Polres Mojokerto sidik 14 Pengedar Narkoba dari 12 TKP

Tribratanewsjatim.com – Meski Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2016 masih berjalan satu minggu, namun Satnarkoba Polres Mojokerto telah berhasil mengamankan 14 tersangka dari 12 Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sebanyak 4.637 butir pil double L dan 11,704 gram sabu berhasil disita dari para tersangka.

Press Release Ops Tumpas 2016
Kapolres Mojokerto Press Release “Ops Tumpas 2016”

Kapolres Mojokerto, AKBP Budhi Herdi Susianto, SH, SIK, MSi mengatakan, enam hari Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2016, anggota Satnarkoba berhasil mengamankan 14 tersangka dari 12 TKP. “Sebanyak 4.637 butir double L dan 11,7 gram sabu yang menjadi barang bukti para tersangka ikut diamankan,” ungkapnya.

Sebanyak 12 TKP tersebut pengungkapan baik oleh anggota Satnarkoba Polres Mojokerto dan polsek jajaran. Sebanyak dua kasus dengan lima tersangka diamankan anggota Satnarkoba Polres Mojokerto dan sebanyak 9 kasus dengan sembilan tersangka berhasil diamankan polsek jajaran. “Mereka dijerat UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ke 14 tersangka diamankan di lokasi berbeda tapi masih dalam wilayah hukum Polres Mojokerto, anggota kami masih melakukan penyelidikan apakah mereka dalam satu jaringan apa tidak,” katanya.

Masih kata Kapolres, antara satu tersangka dengan yang lainnya berbeda jaringan. Apakah hal tersebut sengaja dibuat seperti, Kapolres menegaskan, masih dalam penyelidikan. Namun semua barang haram tersebut berasal dari luar wilayah hukum Polres Mojokerto baik wilayah tetangga maupun wilayah luar propinsi. “Barang bukti pil double L cukup banyak yang diamankan karena barang haram ini cukup murah, 1 butirnya seharga Rp1 ribu. Untuk dipasarkan ke pelajar cukup terjangkau dan memungkinkan sehingga dilihat para tersangka sebagai peluang. Pelajar masih jadi atensi kita meski sasaran peredaran narkoba sudah bervariasi,” ujarnya.

Sasarannya, lanjut Kapolres, semua kalangan dan tidak hanya di wilayah pinggiran saja namun sudah cukup luas. Seperti penangkapan tersangka pengedar sabu di depan rumah Perum Platinum Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, pemberantasan peredaran narkoba tidak bisa dilakukan sendiri namun harus dilakukan semua pihak.(umam/sar)

Lomba BAKIAK, Wujudkan kekompakan Polisi dengan Tentara

Latih kerjasama : Maju Ayo maju ... ayo terus maju... kanan ... kiri...
Latih kerjasama : Maju Ayo maju . . .  ayo terus maju . . .
kanan . . . kiri . . .

Tribratanewsjatim.com – Kekompakan dalam bertugas dalam mengabdi kepada Negara Indonesia yang tercinta, diwujudkan dengan permainan tradisional Bhabinkamtibmas bersama anggota Koramil Sawahan Madiun menggelar latihan memakai sandal bakiak menjelang lomba di Kantor Kecamatan Mejayan besuk hari Minggu tanggal 14 Pebruari 2016.

Hari ini Kamis, (11/02/16) anggota Bhabinkamtibmas Brigadir Sunarto dan Brigadir Joko Nur mewakili Polsek Sawahan untuk menjadi tim bersama anggota koramil kec. Sawahan. Dimana satu tim atau kelompok terdiri dari tiga orang untuk mengikuti lomba bakiak.

Perlu diketahui Permainan bakiak merupakan permainan tradisional Indonesia yang dimainkan secara bersamaan dalam 1 kelompok atau regu. Bahannya dibuat dari kayu panjang seperti seluncur es yang sudah dihaluskan (diamplas) dan diberi beberapa selop diatasnya, biasanya dimainkan untuk 2-3 orang yang berjalan diatas kayu tersebut dalam berlomba untuk sampai ke finish.

Permainan ini melatih kekompakan/kerjasama, konsentrasi, dan menguji ketangkasan, kepemimpinan, kreatifitas, wawasan serta kejujuran. karena anak-anak diajarkan untuk berjalan bersama dengan satu pasang sandal secara bersamaan. Kelomok atau regu yang mencapai garis finish paling pertama dengan kompak memenangkan permainan bakiak tersebut.(umam)

Polres Trenggalek akomodir Seragam Dinas Polwan Berjilbab

Tribratanewsjatim.com – Polwan berjilbab ? kenapa tidak. Polri merupakan salah satu dari sekian banyak lembaga negara yang memberikan akses bagi anggotanya untuk menggunakan jilbab. Keberadaan Polwan berjilbab sendiri sempat menjadi kontroversial beberapa tahun silam antara boleh dan tidak karena memang tidak ada larangan dalam penggunaannya meskipun juga tidak disebutkan dengan jelas dalam pertaruan gampol Polwan. Pada awalnya karena belum ada aturan yang jelas para Polwan dalam berjilbab menggunakan warna dan model jilbab bermacam-macam, tentu ini menjadi perhatian tersendiri oleh pimpinan Polri agar ada keseragaman berjilbab tanpa meninggalkan identitas Polri dan memiliki estetika sehingga tetap anggun dilihat.

Sekarang Polwan tak perlu ragu lagi, di penghujung tahun 2015 lalu tepatnya tanggal 16 Desember 2015, Kapolri telah mengesahkan Peraturan Kapolri No 19 tahun 2015 tentang pakaian dinas Polri dimana salah satu nya mengatur pakaian dinas Polwan berjilbab. Perkap ini mendapatkan sambutan cukup hangat dari masyarakat karena Polri secara kelembagaan telah mengakomodir wanita muslimah yang ingin berjilbab.

Guna mensosialisasikan peraturan tentang seragam Polwan berjilbab, hari ini Rabu (10/02/2016), Kabag sumda Polres Trenggalek yang juga seorang Polwan Kompol Sumilih, S.H. mengumpulkan seluruh Polwan dan PNS dirupatama Polres Trenggalek untuk menyampaikan batasan-batasan dan aturan penggunaan jilbab. “Perkap ini akan menjadi acuan agar ada keseragaman baik warna maupun betuk jilbab bagi Polwan dan PNS wanita” ujar Sumilih.

Seragam dinas Polwan Berjilbab
Seragam dinas Polwan Berjilbab

Dalam lampiran “Y” Perkap No 19 tahun 2015, terdapat 35 macam seragam Polwan berjilbab. Sedangkan warna jilbab disesuaikan dengan gampolnya itu sendiri. Warna coklat tua khas polisi mendominasi hampir semua gampol. Jilbab warna hitam diperuntukkan bagi seragam dinas PDU-II, PDL-II Brimob, PDL-III pelaut polair, pakaian dinas pelayanan jaringan TI, pakaian dinas SAR, pakaian dinas persidangan, pakaian dinas museum, pakaian dinas crisis respons team, pakaian dinas penerbang/helikopter dan pakaian dinas joki. Warna lainnya yakni abu-abu digunakan untuk Pakaian dinas musik gabungan dan coklat muda gurun diperuntukkan bagi mereka yang tergabung dalam pasukan keamanan PBB.

Dari 35 jenis gampol polwan berjilbab, yang paling sering dipakai adalah jenis PDH dan PDL-I dan PDL-II Sabhara. Aturan gampol sebagaimana dibawah ini :

PDH POLISI TUGAS UMUM

  1. Tutup kepala:
  2. Pet Polwan warna cokelat tua polisi dengan emblem Tribrata, lis dan hiasan pada klep sesuai golongan kepangkatan.
  3. Fieldcap warna cokelat tua polisi dengan logo Tribrata, lis dan hiasan pada klep sesuai golongan kepangkatan.
  4. Jilbab warna cokelat tua polisi.
  5. Tutup badan:
  6. Kemeja lengan panjang warna cokelat muda polisi memakai lidah pundak dengan satu kancing dan kerah tidur.
  7. kemeja belahan depan polos dengan lima kancing dan dua saku tempel memakai tutup dengan masing-masing satu kancing.
  8. Celana panjang warna cokelat tua polisi dengan dua saku samping model miring.
  9. Sabuk kecil warna hitam, timang dengan dasar polos warna kuning emas berlogo Tribrata.
  10. Tutup kaki:
  11. Sepatu dinas ankleboots warna hitam.
  12. Kaus kaki dinas harian warna hitam.

 

PDL-I POLISI TUGAS UMUM

1.Tutup kepala:

  1. Fieldcap warna cokelat tua polisi dengan logo Tribrata, lis dan hiasan pada klep sesuai golongan kepangkatan.
  2. Jilbab warna cokelat tua polisi.
  3. Tutup badan:
  4. Kemeja lengan panjang warna cokelat muda polisi dengan manset, memakai lidah pundak dengan satu kancing dan kerah tidur.
  5. Kemeja belahan depan polos dengan lima kancing, dua saku tempel memakai tutup masing-masing dengan dua kancing.
  6. Celana panjang warna cokelat tua polisi dengan tiga lus besar, dua saku samping model miring dan dua saku belakang model bobok tanpa tutup.
  7. Sabuk kecil warna hitam, timang dengan dasar polos warna kuning emas berlogo Tribrata.
  8. Sabuk besar warna hitam, timang dengan dasar polos warna kuning emas berlogo Tribrata.
  9. Tutup kaki:
  10. Sepatu dinas ankleboots warna hitam.
  11. Kaus kaki dinas harian warna hitam.

 

PDL-II TWO TONE SABHARA

  1. Tutup kepala:
  2. Baret warna cokelat tua polisi dengan emblem Tribrata dalam bingkai pita warna kuning emas dan emblem warna kuning.
  3. Jilbab warna cokelat tua polisi.
  4. Tutup badan:
  5. Kemeja lengan panjang warna cokelat muda polisi tanpa manset, memakai lidah pundak dengan satu kancing dan kerah tidur.
  6. Kemeja belahan depan dengan lima kancing dalam dan dua saku harmonika memakai tutup.
  7. Celana panjang warna cokelat tua polisi memakai tiga lus besar, dua saku samping model miring, dua saku paha model harmonika memakai tutup dan dua saku belakang model tempel memakai tutup.
  8. Sabuk kecil warna hitam, timang dengan dasar polos warna kuning emas berlogo Tribrata.
  9. Kopelriem warna hitam.
  10. Tutup kaki:
  11. Sepatu dinas lapangan warna hitam.
  12. Kaus kaki dinas lapangan warna hitam.

Menutup acara sosialisasi Kompol Sumilih.S.H. , berkenan memberikan tali asih kepada Polwan dan PNS yang berdedikasi tinggi dalam bekerja. (umam/galek)

Ingin Lahirkan generasi berkualitas, Polsek Jajaran di Trenggalek road Show Progam Smart-G

Tribratanewsjatim.com – Smart-G yang dicanangkan oleh Kapolres Trenggalek AKBP I Made Agus Prasatya, SIK, M.Hum. telah berjalan. Masing-masing Polsek mulai mempersiapkan diri. Program yang dikhususkan bagi pelajar ini memang mencangkup beberapa kegiatan mulai dari penyuluhan terpadu sampai berbagai lomba yang diikuti oleh perwakilan sekolah-sekolah, salah satunya adalah lomba PKS dan Satuan Pramuka Bhayangkara.

Road Show Program Smart-G Polsek Jajaran Polres Trenggalek
Road Show Program Smart-G Polsek Jajaran Polres Trenggalek

Mereka dilatih khusus oleh anggota Polsek kemudian diseleksi, dipilih yang terbaik kemudian dijadikan satu peleton pasukan pelajar. Peleton inilah yang nantinya akan dikirim untuk berlomba di tingkat Polres. Masing-masing Bhabinkamtibmas pun blusukan ke sekolah-sekolah untuk mencari bibit unggul seperti halnya slogan Smart-G “generasi cerdas, generasi tertib, generasi hebat”.

Tak tanggung-tanggung, Kapolsekpun turun langsung ke lapangan untuk melatih para generasi muda ini. Seperti yang dilakukan oleh Kapolsek Karangan AKP M. Solikin, SH, ia langsung turun ke beberapa sekolah. Tidak hanya mengawasi tapi bertindak sebagai pelatih. “Kami sudah siapkan tim dari Polsek Karangan dengan matang. Semoga nanti bisa memberikan yang terbaik,” ujar Solikin. “Kami juga bekerjasama dengan UDP Kec. Karangan maupun Koramil,” tambahnya.

Tak mau ketinggalan Polsek Gandusari, Kampak, Pule, Panggul dan Munjungan pun melakukan hal yang sama. Para Kapolsek ini terlihat aktif melatih para pelajar sekolah. Bahkan Polsek Kampak melatih sekaligus mulai dari SD, SMP dan SMA di lapangan Kampak.

“Materi awal yang diberikan berupa pelatihan baris-berbaris, karena dari sini mereka akan terlatih team work dan belajar kedisiplinan,” jelas AKP Eko Martono. Masing-masing tingkat sekolah dilatih oleh sekurangnya dua orang pelatih dari Polsek setempat.

Berbeda dengan Polsek Pule, bertempat di SMPN 1 Pule, Iptu Suradji memberikan materi bagaimana mengatur lalu lintas yang baik. Diantaranya adalah 12 gerakan lalu lintas. “Nantinya mereka akan membantu Polisi pengaturan lantas pagi dan siang hari di depan sekolah,” ujar Kapolsek yang baru 2 bulan menjabat ini.

Dari pantauan penulis, para pelajar tampak riang dengan metode pelatihan yang diberikan oleh anggota Polsek. Tak terlihat sama sekali wajah mengeluh meskipun sedikit lelah tapi raut muka mereka menunjukkan rasa semangat yang tinggi. Ya, Kapolres Trenggalek sendiri telah menekankan bahwa dalam melatih dan memberikan pembelajaran haruslah dengan suasana yang menyenangkan. Kalau perlu disertai dengan jok-jok segar agar tidak membosankan.(umam/galek)

Komplotan curanmor di Lumajang berhasil diendus Resmob

Tribratanewsjatim.com – Tim Resmob yang di pimpin IPTU SAJITO. SH, meluncur ke sasaran untuk melakukan pengejaran terhadap Pelaku Pencurian di dua tempat berbeda yakni di Dusun Sumbersari Desa Kunir Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang dan Di Dusun Ngebruk Desa Tempeh Kidul Kecamatan tempeh Kabupaten Lumajang. Dari kerja keras tim, Akhirnya  terungkap Siapa yang terlibat dalam aksi kejahatan tersebut.(10/02/16).

Komplotan curanmor tersebut, tak lain adalah Sukur (30) dan Rekannya yang bernama Hasim (35) keduanya warga asal Dusun Tanah Getel DesaJenggrong Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang yang nekat malakukan tindakan melawan hukum. Keduanya di tangkap berdasarkan Laporan warga di dua Tempat Kejadian Perkara, Tanggal 17/1/2016 di Mapolsek Tempeh dan 05/02/2016 kemarin.

Barang bukti dan kedua komplotan pelaku diamankan di Polres Lumajang
Barang bukti dan kedua komplotan pelaku diamankan di Polres Lumajang

Adapun Kronologis penangkapan yang di lakukan oleh anggota Resmob Polres Lumajang tepatnya Selasa Malam sekira Jam 23.30 wib, Anggota langsung melakukan penggeledahan Rumah Terduga (Sukur) dan dari penggeledahan itu Polisi mendapati 1 unit sepeda motor merk Vario tahun 2012 yang merupakan hasil kejahatan, pelaku Sukur pun berdalih dengan mengaku bahwa sepeda tersebut didapatinya dari hasil membeli dari rekannya yang bernama Hasim seharga Rp 3.000.000.

Polisipun tak berhenti sampai di situ, dengan cepat petugas langsung mendatangi dan melakukan penyergapan ke Rumah rekannya yang di sebut Sukur yakni (Hasim), Lagi-Lagi Petugas mendapati satu unit Sepeda motor Merk Beat tahun 2014 , dan di akui pula bahwa sepeda motor yang di jual ke Sukur rekannya, di dapat dari rekannya lagi yang bernama Anomsari temannya satu desa seharga 1.700.000 kurang lebih sebulan yang lalu dan Honda Beat yang di temukan di rumahnya juga seharga Rp 2.000.000.

Namun kedatangan petugas ke rumah Anomsari belum membuahkan hasil lantaran Anomsari telah melarikan diri. dan sampai sekarang masih dalam pengejaran Modus kejahatan yang dilakukan oleh kelompok ini tergolong sadis, dimana dari hasil olah TKP dan informasi yang di himpun oleh petugas dari keterangan saksi, Pelaku melancakan kasinya dengan cara sekawanan pencuri ini sebanyak 4-5 orang masuk ke  rumah korban dengan mencukit jendela bagian samping, selanjutnya 2 pelaku melumpuhkan pemilik rumah (suami dan istri) dengan cara memukul pakai senjata tajam lalu mengikat ke dua tangan serta melakban mulut korban, kemudian 2 pelaku yang lain melumpuhkan anak dan menantu korban dengan cara yang sama, sedangkan sisanya bertugas mengambi barang-barang milik korban,

Sedangkan Dari serangkaian tahapan hingga di lakukannya penangkapan, Petugas mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya, 1 unit sepeda motor Vario 2012, 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion 2013, 1 buah dompet dengan isi uang tunai 1.500.000, Perhiasan emas dengan total jika di uangkan Rp 2.100.000, 2buah Hp. Saat ini Barang bukti dan pelaku di amankan di Tahanan Mapolres Lumajang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut serta sisa pelaku Anomsari yang masih belum tertangkap akan terus di lakukan pengejaran.(umam/gatot)

Kapolres Kediri membantu kuburkan jenazah alm Suyadi ke liang lahat

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun
Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un

Tribratanewsjatim.com – Kepolisian Resort Kediri berduka atas meninggalnya Suyadi pegawai harian lepas di bagian Urusan Administrasi Satuan Lalu lintas. Selasa (8/2) Sore, Kapolres Kediri AKBP Akhmad Yusep Gunawan S.H. , S.I.K. , M.H.  bersama rombongan Pejabat Utama dan anggota melaksanakan takziah dirumah duka Alm Suyadi warga Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri.

Rumah duka alm Suyadi yang  bertempat tinggal di Desa Sumber Pancur Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri ini dipenuhi para pelayat dari berbagai wilayah. Di depan rumah duka, Karangan bunga dari Polres Kediri sebagai tanda ucapan tanda turut berduka Cita.

Situasi sore yang diselimuti mendung dan disertai turunya air hujan gerimis tak mengurungkan para pelayat untuk mengantar jenazah ke tempat Pemakaman Umum Desa tersebut. Nampak Kapolres Kediri disaat pemakaman bersama warga ikut mengangkat jenazah keliang lahat. Pemakaman berlangsung hikmat diselimuti suasana duka yang mendalam dari handai taulan dan sanak saudara serta para sahabat.

IMG-20160209-WA0106Almarhum Suyadi dikenal sebagai Sosok yang sederhana supel dalam bergaul serta ramah dan suka membantu sesama. Para kerabat dan orang yang mengenal beliau merasa kehilangan atas meninggalnya Almarhum. Semasa dinas Almarhum banyak membantu internal Kepolisian bahkan kadang merelakan waktunya untuk mengantarkan surat surat penting dari Polres Kediri ke Polda Jatim di Jalan Ahmad Yani 116 Surabaya.(umam/hr)

Dua Polsek di Trenggalek peduli kelestarian alam

Tribratanewsjatim.com, Trenggalek – Perlu kita ketahui tentangvAlam yang memiliki kemampuan untuk memberikan kehidupan bagi makhluk yang ada di bumi. Potensi yang ada pada alam dimanfaatkan pula terutama untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari manusia (natural resources). Bila kita perhatikan, alam (dunia) dapat dikelompokkan atas 5 bagian terdiri atas atmosfer (lapisan udara), hidrosfer (lapisan air), litosfer (lapisan batuan dan tanah), biosfer (kehidupan di bumi) dan antroposfer (manusia). Semua komponen tersebut saling berkaitan dalam mendukung kehidupan yang terus bertambah dalam jumlah dan keanekaragamannya.

20160204225452-692x360
Foto : Kapolsek Gandusari bersama anggota

Eksploitasi besar-besaran tanpa memikirkan upaya rehabilitasi dan pelestariannya berakibat pada rusaknya ekosistem tersebut. Dampak langsung yang bisa dirasakan yakni terjadinya pemanasan global, siklus musim yang tidak menentu dan berbagai macam bencana alam yang tentunya sangat tidak diharapkan bagi keberlangsungan generasi berikutnya.

Rupanya hal tersebut dipandang sebagai sebuah problem serius oleh 2 Polsek di jajaran Polres Trenggalek, Polsek Gandusari dan Polsek Dongko hingga sampai detik ini terus berupaya keras dalam melestarikan alam semesta yang indah ini. Dengan metode dan pendekatan yang berbeda, kedua Polsek ini memberikan banyak pembelajaran bagi kita tentang betapa pentingnya sumber daya alam yang seyogyanya patut dijaga bersama.

Untuk hal ini, Polsek Gandusari yang dikomandoi oleh AKP Yasir itu tampil dengan menggerakkan anggotanya untuk menanam sedikitnya 100 bibit buah pepaya yang lahannya tersedia di sekitar Mapolsek. Sambil berolahraga di Jum’at pagi (5/02/¡2016), Kapolsek yang dikenal tak pernah bosan untuk mengingatkan salat tahajud kepada seluruh jajaran Polres Trenggalek ini tampak cekatan dalam memainkan cangkul yang digunakan sebagai senjatanya dalam proses penanaman bibit yang dipercaya banyak kalangan baik untuk kesehatan pencernaan itu.

“Kami memilih buah pepaya, selain baik untuk pencernaan, pengolahannya juga terbilang mudah. Sebagian besar masyarakat khususnya pedesaan sangat menggandrungi buah ini,” ujar Yasir saat ditemui di lokasi penanaman bibit.

Menurut Yasir, program penanaman buah tersebut tak berhenti hari ini saja. Kedepan, pihaknya akan melibatkan warga dan dinas terkait untuk menggalakkan penanaman buah maupun tanaman obat dengan memanfaatkan lahan kosong. Tak hanya itu saja, seluruh Bhabinkamtibmas Polsek Gandusari juga telah ia perintahkan untuk aktif melaksanakan program penghijauan terutama di lokasi sekitar bantaran sungai untuk mencegah terjadinya erosi. Apalagi debit air yang tinggi saat musim hujan seperti ini sangat mungkin dapat mengikis lapisan tanah di tepinya. Jika hal itu terus dibiarkan tentu membuka peluang tergerusnya lapisan tanah yang dapat mengakibatkan rusaknya fasilitas maupun pemukiman penduduk di sekitarnya.

Nah untuk Sementara itu di lokasi terpisah, aktivitas yang tak jauh dari upaya pelestarian alam ini juga tengah berlangsung. Setelah beberapa kali mengadakan kegiatan penanaman pohon untuk cadangan sumber air, Polsek Dongko yang dikendalikan AKP Tri Basuki ini tak bosan-bosan kembali memberikan kejutan kepada jajaran Polres Trenggalek. Berbekal idenya yang unik dan spontanitas, ia mengajak anggotanya untuk membuat peralatan khusus yang diklaim bisa meningkatkan produktifitas petani penyadap getah pinus. Menggandeng Perhutani setempat, dirinya memberikan langsung peralatan penyadap getah pinus tersebut kepada perwakilan kelompok tani yang ada di Dusun Picis, Desa Pringapus Kecamatan Dongko.

“Sebanyak 30 buah “petel” (sebutan untuk alat penyadap getah pinus, red) telah kami bagikan kepada kelompok tani Desa Pringapus secara cuma-cuma. Petel yang umumnya mereka gunakan mampu digunakan untuk menyadap 30 pohon pinus. Dengan petel modifikasi ini mampu menyadap hingga 50 pohon pinus,” jelas Tri Basuki.

Menurut Kapolsek Dongko yang gaya bicaranya ceplas-ceplos ini, dengan bertambahnya kemampuan penyadapan, hasil produksi getah pinus pun meningkat, otomatis menambah penghasilan para petani. Bahan yang digunakan untuk membuat petel modifikasi tersebut terbilang cukup sederahana, berasal dari spiral mobil bekas yang diperolehnya dari bengkel-bengkel maupun dari pengumpul rongsok.

“Dengan sentuhan pandai besi, spiral mobil bekas pun ternyata bisa dimanfaatkan. Semoga langkah ini mampu mendorong pulihnya citra Polri dimata masyarakat,” harap Tri Basuki.

Sebagaimana diketahui bersama bahwa rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Polsek jajaran dalam rangka meraih simpati masyarakat tersebut berakar dari langkah inovatif Kapolres Trenggalek, AKBP I Made Agus Prasatya, SIK, M.Hum yang dikemas dalam program unggulan “Police Humanity Care”. Melalui program ini pula telah banyak memberikan kontribusi positif terhadap berbagai macam penderitaan dan kesulitan yang dialami oleh masyarakat yang akhirnya muncul stigma bahwa Polres Trenggalek senantiasa hadir di tengah-tengah mereka.(umam)

Polisi Lumajang menangkap pelajar SMP sebagai pengedar pil Trihexyphenidil

Tribratanewsjatim.com, Lumajang – Banyak yang dilakukan oleh anggota Satuan Reserse Narkoba yang dipimpin langsung AKP PRIYO PURWANDITO, SH. Semalam di tepi jalan raya tempel berhasil melakukan penangkapan terhadap seorang yang di duga pengedar obat terlarang , Kamis (04/02/16 ).

Tsk VD menunjukan obat yang siap di edarkan
Tsk VD menunjukan obat yang siap di edarkan

Tadi malam pukul 18.00 wib, penangkapan terhadap saudara VD Bin SUGITO, 19 tahun, lali-laki, SMP, alamat, Ds. Pulo kecamatan Tempeh. Tertangkapnya pelaku sebelumnya sudah kita target dari informasi masyarakat dan hasil penyelidikan, disaat ditangkap pelaku VD ditemukan membawa obat obat terlarang. Ungkap Priyo ketua tim penangkapan.

Ipda Gatot Kasubbag Humas Polres Lumajang mengungkapkan bahwa Pelaku di tangkap pada saat diperiksa Petugas dilapangan terbukti telah menyimpan, dan siap akan mengedarkan obat/pil warna putih logo ” Y ” di duga jenis Trihexyphenidyl tanpa keahlian dan kewenangan. Ungkap Gatot.

Tersangka VD dan Barang bukti 13 tik @ 10 butir pil warna putih logo ” Y ” jenis Trihexyphenidil dengan jumlah 130 butir, 1 strip / 4 butir pil jenis trihexyphenidyl dan sebuah HP Mito beserta kartu untuk digunakan sebagai alat penghubung transaksi diamankan Penyidik Sat Reskoba guna penyidikan dan pengembangan kasus. Imbuhnya(umam)

Kapolres Lumajang Ke Pemkab Sosialisasikan Pertambangan Mineral dan Batu Bara

Tribratanewsjatim.com, Lumajang – Demi teruwujudnya situasi kamtibmas di wilahyahnya Kapolres Lumajang AKBP FADLY MUNZIR ISMAIL, SH, SIK, MSi , melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pertambangan mineral dan Batu Bara. Usaha ini untuk mencari solusi yang terbaik dan tidak ingin terjadi polemik mengenai pertambangan khususnya pasir, di wilayah Kabupaten Lumajang tidak berkepanjangan, seiring dengan perjalanan waktu masalah ini harus bisa berjalan baik dan benar.

Para peserta yang serius mengikuti sosialisasi dari Kapolres Lumajang
Para peserta yang serius mengikuti kegiatan sosialisasi dari Kapolres Lumajang

Pelaksanaan sosialisasi tersebut bertempat di ruang Narariya Kirana Pemkab Lumajang, pada hari jumat pagi (05/03/16) jam 09.40 wib. Hadir dalam undangan Kasat Pol PP Pemkab Lumajang Drs. Basuni, DPKAB Kabupaten Lumajang Bapak Gawat, Ka Dishub Lumajang Rochani S.sos, para Muspika yang wilayahnya terdapat tambang, Para penambang di kabupaten Lumajang, Para LSM bidang pertambangan

AKBP Fadly pada saat giat sosialisasi menekankan kepada para undangan yang hadir, jangan ada yang melanggar hukum, semua berdasarkan hukum yang ada. Oleh karena itu bagi pihak yang melakukan penambangan, harus sesuai ijin ( IUP ). Penanganan masalah tambang di wilayah Kab.Lumajang harus transparan tentang adanya pemilik stockpile / tempat penimbunan. Jadi wajib memegang ijin usaha pertambangan operasi produksi ( IUP OP ), bagi yang memiliki tempat penampungan.

Dalam kesempatan ini, Kapolres Lumajang mengharapkan kepada para Muspika, yang di wilayahnya terdapat tambang. Apabila ada potensi konflik pertambangan, agar secepatnya di lakukan penutupan sementara. Sebelum konflik bisa terselesaikan dengan baik serta selalu monitor kegiatan yang dilakukan para penambang guna antisipasi penambang yang melanggar ketentuan. Tambah Fadly (umam/gatot)

Lagi, Tambang pasir liar di pantai selok awar awar diringkus Sat Reskrim Polres Lumajang

Tribratanewsjatim.com, Lumajang – Penambangan pasir di Selok Awar awar menjadi berita Nasional, terkait adanya aktivis penolak tambang pasir TOSAN dan SALIM KANCIL yang terbunuh menjadi Korban penganiayaan sekelompok orang pada Sabtu, 26 September 2015. dari penganiayaan itu, Salim Kancil tewas. Sedangkan Tosan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Syaiful Anwar, Malang. Para pelaku penganiayaan, termasuk Kepala Desa Selok Awar-awar, bakal menghadapi persidangan di Pengadilan Negeri Lumajang.

Pada hari Rabu tadi malam, pukul 19.00 wib anggota yang sedang berada dilapangan wilayah Polsek Tempeh mendapat informasi dari masyarakat adanya penambang liar di kawasan pantai watu pecak Desa selok awar awar Kec. Pasirian Kab. Lumajang. Selanjutnya anggota Sat Reskrim bersama bantuan puluhan warga menghadang empat dump truck yang mengangkut pasir dalam  kemasan sak dari hasil penambangan tanpa ijin. Diantara puluhan warga saat bersama melakukan penangkapan tampak TOSAN dan HAMID, (03/02/16).

empat kendaraan drump Truk diamankan Polres Lumajang
empat kendaraan drump Truk diamankan Polres Lumajang

Di Polsek Tempeh, salah seorang pengemudi truk saat diperiksa, bernama KHOI, asal warga Mojosari Kabupaten Mojokerto mengatakan dia baru datang di Lumajang pada Rabu pagi. “Saya diminta mengambil pasir oleh pengurus dump truck,”. Sedangkan Pengemudi truk lainnya juga mengaku tidak tahu pasir yang akan diangkut berasal dari Selok Awar-awar yang merupakan lokasi berdarah sebelumnya di tahun 2015.

Kapolres Lumajang melalui Kasubbaghumas IPDA GATOT membenarkan jika telah terjadi Ilegal Maining di kawasan yang sebelumnya menjadi berita nasional. Saat ini penyidik sedang melakukan pemeriksaan terhadap empat pengemudi dump truck SH, asal Umbulsari Jember, KHOI asal Pungging Mojokerto, TRI asal Mojosari Mojokerto, dan HAR asal Gudo Jombang. Mereka mengatakan baru pertama kali ke Lumajang dan menyatakan penyesalannya. “Seandainya tahu pasir dari desanya Salim Kancil, mendingan kami pulang saja, enggak usah mengangkut,” ujar salah seorang pengemudi.

Barang bukti yang diamankan oleh Sat Reskrim Polres Lumajang, empat Kendaraan Dump truck No.Pol : P-9259-UN yg di kemudikan SHI,  Dump truck No.Pol : L-9053-UC dikemudikan KHOI, Dump truck  No.Pol :L-9068-UC dikemudikan TRIYONO, dan Dump truck No.Pol : L-9069-UC dikemudikan HARMONO (umam).