Polisi Buru Perampok Bersenjata Api di Gudang Cat Altex Kediri

27btkp rampok ngasem kediriTribratanewsJatim.com: Kawanan perampok beraksi di Gudang cat Altex, Jalan Doroputih 88, Dusun Balong, Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa (27/102015) sekitar pukul 04.00 WIB. Korban Roni wijaya (32) pimpinan Cabang Gudang Altex,  Jalan Penjaringan Sari Palm Indah IV NR /556 Surabaya.

Aksi perampokan itu, polisi menginterogasi saksi Ahmad Hasanudin (29) satpam, warga Dusun Bagol, Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan,  Kabupaten Kediri dan Sigit Fitrani (30) satpam, warga Dusun Mitiran, Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Kronologi  pagi itu saksi 1 Ahmad Hasanudin mendengar pagar gudang ada yang mengetok, kemudian pagar dibuka. Setelah dibuka ada seseorang mengaku bernama Heru dari anggota Sub Sektor Ngasem mencari karyawan bernama Jatmiko.

Selanjutnya Ahmad  menjawab tidak ada, lalu pelaku berikut teman-temannya yang diketahui 3 orang laki-laki langsung mendorong Ahmad. Kemudian pelaku menodong senjata api. Selanjutnya Ahmad dan Sigit langsung diikat kedua tangannya, mata dilakban dan dikerudungi dengan menggunakan jaket.

Kedua saksi itu dimasukan ke ruang penjagaan satpam. Selanjutnya pelaku masuk ke dalam kantor melalui pintu kaca utama dengan cara merusak dan mencongkel. Begitu berhasil, komplotan perampok bersenpi itu masuk ke lantai dua dan merusak pintu tempat brankas. Saat berhasil merusak pintu brank[image_slider]
[image_items link=”LINK_IMAGE” source=”IMAGE_SOURCE”] Description [/image_items]
[image_items link=”LINK_IMAGE” source=”IMAGE_SOURCE”] Description [/image_items]
[image_items link=”LINK_IMAGE” source=”IMAGE_SOURCE”] Description [/image_items]
[/image_slider]as, pelaku  mengambil dua brankas kecil,  satu brankas berisi faktur dan untuk brankas yang agak besar berisi uang sekitar 60 juta dan berisi dokumen 60 BPKB  sepeda motor dan  20 ijasah S1 dan 60 ijasah SLTA milik karyawan.

Berhasil mengambil harta itu, kemudian pelaku masuk ke ruangan lain dengan cara merusak pintu untuk mengambil Receiver CCTV. Setelah berhasil, semua pelaku keluar meninggalkan lokasi kejadian dan mengunci pagar dari luar. Sekira pukul 06.30 wib, para saksi berhasil melepas tali ikatan dan berteriak minta tolong.

Peristiwa itu segera dilaporkan dan polisi mendatangi TKP untuk melakukan olah TKP dipimpin Kasat Reskrim, KBO Satreskrim, Kapolsek Gampengrejo, Kanit Reskrim Polsek Gampengrejo, Unit Identifikasi, Piket Reskrim dan anggota Opsnal Satreskrim. Kemudian
mengamankan barang bukti dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi. (mbah heru)

Foto: saat polisi melakukan olah TKP di lokasi perampokan

Tim Anti Bandit Polres Situbondo Bekuk Penjahat Antar Provinsi Pecah Kaca di 11 TKP

27 Situbondo TSK pecah kacaTribratanewsJatim.com: Tindak kejahatan disertai pemberatan (curat) dengan modus pecah kaca yang belakangan sempat meresahkan warga Situbondo, Jawa Timur, berhasil diungkap anggota Tim Bandit Polres Situbondo.

Kapolres Situbondo AKBP Puji Hendro Wibowo, SH. SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Riyanto dan Kasubbag Humas Ipda Nanang serta Kasi Propam Ipda Nuri, Senin (26/10/2015) mengatakan,  keberhasil itu berdasarkan informasi dari masyarakat. Awalnya Tim Bandit Polres Situbondo, setelah menerima informasi segera memburu pelaku pecah kaca mobil. Berkat kerja keras, akhirnya berhasil menangkap tersangka berinisial  ABD als EPN (38)  warga Sumbawa bersama rekannya berinisial RA (21). Mereka ini sama sama penggangguran yang berdomisili di Desa Kendit Barat, Kecamatan Kendit,  Kabupaten Situbondo.

27 Kapolres situbondoBarang bukti yang berhasil diamankan dari tangan tersangka berupa  sepeda motor Yamaha Mio, notebook merk Acer, Tablet Samsung, camera LSR merk Canon type EOS 1100 D  dan gelang emas seberat 10 gram.

Komplotan bandit curat modus pecah kaca mobil ini merupakan pelaku lintas Provinsi diantaranya,  Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali  dan Jawa Timur. Dari hasil pengembangan kedua tersangka mengakui setiap aksinya bersama rekannya  berinisial H ( saat ini DPO ) sudah beraksi di 11 TKP di wilayah Hukum Polres Situbondo. (mbah heru)

Foto: Kapolres Situbondo dan kedua tersangka

 

Polda Jatim Amankan 4 Mobil dan Uang Rp 500 Juta Milik Kades Selok Awar Awar Lumajang

26 Kabid dan BB Mobil KadesTribratanewsJatim.com:  Tim penyidik Polres Lumajang di-back-up Polda Jatim bukan hanya menangani kasus pembunuhan Salim Kancil dan penganiayaan Tosan. Namun tim penyidik juga berhasil menyita 4 mobil milik HR, Kapala Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang diduga keras menjadi aktor intelektual “Kasus Lumajang”.

Penyitaan 4 mobil jenis Toyota Rush, Nissan Evalia, Fortuner dan Avanza, ini ditangani oleh tim penyidik Tindak Pidana Penyucian Uang (TPPU) Ditreskrimsus Polda Jatim. Sampai sekarang barang bukti 4 mobil itu diamankan di Mapolda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes R.P Argo Yuwono, Senin (26/10/2015)  mengatakan, selain mobil milik Kades Hariyono diamankan untuk barang bukti, penyidik juga melakukan pemblokiran rekening tersangka Hariyono, yang ada di bank itu. Buku rekening itu berisi Rp 500 juta.

Kerja keras tim penyidik selalu membuahkan hasil yang diharapkan, mengingat kasus di Lumajang itu mencuat dan menjadi perhatian publik termasuk Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). “ Yang jelas kami tidak main main untuk sesegera mungkin menuntaskan kasus di Lumajang dan kasus yang satu ini juga mendapat prioritas Kapolda Jatim (Irjen Pol Anton  Setiadji),” ujar Argo-sapaan akrabnya.

26 BB Kades 14 Berkas Dikirim Ke Kejari

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, kasus ilegal minning dengan LP.A/169/IX/2015/Jatim/Res Lumajang tertanggal 29 September 2015 berdasarkan hasil penyidikan dilakukan splitzing  menjadi 4 berkas yang sudah dikirim kepada Kejari Lumajang.

Pertama, berkas perkara tersangka Kades Hariono selaku pengelola dijerat pasal 158 dan atau 161 UU No 4 tahun 2009 tentang Minerba.

Kedua, berkas perkara melibatkan 2 tersangka berinisial EH alais Reza (peran pemilik alat berat) dan KR (teknisi alat berat) dijerat pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tentang Minerba Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Ketiga, berkas melibatkan 3 tersangka berinisial HK (juga terlibat kasus pembunuhan Salim alias Kancil), tersangka berinisial MS (juga terlibat kasus pembunuhan Salim Kancail dan penganiayaan terhadap Tosan). Dan tersangka berinisial YS. Mereka dijerat pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tentang Minerba Jo pasal 55 ayat (1) ke I KUHP.

Keempat, berkas perkara  melibatkan 7 tersangka berinisial WT (juga terlibat pembunuhan Salim Kancil dan penganiayaan Tosan), HD ( juga terlihat pembunuhan dan penganiayaan), DD (juga terlibat penganiayaan), RH (tersangka baru), EK (tersangka baru), SS (tersangka baru)  dan HM (tersngka baru). Mereka dijerat pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tentang Minerba Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (soleh/mbah heru)

Foto: Kabid Humas Polda Jatim saat cek barang bukti mobil Kades Hariono yang disita untuk proses penyidikan

 

Berkas TPPU Kades Hariyono Dilimpahkan, 4 Mobil Jadi Barang Bukti

13 mobil KadesTribratanewsJatim.com:  Tim penyidik Polres Lumajang di-back-up Polda Jatim bukan hanya menangani kasus pembunuhan Salim Kancil dan penganiayaan Tosan. Namun tim penyidik juga berhasil menyita 4 mobil milik Hariyono, Kapala Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang diduga keras menjadi aktor intelektual “Kasus Lumajang”.

Penyitaan 4 mobil jenis Toyota Rush, Nissan Evalia dan Fortuner dan Avanza, ini ditangani oleh tim penyidik Tindak Pidana Penyucian Uang (TPPU) Ditreskrimsus Polda Jatim. Sampai Kamis (22/10/2015) barang bukti 4 mobil diamankan di Mapolda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes R.P Argo Yuwono mengatakan, selain mobil milik Kades Hariyono diamankan untuk barang bukti, penyidik juga melakukan pemblokiran rekening tersangka Hariyono, yang ada di bank itu.

13 BB mobil Kades 1Kerja keras tim penyidik selalu membuahkan hasil yang diharapkan, mengingat kasus di Lumajang itu mencuat dan menjadi perhatian publik termasuk Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). “ Yang jelas kami tidak main main untuk sesegera mungkin menuntaskan kasus di Lumajang dan kasus yang satu ini juga mendapat prioritas Kapolda Jatim (Irjen Pol Anton  Setiadji),” ujar Argo-sapaan akrabnya.

4 Berkas Dikirim Ke Kejari

Sementara kasus ilegal minning dengan LP.A/169/IX/2015/Jatim/Res Lumajang tertanggal 29 September 2015 berdasarkan hasil penyidikan dilakukan splitzing  menjadi 4 berkas yang sudah dikirim kepada Kejari Lumajang.

Pertama, berkas perkara tersangka Kades Hariono selaku pengelola dijerat pasal 158 dan atau 161 UU No 4 tahun 2009 tentang Minerba.

Kedua, berkas perkara melibatkan 2 tersangka berinisial EH alais Reza (peran pemilik alat berat) dan KR (teknisi alat berat) dijerat pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tentang Minerba Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

13 Mobil milik Kades LumajangKetiga, berkas melibatkan 3 tersangka berinisial HK (juga terlibat kasus pembunuhan Salim alias Kancil), tersangka berinisial MS (juga terlibat kasus pembunuhan Salim Kancail dan penganiayaan terhadap Tosan). Dan tersangka berinisial YS. Mereka dijerat pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tentang Minerba Jo pasal 55 ayat (1) ke I KUHP.

Keempat, berkas perkara  melibatkan 7 tersangka berinisial WT (juga terlibat pembunuhan Salim Kancil dan penganiayaan Tosan), HD ( juga terlihat pembunuhan dan penganiayaan), DD (juga terlibat penganiayaan), RH (tersangka baru), EK (tersangka baru), SS (tersangka baru)  dan HM (tersngka baru). Mereka dijerat pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tentang Minerba Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (mbah heru)

Foto: mobil Kades Hariono yang disita Polisi

 

Polres Blitar Amankan Mesin Eskavator Penambang Pasir Liar

????????????????????????????????????

TribratanewsJatim.com: Penertiban pertambangan, khususnya tambang pasir di wilayah hukum Polres Blitar Kota yang dilakukan oleh penambang tanpa memiliki ijin usaha pertambangan dari pemerintah dengan menggunakan alat atau mesin (mesin diesel / Eskavator), maka anggota Reskrim Polres Blitar Kota melakukan penertiban menyita barang bukti alat berat berupa Eskavator.

Alat berat Eskavator tersebut disita di wilayah Kecamatan Wonodadi yang sedang melakukan penambangan tidak disertai atau dilengkapi dengan surat ijin usaha pertambangan. Kemudian eskavator tersebut disita dan diamankan di depan Markas Polres Blitar.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes R.P Argo Yuwono ketika dikonfirmasi membenarkan, bahwa hal itu bertujuan agar masyarakat Blitar Raya mengetahui bahwa Polres Blitar Kota dalam menegakkan hukum khususnya tambang illegal dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tranparan, bahwa tambang illegal melanggar Pasal 158 UU No.04 tahun 2009 tentang pertambangan minerba ancaman hukuman paling lama 10 tahun dan di denda 10 milyar rupiah. (mbah heru)

Foto: barang bukti yang disita di parkir di depan Mapolres Blitar

Belum P 21, Berkas Perkara “Kasus Lumajang” yang Dilimpahkan Ke Kejari Lumajang

10 Kabid humas 2TribrataNewsJatim.com: Berkas perkara tindak pidana umum yang ditangani oleh penyidik yang dipimpin Kompol Faruk Afero SH, Kanit IV Premanisme Subdit III Jatanras, Ditreskrimum Polda Jatim telah menetapkan 28 tersangka. Sedang berkas perkara tindak pidana yang ditangani oleh penyidik dari Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus, yang dikomandani oleh AKBP Anjas Gautama menetapkan 13 tersangka ( 6 tersangka dariLP No 142 dan LP 143 serta 7 teersangka baru).

Dari jumlah itu, penyidik melakukan penahanan terhadap 32 tersangka dengan rincian 28 tersangka ditahan di Rutam Mapolda Jatim dan 4 tersangka (Jumanan, Satuwi, Besri dan Tomin) di tahan di Mapolres Lumajang sejak 11 Oktober 2015.

Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan dan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah.

Ceriteranya, bahwa tanah sawah yang berada di area prnambangan pasir di dekat pantai Watu Pecah, Desa Selok Awar Awar, Pasirian, Lumajang, Jawa Timur yang dikuasai Salim alias Kancil (tewas korban kekerasan kaum preman) adalah milik perhutani. Di sini Salim Kancil diketahui juga ikut berperan dalam penambangan pasir dengan menarik uang parkir truk pengangkut pasir yang diparkir di lokasi sawah yang Salim kuasai sebesar Rp 1 juta kepada Kades Hariyono (terakhir Salim menerima Rp 1 juta sekitar Agustus 2015).

Setelah itu, Kades tidak membayar parkir lagi kepada Salim Kancil karena ada pihak Perhutani yang mengatakan kepada Kades Hariyono, bahwa tanah sawah yang diakui milik Salim Kancil sebagai lokasi parkir truk adalah milik Perhutani. Selain itu, Salim juga mengapling tanah milik Perhutani dijadikan lahan pertanian. Kemudian tanah tersebut dijual kepada pihak ketiga. Hal ini, penyidik masih melakukan penyelidikan terkait kebenaran informasi tersebut.

Sebagaimana diketahui, kasus pengeroyokan terhadap korban Tosan yang terjadi di Dusun Krajan II, Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang pada Sabtu (26/9/2015) sekitar pukul 06.30 WIB dan kasus pembunuhan terhadap Salim alias Kancil, warga Dusun itu terjadi hari yang sama dan pukul 08.00 WIB.

30-LumajangLatar belakang peritsiwa itu terjadi adanya perselisihan dua kubu yang Pro dengan penambang pasir (para tersangka atau kelompok 12) dengan yang menolak penambangan pasir (Tosan dan Salim alias Kancil).

Sebelum aksi kekerasan terjadi, polisi pernah menerima laporan: LP/K/268/IX/2015/Jatim/Res Lumajang  tertanggal 10 September 2015. Pelapor Tosan yang melaporkan  Desir atau Madasir dan kawan kawan telah melakukan pengancaman terhadap dirinya (Tosan) dengan menggunakan celurit pada Kamis (10/9/2015) sekitar pukul 21.30 WIB.

Perkembangan penanganan laporan hingga saat ini masih dalam tahap pemeriksaan saksi Tomin, saksi Tinarlap tidak hadir sampai panggilan kedua kalinya. Sedang Budi keberadaannya tidak jelas termasuk tempat tinggalnya (ketiga Tomin, Tinarlap dan Budi adalah yang datyang bersama sama terlapor mendatangi rumah pelapor (Tosan) dan melakukan pengancaman kepada pelapor).

Dasar tiga laporan Pertama LP/142/IX/2015/Jatim/Res Lumajang tertanggal 26 September 2015 korban Tosan. Kedua LP/143/IX/2015/Jatim/Res Lumajang tertanggal 26 September 2015 korban meninggal Salim alais Kancil. Ketiga LP.A/169/IX/2015/Jatim/Res Lumajang tertanggal 29 September 2015.

Didasari atas laporan tersebut, maka berdasarkan hasil penyidikan dilakukan splitzing    menjadi 12 berkas perkara (8 berkas perkara tindak pidana umum dan 4 berkas perkara ditangani penyidik tindak pidana khusus)

Dasar LP/142/IX/2015/Jatim/Res Lumajang terrahggal 26 September 2015 atas nama korban Tosan ini hasil penyidikan dilakukan splitzing menjadi 3 berkas perkara  melibatkan 6 tersangka masing masing Subadri, Siari, Siaman, Slamet, Hedor dan Dodik Hartono. Mereka ini dijerat pasal 170 KUHP.

Perkembangannya, tim penyidik telah mendatangi Tosan di RSUD Syaiful Anwar Malang  untuk dilakukan pemeriksaan.Namun Tosan tidak mau diperiksa penyidik hingga Tosan diijinkan pulang oleh dokter yang merawat. Lalu penyidik berkoordinasi dengan LPSK guna pengamanan terhadap Tosan.

Hasil perkembangan pemeriksaan, bahwa ada tersangka lain yang melakukan pengeroyokan Tosan adalah Jumanan, Satuwi dan Besri. Ketiga pelaku ini di splitzing dalam berkas perkara tersendiri.

Sedang berkas perkara seorang tersangka Suparman alias Parman dijerat pasal 170 Jo 55, 56 KUHP, karena berkelahi dengan Tosan dan Parman menyampaikan dengan kawan kawan lainnya. Kasus ini masih dalam pemberkasan.

Sementara berkas perkara dengan 3 tersangka (Jumanan, Satuwi dan Besri) dijerat pasal 170 Sub 351 Jo 55, 56 KUHP karena melakukan pengeroyokan terhadap Tosan. Ketiga tersangka ini ditahan di Polda Jatim, sejak 11 Oktober 2015.

Kasus LP/143/IX/2015/Jatim/Res Lumajang tertranggal 26 September 2015 korban tewas Salim alias Kancil. Berdasarkan hasil penyidikan dilakukan splitzing menjadi 2 berkas perkara melibatkan 8 tersangka (Harmoko, Rudi Hartono, Ngatiman, Tejo, Edi, Gito, Eli, dan Timartin) dijerat pasal 340 Sub 338 Sub 170 Sub 351 Jo 55, 56 KUHP.

Berkas perkara libatkan 2 tersangka dibawah umur  bernama Ilyas (16) dan Abdul Ajiz (15). Bekas perkara tersangka ini sudah dilimpahkan ke Kejari Lumajang.

Hasil penyidikan terhadap dua laporan masing masing LP 142 dan 143) korban tewas Salim alis Kancil dan korban Tosan menderita luka luka, akhirnya ditemukan fakta perbuatan  tersangka menganiaya Tosan dan pembunuhan terhadap Salim alias Kancil, ini berkas dilakukan splitzing menjadi 3 berkas perkara melibatkan 6 tersangka Madasir, Hendrik, Buriyanto, Farid, Widianto dan Sukit. Teresangka ini dijerat pasal 340 Sub 338 Sub 170 Sub 351 Jo 55,56 KUHP.

30 September Kapolda reles kasus salim kancilSementara berkas perkara libatkan tersangka Kades Pasirian Hariono dijerat pasal 340 Sub 338 Sub 170 Sub 351 Jo 55,56 KUHP dengan korban aniaya Todan dan korban tewas Salim Kancil. Perkas perkara kasus ini sudah dilimpahkan ke Kejari Lumajang masih dalam penelitian pihak JPU.

Sedang berkas perkara melibatkan tersangka Tomin alias Tumin dijerat pasal 340 Sub 338 Sub 170 ayat (1,2) ke 2 Sub 351 ayat (2,3) Jo 65 KUHP dengan korban luka ljuka Tosan dan korban tewas Salim alias Kancil. Tersangka Tomin, sejak 13 Oktober 2015 ditahan di Polda Jatim.

Kemudian LP.A/169/IX/2015/Jatim/Res Lumajang tertanhggal 29 September 2015 berdasarkan penyidikan dilakukan splitzing  menjadi 4 berkas perkara ini melibatkan teresangka Kades Pasirian Hariyono dijerat pasal 158 dan atau 161 UU No 4 tahun 2009 tentang Minerba.

Perkembangan kasus ini penyidik masih memenuhi P 19 Jaksa, di mana petunjuknya agar penyidik memperdalam keterkaitan antara tersangka Hariono dan teersangka lain (yang diberkas tersendiri) terkait kerjasama, operasional dan keuangannya serta melakukan pemeriksaan terhadap pihak Perhutani terkait kepemilikan lahan di area penambangan pasir yang dilakukan  olehpara tersangka.

Berkas perkara dengan melibatkan 2 tersangka  (Eriza Hardy Z alias Reza berperan pemilik alat berat dan khusnul Rofiq selaku teknisi alat berat, dijerat pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tentang minerba Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Kasus ini masih dalam proses sidik dan tahap penyusunan berkas perkara.

Berkas perkara libatkan 3 tersangka (Harmoko teersangka LP 143, Madasir tersangka LP 142 dan LP 143 serta Yoso merupakan tersangka baru.Namun masih dalam tahap pemanggilan ke 3. Sedang berkas pemeriksaan belum selesai.

Berkas perkara libatkan 7 tersangka Hamin, Slamet Susio, Eko, Rudi, Dodik (teersangka LP 142), Hedor (tersangka LP 142 dan 143) , dan Widianto (tersangka LP 142 dan LP 143). Mereka ini dijerat pasal 158 UU No 4 tahun 2009 tenetang Minerba Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Berkas perkara ini masih proses sidik dan tahap penyusunan berkas perkara.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes R.P Argo Yuwono saat dikonfirmasi terkait “kasus Lumajang” menyatakan, berkas perkara yang sudah dilimpahkan ke Kejari Lumajang belum ada yang P 21 alias sempurna.

Jika ada yang sudah sempurna berkas perkara yang dilimpahkan itu, maka penyidik segera melimpahkan tersangka plus barang  bukti ke Kejaksaan.  (mbah heru)

foto: Kabid Humas Polda Jatim dan para tersangka “kasus Lumajang”

 

 

Polres Magetan Tangkap Kepada Desa Bandar Judi Dadu

21 dadutribrataNewsJatim.com: Genderang perang terhadap perjudian terus dilakukan Polres Magetan, kali ini pelaku perjudian dadu bertempat di warung Desa Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten  Magetan, Jawa Timur disergap anggota tim buser Polres Magetan, Sabtu ( 17/10/2015).

Oknum Kepala Desa Soco, Kecamatan Bendo berinisial SY dibekuk tim gabungan Resmob dengan Satreskrim Polres Magetan saat asyik menjadi bandar dadu disebuah warung di Desa setempat.

SY ditangkap bersama empat warga desa soco lainnya yang berperan sebagai penombok berinisial SU, AG, GA dan SU, mereka di gelandang di Mapolres Magetan

Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H melalui Kasubbaghumas Polres Magetan AKP Suwadi BT, S.H  mengatakan, bahwa Polres Magetan selalu berusaha memberantas segala bentuk penyakit masyarakat salah satunya  perjudian dalam jenis apapun  karena dapat merusak sendi perekonomian masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Magetan.

Untuk kasus tersebut pelaku bakal dijeart pasal 303 KUHP tentang perjudian yang ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara.

Barang bukti (BB) yang disita pada saat di tempat kejadian berupa 3 buah mata dadu, 1 lembar beberan yang berisi tulisan angka dan gambar dadu, 1 buah tutup dadu yang terbuat dari tempurung kelapa, 1 buah tatakan dadu, 1 lembar beberan dadu yang terbuat dari kain parasit, 1 buah meja kayu, uang tunai Rp. 143.000. (mbah heru)

Oknum Wartawan dan LSM yang Lakukan Pemerasan Ditahan Polres Lamongan

20 Oknum wartawan dan LSM peras PerhutaniTribratanewsJatim.com: Satuan Reskrim Polres Lamongan mengamankan pelaku oknum wartawan dan LSM yang diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Dinas Pertanian, Senin (19/10/ 2015). Peristiwa ini berlangsung  di ruang Kadis Pertanian.

Ketiga tersangka masing masing berinisial AMS (wartawan Lensa Indonensia) warga Desa. Bangilan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.  Tersangka berinisial T (wartawan Lensa Indonesia)  warga RT 01/RW 05 warga Desa/Kecamatan Ngimbang, Kabupaten. Lamongan. Dan teersangka berinisial S dan (LPAI) Lembaga Pengawas Anggaran Indonesia, warga Desa Ganggangtingan, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan.

Barang Bukti yang diamankan berupa handphone merk Polytron warna crown, handphone merk samsung warna hitam, handphone merk nokia 210 warna hitam, handphone merk SPC warna merah, handphone merk bb warna putih,  sepeda motor Honda  S-2749-PX,  sepeda motor Honda S-5604-LL,  tiga buah tas ransel warna hitam, tiga buah dompet milik TSK, satu bendel berkas dari LPAI untuk Kepala Dinas Pertanian ytertanggal 25 September 2015 dan uang tunai Rp 25 juta.

Kronologis kejadian berawal September 2015,  korban dikirimi surat oleh tersangka Sutikno dan kawan kawan yang memuat soal mark up proyek yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Pada 7 Oktober 2015 tersangka Sutikno dan kawan kawan datang lagi ke kantor korban dan menyatakan, bahwa percuma menjawab surat tersebut karena tetap saja tidak dapat memuaskan dari pertanyaan perihal korupsi yang ditanyakan, sehingga Sutikno mengajukan opsi damai saja kepada korban dengan membayar uang tunai sebesar Rp 200 juta.

Pada 8 Oktober 2015 Sutikno mengirim sms kepada korban yg isinya adalah “hasil ahir komunikasi Dinas yg bapak pimpin dengang kami. Bapak yg menentukan apakah happy ending ataukah bad ending terkait dengan pengajuan kami adalah seperempat dari nilai jika bad ending yang bapak pilih dan kami tetap dapat. Sebab negara akan memberikan fee kepada masyarakat atau LSM terkait korupsi yang sampai ke meja hijau. Jadi semua bapak yg tentukan”.

Pada 11 oktober 2015 korban menerima SMS dari Sutikno yg berisi “maaf menganggu akhir pekan bapak. kami sepakat memberikan kesempatan hingga Kamis tgl 15 Oktober 2015 setelah itu kami berdoa semoga bapak pejabat yg bersih dari praktek korupsi karena hanya itu yg bisa selamatkan bapak”.

SMS itu lalu dijawab oleh korban, bahwa Kamis dan Jumat (15 dan 16 Oktober 2015)  korban keluar kota, sehingga baru bisa menemui pada Senin (19 Oktober 2015) dengan menyerahkan uang 25 juta. Pada hari itu juga, Senin (19/10/2015) dilakukan pertemuan antara korban dan tersangka.

Namun sebelumnya kasus itu sudah dilaporkan polisi. Saat pertemuan itulah, maka polisi langsung melakukan penangkapan terhadap  pelaku, yang kini diamankan di Mapolres Lamongan. Penangkapan dipimpin Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Bambang Wijaya SIK.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes R.P Argo Yuwono ketika dikonfirmasi, Selasa (20/10/2015) membenarkan terjadinya penangkapan itu. Atas perbuatnnya, teersangka dijeras pasal 368 atau 369 Jo pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (mbah heru)

Foto: tersangka dan barang bukti yang diamankan polisi (Humas Polres Lamongan)

 

Kepala Dinas Pertanian Diperas, Oknum Wartawan Dibekuk Polisi

15 kabid 2TribratanewsJatim.com:  Anggota Reskrim Polres Lamongan tangkap 3 orang LSM dan wartawan yang diduga melakukan pemerasan  Kepala Dinas Pertanian, Senin (19/10/2015).  Aksi pemerasan itu berlangsung di ruang kerja Kadis Pertanian.

Ketiga pelaku yang diamankan berinisial  AMS, oknum (wartawan Lensa Indonesia) warga Bangilan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonergoro. Berinisial T (oknum wartawan Lensa Indonesia) warga RT 01/RW05 Desa/Kecamatan Ngimbang, Lamongan. Tersangka ketiga berinisial S (dari LSM Lembaga Pengawas Anggaran Indonesia) berdomisili di Desa Ganggangtingan, Kecamatan Ngimbang, Lamongan, Jawa Timur.

Barang bukti yang diamankan berupa 4 HP, sepeda motor  Honda warna merah dan sepeda motor  Honda warna hijau, 3 tas ransel, 3 dompet  serta satu bendel berkas dari LPAI untuk Kepala Dinas Pertanian tertanggal 25 September 2015 plus uang tunai Rp 25 juta. Pasal yang disangkakan 368 atau 369 Jo pasal 55 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara

Kronologis aksi pemerasan itu diawal  akhir September 2015,  korban dikirimi surat oleh tersangka S  Cs yang memuat soal mark up proyek yang dilakukan  oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan, Kabupaten Lamongan tertanggal 7 Oktober 2015.  Kemudian tersangka S Cs  datang lagi  ke kantor korban dan menyatakan, bahwa percuma, jawab tersangka S.

Sementara Kabid Humas Polda Jatim, Kombes R.P Argo Yuwono ketika dikonfirmasi, Selasa (20/10/2015) membenarkan keajdian itu. Dan kini ketiga pelaku diamankan di Mapolres Lamongan untuk proses penyidikan lebih lanjut. (mbah heru)

Foto: Kabid Humas Polda Jatim

Bandar narkoba asal Madura dibekuk Ditreskoba dan Brimob Polda Jatim

Tribratanewsjatim – Ditreskoba Polda Jatim bersama Den Gegana Sat Brimob Polda Jatim berhasil membekuk Bandar narkoba berinisial MR bin Mitro (33) warga Dusun Lebak, Desa Ketapang Barat, Sampang, Madura.

kbd hms pr narkobaKabid Humas Polda Jatim, Kombes R.P Argo Yuwono, Selasa (20/10/2015) mengatakan, keberhasilan itu setelah polisi memperoleh informasi dari masyarakat selanjutnya Informasi ini segera ditindaklanjuti dan segera dilakukan penyelidikan. Dalam penangkapan pelaku Bandar Narkoba tersebut, Ditreskoba di lapangan bekerja sama dengan Den Gegana Sat Brimob.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku setiap minggu membeli sabu 2 kali  dengan berat antara 20 – 40 gram. Dan tersangka MR bin Mitro juga mengaku mendapatkan barang haram itu dari temannya yang bernama Maswar warga Desa Tamberu Kec. Tamberu Kab. Sampang. Selanjutnya tim penyidik melakukan pengejaran terhadap DPO Maswar sampai saat ini belum tertangkap.

Setelah diinterogasi,  polisi segera mengembangkan kasus itu dan berhasil mengamankan 1 pelaku lainnya, dan  dua pengguna lainnya  masih berusia 15 tahun duduk dibangku kelas 2 SMP.

Barang bukti yang diamankan dari Bandar narkoba berupa 32 poket plastik berisi sabu berat keseluruhan 16,47 gram, timbangan elektrik,  seperangkap alat hisap, 4 korek api dan dua HP.

Atas perbuatannya teersangka dijerat pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman paling lama 12 penjara dan denda Rp 8 miliar .  (umam/ adi / mbah heru)