Polda Jatim Gerebek Judi Online Beromset Milyaran Rupiah

15 judi onlineTribratanewsjatim.com: Anggota Cyber Crime, Ditreskrimsus Polda Jatim gerebek perjudian online di Sidoarjo, Jawa Timur. Empat pelaku berinisial ST alias Sabel (34), WC alias Gondol, DH alais Tet dan MS.. Para pengepul judi online ini berdomisili di Gedangan, Sidoarjo.

Pelaku dijaring pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan ITE. Sedang seorang pelaku yang diduga bandar jadi buronan dan tidak menutup kemungkinan pelaku warga asing.

Penggerebekan kasus perjudian itu di Kebon Sikep, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes RP Argo Yuwono didampingi Dirreskrimsus Kombes Noer Rochman, Selasa (15/12/2015) mengatakan, omset perjudian online mencapai Rp 2 milyar per hari. Wilayah jaringan penombok atau penjudi di Jawa Timur.

Kronologis pada Minggu (13/12/2015) sekitar pukul 16.00 WIB memperoleh informasi masyarakat tentang perjudian online. Judi jenis ini dilakukan dengan cara menerima tombokan melalui SMS dari HP tersangka. 15 bb onlineSedang untuk pembayarannya dilakukan secara cash atau tunai melalui transfer dari Nomor Rekening atas nama berinisial S, yang ditujukan kepada tersangka lain dengan menggunakan nomor rekening atas nama berinisial B.

Modus operandi tersangka telah melakukan perbuatan menyelenggarakan judi gelap online dan mengirimkan tombokan dalam bentuk SMS di web: www.12shio.org. Keberhasilan membongkar jaringan judi bola, togel dan Singapur via online ini berkat informasi masyarakat. Barang bukti yang disita antara lain berupa uang Rp 5.241.000, 2 ATM BCA, 6 HP, bendel rekapan tombokan, laptop dan 4 bukti transfer via ATM BCA. (mbah heru/boby)

Foto: Kabid Humas Polda Jatim dan Direskrimsus serta barang bukti plus tersangka

Teror bom di dua hotel Surabaya tidak terkait ISIS

Tribratanewsjatim.com : Satuan reserse dan kriminal ( satreskrim polrestabes surabaya), hingga saat ini masih melakukan penyelidikan dan pengusutan untuk mengungkap pelaku teror bom hotel shangrilla dan jw marriot surabaya, meski dalam penyisiran tim penjinak bom (jibom) brimob polda jawa timur,tidak ditemukan benda membahayakan yang dicurigai sebagai bom(23/11/15). 24 teror

Meskipun tidak ditemukan adanya benda yang dicurigai sebagai bom di hotel shangrilla dan jw marriot surabaya, serta terkesan hanya teror palsu, namun polisi tetap menanggapi serius kasus tersebut. Terbukti, pasca penyisiran tim penjinak bom (jibom) polda jawa timur di hotel shangrilla dan jw marriot surabaya, polisi terus mendalami kasus teror bom ini, dengan melakukan penyelidikan dan pengusutan.

Dan dari penyelidikan polisi, nampaknya isi teror atau ancaman bom yang dikirim di dua hotel berbintang tersebut sama. AKBP takdir mattanete, kasat reskrim polrestabes surabaya menyatakan, pelaku nampaknya lebih memanfaatkan tehnologi, dimana pelaku dapat dengan mudah mencatut nama seseorang.

“ini hanya teror dari orang tidak bertanggungjawab dan dalam waktu satu hingga dua jam, jibom tidak menemukan adanya benda mencurigakan dan itu hanya hoax, tapi kita tetap dalam upaya penyelidikan untuk mencari pelaku teror”, ujar akbp takdir mattanete. Disinggung mengenai adanya kesamaan dalam motif teror bom di beberapa rumah sakit beberapa waktu yang lalu, takdir mattanete mengakui adanya kemiripan dalam pengiriman pesan teror, yakni melalu fax.

Sementara, disinggung lagi mengenai teror bom muncul untuk mengganggu pilkada surabaya, takdir menegaskan hal tersebut tidak ada kaitannya. “surabaya masih aman serta kondusif dan ini hanya teror”, tegas takdir.(umam/tbs)

Kapolda Jatim tanggapi Hate speech

Tribratanewsjatim.com – Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiyadi menerima tanggapan dari para jurnalis media koran tentang surat edaran ujaran kebencian di hotel Pullman Surabaya(4/11/15)

IMG_20151104_102553Para jurnalis yang sejak pagi berada di acara work shop, menunggu tanggapan Kapolda Jatim setelah membuka kegiatan work shop, Anton menegaskan dan memberitahukan tentang surat edaran adalah untuk polri sebagai pedoman kepada penyidik dalam menegakan hukum.

Selanjutnya pihak Polda Jatim akan menggunakan tindakan preemtif dengan cara memberitahukan kepada masyarakat jika diketahui ada yang salah akan diberikan edukasi, hal ini akan dilaksanakan di seluruh Polres jajaran Polda Jatim

“Eh mas… Atau mbak … Tolong dalam menulis komentar di akun media sosial yang baik dan jangan membuat perasaan orang yang melihat dan membaca menjadi merasa tergganggu. Ungkap Kapolda Jatim secara lembut dalam penyampaiannya kepada tim peliput dan para media.(umam)

HATE SPEECH : Pendekar Kera Sakti Komentar di Facebook , picu kemarahan pendekar PSHT

Tribratanewsjatim.com – Polsek Jenggawah Polres Jember melakukan pengamanan atas kabar adanya perang kelompok persilatan antara PSHT dengan Kera Sakti, untuk saat ini perkembangan situasi rencana penyerangan ke rumah sdr Khoirul Ulum ( anggota Kera Sakti ) di Dsn Patemon Ds Mangaran-Ajung karena kasus komentarnya di akun Media sosia facebook.(29/10/15).

3 nov hate speechSituasi malam itu pukul Pukul 21.00 wib terjadi kerumunan anggota PSHT dibeberapa titik/lokasi diantanya ;
1. Sebelah barat lapangan Dsn Langsepan Ds Jenggawah kl 70 orang.
2. Di alun – alun Jenggawah kl 100 orang.
3. Di SPBU Jenggawah kl 75 orang.

Berkumpulnya kelompok mempunyai maksud dan tujuan adalah akan mendatangi rumah sdr Khoirul Ulum untuk mempertanggung jawabkan komentarnya di medsos ( FB ) yang menyinggung dan menghina kelompok mereka mengatakan ” Tarmuji mati anggotanya gila “. ( Tarmuji adalah Ketua Pusat PSHT ).

Beberapa anggota PSHT dipimpin oleh sdr Fauzi sudah sempat datang ke rumah Khoirul Ulum namun hal tersebut dapat di hadang oleh Kapolsek Jenggawah bersama anggota Polres Jember.

Syukur penyerangan tidak terjadi berkat kesiap segera dari korp berseragam coklat di Di lokasi rumah sasaran amukan Kelompok PSHT, ide cemerlang yang dilakukan oleh Iptu Sri Sabdono adalah Polwan (Polisi Wanita) yang merupakan sesepuh sesepuh PSHT yang pada kejadian malam itu sudah beraksi cepat di rumah sdr khoirul ulum dan melakukan pengarahan serta menghimbau kepada Kelompok PSHT untuk tenang dan jangan melakukan kekerasan, negara kita negara hukum ungkap IPTU SRI.

Terkait dengan adanya komentar yang dinilai menghina kelompok PSHT sudah dilaporkan ke Polres Jember dan didampingi oleh Iptu Sri Subandono, selanjutnya situasi kondusip dan anggota Polsek Jenggawah dipimpin Kapolsek masih bertahan di rumah sdr Khoirul Ulum.(umam/jbr)