Dalam 1X24 Jam Aksi Dua Begal Jalanan Berhasil Diringkus Polisi

PhotoGrid_1448873356748

Tribratanewsjatim,  Jember, Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 Wib, Aksi begal jalanan terjadi di Jalan Ostita Ajung Jember. Begal jalanan ini menyasar korban penjaga counter HP yang hendak keluar mencari makan yang tak jauh dari tempatnya bekerja.

Ditengah perjalanan Korban An. Indra Evrizal K (20 Tahun ) Warga Jalan Cempaka Rt 01 Rw 07 Kel.Mangli Kaliwates Jember, tanpa disadarinya telah dibuntuti dua orang pelaku yang sudah mengincar sepeda motor miliknya

Dengan tiba tiba 2 Oranh Pelaku yang mengendarai Sepeda Motor Revo  mendekati lalu memepet korban sambil mengancam untuk menyerahkan sepeda motornya, korban yang ketakutan hendak lari menancap gas, tapi yang terjadi pelaku justru memotong laju sepeda motornya, sehingga membuat dia jatuh terjungkal ke aspal. Kemudian korban berusaha berdiri, melihat korban bangkit, kali ini pelaku nekat menyabetkan clurit ke arah tubuh korban, beruntung korban menghindar dan selamat dari serangan begal.

Melihat begal mulai beringas, korban memilih lari menyelamatkan diri sambil berteriak minta tolong ke warga sekitar. Belum sempat masa datang salah satu pelaku mengambil sepeda motor Honda Beat P. 2095 SZ milik korban dan langsung kabur dari TKP bersama temannya.

Demikian kisah pengalaman pahit Indra Evrizal menghadapi begal jalanan yang dilaporkan ke Polres Jember pagi harinya di Ruang SPKT (29.11.2015) sesuai LP/ 1046/XI/ 2015/ Res Jember. Laporan Masyarakat ini langsung direspon cepat Jajaran Sat Reskrim dan langsung menerjukan anggota Resmob untuk melakukan serangkaian penyelidikan dilapangan

Alhasil tidak sampai 1x 24 Jam, Anggota Resmob berhasil meringkus 2 Pelaku begal jalanan ini, mirisnya salah satu pelakunya yang berinisial YP ( 16 Tahun ) adalah seorang pelajar yang berdomisili di Ds.Kemiri Kec.Panti Jember , sedangkan satu rekannya lagi berinisial HI (17 Tahun) yang berprofesi kuli bangunan mengaku warga Desa Badean Kec.Panti Jember. 2 orang begal akhirnya digelandang polisi ke Mapolres Jember dan dijebloskan penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

” Kami sudah melakukan penahanan terhadap 2 orang tersangka, dan satu orang yang diduga terlibat masih DPO dan masih dalam pengejaran anggota kami. Dari tangan pelaku kami juga menyita sepeda motor Revo No.Pol : P. 5102 RS sebagai sarana melakukan kejahatan ” ujar Kasat Reskrim AKP.Agus Suprianto

Sementara itu Kasubag Humas Polres Jember yang dikonfimasi terkait kasus ini menyatakan pihaknya masih intensif melakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka guna pengembangan kasusnya dan  pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan (Hrj Sholeh)

Sebulan Beli di Jakarta, Lamborghini Itu Nabrak Orang Tewas

29 Lamborghini 1TribratanewsJatim.com: Pengemudi mobil mewah lamborghini yang terlibat kecelakaan hingga menewaskan satu orang dan melukai dua orang ini, diketahui belum mengenal betul seluk beluk kendaraan saat mengemudikannya. Pasalnya, kendaraan super cepat ini baru sebulan terakhir dimiliki tersangka.

Dalam pemeriksaan lanjutan yang dilakukan penyidik unit kecelakaan lalu lintas (lakalantas ) Polrestabes Surabaya, ditemukan fakta baru, dalam musibah kecelakaan mobil mewah lamborghini yang menabrak gerobak dagangan minuman STMJ, hingga menewaskan satu orang dan melukai dua orang, di Jalan Raya Manyar Kertoarjo, Surabaya Minggu pagi (29/11/2015).

WL berusia 24 tahun pengemudi super car lamborghini,diketahui belum mahir dan mengenal betul seluk beluk kendaraan berharga miliaran rupiah yang dikemudikannya. Pasalnya, kendaran mewah bernomor polisi B 2258 WM ini baru sebulan terakhir dimiliki pemuda yang tinggal di Jalan Dharmahusada Surabaya.

Mobil Lamborghini ini dibeli tersangka secara bekas di Jakarta dan berawal dari belum mahirnya tersangka ini, berakibat pada tehnis kendaraan yang dikendarai tersangka. Dimana, setir atau kemudi mobil langsung terkunci, ketika terjadi pengereman. Dua faktor inilah yang diduga menjadi penyebab kecelakaan yang menewaskan Kuswanto (51) warga Jalan Kaliasin Surabaya, dan melukai istri Kuswanto serta pedagang STMJ Mujianto.

29 Kasatlantas cek LambroghiniPenyebab awal kecelakaan karena faktor narkoba yang dikonsumsi tersangka, ternyata tidak terbukti. Pasalnya, dari hasil uji tes urine dan darah pada tersangka WL hasilnya negatif. Hal tersebut diungkapkan langsung Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Andre JW Manuputy.

Sementara itu, meski telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan, tersangka WL saat ini tidak sedang berada di unit Lakalantas Polrestabes Surabaya. Tersangka saat ini masih menjalani perawatan di RS Mitra Keluarga Jalan Kenjeran, karena luka dan tekanan psikologis yang dialami pasca kecelakaan, lanjut Kanit Laka AKP Adhika.

Sementara, selain menyita dan menahan barang bukti mobil mewah Lmborghini, polisi juga menahan surat-surat kendaraan serta surat ijin mengemudi milik tersangka. Dalam kasus ini, polisi menjerat tersangka dengan pasal 310 ayat 4 KUHP tentang kelalaian berkendara dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (mbah heru)

 

Lumajang Marak Bondet, Giliran Warga Buang Air Kecil Dilempar Bondet

30 TKP bondetTribratanewsJatim.com: Kabupaten Lumajang, Jawa Timur marak bondet atau jenis bom ikan. Terkait kasus ini, giliran warga Dusun Kalipocang, Desa Sawaran Lor, Kecamatan Klakah, Lumajang mengalami luka parah pada bagian kaki kanan akibat dilempar bondet atau jenis bom ikan.  Dugaan motif pelaku masih dalam penyelidikan polisi. Meski tak sampai menghancurkan kakinya, Nurtoyan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Kejadian Minggu (29/11/2015) malam sekitar pukul 20.00 WIB, puluhan warga yang berada di sekitar rumah korban kaget kerasnya ledakan bom bondet, karena kerasnya ledakan mencapai radius hingga satu kilometer.

Warga yang mendengar ledakan tersebut langsung mendatangi rumah korban, lalu membawa korban ke rumah sakit.

Kapolsek Klakah AKP H. Sutopo melalui Kasubag Humas Polres Lumajang, Ipda Gatot Budi Hartono membenarkan, dan korban saat itu akan buang air kecil di luar rumah yang berada di sebelah utara, tiba-tiba ada orang tak di kenal langsung melempar bondet sebanyak dua kali.

“Pelaku melempar bondet sebanyak dua kali, lemparan pertama meleset tidak mengenai korban, lemparan kedua mengenai kaki kanan korban sehingga kaki korban mengalami luka parah,” lanjutnya, Senin (30/11/2015). (bwi/mbah heru)

Foto: TKP lempar bondet

 

Polres Banyuwnagi Potong Tumpeng di HUT Korpri ke 44

30 HUT Korpri 44 BanyuwangiTribratanewsJatim.com: Ada yang tidak biasa dalam apel pagi di Mapolres Banyuwangi, Senin (30/11/2015). Seluruh pegawai sipil Polres  Banyuwangi mengenahkan seragam Korpri. Mereka berbaris dengan anggota kepolisian untuk memperingati HUT Korpri ke-44.

Apel dipimpin Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama berkutat seputar Korpri. Pagi itu petinggi kepolisian di wilayah Bumi Blambangan ini membacakan  amanat Presiden Joko Widodo.

Beberapa poin penting yang diminta Presiden terhadap anggota Korpri agar menjaga netralitas dalam helatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan digelar serentak 9 Desember mendatang. Selain itu kalangan PNS diminta untuk meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyakarat.

“Sebagai insan aparatur negara dituntut untuk mampu memberikan pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, terjangkau dan terukur. Saya yakin dan percaya, saudara-saudara sanggup untuk melaksanakannya,” kata Kapolres membacakan sambutan Jokowi.

Dalam HUT ke-44 ini, Jokowi berpesan lima hal terhadap anggota Korpri. Lima poin itu mencakup tentang percepatan reformasi birokrasi  tanpa basa-basi. Mentalitas baru yang positif, berintergritas dan memiliki etos kerja serta jiwa bergotong royong juga menjadi sorotan.

Presiden juga tidak menghendaki adanya birokasi yang ruwet. Itu tertuang dalam pesannya yang ketiga. Poin keempat, anggota Korpri harus netral dalam pilkada. Sedangkan yang terakhir harus menjadi motor penggerak produktivitas nasional.

“Saya mengharapkan dukungan dari anggota Korpri untuk mengakselerasi peningkatan daya saing bangsa,” ujarnya.

Usai apel, kalangan PNS Polres Banyuwangi melanjutkannya dengan acara syukuran. AKBP Bastoni Purnama bertindak sebagai pemotong tumpeng. Potongan nasi yang dibentuk gunungan kecil itu lantas diberikan kepada perwakilan pensiunan PNS Polri H Saiful Ishaq.

Menurut Nurul Rosidah, dalam HUT Korpri ke-44 kalangan PNS Polres Banyuwangi juga membagikan 11 tali asih kepada mantan senior mereka. Tali asih itu berupa hadiah paket sembako dan sejumlah uang. Secara simbolis penyerahan tali asih itu diberikan kepada Cuk Waluyo.

“Beberapa hari lalu kami juga menggelar donor darah. Rangkaian HUT Korpri tahun ini juga kita peringati dengan acara bersih-bersih mako,”kata Baurmin Polres Banyuwangi yang didaulat menjadi ketua panitia. (bwi/mbah heru)

 

 

Balapan Motor Liar Sambil Taruhan

30 motor liarTribratanewsJatim.com: Balapan motor liar seolah tak bisa dipisahkan dengan praktek perjudian. Kasus ini berhasil diungkap jajaran Polsek Srono – Polres Banyuwangi, Jawa Timur yang menangkap dua pejudi balap liar di Jalan Raya Sukonatar, Senin (30/11/2015) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Pelaku yang diamankan sebagai petaruh Dio Agus Santoso (22) asal Desa Bagorejo, Kecamatan Srono dan  M. Imron Rosadi (19) warga Dusun Toyamas, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran. Keduanya diamankan petugas di lokasi balap liar.

“Satu unit sepeda motor Yamaha Fiz milik pelaku kami amankan. Kami juga menemukan uang taruhan Rp 500 ribu,” kata Kapolsek Srono AKP Ali Masduki.

DIjelaskan, dini hari itu keduanya sama-sama bertaruh atas keahlian para joki motor yang beradu tangkas di jalanan. Ulah dua pejudi ini dikuatkan dua saksi yang ikut dimintai keterangan penyidik.

Saksi pertama bernama Edy Purwanto, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Wongsorejo ini berperan sebagai pemegang uang taruhan. Statusnya masih saksi karena mengaku tidak ikut bertaruh.

Satu saksi lain yang juga diperiksa adalah joki balap liar, Septian Eko, warga Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring. Kepada penyidik mengaku tidak ikut serta dalam pertaruhan itu.

Sejauh ini hanya dua pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka. Menurut Ali Masduki, aksi balap liar itu terendus aparat berkat laporan dari warga yang mengaku resah terhadap ulah sekelompok pemuda ugal-ugalan tersebut.

Keluhan itu kemudian ditindaklajuti oleh polisi dengan menggelar patroli. Hasilnya dua pejudi berhasil diungkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Sementara sejumlah pemuda lain yang semula berkerumun di tepi jalan langsung semburat begitu melihat kedatangan aparat. (bwi/mbah heru)

 

Kapolda Jatim: Dikembangkan, Kasus Anarkis di Tambang Emas Tupangpitu Banyuwangi

28 TSK Banyuwangi (baru)TribratanewsJatim.com: Dua pelaku yang diamankan anggota Jatanras, Ditreskrimum Polda Jatim dalam kasus kerusuhan tambang emas PT Bumi Suksesindo (BSI) di Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur ternyata sebagai otak kerusuhan.

Kedua pelaku yang kini diperiksa intensif di Ditreskrimum Polda Jatim adalah JT (19) dan SU (45) keduanya warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

“Pemeriksaan sementara, kedua pelaku sebagai otak. Itu sementara lho ya, nanti akan bisa berkembang lagi,” ujar Kapolda Jatim Irjen Drs Anton Setiadj usai mengikuti peringatan HUT KORPRI ke 44 di lapangan Kodam V Brawijaya, Senin (30/11).

Dalam kerusuhan ini, tersangka tidak hanya dua orang saja, melainkan banyak orang yang akan diperiksa. Namun itu semua akan disimpulkan setelah pemeriksaan kedua tersangka. “Siapa saja yang diajak dan sasarannya untuk apa. Kan semua harus dikembangkan lebih dulu,” lanjut Kapolda Jatim.

26 Kapolda n PangdamTermasuk penyandang dana dalam kerusuhan itu? “Semua nanti akan dicari,” tandasnya.
Jenderal Polisi berbintang dua itu mengatakan, siapa saja yang terlibat dalam kerusuhan dengan dilakukan secara anrakis di tambang emas PT BSI ditindak tegas. Karena dalam kasus ini ada pelapor (PT BSI) yang nota bene mengantongi izin tambang. “Polisi bukan mengamankan tambang. Tapi melakukan pengamanan saat kerusuhan itu terjadi sekaligus pasca kerusuhan,” tegas Anton Setiadji.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol RP Argo Yuwono mengatakan, pelaku itu tertangkap melakukan penggerusakan saat menggelar aksi yang menjurus anarkis. Dalam kerusuhan di tambang PT BSI pada Rabu (25/11/2015) lalu, banyak melibatkan orang. “Siapa saja yang terlibat masih dikembangkan. Tentunya dari pemeriksaan dua tersangka ini,” ujarnya. (mbah heru)

Foto: pelaku anarkis di tambang emas Banyuwangi

 

Pengemudi Lamborghini Biayai Anak Korban

30 Anak Korban LambroghiniTribratanewsJatim.com: Keluarga korban kecelakaan maut minta Wiyang Lautner (24) pengemudi Lamborghini nopol B 2258 WM dihukum setimpal, meski pihak Wiyang, warga Pondok Dharmawangsa Surabaya sudah meminta maaf dan memberikan santunan sekaligus menanggung biaya hidup keluarga korban.

Sementara suasana dukah masih menyelimuti keluarga Kuswarijono (51) korban tewas dilokasi kejadian mengalami kecelakaan maut tertabrak mobil mewah Lamborghini, yang terjadi di Jalan Raya Manyar Kertoarjo dekat kantor Samsat Manyar, Surabaya, Minggu (29/11/2015).

Keluarga dan kerabat korban terus berdatangan turut berduka cita ke rumah duka di Jalan Kaliasin Gang III/21 Surabaya. Kelima anak korban ada yang masih berusia belia masih nampak terpukul pasca kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang menimpa orangtuanya (bapak dan ibunya). Kalima anak korban kayaknya tak percaya orangtuanya meninggal dunia secara tragis dan secepat itu. Demikian dijelaskan Hendriati, adik korban.

Korban adalah pedagang kue cum cum di pasar Kembang. Pasangan suami istri (pasutri) biasa berjualan di malam hari dan baru pulang jualan pada pagi hari. Saat peristiwa terjadi, pasutri itu, sebelum pulang, mampir dahulu beli STMJ di jalan Manyar Kertoarjo. Naas saat minum susu inilah, Kuswarijono tewas diseruduk Lamborghini. Sementara dalam laka lantas itu, istrinya mebgalami kritis dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. (mbah heru)

Foto: Indri, anak kedua dari lima persaudara korban

 

Bayi Usia 3 Hari Dibuang Diatap Warung

30 bayiTribratanewsJatim.com: Warga Jalan Gubeng Kertajaya digegerkan penemuan bayi laki-laki berumur 2-3 hari, yang dibuang di atap warung tepatnya di Jalan Kertajaya Gang 15, Surabaya.

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan diatas warung sekitar pukul 05.00 Wib. Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, AKP Lily Djafar juga membenarkan tentang penemuan bayi yang dibuang di kawasan Jalan Ketajaya tersebut. “Bayi yang dibuang orang tuanya itu dalam kondisi sehat, setelah ditangani Polsek Gubeng, Kemudian dititipkan ke RSUD Soetomo Surabaya.” katanya.

Setelah dirawat di RSUD Soetomo Surabaya, kondisi bayi malang ini cenderung membaik, dan oleh pihak rumah sakit diberi nama Riski Nurrahmad, Senin (30/11/2015). (mbah heru)

Tak Berpenumpang, Angkutan Umum Nyemplung Sungai

30 Bemo nyempulng sungaiTribratanewsJatim.com: Bemo Jurusan Joyoboyo-Lakarsantri yang dikendarai Suyono (53) Warga Balong Dinding Menganti Gresik, Jawa Timur masuk Sungai di Taman Pondok Indah (TPI) Wiyung, Senin (30/11/2015). Beruntung tidak ada korban nyawa, hanya sopir terpaksa mandi lumpur.

Saksi mata mengatakan di lokasi kejadian, sebelum masuk sungai, tida ada penumpangnya, bemo Lyn melaju dari arah Barat ke Timur menuju Terminal Joyoboyo. Sampai di lokasi, menabrak pembatas jalan lalu bemo masuk ke sungai. Beruntung bemo dengan Nopol L1158 VY i tidak mengangkut penumpang.

“Kemungkinan karena sopirnya sudah tua atau mengantuk, jadi pandangannya berkurang. Sopir juga hanya mengalami luka ringan dan berhasil di evakuasi warga,” katanya.

Bemo yang kenyemplung sunagi, akhirnya berhasil dievakuasi menggunakan mobil PMK sekitar pukul 10.45 Wib.” Sedang sopirnya usai ditolong warga dibawa ke Mapolsek Wiyung untuk mandi, karena sekujur tubuhnya banyak lumpur termasuk kendaraan bemonya, ” Kompol Haryono, Kapolsek Wiyung – Polrestabes Surabaya. (mbah heru)

 

Wapres RI: Tindak Tegas, Jika Ada yang Gunakan Fasilitas Negara Untuk Kepentingan Kampanye Pilkada

30 Korpri 44TribratanewsJatim.com: Surabaya menjadi tuan rumah HUT ke 44 Korpri tahun 2015 tingkat nasional, sejalan dengan peringatan Hari Pahlwaan 10 Nopember 2015. Kebetulan peringatan Korpri berlangsung di lapangan Kodam V Brawijaya, Senin (30/11/2015) dengan Inspektur upacara (irup) Wakil Presdien,Yusuf Kalla.

Sedang Komandan upacara Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Di Jawa Timur mencapai 13.000 anggota Korpri. HUT Korpri sebenarnya jatuh pada 29 Nopember 2015. Namun tanggal tersebut pada hari Minggu, maka pelaksanaan upacara peringatan diselenggarakan 30 Nopember.

Peringatan HUT Korpri tahun ini bertajuk “ Dengan Memperkokoh Netralitas dan Profesionalitas, KORPRI Siap Mensukseskan Nawacita Demi Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat”.

30 korpri 44 1Dengan tema tersebut, senegap anggota Korpri hendaknya memperhatikan tiga hal, Pertama, Korpri yang nantinya akan berubah menjadi Korps pegawai ASN diharapkan mampu menjaga kod etik profesi dan standar pelayanan profesi ASN, serta mewujudkan jiwa Korps ASN sebagai pemersatu bangsa. Selain itu, cegah dan tangkal setiap potensi ancaman, gangguan dan hambatan yang akan memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Contoh masalah terorisme.

Kedua, jajaran Korpri diharapkan terus meningkatkan profesionalitas dengan terus meningkatkan kecerdasan intelektual serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual, antara lain dengan lebih memahami nilai nilai Revolusi Mental dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan sehari hari , yakni nilai integritas, etos kerja dan gotong royong.

Ketiga, terkait netralitas KORPRI dalam pesta demokrasi, khususnya pemilu Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang bakal digela pada 9 Desember 2015. “ Kami mengharap tetap menjaga netralitas serta tidak menggunakan fasilitas pemerintah untuk kepentingan kampanye Pilkada. Dan bagi yang melanggar akan diberi sanksi tegas mulai dari sanksi disiplin sampai berat, yakni penghentian tidak dengan hormat,” tandas Yusuf Kalla.

30 KORPRI ke 44Peringatan itu juga dimeriahkan oleh tarian tradisional melibatkan 1.000 penari. Tarian tradisonla ini dinamai “gandrung sewu” dari Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Selaon tarian ini, turut tampil juga drum band dari Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya.

Sejak tahun 2014 telah diterbitkan UU nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) Korpri, organisasi beranggotakan 4.517 juta PNS, akan bertrasformasi menjadi korp profesi aparatur sipil negara RI.

Berbagai tantangan masa depan semakin kompleks dan dinamis menunggu di depan mata. “ Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut dibutuhkan aparatur sipil negara yamg tangguh dan profesional,” kata Wakil Presiden di HUT Korpri.

Untuk itulah, Korpri sebagai organisasi profesi yang mewadahi para pegawai ASN harus mampun menjadi motor penggerak untuk melakukan percepetan reformasi birokrasi menuju terwujudnya birokrasi yang bersih dan akuntabel, efektif, efisien serta memiliki pelayanan publik yang berkualitas. (mbah heru/boby)

Foto: Kegiatan pada HUT KORPRI ke 44 Tahun 2015 berlangsung di Lapangan Kodam V Brawijaya. Wakil Presiden bertindak sebagai Yusuf Kalla. (boby)