Menawarkan Investasi Katering Fiktif Via Facebook, SMS dan BBM, Pelaku Meraup Ratusan Juta

10 Kabid humas 2TribratanewsJatim.com: Anggota Subdit II Perbankan,  Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar kasus tindak pidana penipuan investasi catering melalui facebook.  Korban berinisial NA dan tersangka GT (29) wanita warga Bukit Cengkeh Berbunga Blok B-4 Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok. Kasus yang diungkap itu Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LPB/05/I/2016/Sus/Jatim tanggal 8 Januari 2016.

Aksi penipuan berlokasi di Surabaya dan Mojokerto, Jawa Timur pada Desember 2014. Dua saksi jga sudah dimintai keterangan polisi.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Argo Yuwono, Selasa (12/1/2016) menjelaskan kronologi kasus tersebut,  berawal pada Desember 2014, GT  berteman melalui facebook dengan NA yang menawarkan investasi bidang catering dengan keuntungan 45 % perbulan dari modal yang disetorkan. Kemudian Pebruari 2015, tersangka membuat group facebook yang isinya menawarkan investasi bidang catering dengan nama group “ Yuk Kita Sukses” dan tersangka sebagai owner (pimpinan). Sedang korban sebagai Admin.

Tanpa diduga, group itu memiliki sekitar 200 member dengan uang investasi sebanyak Rp 650 juta. Uang sebesar ini ditransfer oleh korban secara bertahap melalui BRI, BCA dan BSM atas nama tersangka. Namun setelah 3 bulan, uang investasi yang dikembalikan hanya Rp 250 juta, sehingga korban masih mengalami kerugian Rp. 400 juta karena investasi Katering tersebut ternyata fiktif.

Barang bukti yang disita berupa buku tabungan BCA;  buku tabungan BRI; buku tabungan Mandiri Syariah; ATM BCA; ATM BRI;  HP Samsung Galaxy Prime; bendel print out penawaran investasi “Yuk Kita Sukses” melalui SMS, BBM dan Facebook; dan bendel rekening koran BRI.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat UU RI tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan pasal 28 (1) UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

Selain itu, tersangka juga dijerat pasal 45 (1) UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE : setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat (1), ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling Rp 1 miliar. (mbah heru)

Foto: Kabid Humas Polda Jatim

Kabid Humas Polda Jatim: Usai Pilkada Serentak 2015, Kasus Bawaslu Digelar

9 Kabid Humas n SudamiranTribratanewsJatim.com: Kasus dugaan penyimpangan dana hibah APBD Provinsi Jatim tahun 2013 pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur akan dilanjut kembali usai Pemilukada serentak 2015.

Lanjutan penyidikan pada tiga komisioner Bawaslu itu masing-masing berinisial SF, SS, dan AP. Mengingat berkas penyidikan pada tiga tersangka sudah masuk dalam tahap 1 atau P-19. Sebelumnya, penyidik sudah melimpahkan 4 anggota Bawaslu yakni AM, GS, IY dan MK ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan kasusnya sudah disidangkan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes RP Argo Yuwono mengatakan, penyidik Subdit III Tindak Pinada Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Jatim sudah mengagendakan kelanjutan perkara Bawaslu setelah Pemilukada. “Nah kapan kepastiannya tergantung dari pimpinanan. Apakah setelah penetapan Bupati terpilih atau bagaimana,”kata Argo, Rabu (9/12/2015).

Dalam kelanjutan penyidakan kasus penyimpangan dana hibah, penyidik hanya minta petunjuk dari JPU. Karena berkas perkara sudah dilimpahkan tinggal menunggu petunjuk dari jaksa. “Apa yang kurang akan dilengkapi oleh penyidik,” lanjutnya.

Apakah dalam penanganan ini tiga tersangka SF, SS, dan AP akan ditahan? “Untuk urusan penahanan, penyidik yang bisa menilai,” ujar Argo Yuwono.

Informasinya, tidak ditahannya 3 tersangka terkait dengan Pemilukada dan itu permintaan dari Bawaslu Pusat. Pertimbangannya, saat itu sudah masuk dalam Pemilukada, sehingga tidak mengganggu keamanan dan pendistribusian logistik dan penanganan calon.

Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf yang saat itu menjabat, minta pada Bawaslu Pusat untuk mengganti 3 komisioner yang terkena masalah. Namun permintaan itu masih digodok dan hingga kini ketiga tersangka masih aktif di Bawaslu Jatim.

Modus operandi, penyimpangan dana hibah yakni merubah RAB tanpa persetujuan pemberi hibah, melaksanakan kegiatan dan pengeluaran uang tidak sesuai dengan peruntukannya. Pengeluaran tidak didukung dengan bukti yang sah dan tidak menyetorkan Silpa dan rekayasa dokumen kontrak.

Selain itu, juga dokumen pembayaran pengadaan barang dan jasa serta dokumen dokumen maupun uang senilai Rp 520.959.200.

Dalam kasus ini melibatkan 10 tersangka antara lain berinisial AM, GS, IY dan  MK, ini berkas perkaranya sudah P21 dan tahap 2. Sedang tersangka lain berinisial SV, SS dan AP tahan 1. Sementara yang sudah dilakukan pemberkasan melibatkan tersangka FF, AS dan RB.
Kasus itu mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp 62.859.996.294.

Sedangkan keuangan Negara yang dapat diselamatkan sebesar Rp 29.826.626.825. Sementara jumlah anggaran yang digunakan Rp 4.837.731.605.  (mbah heru)

Foto: Kabid Humas Polda, Korban RP Argo Yuwono didampingi Kasubdit Tipikor, AKBP Sudamiran

Polda Jatim Sita 1,1 Batang Rokok Gunakan Cukai Palsu

3 rokok palsuTribratanewsJatim.com: anggota Unit Indagsi, Tindak Pidana Ekonomi, Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan penggerebekan home industri rokok di Sidoarjo Jawa Timur. Hasilnya polisi mengamankan 1,1 juta batang rokok berbagai merek dengan menggunakan cukai palsu.

“ Yang jelas bungkus rokok berbagai merek itu ditempeli pita cukai palsu yang dilakukan oleh pelaku berinisial TW,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes RP Argo Yuwono, didampingi Kasubdit Indagsi, Ditkrimsus, Kompol Roro.

Keberhasil itu, setelah polisi memperoleh laporan masyarakat, Selasa (1/12/2015) dan langsung ditindaklanjuti. Lalu rumah TW dilakukan pengegeledahan, polisi temukan rokok berbagai merek dengan menggunakan cukai diduga palsu.

Beberapa merek rokok yang disita Piston, New On Menthol, Gess Excecutive, Rolling, Lexuz, 57 Djaya, Maxx, Rasta, New On Mild, Sobate Premium dan Gudang Jati.

Perusahaan rokok home industri sejak tahun 2013 milik TW yang mempekerjakan 13 orang ini merupakan kegiatan usaha tanpa memiliki perijinan. Dan pita cukai yang digunakan untuk ditempelkan pada bungkus rokok adalah palsu, yang merupakan hasil dari print.

Kasus itu mengakibatkan negera menderita kerugian sebesar Rp 1.572.780.000, ini dengan taksiran harga cukai Rp 3.000 dan denda 10 kali lipat sesuai pasal 54 UU RI No 39 tahun 2007 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 1995 tentang cukai.

Keberhasilan kasus yang diungkap oleh anggota Indagsi, Ditreskrimsus Polda Jatim akan dilimpahkan ke Bea Cukai. “ Pengembangan kasus dan melimpahkan kasus ke Bea Cukai,” ujar Kombes Argo yuwono. (mbah heru)

Foto: barang bukti yang disita (boby)

Berkas TPPU Kades Hariyono Dilimpahkan, 4 Mobil Jadi Barang Bukti

13 mobil KadesTribratanewsJatim.com:  Tim penyidik Polres Lumajang di-back-up Polda Jatim bukan hanya menangani kasus pembunuhan Salim Kancil dan penganiayaan Tosan. Namun tim penyidik juga berhasil menyita 4 mobil milik Hariyono, Kapala Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang diduga keras menjadi aktor intelektual “Kasus Lumajang”.

Penyitaan 4 mobil jenis Toyota Rush, Nissan Evalia dan Fortuner dan Avanza, ini ditangani oleh tim penyidik Tindak Pidana Penyucian Uang (TPPU) Ditreskrimsus Polda Jatim. Sampai Kamis (22/10/2015) barang bukti 4 mobil diamankan di Mapolda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes R.P Argo Yuwono mengatakan, selain mobil milik Kades Hariyono diamankan untuk barang bukti, penyidik juga melakukan pemblokiran rekening tersangka Hariyono, yang ada di bank itu.

13 BB mobil Kades 1Kerja keras tim penyidik selalu membuahkan hasil yang diharapkan, mengingat kasus di Lumajang itu mencuat dan menjadi perhatian publik termasuk Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). “ Yang jelas kami tidak main main untuk sesegera mungkin menuntaskan kasus di Lumajang dan kasus yang satu ini juga mendapat prioritas Kapolda Jatim (Irjen Pol Anton  Setiadji),” ujar Argo-sapaan akrabnya.

4 Berkas Dikirim Ke Kejari

Sementara kasus ilegal minning dengan LP.A/169/IX/2015/Jatim/Res Lumajang tertanggal 29 September 2015 berdasarkan hasil penyidikan dilakukan splitzing  menjadi 4 berkas yang sudah dikirim kepada Kejari Lumajang.

Pertama, berkas perkara tersangka Kades Hariono selaku pengelola dijerat pasal 158 dan atau 161 UU No 4 tahun 2009 tentang Minerba.

Kedua, berkas perkara melibatkan 2 tersangka berinisial EH alais Reza (peran pemilik alat berat) dan KR (teknisi alat berat) dijerat pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tentang Minerba Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

13 Mobil milik Kades LumajangKetiga, berkas melibatkan 3 tersangka berinisial HK (juga terlibat kasus pembunuhan Salim alias Kancil), tersangka berinisial MS (juga terlibat kasus pembunuhan Salim Kancail dan penganiayaan terhadap Tosan). Dan tersangka berinisial YS. Mereka dijerat pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tentang Minerba Jo pasal 55 ayat (1) ke I KUHP.

Keempat, berkas perkara  melibatkan 7 tersangka berinisial WT (juga terlibat pembunuhan Salim Kancil dan penganiayaan Tosan), HD ( juga terlihat pembunuhan dan penganiayaan), DD (juga terlibat penganiayaan), RH (tersangka baru), EK (tersangka baru), SS (tersangka baru)  dan HM (tersngka baru). Mereka dijerat pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tentang Minerba Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (mbah heru)

Foto: mobil Kades Hariono yang disita Polisi