimal usia 17 tahun. Untuk pria yang mengikuti Akpol tinggi badannya 165 cm dan wanita 163 cm. Bintara pria tinggi badan 165 cm dan wanita 160 cm. Untuk peserta yang ingin mendaftar Akpol tidak diperbolehkan lulusan program pendidikan kesetaraan  paket A, B, dan C. Begitu pula untuk peserta Brigadir juga tidak diperbolehkan.

Untuk menyusun buku ini, lulusan PTIK tahun 2014 membutuhkan waktu 3 bulan. Ketebalan buku mencapai 120 halaman. Setelah direvisi dan proses editing selama 35 hari, halaman buku tinggal 63 halaman. Hal itu dilakukan agar praktis dan mudah dimengerti oleh pembaca.
“Itu semua tidak lepas dari peran senior yang mengoreksi buku ini,” katanya.

27 Launching bukuSuka duka menyusun buku panduan ini, setiap hari harus melekan alias begadang dan memelototi laptop untuk memberi pencerahan bagi masyarakat. Bahkan sampai melekan hingga adzan Subuh. “Tapi setelah selesai baru ada kebanggan karena bisa memandu masyarakat agar anaknya siap menjadi polisi yang baik dan berwibawa,” katanya.

Ke depan, kata lulusan Kriminologi FISIP UI ini, akan diaplikasikan. Namun kapan, Eryek masih tidak mau membuka. “Tunggu dulu sampai saatnya nanti,” lanjutnya.
Apakah buku panduan menghadapi seleksi rekruitmen Polri akan dijual ke toko buku atau umum? “Memang sudah ada itu. Tapi kapan pastinya masih belum tahu. Ini masih disebar ke seluruh jajaran Polda Jatim untuk kepentingan masyarakat,” Eryek yang pertama dinas di Polda Lampung.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji mengapresiasi buku panduan menghadapi seleksi rekruitmen Polri. Pihaknya akan memberi anggaran dan menerbitkan buku itu untuk panduan ke masyarakat. Adanya buku ini, masyarakat bisa tahu menjadi polisi tidak bayar.

“Buku ini agar masyarakat jauh hari sudah mempersiapkan baik kesehatan maupun tes yang akan dihadapi,” ujarnya sembari menambahkan setelah buku ini dibagikan ke seluruh Polres jajaran, Babinkamtibmas bisa mengomunikasikan dengan masyarakat. Baik itu Psikotes, tes kesehatan dan tes tulis.  “Ini adalah pertama kali di Indonesia dan ini adalah terobosan baru. Semua tips masuk polisi ada disitu semua,” ujar Jenderal Polisi berbintang dua itu. (mbah heru)

Foto; AKBP Eryek Kusmayadi bersama Kapolda Jatim, Irjen Anton Setiadji dan AKBP Mei Kayah SH (boby)

Wakil Presiden Tutup Kegiatan ICIS di Kampus UIN Malang Kota Jawa Timur

26 JKTribratanewsJatim.com: Kegiatan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) 2015 yang digelar di Kampus UIN Maliki Kota Malang, Jawa Timur secara resmi ditutup oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Rabu (25/11/2015) pagi ini, Dalam sambutannya, JK begitu mengapresiasi kegiatan ini. Dia begitu berharap Islam Rahmatan Lilalamin benar-benar dapat diterapkan dan terserap dengan baik di masyarakat. “Islam Rahmatan Lilalamin bisa menjadi kunci perdamaian dunia di masa mendatang,” kata JK.

Wapres menilai, kericuhan yang terjadi di beberapa negara diakibatkan adanya rasa ketidak puasan rakyat terhadap kinerja dan kebijakan pemimpin. Selain itu, adanya ancaman kekerasan dan konflik internal, sehingga  menimbulkan kekecewaan dan kemarahan. “Akhirnya, rakyatnya berhijrah dari negaranya sendiri untuk mencari negara yang lebih aman,” ujarnya.

Belajar dari kasus tersebut, menurut JK, kedepannya rakyat harus bisa memilih pemimpin baik yang memikiki bekal agama yang baik dan sesuai syariat agama. Agar tidak ada kesalahpahaman dalam mengartikan ajaran Islam sebelumnya. Kesalah pahaman itulah yang menimbulkan kelompok-kelompok teroris.

“Pemimpin harus bisa bersifat terbuka. Artinya setiap ada konflik di negerinya pemimpin dapat menyelesaikan dengan cara berdiskusi dengan rakyatnya,” kata JK sembari berharap dengan kegiatan ICIS ini negara di dunia terutama Indonesia dapat menciptakan perdamaian. Agar tidak ada lagi konflik yang mengancam penduduk dunia, seperti ancaman teroris saat ini. (mlg/mbah heru)

 

Kapolda Jatim: Jangan Ada Pertengkaran Diantara TNI – Polri

26 Kapolda n PangdamTribratanewsJAtim.com: Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Sumardi bertindak selaku Inspektur apel gabungan TNI-Polri wilayah Kogartap III/Surabaya dan Comanders Call bersama Forpimda Jawa Timur TW IV Tahun 2015. Kegiatan apel ini berlangsung di lapangan Makodam Brawijaya, Kamis (26/11/2015).

Dalam kesempatan usai mengikuti apel tersebut, Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji sempat memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di Jawa Timur. Di sisi lain, Jenderal Polisi berbintang dua itu menghimbau 26 Pangdam Sumardisekaligus menegaskan hendaknya jangan sampai terjadi pertengkaran antara TNI – Polri. “ Kebersamaan membuat kita bisa damai dan Damai itu Indah,” ujarnya.

Segala sesuatu persoalan, jika terjadi, maka pasti ada solusinya. Diantara solusinya, bisa dilakukan dengan cara cangkruan dan bisa juga dilakukan dengan cara sering bertemu atau berkomunikasi. “ Mudah mudahan segala sesuatunya bisa berjalan lancar, aman dan kondusif sesuai yang kita harapkan bersama. Dan sekali lagoi jangan ada 26 apel gabungan di Kodampertengkaran diantara TNI-Polri,” tandas Jenderal polisi berkumis tebal itu. (jacky/mbah heru)

Foto: Kapolda Jatim usai mengikuti apel gabunagn TNI – Polri diwawancarai pers dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Sumardi menjadi irup apel gabungan. (jacky)

Diiringi Hujan, Gelar Semaan Al-Quran di Polda Jatim Berjalan Lancar

25 semaan 1TribratanewsJatim.com: Semaan al-Quran Mantab Polda Jatim bertajuk “ Melalui Semaan Al-Quran Kita Wujudkan Situasi Kamtibmas yang Aman, Tetib dan kondusif” di Wilayah Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung di lapangan apel Mapolda Jatim, Rabu (25/11/2015)

Kegiatan Semaan Al-Quran dibuka sekaligus memimpin doa oleh mantan Kapolda Jatim, Irjen Pol (purn) DR H Untung Suharsono Rasdjab Untung didampingi Kapolda Jatim, Irjen Anton Setiadji dan pejabat utama diantaranya Dirnarkoba dan Irwasda Kombes Jamaludin.

Abah Untung – sapaan akrabnya mengajak kepada para jamaah semaan Al-Quran untuk lebih meningkatkan keimanan, ibadah. “ Kita semua agar kembali ke jalan yang baik,” ujarnya.

25 SemaanSementara Kapolda Jatim, Irjen Anton Setiadji diantaranya mengatakan, diselenggarakan keguiatan ini untuk kebaikan bersama. Apalagi, tinggak beberapa minggu, tepatnya 9 Desember 2015, bakal digelar pesta demokrasi Pilkada serentak, ini diharapkan berjalan lancar, aman dan terkendali sekaligus situasi Jawa Timur tetap kondusif.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kegiatan semaan Al-Quran diikuti sekitar 4.250 jamaah. Semaan Al-Quran dipimpin Gus Nur Kholis. Para jamaah juga melaksanakan solat subuh di Mapolda Jatim.

Acara semaan Al-Quran dibuhka dan ditutup oleh Irjen Pol (purn) DR H Untung Suharsono Radjab, mantan Kapolda Jatim termasuk menghadirkan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo (Pakde Karwo) dan sambutan Kapolda Jatim, Irjen Anton Setiadji.

25 semaan 2Kabid Humas Polda Jatim, Kombes RP Argo Yuwono menjelaskan, tujuan dilaksanakan Semaan Al-Quran untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat, sehingga lebih dapat bermanfaat dalam meningkatkan pencintraan Polri di masyarakat sekaligus memberikan kontribusi positif dalam menjaga ketertiban dan keamanan dalam kehidupan sehari hari.

Kegiatan itu juga dihadiri Muspida Jawa Timur (Forpimda, KPU dan Bawaslu), tokoh agama (Toga), tokoh masyarakat (Tomas), lintas agama, para Kapolres jajaran Polda Jatim.

Sementara dari jumlah peserta semaan Al-Quran sebanyak itu dengan rincian sebanyak 2.525 jamaah (masyarakat muslim) dan 1.725 anggota Polda Jatim beserta jajarannya. Kegiatan ini berlangsung pukul 06.00 sampai 21.30 WIB tercatat 300 jamaah anggota Polri dan 75 jamaah lainnya yang mengikuti semaan. Sedang Pukul 15.00 – 21.30 WIB sebanyak 4.250 terdiri 1.725 anggota Polri dan 2.525 jamaah lainnya. (mbah heru/boby)

Foto; kegiatan semaan Al-Quran (boby)