Pelaksanaan Rehabilitasi, Tunggu Kebijakan Pemerintah dari BNN

Firmansya 1TribratanewsJatim.com: Kabid Rehabilitasi BNNP Jatim, AKBP Firmansyah mengatakan, pihaknya akan segera menandatangani MOU pelaksanaan rehabilitasi dengan lembaga rehabilitasi instansi pemerintah di Jawa Timur.

Dengan demikian, program rehabilitasi bisa berjalan secara maksimal dan tepat sasaran, sesuai target yang telah ditentukan. “SPN dan Pusdik Gasum belum tentu menjadi rujukan tempat rehabilitasi BNNP Jatim pada tahun 2016. Kami sambil menunggu kebijakan dan perintah dari BNN,” katanya.

Hal itu terkait pada awal tahun 2016 menjadi titik tumpu Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur untuk membuat gebrakan dengan beragam programnya.

Kali ini, BNNP Jatim melakukan rapat kerja dan koordinasi bersama lembaga rehabilitasi instansi pemerintah. Raker dan Rakor melibatkan 30 perwakilan lembaga rehabilitasi instansi pemerintah tingkat Jawa Timur.

Sementara Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Sukirman mengatakan, Raker dan Rakor digelar agar seluruh lembaga rehabilitasi instansi pemerintah memprioritaskan kualitas pelaksanaan rehabilitasi.

“Untuk itu, pelaksana rehabilitasi harus memahami program-program rehabilitasi dengan benar sehingga dapat melaksanakan kegiatan sesuai standard dan anggaran yang ada,” kata Brigjen Pol Sukirman, Sabtu (30/1/2016). (bj/mbah heru)

Foto: Firmansyah

Semalam, Kebakaran Hebat Akibatkan Satu Tewas

31 Kabakaran satu tewasTribratanewsJatim.com: Semalam, kebakaran hebat terjadi di rumah kos milik Yola di Jalan Kendangsari Blok F 27 Surabaya, Sabtu malam Minggu (30/1/2016) sekitar pukul 23.30 WIB. Peristiwa ini mngakibatkan penghuni kos, Nila (50) meninggal dunia.

Saksi mata yang juga kos di tempat tersebut menjelaskan, sebelumnya sempat terdengar suara ledakan dari lantai bawah dan saat di cek api sudah menyebar. Mengetahui kobaran api, saksi langsung loncat pergi dari lantai 2 sambil membawa putranya. Api dengan cepat membakar bagian bawah rumah dan sebagian lantai dua.

31 bakarApi dapat dipadamkan, setelah satu jam mengerahkan 8 unit pemadaman kebakaran dari PMK Rungkut, Pasar Turi dan Sier.

Kapolsek Tenggilis, Kompol Mujito menerjunkan anggota Unit 822 serta 902 untuk mengamankan TKP. “Korban dibawa ke Rumah Sakit dan asal usul kebakaran masih dalam prosen penyelidikan,” kata Kompol Mujito. (tbs/mbah heru)

 

Pelajar Kediri Jadi Pelopor Keselamatan Berlalulintas

30 uljj lantas kediriTribratanewsJatim.com: Untuk menekan angka kecelakaan di jalan dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan oleh Polres Kediri. Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres berupaya melakukan kampanye keselamatan dan tertib berlalulintas di jalan.

Untuk itu, Satlantas Polres Kediri, kali ini menggandeng murid SMAN 2 Pare Kabupaten Kediri untuk menjadi pelopor keselamatan berlalulintas. Para pelajar tingkat menengah ke atas ini, Rabu (27/1/2016) mendapatkan pengarahan serta pelatihan dari anggota Satlantas Polres Kediri.

Pengarahan yang diberikan langsung oleh Kanit Dikyasa Polres Kediri Ipda Ketut, bahaya tidak tertib berlalulintas. Karena, kecelakaan di jalan raya akibat para pengendara lantaran terpengaruh minuman keras dan ugal ugalan di jalan raya. Selain itu, mengunakan handphone saat berkendara.

“Saat berkendara patuhi tata tertib berlalulintas dan pahami rambu-rambu lalulintas. Untuk itu jangan kebut-kebutaan, “tutur Kasat Lantas Polres Kediri AKP M Bobby Probandono melalui Kanit Dikyasa Ipda Ketut.

Para pelajar ini juga mendapatkan pengarahan rambu-rambu lalulintas. Untuk menjadi pelopor keselamatan berlalulintas, para pelajar Satlantas mendapatkan hadiah helm dari Satlantas Polres Kediri. Helm yang diberikan itu juga disematkan sampai berbunyi klik. “Kalau memakai helm yang standar SNI . Dan pastikan bunyi klik, “jelas Ipda Ketut. (kdr/mbah heru)

Marak, Begal dan Palak di Kediri

30 begal kediriTribratanewsJatim.com: Simpang Lima Gumul (SLG) yang biasanya buat nongkrong kaum muda mudi di wilayah Kabupaten Kediri, telah terjadi pemalakan oleh gerombolan anak muda terhadap pengunjung yang lengah.

Informasi yang dihimpun, karena banyaknya tukang palak dan begal di SLG menjadikan Polres bertindak cepat. Alhasil, polisi meringkus dua orang begal yakni Jinal Arifin (19) dan Heri Prasetya (21) yang sama-sama berasal dari Desa Sidorejo Pare. Mereka di ringkus karena telah memalak Ahmad Jazuli (22) warga Desa Kebonagung Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar yang itu berpacaran di area SLG. ” Mereka beraksi sebanyak 5 orang, akan tetapi yang 3 masih DPO,” ujar KBO Reskrim Polres Kediri Iptu Panggayuh, Selasa (26/1/2016).

Panggayuh menambahkan untuk pelaku Jinal sudah melakukan sebanyak 4 kali.Dan mereka setiap aksi mendapatkan uang bervariasi.” Kadang satu orang nya bisa Rp 25 ribu hingga Rp100 ribu,” ujarnya.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan yakni, sepeda motor sebagai sarana dan jaket sweeter dan uang ratusan ribu rupiah turut diamankan.” Dari korban, pelaku memalak sampai Rp 500 ribu. Pelaku juga meminta secara paksa, ” lanjutnya.

Sementara itu pelaku dalam memalak korban disertai dengan ancaman. Bahkan setiap pelaku hampir semuanya juga memukul untuk mendapatkan uang. Perbuatan pelaku ini layaknya begal. ” kami masih melakukan pengejaran terhadap tersangka tersangka lain yang saat ini masih melarikan diri ” tambah Kbo Serse. ( kdr/mbah heru)

Ruko Milik Satpol PP Diseruduk Bus, Kerugian Rp 100 Juta

30 rem blong bwiTribratanewsJatim.com: Bangunan ruko milik Sulhan di Desa/Kecamatan Siliragung rusak berat diseruduk Minibus Kasto nopol P 330 UZ yang dikemudikan M. Anwar (47), warga Kampung Melayu, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, sekitar pukul 15.00 WIB, Sabtu (30/1/2016).

Memang tidak ada korban nyawa dalam kecelakaan ini. Sang sopir maupun kernet bus selamat. Tapi kondisi kendaraan angkutan penumpang itu ringsek seperti bangunan ruko yang mengalami rusak berat. Versi awak bus, peristiwa ini terjadi akibat rem yang blong.

Kapolsek Siliragung Polres Banyuwangi langsung datang ke lokasi kejadian begitu mendengar insiden ini. Awak bus dan sejumlah saksi dimintai keterangan untuk mengumpulkan data. Kasus ini kemudian diserahkan penanganannya ke Unit Lantas Polsek Gambiran.

“Kasus ini dalam penanganan aparat. Apakah benar akibat rem blong atau pengemudi yang mengantuk masih kita selidiki,” jelasnya.

Untuk memperdalam penyelidikan aparat juga menggelar olah TKP. Bus Kasto yang ringsek juga dicek aparat untuk menilai kelayakannya. Aparat bahkan memeriksa surat angkutan darat tersebut untuk memastikan masa berlakunya.

“Surat-surat lengkap. Tapi sopir kita amankan sementara untuk dimintai keterangan. Penyelidikan kasus ini tengah berjalan. Butuh ketelitian kesaksian ahli yakni Dishub agar melakukan pemeriksaan kendaraan guna memastikan apakah bus itu layak jalan atau tidak,” tukas AKP Bakin.

Musibah  itu menimpa Bus Kasto saat mendekati pemberhentian terakhir di Pasar Pesanggaran usai menempuh perjalan jauh dari Situbondo. Kala itu penumpang tersisa satu orang. Menurut AKP Bakin, sang penumpang itu langsung menghilang pasca musibah terjadi.

“Kita cari untuk dimintai kesaksian tidak ada. Agaknya dia ketakutan, padahal kita butuh keterangannya untuk memperjelas peristiwa kecelakaan ini,” tambahnya.

Imbas dari musibah ini Sulhan menderita kerugian Rp 100 juta. Anggota Satpol PP Kecamatan Siliragung tersebut tak menyangka bangunan rukonya bakal disasak bus mini. Mengenai penanganan perkaranya dia mengikuti proses penyelidikan yang dijalankan aparat. (bwi/mbah heru)

Polsek Kras Kediri Gelar Polsanak

30 kediriTribratanewsJatim.com: Polsek Kras Polres Kediri menggelar Open House Polisi Sahabat Anak (Polsanak) bersama murid TK Paud Bunga Mulia. Upaya itu dilakukan memberikan pembelajaran tertib lalu lintas sejak usia dini dan mendekatkan polisi dengan anak.

Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan oleh Kanit Binmas Polsek Kras Aiptu Budairi. Dalam kegiatan yang belangsung di Mapolsek Kras itu, anak-anak mendapatkan materi pengenalan tentang macam-macam fungsi yang ada di Kepolisian dan pengenalan rambu rambu lalu lintas.

Kegiatan tersebut membuat anak-anak senang, gembira ria sambil bermain, belajar bersama anggota Kepolisian dan para guru sehingga menghilangkan kesan bahwa polisi itu menakutkan, Kamis (28/1/2016) pagi.(kdr/mbah heru)

Dua Pelaku Tertangkap, Uang Palsu Gagal Beredar di Masyarakat

15 bb onlineTribratanewsJatim.com: Sagimin, pegawai negeri sipil (PNS) warga Jalan Batin Tikal Kabupaten Bangka Selatan, pembawa uang palsu tertangkap di Terminal I Bandara Internasional Juanda Surabaya Sidoarjo, Jawa Timur.

 “Saat kami periksa, ternyata Sagimin itu pekerjaannya seorang pegawai negeri sipil sebagai Sekcam (Sekretaris Kecamatan) di Bangka Belitung,” kata Letnan Satu (Lettu) Syaiful Anam Kepala Urusan Penyelidikan Kriminal Denpomal Juanda, Sabtu (30/1/2016).

Uang palsu yang diamankan sebesar Rp 109.550.000, terdiri uang Rp100 ribu sebanyak 1022 lembar, dan uang Rp 50 ribu sebanyak 14700 lembar.

Sagimin dan Boiran, warga Dusun Krajan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur ditangkap petugas Bandara Juanda, Avsec (Aviation Security) dan Denpomal Juanda sekitar 06.30 WIB, ketika menjalani pemeriksaan X-ray barang calon penumpang.

Diduga kedua pelaku merupakan komplotan pengedar uang palsu di Pangkal Pinang. Sebab, Sagimin merupakan orang suruhan NH (DPO) yang ada di Pangkal Pinang. Sagimin berangkat ke Jember untuk bertemu dengan SL (saudara NH, red) selaku pemasok uang palsu.

Sesampainya di Jember, Sagimin bertemu dengan Boiran yang diduga sebagai orang kepercayaan SL. “SL minta Boiran agar ikut dengan Sagimin, untuk mengantarkan uang sampai bertemu dengan keponakannya NH yang ada di Pangkal Pinang,” ujar Syaiful Anam.

Sementara, Sagimin berdalih dirinya hanya orang suruhan untuk membawa uang palsu dari Jember. “Saya disuruh untuk ambil uang yang ada di Jember. Nanti uang itu buat mainan di Pangkal Pinang,” kata Sagimin. Hal senada dikatakan oleh Boiran yang mengaku dimintai tolong untuk mengantarkan uang mainan ke Bangka Belitung. Kedua pelaku dijerat Pasal 244 junto Pasal 245 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara karena terbukti membawa uang palsu. (ss/mbah heru)

Jaringan Pengedar Narkoba Dibongkar, 50.000 Pil Koplo Disita

30 pil koplo kdiriTribratanewsJatim.com: Empat warga Kebupaten Kediri terlibat pelaku pengedar narkoba tertangkap. Mereka masing masing Pranoto (29) penjual es warga Dusun Gambang Desa Karangrejo Kecamatan Ngasem, Slamet Agus Winarto (39) tukang selep warga Dusun Tawangsari Desa Karangrejo Kecamatan Ngasem, Hari Mardiyanto (35) warga Kelurahan Balowerti dan Muhammad Dian Nun Nafi alias Dani (27) warga Desa Ngreco Kecamatan Kandat.

Saat ini, pelaku menjalani pemeriksaan di unit Satreskoba Polres Kediri. Keempat pelaku ini diringkus lantaran mengedarkan narkoba jenis pil dobel L. Dari tangan keempat pelaku ini polisi menyita 50 ribu butir pil koplo dobel L.

Kapolres Kediri AKBP Akhmad Yusep Gunawan melalui Kasat Narkoba AKP Siswandi mengatakan, penangkapan 4 pelaku pengedar narkoba ini bermula dari hasil penyelidikan. Dari hasil rangkaian penyelidikan itu, pihaknya meringkus Pranoto. “Awalnya kami menangkap Pranoto di rumahnya. Dari tangan Pranoto kami menemukan 913 butir pil dobel l di simpan di lemari kamar tidurnya, “jelas AKP Siswandi.

Polisi yang melakukan pengembangan dan menginterogasi akhirnya berhasil membongkar jaringan pengedar narkoba. Pranoto yang menjual ke Slamet Agus W langsung diringkus. Slamet yang saat itu berada di rumah ditangkap dan menemukan barang bukti 70 butir dari saku celananya.

“Pranoto menjual ke Slamet, 80 butir seharga Rp 50 ribu. Kami juga menangkap atasnya Pranoto yakni Hari alias Keceng. Kami menyita 1.200 butir pil dobel L, “ungkap Kasatnarkoba.

Hari menjual pil kepada Pranoto 1000 butir seharga Rp 300 ribu. Hari meraup untung Rp 50 ribu. Sementara itu, petugas kembali meringkus Dani di jalan raya Desa Tepus Kecamatan Ngasem. Petugas yang melakukan penggeledahan di rumah Dani menemukan 47 ribu butir di simpan di kandang ayam. “Dani mengaku sebagai kurir. Hari membeli barang ke Dani 1000 butir Rp 250 ribu , “ lanjutnya, Senin (25/1/2016) lalu.

Keempat pelaku pengedar pil dobel l ini menurut AKP Siswandi masih dalam pemeriksaan untuk mengembangkan kasusnya. Pihaknya masih memburu jaringan pengedar narkoba lainnya. “Narkoba itu merusak generasi bangsa. Untuk itu kami memberantas peredaran narkoba, “tandasnya. (kdr/mbah heru)

Luar Biasa, Kapolres Kediri Beri Penghargaan 115 Anggota

30 YAKBP Yusef Beri PenghargaanTribratanewsJatim.com: Mungkin ini kali pertama terjadi di jajaran Polda Jatim. Sekitar 115 anggota Polres Kediri menerima penghargaan dari Kapolres Kediri AKBP Akhmad Yusep Gunawan,. Para anggota yang menerima reward itu telah bekerja dengan maksimal dan memberikan loyalitas serta dedikasi tinggi kepada kesatuan Polres Kediri.

Pemberian penghargaan kepada anggota Polres Kediri, Bhayangkari, PNS dan PHL ini dilaksanakan di halaman Belakang Mapolres Kediri. Penghargaan ini diberikan kepada Wakapolres Kediri, seluruh  kepala satuan fungsi di Polres Kediri dan perwakilan dari Polsek jajaran.

Selain itu, Bhayangkari dan PNS serta PHL turut menerima reward dari Kapolres Kediri AKBP Akhmad Yusep Gunawan.

AKBP Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, bagi anggota yang menerima penghargaan agar semakin ditingkatkan kinerjanya. “Saya harap Penghargaan ini bisa memberikan motivator bagi anggota yang lain. Karena semua ini bukanlah kebetulan namun kinerja yang baik dan benar serta loyalitas dan dedikasi rekan rekan sekalian,” kata Yusep Gunawan.

Anggota yang berprestasi meliputi pengungkapan kasus 3C, judi, tabrak lari, pelayanan prima kepada masyarakat serta dedikasi dan loyalitas tinggi.”Tolong prestasi ini dipertahankan dan semakin ditingkatkan,“ ujar Kapolres Kediri, Selasa (19/1/2016) pagi. (kdr/mbah heru)

Polisi Bekuk Dua Budak Sabu

30 sabu kediriTribratanewsJatim.com: Anggota Buser Satreskoba Polres Kediri, meringkus dua pengguna sabu-sabu di jalan Sooko Gang Anjasmoro Desa/Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri. Kedua pelaku Yorga Febrian Hidayat alias Brodin (27) warga Jalan Sooko Gang Anjasmoro Desa/Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri dan Adi Rahmawanto alias Mumbluk (28) warga Dusun Kecik Desa Keling Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri.

Dari tangan kedua pelaku ini petugas menemukan 2 plastik sabu-sabu seberat 3,58 gram SS, Minggu (24/1/2016) dan sampai Sabtu (30/1/2016) polisi terus pengembangkan kasus itu.

Informasi yang dihimpun, penangkapan kedua pelaku ini bermula dari hasil penyelidikan petugas. Kedua pelaku yang mengaku pekerjaannya sopir ini diringkus di pinggir jalan hendak pesta sabu sabu. “Pelaku rencananya akan mengantar sabu sabu ke temannya. Namun saat kita kembangkan pelaku kabur dan saat ini masih kita lakukan pengejaran, “tutur Kapolres Kediri AKBP Akhmad Yusep Gunawan melalui Kasat Narkoba AKP Siswandi.

Pelaku yang di gelandang ke Mapolres Kediri dan dimintai keterangan mengaku mendapatkan barang tersebut dari temannya. Menurutnya pemasok sabu sabu itu dari mantan tahanan lapas Madiun. “Kedua pelaku ini mendapatkan barang dari temannya,“ lanjutnya.

Dari pengakuan Yorga, mengkonsumsi narkotika jenis sabu sabu untuk pekerjaannya sebagai sopir. Ia di kenalkan mendapatkan sabu sabu oleh temannya juga sopir. “Saya ditawari kalau teman saya punya kenalan di  Madiun yang bisa memasok sabu sabu, “aku pelaku.(kdr/mbah heru)