Kapolres Sidoarjo Beri Penghargaan Kasat Resnarkoba dan 3 Kapolsek

TRIBRATA NEWS POLRES SIDOARJO-Kamis tanggal 3 Maret 2016 pukul 07.00 Wib Kapolres Sidoarjo, AKBP Muhammad Anwar Nasir, S.I.K., M.H memberikan penghargaan kepada empat anggotanya yakni Kapolsek Waru Kompol Fatoni, Kapolsek Sedati AKP Yuyus Andriastanto, Kapolsek Taman Kompol Sujud, dan Kasat Narkoba Polres Sidoarjo AKP Redik Tri Bawanto saat upacara yang digelar.

 

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi dari pihak Polres Sidoarjo kepada anggotanya yang berhasil dalam operasi tumpas narkoba. Yakni menumpas sindikat, jaringan atau peredaran narkoba di wilayahnya. “Kita patut bangga karena Polres Sidoarjo mendapatkan peringkat dua se Jatim setelah Polrestabes Surabaya,” ujar Kapolres saat sambutan upacara.

Sementara itu Kapolres Sidoarjo mengaku bangga karena dalam waktu dua minggu anggotanya serius menumpas narkoba terbukti berhasil menangkap 47 tersangka dan barang bukti sebanyak  2,913,74 gram. Meski demikian, Kapolres Sidoarjo menghimbau agar anggotanya tidak terjerat narkoba.  Dan bila ada anggota Polres Sidoarjo yang terbukti menjadi bandar, kurir dan terlibat dalam jaringan narkoba, Kapolres  akan serius menanganinya dan tidak segan-segan untuk mengusulkan agar anggota tersebut untuk dipecat.

Selain memberikan penghargaan kepada anggotanya, dalam upacara tersebut Bank BRI cabang Sidoarjo memberikan bantuan satu unit ambulance untuk operasional Polres  Sidoarjo

KAPOLRES SIDOARJO : PECAT JIKA TERLIBAT NARKOBA

4 kapolres sidoarjo
Tribratanews jatim: Kapolres Sidoarjo AKBP Muhammad Anwar Nasir, S.I.K., M.H menindak tegas anggotanya, jika terlibat narkoba. Saat ini Polisi menjadi incaran para pengedar dan bandar narkoba.

“Jangan sampai negara dan bangsa ini hancur karena narkoba. Bagi yang main-main atau terlibat dalam kasus narkoba kami berikan sanksi tegas. Jika ada oknum yang terlibat dalam kasus narkoba akan kami usut dan langsung kami pecat. Jangan sampai anda menyesal seumur hidup. Jika ada oknum yang melakukan, segera tinggalkan,” ujar Kapolres memimpin apel di Mapolres Sidoarjo, Kamis (3/3/2016).

Kapolres menyebutkan, jika ada salah satu oknum polisi yang menggunakan atau mengedarkan narkoba itu sangat menyedihkan.

Saat memimpin apel Kapolres Sidoarjo juga mengajak kepada anggotanya, bahwa jika mental dan iman lemah maka akan tergiur. Jangan sampai tergoda. “Ingat, narkoba itu merusak generasi kita. Mari kita perangi narkoba. Mari kita cari yang halal saja,”

Polres Trenggalek Gulirkan Inovasi “Smart G Generation”

26 smart G Polres TrenggalekTribratanewsJatim.com: Perkembangan individu (anak dan remaja) berlangsung terus menerus dan tidak dapat diulang kembali. Masa remaja merupakan masa yang rentan terhadap perbuatan-perbuatan yang kurang baik diakibatkan sikap mereka suka mencoba-coba pada hal baru. Dalam perjalanannya, usia anak/remaja memiliki karakteristik yang khas seperti rasa ingin tahu yang tinggi, percintaan, pencarian jati diri, pengakuan dan sebagainya yang merupakan proses alamiah masa transisi dari masa anak-anak menuju kedewasaan.

Masalah muncul ketika pada proses tersebut tidak ada pengendalian atas diri individu yang berimplikasi pada diri sendiri dan orang lain. Tingkat streesing anak/remaja yang cukup tinggi terkadang diluapkan pada hal-hal negatif, bahkan mengarah pada tindak kriminal seperti bolos sekolah, mabuk-mabukan, pelanggaran lalu lintas, balap liar, merokok, tawuran, narkoba dan seks bebas.

Data menyebutkan bahwa 3% dari keseluruhan pelajar tingkat SD sampai SMA melakukan kenakalan remaja di lingkungan sekolahnya. Bolos sekolah menempati posisi pertama sebanyak 62%, merokok 21% dan yang memprihatinkan adalah 5% diantaranya kedapatan menyimpan video porno di HP mereka.

Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Trenggalek yang menangani tindak pidana perempuan dan anak menunjukkan bahwa anak dan remaja baik sebagai pelaku maupun korban mengalami peningkatan cukup signifikan setiap tahunnya. “Tahun 2015 ini kasus terbanyak adalah persetubuhan 15 kasus, 7 kasus kekerasan atau perkelahian, 4 kasus narkoba  dan 7 sisanya adalah pencurian,” ujar Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Suwancono, SH.

Apabila menilik data diatas, jelas bahwa permasalahan kenakalan anak/remaja baik sebagai pelaku maupun korban bukanlah permasalahan sepele. “Ini seperti puncak gunung es yang tidak terlihat dipermukaan. Data tersebut bisa jadi 3 atau bahkan 10 kali lipatnya karena orang tua lebih memilih untuk menyelesaikan secara kekeluargaan,” ungkap Ady Saputro, M.Pd. seorang pemerhati pendidikan di Trenggalek.

Tidak hanya soal kriminalitas, pada kasus kecelakaan lalu lintas, pelajar menduduki peringkat ke-2 sebagai pelaku mencapai 21%. Demikian pula dengan usia pelaku dimana rentang usia 16-25 tahun mencapai 24 %, hanya berpaut 3% dari usia 31-40 tahun. Ini membuktikan bahwa usia pelajar yang masih mencari jati diri, rasa ingin tahu yang tinggi dan menunjukkan eksistensi sangat rentan menjadi pelaku laka lantas.

Data diatas membuktikan bahwa, usia pelajar ikut berperan mempengaruhi tingginya angka kriminalitas, kenakalan remaja, kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas. Oleh sebab itu diperlukan sebuah upaya kongkrit dari seluruh stakeholder yang menaungi anak dan remaja tak terkecuali Polri dan komponen masyarakat lainnya.

Belum lagi menyongsong MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), dimana kebijakan ekonomi pemerintah yang membebaskan tenaga kerja masuk ke Indonesia, sedangkan satu sisi yang lain masyarakat dituntut untuk berdaya saing dengan pekerja asing yang memiliki kompetensi lebih tinggi. Dampaknya adalah akan banyak para orang tua lebih memilih bekerja ke luar negeri sebagai TKI/TKW. Hal ini membawa dampak pula pada tumbuh kembang anak. Hak anak untuk mendapatkan kasih sayang dan tempat bersandar dari orang tua menjadi terabaikan. Akibatnya berpengaruh pula pada tingkah laku, karakter dan kepribadian anak.

Berdasarkan kajian tersebut, Kapolres Trenggalek AKBP I Made Agus Prasatya, SIK, M.Hum berupaya membuat terobosan inovatif dengan sasaran anak dan remaja khususnya di Kabupaten Trenggalek.

“Harus ada solusi kongkrit dari berbagai pihak untuk menekan angka kenakalan remaja sehingga terbentuk generasi muda masa depan yang beriman, tangguh, cerdas dan berkepribadian bangsa,” ujar Made Agus.

Apa itu Smart-G ?

Program inovatif terbaru yang dicetuskan oleh Kapolres  Trenggalek diberi nama “Smart-G” atau Smart Generation yang berarti generasi pintar. Huruf “G” disini bisa juga diartikan sebagai akronim dari Galek yang berasal dari kata Trenggalek. Smart sendiri merupakan anonim “Selamatkan Masa Depan Anak Dan Remaja Trenggalek. Sesuai dengan namanya, tema yang diangkat adalah bagaimana upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh seluruh pihak untuk menekan kenakalan remaja, meningkatkan kedisiplinan dan ketertiban berlalu lintas, dan menghindarkan dari bahaya narkoba sekaligus sebagai media pembelajaran untuk lebih memahami tentang tertib lalu lintas dan bahaya narkoba.

Apa saja kegiatan Smart-G ?

Kegiatan Smart-G tidak berdiri sendiri melainkan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek. Semua kegiatan haruslah mengandung unsur edukasi bagi anak-anak dan pelajar. Ada beberapa kegiatan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan anak diantaranya:

  1. TK/Paud

Sesuai dengan sasaran pelajar TK/Paud, maka kegiatan yang dilaksanakan pun mengikuti pola pikir anak TK/Paud yang mudah dipahami dan berkisar pada pola pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Atas dasar itu, dipilih kegiatan yakni lomba mewarnai dan panggung boneka anak-anak.

  1. SD/MI

Seperti diketahui bersama bahwa Pocil (Polisi Kecil) Polres Trenggalek berhasil menyabet juara harapan 1 lomba Pocil tingkat Polda Jatim. Oleh sebab itu program Pocil ini perlu dikembangkan kembali tidak hanya ditingkat Polres melainkan sampai ke tingkat Polsek jajaran. Artinya tiap Polsek harus memiliki minimal 1 (satu) peleton. Nah pocil masing-masing Polsek inilah yang dilombakan ditingkat Polres. Lomba Pocil ini bertujuan untuk memberikan pendidikan disiplin sejak dini kepada anak.

Selain Pocil juga akan dilombakan PKS antar sekolah tingkat SD. Sama halnya seperti Pocil, masing-masing Polsek harus mendidik, melatih dan membimbing siswa SD dimasing-masing Kecamatan. bedanya adalah kalau Pocil lebih ke perform baris berbaris, sedangkan PKS yang ditampilkan adalah keterampilan pengaturan lalu lintas.

  1. SMP/Mts

Untuk pelajar SLTP disiapkan kegiatan Saka Bhayangkara. Mengapa saka Bhayangkara? karena giat kepramukaan lebih flesibel dan bisa menjangkau seluruh aspek permasalahan yang akan diangkat sesuai dengan tujuan program ini. Konsep kegiatan adalah berupa kegiatan outbound sehari dengan tema tertib lalu lintas, kenakalan remaja dan bahaya narkoba. Dalam pelaksanaannya bisa bekerjasama dengan Kwarcab Pramuka Trenggalek. Adapun giat outbound ini dikhususkan untuk pelajar SLTP.

  1. SMA/SMK/MA

Dengan pertimbangan pola pikir pelajar SLTA yang mulai berkembang, ditambah dengan wawasan dan pengetahuan tentang baik buruk serta kemampuan untuk mengambil keputusan dan menyelesaian masalah, maka untuk pelajar tingkat SLTA, kegiatan lebih diarahkan kepada hal-hal yang bersifat ilmiah namun tidak meninggalkan unsur menyenangkan dan menggugah kreatifitas, antara lain :

  1. lomba esai dengan tema kenakalan remaja, bahaya narkoba serta tertib lalu lintas;
  2. lomba foto dengan tema Polisi Idaman. Pada lomba ini tidak hanya mengacu pada tehnik fotografi dan estetika saja, tetapi lebih dikedepankan pesan apa yang akan disampaikan;
  3. lomba orasi dengan tema kenakalan remaja, bahaya narkoba serta tertib lalu lintas;
  4. road show Smart-G. Kegiatan ini dalam bentuk konvoi pelajar. Tujuannya adalah memberikan contoh, dan penguatan kepada pelajar tentang tatacara berkendara yang baik dan aman (Safety Riding).
  5. ESQ Riding

Selain berbagai lomba, juga digelar pembinaan dan penyuluhan secara terpadu dari satuan fungsi Kepolisian bekerjasama dengan dinas pendidikan, BNNK Trenggalek dan berbagai instansi terkait lainnya. Penyuluhan ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan di berbagai sekolah di seluruh Kabupaten Trenggalek.

Kapan dimulainya Smart-G ?

Program ini dilaksanakan selama 3 bulan mulai Januari sampai dengan Maret 2016.

Bagaimana cara berpartisipasi dalam Smart-G ?

Bagi pelajar yang ingin bergabung atau mengikuti kegiatan Smart-G, disilahkan datang langsung ke Polres Trenggalek di Jalan Brigjen Soetran No 6 Trenggalek, Call Centre : 081 21 110 110 dan Facebook Polres Trenggalek.

Smart-G merupakan salah satu upaya yang digagas oleh Polres Trenggalek. Tidak hanya kepada anak dan remaja, tetapi juga aspek lainnya seperti orang tua, guru dan masyarakat lainnya untuk bersama-sama menyelamatkan masa depan anak dan remaja di Kabupaten Trenggalek tercinta ini. Demi suksesnya program ini, Polres Trenggalek mengharapkan doa restu dan dukungan para pelajar, pemuda, tokoh masyarakat dan semua pihak guna  membangun Trenggalek yang lebih baik. (tgl/mbah heru)

Waka Polri Masih Terbuka Jabat Kapolri

25 Budi GuanwanTribratanewsJatim.com: Waka Polri, Komjen Budi Gunawan mendapat dukungan dari berbagai kalangan untuk menggantikan Jenderal Badrodin Haiti sebagai Kapolri. Jenderal Polisi berbintang tiga itu dinilai memiliki kemampuan mumpuni untuk memimpin Polri.

Komjen Pol Budi Gunawan dinilai cocok untuk mengambil tongkat estafet sebagai regenerasi kepemimpinan di Institusi Polri.

Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani menyatakan, sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia yang menyandang pangkat Komisaris Jenderal, peluang Budi Gunawan menjadi Kapolri masih terbuka.

“Mungkin saja! Kalau Presiden menginginkan, kenapa tidak?” kata Arsul Sani saat ditemui di Gedung Nusantara I Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/1/2016).

Namun demikian, Arsul Sani menegaskan, bahwa dalam hal ini DPR RI sifatnya hanya menunggu. Penentuan calon sendiri harus melalui Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Polri.

“(Pemilihan) Kapolri kan harus melalui Wanjakti dulu. Jadi, kalau DPR kan kita ini tinggal menunggu. Itu dari Wanjakti diusulkan ke Presiden. Presiden kemudian memutuskan, kirimkan surat, baru ke DPR,” jelas anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Sejalan dengan itu, Anggota Komisi III lainnya, Desmond Junaidi Mahesa, mempercayakan pemilihan calon Kapolri sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo.

“Kita serahkan ke Pak Jokowi. Kalau dia pilih orang yang tepat, kita setuju. kalau dia pilih orang yang tidak tepat, kami tidak setuju,” tegasnya.

Sementara, terkait peluang Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri, Desmond menyatakan tidak masalah kalau memang itu yang jadi pilihan Presiden.

“Kalau Pak Budi Gunawan dianggap tepat, dan kita pernah proper dia, masa harus kita persulit,” ujarnya. (tbn/mbah heru)

foto: Komjen Pol Budi Gunawan

Kapolres Trenggalek Beri Penghargaan Tiga Polsek

19 trenggalekTribratanewsJatim.com: Tak terasa Program Police Humanity Care yang dicanangkan Kapolres Trenggalek, AKBP I Made Agus Prasatya, SIK, M.Hum telah berjalan 3 bulan lebih. Sudah banyak yang dilakukan oleh seluruh anggota Polres Trenggalek termasuk Polsek jajaran, demi tercapainya tujuan program ini, yakni menumbuhkan simpati dan empati anggota Polri terhadap segala keluhan dan kesulitan hidup masyarakat, menghadirkan Polri sebagai representasi Negara, serta menciptakan Polri yang semakin dicintai masyarakat. Hal itu merupakan langkah kongkrit “Revolusi Mental” yang didengungkan oleh Presiden RI Jokowi. Tiga bulan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan evalusi secara komprehensif terhadap pelaksanaan program Police Humanity Care. Terkait hal itu, Senin (18/1/2016) saat bertepatan dengan pelaksanaan upacara pengibaran bendera dalam rangka peningkatan disiplin, Kapolres Trenggalek memberikan reward kepada 3 Polsek (Polsek Dongko, Polsek Pule dan Polsek Panggul) yang telah melaksanakan program Police Humanity Care secara konsisten. Tidak itu saja, salah satu indikator lainnya adalah Polsek yang kreatif dan inovatif, berani mengambil keputusan yang tidak biasa demi membantu masyarakat yang membutuhkan. Seperti diberitakan sebelumnya, pada musim kemarau panjang yang lalu, Polsek Dongko nekat memodifikasi mobil patroli menjadi mobil tangki air yang digunakan untuk mengirimkan air bersih ke desa-desa hingga ke pelosok. Sementara itu, Polsek Pule dengan ide kreatifnya mampu membangun kebersamaan antar masyarakat untuk saling bersinergi dan bergotong royong melakukan bedah rumah bagi warganya yang tak mampu. Sedangkan Polsek Panggul berkaitan dengan kepedulian keselamatan dan kebersihan pantai wisata Pelang dan Konang. Kapolres Trenggalek menyampaikan kebanggaan dan terima kasihnya kepada Polsek yang dinilai memiliki semangat dalam melaksanakan dan mengembangkan program Police Humanity Care. “Semoga menginspirasi Polsek lainnya untuk berbuat lebih bagi masyarakat,” ujarnya. Kedepan, program ini akan terus dilaksanakan agar Polri semakin dicintai oleh masyarakat. Di tempat terpisah, Kapolsek Dongko AKP Tri Basuki ketika dikonfirmasi usai menerima reward menyampaikan, semua berangkat dari keikhlasan, pasti ada balasan dari Tuhan,” katanya singkat. (tgl/mbah heru) Foto: Kapolres Trenggalek berika reward tiga Polsek

Polsek Pule Lakukan “Bedah Rumah”

17 bangun rumah polsek Pule NganjukTribratanewsJatim.com: Polres Trenggalek -Polsek Pule-Minggu pagi (17/1/2016) merupakan hari yang tak pernah terlupakan oleh nenek renta ini. Di hari yang spesial ini terlihat jelas raut wajah dan suasana hati penuh keceriaan, terasa berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Tempat tinggalnya yang biasanya sepi dengan pemandangan yang begitu-begitu saja tiba-tiba berubah ramai, seolah ada kejutan datang dirumahnya.

Adalah Rumini (60) tidak pernah bermimpi atau menduga sebelumnya kalau hari ini benar-benar merasa beruntung. Janda beranak dua ini kedatangan tamu tak diundang. Masih belum percaya apa yang terjadi, Rumini pun sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk tamunya itu walau dengan tampilan yang sangat sederhana. Ya, suasana itulah yang menggambarkan proses “bedah rumah” salah seorang warga Dusun Turi, Desa Kembangan, Kecamatan Pule, Trenggalek bernama Rumini yang dimotori oleh Kapolsek Pule – Polres Trenggalek.

Kapolsek Pule, Iptu Suradji, SH memimpin langsung kegiatan kemanusiaan tersebut. Bersama 12 anggotanya, kegiatan itu disponsori pula oleh Koramil setempat, Kades Kembangan, 30 orang Saka Bhayangkara, Radio Perdana dan warga sekitar.

“Bedah rumah Mbah Rumini ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan kemanusiaan yang merupakan program unggulan Polsek Pule. Alhamdulillah, sampai saat ini dukungan terus mengalir baik dari Muspika, pemerintah desa maupun masyarakat,” kata Suradji saat ditemui di lokasi bedah rumah.

Rumini yang hanya tinggal bersama 2 anaknya tersebut hidup serba kekurangan. Dua anaknya yang masih remaja terpaksa harus putus sekolah karena penghasilan sehari-harinya tak sanggup untuk memenuhi biaya sekolah. Tidak seperti remaja pada umumnya, mereka pun harus membanting tulang dengan kerja serabutan hanya untuk memenuhi kebutuhan perutnya.

“Penghasilan kami tak menentu pak. Kerja seadanya sambil mengolah sebidang tanah di pekarangan,” ungkap Rumini.

Keluarga yang tinggal di rumah yang kondisinya hampir roboh itu tetap tegar menjalani kehidupannya. Karena belas kasihan, tetangga di sekitarnya pun kadang memberikan sedikit bantuan kepada mereka. Walau hanya berupa makanan ala kadarnya, tetapi hal itu cukup meringankan beban kebutuhan mereka hari itu.

Sementara itu, proses bedah rumah Mbah Rumini sendiri diperkirakan selesai sore ini. Berbekal keterampilan, tingginya semangat gotong-royong warga dan peralatan yang memadai, proses pengerjaannya pun dibilang cukup cepat.

“Terima kasih pak Polisi, terima kasih semuanya. Mugi Gusti Allah tansah paring rohmat, berkat, kanikmatan lan dipun jagi jiwo, rogo, bandha saha imanipun dumateng panjenengan sedoyo (Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat, rezeki, kenikmatan dan dijaga-Nya jiwa, raga, harta dan iman anda semua),” ungkap Rumini terharu. (tgl/mbah heru)

Foto: Polisi lakukan “bedah rumah” warga

Kapolda Jatim Akan Berangkatan Tapak Tilas “Sang Pahlawan Nasional (Alm) Komjen Pol Dr HM Jasin”

Monumen PerjuanganTribratanewsJatim.com: Kapolda Jatim, Irjen Anton Setiadji didampingi Pejabat Utama dan Kapolres Madiun Kota lepas pemberangkatan ribuan peserta Tapak Tilas di alun alun (stard) Madiun Kota, Senin (18/1/2016). Tapak tilas “Sang Pahlawan Nasional Komjen Pol Dr HM Jasin (alm )”  berlangsung selama 4 hari di Madiun Kota menuju Monumen Polisi Istimewa Surabaya, Kamis (21/1/2016).

Jadual Tapak Tilas berangkat dari alun alun Madiun Kota sekitar pukul 09.00 . Sedang daerah yang dilalui peserta tapak tilas (anggota Brimob dab Sabhara), dari Madiun Kota menuju Nganjuk sampai di kawasan Kediri Kota, sekitar pukul 18.00 WIB.

Pada Selasa (19/1/2016) diberangkatkan dari Blitar sekitar pukul 08.00 WIB lanjut menuju Kabupaten Kabupaten Malang sekitar pukul 17.00 WIB.

Pada Rabu (20/1/2016) sekitar pukul 09.00 WIB, peserta tapak tilas berangkat menuju Pandaan, Pasuruan sekitar pukul 16.00 WIB.

Pada Kamis (21/1/2016) berangkat dari Sidoarjo sekitar pukul 11.00 WIB hingga ampai Finish di Monumen Polisi Istimewa, Surabaya skitar 17.00 WIB.

M JasinKasubbid Penmas Bid Humas Polda Jatim, AKBP Eddwi Hariyanto menceriterkan sekelumit sang Pahlawan Komjen Pol (Purn) Dr HM Jasin yang ditetapkan  oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai seorang Pahlawan Nasional dari Kepolisian Republik Indonesia, yang sebelumnya bernama Polisi Istimewa.

Penetapan Pahlawan Nasional itu berdasarkan Keppres RI Nomor 116 Tahun 2015 tertanggal 14 November 2015.

Tanggal 21 Agustus 1945, atau delapan hari sebelum Pemerintah RI mengangkat R.S. Soekanto sebagai Kepala Djawatan Kepolisian Negara, anggota Tokobetsu Keisatsu Tai atau Polisi Istimewa bentukan Jepang, memproklamasikan dibubarkannya Polisi Istimewa, dan kemudian dibentuk Polisi Indonesia.

Dengan proklamasi, maka lepaslah keterikatan Polisi Istimewa dengan Jepang. Juga, mengubah status polisi dari Polisi Kolonial menjadi Polisi Negara Merdeka.

Proklamasi itu sekaligus juga merupakan antisipasi terhadap kemungkinan Jepang melucuti senjata Polisi Istimewa, seperti yang mereka lakukan terhadap tentara Pembela Tanah Air pada saat itu.

Moehammad Jasin, lahir di Bau-Bau, Buton, Sulawesi Tenggara tanggal 9 Juni 1920. Dia adalah tokoh Proklamasi Polisi Indonesia.

Moehammad Jasin, memulai pendidikannya di Pendidikan Umum di Volkschool, Bau-bau. Kemudian melanjutkan ke Hollands Inlandsche School (HIS) dan Schakel School di Makassar.

Terakhir, menempuh pendidikan di Meer Uitgerbreid lager Onderwijs (MULO). Setelah tamat dari MULO tahun 1941, Moehammad Jasin mengikuti pendidikan kepolisian di Sekolah Polisi di Sukabumi, Jawa Barat. Moehammad Jasin menyelesaikan pendidikan ini dengan pangkat Hoofd Agent. Tugas pertamanya di kantor polisi seksi 111 di Bubutan, Surabaya. (mbah heru)

“Dibalik Citra Miring Polri”

12 JemberTribratanewsJatim.com: Dibalik citra miring yang kerap disandang  polisi,  masih ada cerita  yang luput dari perhatian publik. Meski polisi kadang sering dicaci maki bahkan dibully, tapi diantara mereka masih banyak, yang benar benar tulus melayani masyarakat dan menunjukkan pengabdian dengan dedikasi yang tinggi.

Salah satu contoh kecil pekerjaan mulia polisi ini adalah sebagaimana tindakan yang ditunjukkan oleh anggota Polsek PatrangPolres Jember, Aiptu Irianto. Seperti menjalankan tugas rutin melaksanakan patroli rutin memantau situasi kamtibmas.

Mobil Strada Patroli Polisi yang bergerak menuju di Jalan Moch.Soeruji,  Kecamatan Patrang Kabupaten Jember, tiba tiba menghentikan laju kendaraanya. Polisi melihat peristiwa kecelakaan tunggal ( Out Of Control )  dialami pengendara sepeda motor yang sedang membonceng seorang anak pelajar SD, Selasa siang (12/01/2016).

Terang saja dalam keadaan terluka akibat kejadian itu, membuat korban pasrah, tak berdaya tergeletak di tengah Jalan. Tanpa dikomando, Aiptu Iriyanto langsung bertindak menyelamatkan korban terlebih dahulu, sementara 2 rekannya yang lain mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Di tengah keramaian perhatian warga sekitar, polisi ini seolah bertindak spontan saja, menggendong sang anak lalu membawa korban dengan mobil dinasnya menuju rumah sakit terdekat.

12 Kapolres jemberRevolusi Mental

Demikian sekelumit gambaran anggota polisi membantu orang yang terkena musibah laka lantas dan membantu menyingkirkan kendaraan yang menghalangi arus lalulintas akibat kecelakaan, pada dasarnya polisi bekerja dengan pertolongan demi masyarakat yang membutuhkan kehadiran polisi saat Polisi dibutuhkan.

Tidak banyak yang tahu, bahwa tugas dan hati para polisi abdi negara yang setiap saat siap membantu warganya bekerja tanpa pamrih adalah suatu tugas yang mulia. Berapapun banyaknya komentar miring tentang Polisi yang masih banyak kekurangan dimata masyarakat. Polisi akan tetap pada tugasnya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Memahami tugas polisi sangatlah sederhana, melayani masyarakat adalah core-business polisi, meminjam ungkapan pakar Kepolisian, kewajiban mulia seorang polisi adalah menenteramkan siapa saja yang merasa ketakutan, memberi makan yang kelaparan, memberi baju yang masih telanjang, memayungi yang kehujanan, menunjuki yang kebingungan, mengingatkan yang lupa, dan memberi tahu yang belum tahu, termasuk membantu orang yang membutuhkan pertolongan.

Meski Kami sering dibenci dan dicaci maki. Tapi diantara kami masih banyak yang ingin dicintai. Bukan karena ditakuti, tapi  keinginan kami uuntuk mengabdi menjaga dan melayani sepenuh hati. Menuju Revolusi Mental Polri !. (jbr/mbah heru)

Kerapan Sapi “Kapolda Jatim Cup 2016” Digelar di Jember

9 Jember ok 1TribratanewsJatim.com: Serangkaian kunjungan kerja (kunker)  Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji di Jember, Sabtu (9/1/2016)  seperti: – Lokasi di wilkum Polsek Tanggul – Giat tsb dilaksanakan dalam rangka pembukaan lomba Kerapan Sapi ” Kapolda Cup Tahun 2016 ” – Rangkaian kegiatan sbb.: 1). Pkl. 08.00 s/d 10.15 Wib Rombongan menghadiri giat di Padepokan HM. ARUM SABIL, Blok. Pucu’an Dsn. Krajan Desa Tanggul Kulon dan dihadiri oleh lbk. 300 org. Susunan Acara sbb.: a. Penyambutan Kapolda Jatim oleh tuan rumah (HM. Arum Sabil) beserta para tamu undangan di pintu gerbang b. Penyerahan bantuan 1.000 bibit pohon Manggis dr Kapolda Jatim kpd HM. Arum Sabil, Drs. Ahmad Sudiono, M.Si dan Kapolres Jember AKBP Ssabilul Alif, SH. SIK. c. Meninjau Pameran Produk BUMN d. Pembukaan acara inti e. Pembacaan Doa f. Sambutan HM. Arum Sabil Ucapan selamat datang kpd Kapolda Jatim g. Pemutaran film dokumenter tentang sosok Kapolda Jatim h. Sambutan Kapolda Jatim Kita harus mengutamakan komunikasi yg baik dengan masyarakat demi kemakmuran masyarakat. 9 jember 22). Pkl. 10.30 s/d 11.15 Wib, Rombongan menghadiri giat di SMAN 2 Tanggul dan dihadiri oleh lbk. 500 org. Susunan Acara sbb.: a. Penyambutan oleh Kasek Drs. H. Imam Maksum, M.Psi beserta dewan guru b. Sambutan Kepala Sekolah SMAN 2 Tanggul Ucapan selamat datang dan ucapan terima kasih atas bantuan Grey Water ( Alat Pengolah Air Bersih ) kepada SMAN 2 Tanggul c. Penyerahan secara simbolis bantuan Grey Water dan Cinderamata dari Kapolda Jatim kpd Kasek SMAN 2 Tanggul d. Sambutan Kapolda Jatim Kita harus bisa berprestasi meskipun kita dari pelosok Berharap penyerahan Grey Water membuat siswa berinovasi terkait teknologi demi kepentingan masyarakat. e. Pembacaan Doa 3). Pkl. 11.30 s/d 12.20 Wib, Rombongan menghadiri giat di Ponpes Miftahul Ulum, Dsn. Manggisan Tengah Ds. Manggisan dan dihadiri oleh lbk. 300 org. Susunan Acara sbb.: a. Penyambutan Kapolda Jatim oleh pengasuh Ponpes Miftahul Ulum KH. Majedi Baits diiringi Hadrah. b. Sholat Dhuhur berjamaah di Masjid Ponpes dipimpin Pengasuh Ponpes. c. Sambutan tuan rumah yg diwakili oleh Ust. Saiful Bahri, S.Pd. Mengucapkan terima kasih atas bantuan Grey Water ( Alat Pengolah Air Bersih ) yg sangat dibutuhkan oleh Ponpes Miftahul Ulum Dan semoga banyak manfaatnya. d. Penyerahan secara simbolis bantuan Grey Water dan Cinderamata dari Kapolda Jatim kpd Pengasuh Ponpes e. Sambutan Kapolda Jatim Dimanapun kita belajar meskipun di pendidikan Ponpes / Santri kita harus tetap berprestasi dan semoga bantuan Grey Water bisa bermanfaat bagi Ponpes Miftahul Ulum. f. Pembacaan Doa oleh KH. Majedi Baits 9 jember ok4). Pkl. 12.30 s/d 14.40 Wib, Rombongan menuju Lapangan Kerapan Sapi di Dsn. Curahbamban Ds. Tanggul Wetan untuk membuka Lomba Kerapan Sapi “Kapolda Cup Tahun 2016” Susunan Acara sbb.: a. Penyambutan Kapolda Jatim oleh Fokorpimda Prop. Jatim, Kapolres jajaran Polda Jatim dan Kades Tanggul Wetan (H. Suwadi Sulton) beserta panitia pelaksana b. Laporan giat Lomba Kerapan Sapi “Kapolda Cup” oleh Ketua panitia Kapolres Jember c. Penyerahan piala / piagam penghargaan oleh Lembaga Prestasi Indonesia – Dunia ( LEPRID ) atas prestasi Penyelenggara Lomba Kerapan Sapi di Lapangan terpanjang dengan peserta terbanyak ( Prestasi Bidang Budaya dan Kearifan Lokal ) kpd pihak penyelenggara Lomba Kerapan Sapi. d. Sambutan Kapolda Jatim Mendukung budaya Kerapan Sapi dikarenakan merupakan ikon Jatim serta dalam pelaksanaan lomba junjung tinggi sportivitas. e. Doa oleh Ust. Moh. Syafii f. Pelepasan pertama lomba Kerapan Sapi oleh Kapolda Jatim – Jumlah total peserta Lomba Kerapan Sapi 112 pasang dgn rincian 41 pasang Kelas Besar, 47 pasang Kelas Tanggung dan 24 pasang Kelas Kecil. – Selesai giat di Lapangan Kerapan Sapi, Rombongan Kapolda Jatim menuju Kediaman lama Kapolda Jatim di Kamaran PG. Semboro. – Pelaksanaan kunjungan Kapolda Jatim di Polsek Tanggul berjalan lancar dan situasi tetap kondusif (jbr/mbah heru)  

Kapolres Banyuwangi: Remaja Harus Miliki 8 Prinsip Sukses

7 kapolres banyuwangiTribratanewsJatim.com: Satu jam bersama tokoh dan pemimpin Banyuwangi, AKBP Bastoni Purnama, di SMK  Nurut Taqwa Desa Balak, Kecamatan Songgon, Kamis (7/1/2016) berlangsung seru. Pertemuan itu banyak mengupas tentang kenakalan remaja terutama pelanggaran lalulintas serta penyalahgunaan narkoba.

Para siswa rata-rata menanyakan kepada petinggi Polres Banyuwangi terkait penyebab kenalan remaja. Di antara 7 penanya, ada satu sosok yang pertanyaannya terbilang kritis. Dia adalah Mujiati, siswi kelas XII jurusan akutansi.

“Mengapa selalu anak muda yang diberi pembinaan tentang narkoba. Mbok ya sekali-kali para orang tua yang diberi pemahaman seperti ini,” katanya kepada Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama.

Sambil tersenyum perwira menengah dengan dua melati di pundak itu menjawab, bila pembinaan yang diarahkan kepada kalangan remaja merupakan langkah pencegahan agar tidak terjerumus dalam ranah pidana. Karena anak muda dinilai belum memiliki kedewasaan, sehingga mudah terpengaruh untuk meniru prilaku yang buruk.

“Orang dewasa secara nalar telah matang. Makanya ketika melanggar sangkutannya dengan jeratan pidana. Sementara apabila anak-anak yang melanggar lebih dikedepankan penyelesaian yang berkearifan, sehingga setelah dewasa tidak tambah parah,” tegasnya.

Berdasarkan survei Komnas Perlindungan Anak,  93,7 persen pelajar SMP – SMU pernah ciuman dan oral seks serta 62,7 persen siswi SMP tidak perawan lagi. Mengejutkan lagi, sebanyak 21,2 persen pelajar SMU pernah aborsi dan 97 persen pernah menonton film porno. Penyebab kenakalan remaja ini akibat krisis identitas dan kontrol diri yang kurang.

“Lingkungan sosial yang kurang baik juga jadi pengaruh. Termasuk lingkungan keluarga yang kurang harmonis sehingga anak lebih betah di luar rumah yang ujung-ujungnya salah memilih teman. Buntutnya mereka terjerumus dalam prilaku yang keliru,” lanjut Kapolres.

Dilema itu bisa diatasi oleh kalangan remaja dengan memiliki pola pikir yang idealias, sehingga tidak mudah terpengaruh. Remaja yang inovatif, semangat juang tinggi dan produktif menelurkan karya menjadikan mereka tidak gampang terjerumus ke dunia hitam.

“Pegang teguh norma agama dan bangun komunikasi dengan keluarga. Lakukan olah raga dan rekreasi agar pikiran segar. Lalu istirahatlah yang cukup agar kesehatan terjaga. Ini merupakan cara mengatasi pengaruh bahaya narkoba,” tukasnya.

Ditambahkan lagi, para pemuda harus mempunyai 8 prinsip sukses. Kiat itu bisa menuai hasil untuk kelak di hari tua. Adapun delapan kiat itu meliputi, cinta perkerjaan, kerja keras plus kerja cerdas, fokus pada sesuatu yang positif, memotivasi diri, berpikir kreatif, terus belajar, beri layanan terbaik, serta ulet dan gigih. (bwi/mbah heru)