Lomba BAKIAK, Wujudkan kekompakan Polisi dengan Tentara

Latih kerjasama : Maju Ayo maju ... ayo terus maju... kanan ... kiri...
Latih kerjasama : Maju Ayo maju . . .  ayo terus maju . . .
kanan . . . kiri . . .

Tribratanewsjatim.com – Kekompakan dalam bertugas dalam mengabdi kepada Negara Indonesia yang tercinta, diwujudkan dengan permainan tradisional Bhabinkamtibmas bersama anggota Koramil Sawahan Madiun menggelar latihan memakai sandal bakiak menjelang lomba di Kantor Kecamatan Mejayan besuk hari Minggu tanggal 14 Pebruari 2016.

Hari ini Kamis, (11/02/16) anggota Bhabinkamtibmas Brigadir Sunarto dan Brigadir Joko Nur mewakili Polsek Sawahan untuk menjadi tim bersama anggota koramil kec. Sawahan. Dimana satu tim atau kelompok terdiri dari tiga orang untuk mengikuti lomba bakiak.

Perlu diketahui Permainan bakiak merupakan permainan tradisional Indonesia yang dimainkan secara bersamaan dalam 1 kelompok atau regu. Bahannya dibuat dari kayu panjang seperti seluncur es yang sudah dihaluskan (diamplas) dan diberi beberapa selop diatasnya, biasanya dimainkan untuk 2-3 orang yang berjalan diatas kayu tersebut dalam berlomba untuk sampai ke finish.

Permainan ini melatih kekompakan/kerjasama, konsentrasi, dan menguji ketangkasan, kepemimpinan, kreatifitas, wawasan serta kejujuran. karena anak-anak diajarkan untuk berjalan bersama dengan satu pasang sandal secara bersamaan. Kelomok atau regu yang mencapai garis finish paling pertama dengan kompak memenangkan permainan bakiak tersebut.(umam)

Kandidat Kapolri, Komjen Buwas dan Komjen Budi Gunawan

4 Buwas dan BGTribratanewsJatim.com: Dua kandidat Kapolri, Jenderal Polisi Berbintang tiga disebut paling layak menjadi pengganti Jenderal Badrodin Haiti sebagai Kapolri. Kedua Jenderal itu sudah terbukti melakukan perubahan yang signifikan. Keduanya Wakil Kapolri Komjen Budi Gunawan dan Kepala BNN, Komjen Budi Waseso.

Dukungan atas kedua Jenderal ini disampaikan Sekjen Perserikatan Ormas Pemuda Nasional (Popnas) Edy Jauzie dalam pernyataannya kepada media, akhir tahun 2015.  “Komjen Budi Gunawan dan Komjen Buwas calon kuat Kapolri di tahun ini . Sosok Komjen Budi Gunawan dan Komjen Budi Waseso sudah teruji integritasnya.  Tidak pernah melakukan tindak pidana korupsi selama berdinas di Kepolisian,” ungkap Edy di Sekretariat Popnas.

Edy memprediksi dua Jenderal ini akan mudah menduduki posisi Kapolri karena masyarakat Indonesia simpatik dengan sosok mereka yang berani melawan Mafia Hitam di Negeri ini.

Poknas sebagai induk dari 64 organisasi kepemudaan, akan mengawal pilihan Masyarakat Indonesia untuk proses pemilihan Kapolri yang akan dilaksankanan beberapa waktu lagi.

Seiring berakhirnya tahun ini, Jenderal Badrodin Haiti pun semakin mendekati masa purna tugas. Awal tahun 2016 nanti, harus ada calon pengganti sebagai Kapolri baru. Sejauh ini, nama Komisaris Jenderal Pol Budi Gunawan kembali digadang-gadang sebagai calon terkuat.

Di tempat terpisah, pakar hukum tata negara, Margarito menegaskan, bahwa sosok Komjen Budi Gunawan layak menjadi Kapolri. “Kami harus berpikir logis. Faktanya, dia bagus. Budi Gunawan tidak sedang dalam catatan (hukum). Kemarin, Presiden sudah mendelegasikan. Kalau nanti didelegasikan lagi, itu bagus!,” katanya.

Margarito menambahkan, apa yang terjadi pada awal tahun 2015 lalu adalah sesuatu yang di luar kendali Komjen Pol Budi Gunawan. Menurutnya, penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi hanya pekerjaan “ngarang-ngarang”.

“Jadi, untuk saat ini, tak ada alasan hukum apa pun yang bisa mengesampingkan langkah Budi Gunawan menjadi Kapolri,” tegasnya.

Namun demikian, menurut Margarito Kamis, jika gejolak kembali terjadi Presiden harus mengambil sikap tegas. “Kalau memang sudah ditetapkan, ya harus ditetapkan. Presiden harus konsisten, kalau DPR sudah setuju, harus segera ditetapkan,” katanya. (tbn/mbah heru)

Foto: Komjen Budi Waseso dan Komjen Budi Gunawan (tbn)

Mengeluh Sakit Setelah Bersepeda, Akhirnya Meninggal Dunia Di pematang sawah

Tribratanewsjatim.com – Ketenangan warga Dusun Ngreco Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso mendadak gempar. Sebab, salah satu warganya, Siman (64) ditemukan meninggal dunia di sawah kemarin, Senin (14/12) sekitar pukul 07.30.WIB. Kini kasusnya masih dalam penyelidikan petugas Polsek Rejoso.

Kejadian itu berawal saat korban berangkat ke sawah dengan mengendarai sepeda onthel pada pagi hari sekitar pukul 07.00.WIB. Sesampainya di sawah, dia letakkan sepeda onthelnya lalu duduk di pematang sawah dan nampak tidak bergairah. Korban nampak mengeluhkan sesuatu tentang badannya.

Siman (64) ditemukan meninggal dunia di pematang sawah
Siman (64) ditemukan meninggal dunia di pematang sawah

Melihat hal itu, para tetangganya, Samijan (33), Ismail (39), Wadiran (60) dan Parji (55) yang saat itu juga sedang di sawah, menghampirinya. Kepada ketiga tetangganya ini, korban mengeluh kesakitan. Kemudian, korban diangkat oleh ketiga tetangganya itu ke pematang sawah yang kering.

Setelah dibaringkan, korban seperti orang tersedak dan kemudian meghembuskan nafas terakhirnya. Melihat korban meninggal dunia, lalu kejadian ini dilaporkan kepada perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Rejoso. Mendapat laporan, petugas Polsek Rejoso bersama tim Inafis Polres Nganjuk dan petugas Puskesmas Rejoso langsung datang ke lokasi kejadian. Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan identifikasi, akhirnya jasad korban dievakuasi menuju rumahnya. Selanjutnya, dilakukan visum luar. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban. Diduga, korban meninggal dunia lantaran sakit jantungnya kambuh.

Kasubbag Humas Polres Nganjuk, AKP Wahab Nuryono mengatakan, berdasarkan hasil visum, tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban. “Menurut keterangan dari keluarganya, korban menderita sakit jantung dan pernah opname di RSUD Nganjuk, keluarga menerimakan kematian korban dan jasadnya langsung dimakamkan,” terang AKP Wahab.(umam/ngk)

Police Humanity Care : Wujud Polisi Trenggalek Ta’ziah dan empati terhadap warga sekitar

Tribratanewsjatim.com – Polisi juga Manusia yang tidak akan lepas akan bermasyarakat baik di lingkungan dinas maupun saat di rumah dengan tetangga. Berbagai upaya demi menunjukkan kedekatan antara masyarakat dengan Kepolisian untuk terciptanya suasana aman dan kondusif terus dilakukan, oleh jajaran Polres Trenggalek.

Kapolsek Munjungan bersama anggota ciptakan kedekatan bersama masyarakat
Kapolsek Munjungan bersama anggota ciptakan kedekatan bersama masyarakat

Seperti yang dilakukan oleh Polsek Munjungan yakni AKP ROHADI, S.H. selaku Kapolsek Munjungan beserta anggotanya ini, ikut ta’ziah bila ada salah satu warganya yang meninggal dunia. Kapolsek beserta anggotanya, juga mengikuti proses sholat jenazah secara berjamaah dengan warga serta mengangkat jenazah hingga disemayamkan di tempat Pemakaman umum Desa tersebut. AKP ROHADI, S.H. menuturkan, selain bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, jajaran Kepolisan Sektor (Polsek) Munjungan juga melakukan giat takziah dan membantu pemakaman warga yang implementasi salah satu program Kapolres Trenggalek untuk membantu masyarakat yaitu “Police Humanity Care”

Fungsi Bhabinkamtibmas selaku petugas Polri yang langsung turun di tengah masyarakat pada kesempatan pertama bilamana ada salah satu warganya mengalami kesulitan maka langsung menindak lanjutinya,  ini menunjukkan hubungan baik yang bersinergi dengan masyarakat. ”Kedekatan dengan masyarakat dengan menjalin kebersamaan disegala aktivitas adalah bentuk wujud kami menciptakan suasana aman dan kondusif, memberikan rasa aman kepada warga serta kepedulian dan empati Polri terhadap lingkungan sekitarnya,” jelas Kapolsek Munjungan.

Inna Lillahi wa inna ilaihi rojiun  ...
Inna Lillahi wa inna ilaihi rojiun …

Kegiatan membantu warga yang meninggal bukan kali pertama dilaksanakan di jajaran Polsek Munjungan, akan tetapi sudah menjadi kewajiban dan sudah dilaksanakan oleh seluruh jajaran Polres Trenggalek. Saat prosesi pemakaman, pihaknya bersama anggota lainya ikut melakukan pemakaman serta berbaur bersama masyarakat. “Kami bertakziah sebagai bentuk turut berduka cita atas meninggalnya salah satu warga kami dan bentuk kepedulian Polsek Munjungan, serta ikut  mendoakan almarhum semoga diterima oleh Allah SWT. Selain itu untuk memberikan semangat kepada keluarga yang ditinggalkan” ucap ROHADI.(umam/pid trenggalek)

HATE SPEECH selesai : BRIPDA ARIS MAAFKAN PEMOSTING FOTONYA DI FACEBOOK DENGAN MEDIASI

Tribratanewsjatim.com – Kasus yang menimpa Imelda Syahrul, office boy dari karyawan swasta di Ponorogo telah  berakhir bahagia atau happy ending karena  Permintaan maaf warga Dukuh Doho, Desa Joho, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun tersebut diterima oleh Bripda Aris Kurniawan anggota Sat Lantas Polres Ponorogo, pria yang fotonya diusili dan diunggah oleh Syahrul di akun Facebook.

11 nov mUpaya damai disaksikan Ipda Eko Murbiyanto (KBO Reskrim), Ipda Choirul ( Kanit Pidum), Iptu Maryanto (Kanit Pidkor), Ipda Yoyok Wijanarko (KBO Lantas), Bripka Haryono (penyidik pembantu), Bripka Dwi Ariyanto (penyidik pembantu) dan Bripda Aris Kurniawan (korban/pelapor). Sementara dari pihak terlapor turut menyaksikan Mustofa (paman dari terlapor), Murtini (ibu terlapor), dan Imelda Syahrul (terlapor).

Di hadapan penyidik, Syahrurl membuat surat permohonan maaf di atas materai kepada pihak korban, dan dalam surat tersebut berisi pernyataan untuk tidak mengulangi apa yang telah diperbuatnya. dan perbuatan saya ini sudah menjadi pelajaran dan pengalaman sehingga ke depan saya akan lebih berhati hati dalam menulis di facebook, dan saya terimakasih kepada Pak Aris telah memaafkan perbuatan saya, ungkap Imelda kepada peliput

11nov meme ponorogo“Kedua belah pihak sepakat berdamai menyelesaikan permasalahan dengan baik secara kekeluargaan, memberikan pemahaman kepada pihak terlapor mengenai dampak atas perbuatan tersebut,” kata Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Hasran.

Selain itu juga telah ditandatangani surat pernyataan damai kedua belah pihak sekaligus pencabutan perkara

” Jadi secara resmi kasus tersebut dicabut karena pelapor sudah menerima permintaan maaf dari terlapor dan pelapor juga sudah mencabut laporannya di Polres sehingga kasus di hentikan” Ujar Kasat Reskrim(umam/hms ponorogo)

foto : Bripda Aris Kurniawan dan Imelda Syahrul berdamai

Polres Magetan menerima supervisi Bidhumas Polda Jatim

Tribratanewsjatim.com. Empat hari setelah melaksanakan supervisi di pulau Madura, kunjungan kerja Bidhumas Polda Jatim dilanjutkan ke Polres Magetan sebagai perwakilan untuk tempat supervisi dari tiga polres tetangganya (09/11/15) Senin. IMG_20151109_095038Dalam kunjungan kerja ini, Akbp Mey Kayah, S.H. sebagai ketua tim dari supervisi ke tempat Polres Magetan ini juga bersama tim diantaranya Kompol Rety Suasmaningsih dan Brigpol Mk. Umam, tujuan kegiatan ini ke Polres Jajaran untuk mengetahui kinerja daerah dalam meningkatkan kemampuan kehumasan untuk menghadapi dunia media sosial. IMG_20151109_105146Peserta supervisi yang hadir di Polres Magetan yaitu para kasubbag humas tiga Polres (Magetan, Ngawi, Madiun) dan para kasie humas Polsek jajaran Polres Magetan. Sebelum memulai kegiatan supervisi dilaksanakan acara doa bersama kepada almarhumah Akp Nyoman Kasubbag humas Polres Malang yang telah meninggal dunia karena sakit. IMG_20151109_105603Ketua Tim supervisi mengatakan dalam kunjungannya ke jajaran ini untuk mengajak para kehumasan lebih aktif dan mengikuti dalam setiap perkembangan Ite sehingga kita dapat mengimbangi. Disamping itu, para peserta juga bisa melaporkan kegiatan positif  kepolisian kepada publik melalui media sosial yang dimiliki di satuannya. Kata Mey, Polisi wanita berpangkat melati dua di pundak. Setelah kunjungannya di Polres Magetan dilanjutkan supervisi ke Polres Ponorogo yang diikuti peserta dari Polres Pacitan, Polres Madiun Kota, dan kasie humas Polsek Jajaran Polres Ponorogo.(umam)

Waka Polres Sampang rajin ngaji dan Jalani puasa daud selama 7 tahun

IMG_20151105_113819[1]Tribratanewsjatim.com – Kepolisian yang sering kita kenal sebagai sesosok penegak hukum di masyarakat, Waka Polres Sampang ternyata mempunyai keistimewaan yaitu dengan terbiasa berpuasa, namun puasa yang beliau lakukan adalah puasa daud( satu hari puasa satu hari tidak) selama 7 tahun (mulai tahun 2008 sampai sekarang)

Waka Polres Sampang Kompol Sutarno S.sos yang lahir dari Boyolali   Jawa tengah ini sudah terbiasa berpuasa daud sebelum menjadi Polisi. Ujarnya.

Sutarno juga rajin membaca alquran setelah sholat fardhu di Masjid Ar Rasyid Polres Sampang, nah gimana dengan kita? Selama kegiatan rohani nya hanya satu niat ibadah aja. Tambah Kompol Sutarno dengan senyum.

Dalam kesibukannya sebagai orang nomor dua di Kepolisian Resort Sampang ini juga rajin berolah raga, misalnya setiap pagi  setelah shubuh melakukan rutinitas  lari keliling Mapolres sebanyak minimal 10 kali putaran, kemudian melanjutkan latihan beladiri Polri, cerita dari anggotanya Bripda Nandio staf humas Sampang.

Saya sulit marah ke anggota baik yang melanggar disiplin, jadi saya hanya biasa mengajak anggota saya yang melanggar disiplin tersebut untuk berubah menjadi lebih baik. Tutur Sutarno dengan pangkat melati satu di pundak kepada peliput.(umam)

Foto : Waka Polres Sampang Kompol Sutarno S.sos

Kapolda Jatim tanggapi Hate speech

Tribratanewsjatim.com – Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiyadi menerima tanggapan dari para jurnalis media koran tentang surat edaran ujaran kebencian di hotel Pullman Surabaya(4/11/15)

IMG_20151104_102553Para jurnalis yang sejak pagi berada di acara work shop, menunggu tanggapan Kapolda Jatim setelah membuka kegiatan work shop, Anton menegaskan dan memberitahukan tentang surat edaran adalah untuk polri sebagai pedoman kepada penyidik dalam menegakan hukum.

Selanjutnya pihak Polda Jatim akan menggunakan tindakan preemtif dengan cara memberitahukan kepada masyarakat jika diketahui ada yang salah akan diberikan edukasi, hal ini akan dilaksanakan di seluruh Polres jajaran Polda Jatim

“Eh mas… Atau mbak … Tolong dalam menulis komentar di akun media sosial yang baik dan jangan membuat perasaan orang yang melihat dan membaca menjadi merasa tergganggu. Ungkap Kapolda Jatim secara lembut dalam penyampaiannya kepada tim peliput dan para media.(umam)

HATE SPEECH : Pendekar Kera Sakti Komentar di Facebook , picu kemarahan pendekar PSHT

Tribratanewsjatim.com – Polsek Jenggawah Polres Jember melakukan pengamanan atas kabar adanya perang kelompok persilatan antara PSHT dengan Kera Sakti, untuk saat ini perkembangan situasi rencana penyerangan ke rumah sdr Khoirul Ulum ( anggota Kera Sakti ) di Dsn Patemon Ds Mangaran-Ajung karena kasus komentarnya di akun Media sosia facebook.(29/10/15).

3 nov hate speechSituasi malam itu pukul Pukul 21.00 wib terjadi kerumunan anggota PSHT dibeberapa titik/lokasi diantanya ;
1. Sebelah barat lapangan Dsn Langsepan Ds Jenggawah kl 70 orang.
2. Di alun – alun Jenggawah kl 100 orang.
3. Di SPBU Jenggawah kl 75 orang.

Berkumpulnya kelompok mempunyai maksud dan tujuan adalah akan mendatangi rumah sdr Khoirul Ulum untuk mempertanggung jawabkan komentarnya di medsos ( FB ) yang menyinggung dan menghina kelompok mereka mengatakan ” Tarmuji mati anggotanya gila “. ( Tarmuji adalah Ketua Pusat PSHT ).

Beberapa anggota PSHT dipimpin oleh sdr Fauzi sudah sempat datang ke rumah Khoirul Ulum namun hal tersebut dapat di hadang oleh Kapolsek Jenggawah bersama anggota Polres Jember.

Syukur penyerangan tidak terjadi berkat kesiap segera dari korp berseragam coklat di Di lokasi rumah sasaran amukan Kelompok PSHT, ide cemerlang yang dilakukan oleh Iptu Sri Sabdono adalah Polwan (Polisi Wanita) yang merupakan sesepuh sesepuh PSHT yang pada kejadian malam itu sudah beraksi cepat di rumah sdr khoirul ulum dan melakukan pengarahan serta menghimbau kepada Kelompok PSHT untuk tenang dan jangan melakukan kekerasan, negara kita negara hukum ungkap IPTU SRI.

Terkait dengan adanya komentar yang dinilai menghina kelompok PSHT sudah dilaporkan ke Polres Jember dan didampingi oleh Iptu Sri Subandono, selanjutnya situasi kondusip dan anggota Polsek Jenggawah dipimpin Kapolsek masih bertahan di rumah sdr Khoirul Ulum.(umam/jbr)

Polres Tuban bersama TNI gelar Sholat Istisqo’ bersama

Tribratanewsjatim.com – Polres Tuban setelah melaksanakan Upacara peringatan hari sumpah pemuda langsung melaksanakan sholat Istisqo di halaman Mapolres dan diikuti oleh 8 kecamatan dijajaran wilayah hukumnya untuk memohon kepada ALLAH menurunkan hujan yang barokah (28/10/15).

sinergitas tni polri sholat istisqoSelesai upacara hari Sumpah Pemuda sekurangnya ada 8 tempat dilaksanakan sholat Istisqo’ bertempat dimasing – masing kecamatan diantaranya kec. Rengel bertempat di bumi perkemahan sendang Maibit desa Maibit – Rengel, kec. kerek bertempat di halaman MA Salafiah, kec. Parengan, Singgahan, Widang, Bancar dan Jenu masing – masing bertempat di lapangan kecamatan yang diikuti Muspika dan peserta upacara, serta di Kodim 0811 Tuban yang diikuti anggota Kodim, Polres Tuban, Kompi senapan C, ibu – ibu Persit Candra Kirana, Polwan, PNS, dan masyatakat sekitar.

Kegiatan sholat istisqo’ ini dilakukan karena sampai bulan ini belum turun hujan dan banyak desa yang mengalami kekeringan, sebagaimana diketahui pihak Polres, BPBD maupun elemen masyarakat lainnya telah banyak memberikan bantuan air bersih ke desa – desa yang mengalami kekeringan.

Setelah melaksanakan sholat Istisqo’ dilanjutkan ceramah agama, seperti di kec. Rengel ini disampaikan oleh K Alfin intinya:
1. Mengajak  hadirin untuk  meningkatkan ketakwaan dengan jalan menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya.

2. Seruan untuk tidak meninggalkan Allah  dan mengajak bertobat serta selalu berdoa sebelum ajal jemput.

3.  Memintalah ampun kepada Tuhan Allahmu maka Allah akan menurunkan hujan serta melimpahkan rahmad kpd kita .

4.  Banyaklah  istighfar maka Allah akan melimpahkan rejeki kepada kita, serta akan dijauhkan dari siksaan neraka.

Mari bersama kita berdoa menurut kepercayaan masing-masing dihari sumpah pemuda ini kita gunakan rasa kemanusian dengan meningkatkan iman dan taqwa kita, agar musim kemarau ini bisa menurunkan hujan agar daerah yang terkena musibah baik kebakaran hutan, kekeringan air dapat mengurangi penderitaan saudara-saudara kita, Ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Argo.(umam)