Komplotan curanmor di Lumajang berhasil diendus Resmob

Tribratanewsjatim.com – Tim Resmob yang di pimpin IPTU SAJITO. SH, meluncur ke sasaran untuk melakukan pengejaran terhadap Pelaku Pencurian di dua tempat berbeda yakni di Dusun Sumbersari Desa Kunir Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang dan Di Dusun Ngebruk Desa Tempeh Kidul Kecamatan tempeh Kabupaten Lumajang. Dari kerja keras tim, Akhirnya  terungkap Siapa yang terlibat dalam aksi kejahatan tersebut.(10/02/16).

Komplotan curanmor tersebut, tak lain adalah Sukur (30) dan Rekannya yang bernama Hasim (35) keduanya warga asal Dusun Tanah Getel DesaJenggrong Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang yang nekat malakukan tindakan melawan hukum. Keduanya di tangkap berdasarkan Laporan warga di dua Tempat Kejadian Perkara, Tanggal 17/1/2016 di Mapolsek Tempeh dan 05/02/2016 kemarin.

Barang bukti dan kedua komplotan pelaku diamankan di Polres Lumajang
Barang bukti dan kedua komplotan pelaku diamankan di Polres Lumajang

Adapun Kronologis penangkapan yang di lakukan oleh anggota Resmob Polres Lumajang tepatnya Selasa Malam sekira Jam 23.30 wib, Anggota langsung melakukan penggeledahan Rumah Terduga (Sukur) dan dari penggeledahan itu Polisi mendapati 1 unit sepeda motor merk Vario tahun 2012 yang merupakan hasil kejahatan, pelaku Sukur pun berdalih dengan mengaku bahwa sepeda tersebut didapatinya dari hasil membeli dari rekannya yang bernama Hasim seharga Rp 3.000.000.

Polisipun tak berhenti sampai di situ, dengan cepat petugas langsung mendatangi dan melakukan penyergapan ke Rumah rekannya yang di sebut Sukur yakni (Hasim), Lagi-Lagi Petugas mendapati satu unit Sepeda motor Merk Beat tahun 2014 , dan di akui pula bahwa sepeda motor yang di jual ke Sukur rekannya, di dapat dari rekannya lagi yang bernama Anomsari temannya satu desa seharga 1.700.000 kurang lebih sebulan yang lalu dan Honda Beat yang di temukan di rumahnya juga seharga Rp 2.000.000.

Namun kedatangan petugas ke rumah Anomsari belum membuahkan hasil lantaran Anomsari telah melarikan diri. dan sampai sekarang masih dalam pengejaran Modus kejahatan yang dilakukan oleh kelompok ini tergolong sadis, dimana dari hasil olah TKP dan informasi yang di himpun oleh petugas dari keterangan saksi, Pelaku melancakan kasinya dengan cara sekawanan pencuri ini sebanyak 4-5 orang masuk ke  rumah korban dengan mencukit jendela bagian samping, selanjutnya 2 pelaku melumpuhkan pemilik rumah (suami dan istri) dengan cara memukul pakai senjata tajam lalu mengikat ke dua tangan serta melakban mulut korban, kemudian 2 pelaku yang lain melumpuhkan anak dan menantu korban dengan cara yang sama, sedangkan sisanya bertugas mengambi barang-barang milik korban,

Sedangkan Dari serangkaian tahapan hingga di lakukannya penangkapan, Petugas mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya, 1 unit sepeda motor Vario 2012, 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion 2013, 1 buah dompet dengan isi uang tunai 1.500.000, Perhiasan emas dengan total jika di uangkan Rp 2.100.000, 2buah Hp. Saat ini Barang bukti dan pelaku di amankan di Tahanan Mapolres Lumajang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut serta sisa pelaku Anomsari yang masih belum tertangkap akan terus di lakukan pengejaran.(umam/gatot)

Lagi, Tambang pasir liar di pantai selok awar awar diringkus Sat Reskrim Polres Lumajang

Tribratanewsjatim.com, Lumajang – Penambangan pasir di Selok Awar awar menjadi berita Nasional, terkait adanya aktivis penolak tambang pasir TOSAN dan SALIM KANCIL yang terbunuh menjadi Korban penganiayaan sekelompok orang pada Sabtu, 26 September 2015. dari penganiayaan itu, Salim Kancil tewas. Sedangkan Tosan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Syaiful Anwar, Malang. Para pelaku penganiayaan, termasuk Kepala Desa Selok Awar-awar, bakal menghadapi persidangan di Pengadilan Negeri Lumajang.

Pada hari Rabu tadi malam, pukul 19.00 wib anggota yang sedang berada dilapangan wilayah Polsek Tempeh mendapat informasi dari masyarakat adanya penambang liar di kawasan pantai watu pecak Desa selok awar awar Kec. Pasirian Kab. Lumajang. Selanjutnya anggota Sat Reskrim bersama bantuan puluhan warga menghadang empat dump truck yang mengangkut pasir dalam  kemasan sak dari hasil penambangan tanpa ijin. Diantara puluhan warga saat bersama melakukan penangkapan tampak TOSAN dan HAMID, (03/02/16).

empat kendaraan drump Truk diamankan Polres Lumajang
empat kendaraan drump Truk diamankan Polres Lumajang

Di Polsek Tempeh, salah seorang pengemudi truk saat diperiksa, bernama KHOI, asal warga Mojosari Kabupaten Mojokerto mengatakan dia baru datang di Lumajang pada Rabu pagi. “Saya diminta mengambil pasir oleh pengurus dump truck,”. Sedangkan Pengemudi truk lainnya juga mengaku tidak tahu pasir yang akan diangkut berasal dari Selok Awar-awar yang merupakan lokasi berdarah sebelumnya di tahun 2015.

Kapolres Lumajang melalui Kasubbaghumas IPDA GATOT membenarkan jika telah terjadi Ilegal Maining di kawasan yang sebelumnya menjadi berita nasional. Saat ini penyidik sedang melakukan pemeriksaan terhadap empat pengemudi dump truck SH, asal Umbulsari Jember, KHOI asal Pungging Mojokerto, TRI asal Mojosari Mojokerto, dan HAR asal Gudo Jombang. Mereka mengatakan baru pertama kali ke Lumajang dan menyatakan penyesalannya. “Seandainya tahu pasir dari desanya Salim Kancil, mendingan kami pulang saja, enggak usah mengangkut,” ujar salah seorang pengemudi.

Barang bukti yang diamankan oleh Sat Reskrim Polres Lumajang, empat Kendaraan Dump truck No.Pol : P-9259-UN yg di kemudikan SHI,  Dump truck No.Pol : L-9053-UC dikemudikan KHOI, Dump truck  No.Pol :L-9068-UC dikemudikan TRIYONO, dan Dump truck No.Pol : L-9069-UC dikemudikan HARMONO (umam).

Rumah Pengoplos Elpiji beromzet 16 juta perhari Di gerebek Polres Sidoarjo

Tribratanewsjatim.com, Sidoarjo – Sat Reskrim Polres sidoarjo kembali menemukan pengoplosan tabung elpiji bersubsidi. Kali ini sebuah rumah kontrakan di Desa Wilayut Kec. Sukodono yang dihuni oleh AN warga Surabaya digerebek oleh buser Sat Reskrim Polres Sidoarjo. Tetapi AN yang notabene pemilik usaha elpiji oplosan itu lolos dari penggerebekan tersebut. Dalam penggerebekan yang dilakukan pada hari Rabu tanggal 3 Februari 2016 pukul 15.30 Wib kemarin itu Polisi hanya mendapati Sembilan pekerja yang merupakan anak buah AN.

Para pekerja ini ditugasi mengoplos elpiji bersubsidi 3 kilogram ke tabung elpiji 12 kilogram dan 50 kilogram. Seluruh pekerja tersebut kini diamankan Polisi untuk dimintai keterangan. Selain itu Polisi juga mengamankan barang bukti dengan total 661 tabung elpiji 3 kilogram. Rinciannya 290 tabung kosong serta  371 tabung elpiji yang masih berisi gas. Sedangkan untuk tabung gas 50 kilogram sebanyak 43 tabung yang masih isi dan tabung 12 kilogram sejumlah 27 tabung dan Sembilan diantaranya kosong.

Pres Release : Kapolres Sidoarjo AKBP Muh. Anwar Nasir, S.I.K., M.H dirumah pengoplos LPG  Desa Wilayut Kec. Sukodono
Pres Release : Kapolres Sidoarjo AKBP Muh. Anwar Nasir, S.I.K., M.H dirumah pengoplos LPG Desa Wilayut Kec. Sukodono

Kapolres Sidoarjo AKBP Muh. Anwar Nasir, S.I.K., M.H mengungkapkan bahwa AN telah melakukan pengoplosan tabung elpiji sejak tujuh bulan lalu. AN ngontrak rumah di Desa Wilayut dan dijadikannya tempat untuk mengoplos elpiji setelah mendapatkan tabung elpiji 3 kilogram atau biasa disebut tabung melon itu dipasaran. Modus yang dilakukan AN ini sama seperti umumnya seperti pengoplosan elpiji lain yang sudah digerebek Polisi. Yakni tabung melon itu isinya dikuras dengan alat yang penyulingan yang sudah disiapkan.

Dari hasil oplosan tersebut, AN meraup keuntungan sekitar Rp 16 juta perhari. Keuntungan tersebut didapat karena harga elpiji melon di pasaran masih terjangkau dengan harga sekitar Rp 20 ribu. Untuk mengisikan di tabung 12 kg, AN hanya membutuhkan biaya Rp 80 ribu untuk 4 kali pengisian gas dari tabung melon. Sedangkan harga tabung elpiji 12 kg di pasaran seharga sekitar Rp Sidoarjo Rp 133.300,- per tabung.

Masih kata Kapolres, Polisi akan memburu AN yang saat ini diketahui berada di Surabaya. Sebab, Polisi sudah mengantongi identitas AN yang sudah lama menjadi incaran. Dan untuk saat ini pekerja AN masih dimintai keterangan untuk memperdalam keterangan kegiatan pengoplosan yang sudah dilakukan. Kemudian untuk AN telah melanggar pasal 53 tentang pengelolan dan pemasaran gas elpiji. Ancaman hukuman 4 tahun penjara. Dan secepatnya akan ditangkap AN. Ungkap Nasir (umam/teguh)

Curanmor Didor, Pelaku Diamankan Polres Banyuwangi

28 DOr BWITribratanewsJatim.com: Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) spesialis Yamaha Vixion diringkus Satreskrim Polres Banyuwangi. Saking ganasnya aksi dua pelaku aparat terpaksa menyarangkan timah panas guna memberi efek jera.

Aksi Ali Kohar dan Farid Tudin sangat meresahkan. Dua pelaku warga Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng ini selalu menyasar areal prakir puskesmas, kos-kosan maupun warung internet. Bahkan dalam menjalankan modusnya Ali Kohar membawa senpi revolfer rakitan plus lima amunisi yang masih aktif.

Aksi keduanya terungkap aparat saat melakukan aksi di parkiran Puskesmas Tampo, Kecamatan Cluring, 21 Januari 2016 lalu. Kala itu, Ali Kohar berboncengan dengan Farid Tudin. Begitu memastikan lokasi aman, Ali Kohar memerintahkan kepada rekannya untuk turun dan melakukan aksi.

“Kendaraan yang digasak Honda Beat P 6722 YL milik Winda Eka Bintarini, warga Dusun Sidomulyo, Desa Sumber Beras, Kecamatan Muncar. Motor itu dirusak tersangka menggunakan kunci T,” terang Kasatreskrim Polres Banyuwangi AKP Stevie Arnold Rampengan didampingi Kasubaghumas AKP Subandi.

28 dor bwi 1Nyaris saja pencurian yang dilakukan keduanya berjalan mulus. Tanpa disangka gerak-gerik Farid Tudin diintai anggota resmob wilayah selatan dari kejauhan. Meski diminta menyerahkan diri dua pelaku tetap berusaha melawan sehingga aparat melepaskan timah panas dari sarangnya.

“Hasil pengembangan yang kita lakukan, dua pelaku tidak hanya beraksi di wilayah Cluring. Karena dari penggeledahan yang dilakukan di kediaman Ali Kohar ditemukan satu sepeda motor Yamaha Vixion DK 8893 IF yang diakui sebagai hasil jarahan. Untuk senpi didapat dari Sumatera,” lanjut AKP Stevie.

Selain itu, aparat juga menemukan 4 buah plat nomer dan beberapa lembar STNK palsu. Kunci T yang biasa digunakan tersangka untuk beraksi juga telah diamankan.

“Ada enam kunci T yang dimiliki tersangka. Yamaha Vixion dipilih sebagai target karena sangat laku di pasaran,” tukas perwira pertama berdarah Manado.

Selain dua pelaku ini, Satreskrim juga menangkap  pelaku pencurian sepeda motor di parkiran sebuah rumah kos di Jalan S. Parman Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi. Ahmad Priyanto (29), warga Dusun Randu Agung, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, ditetapkan sebagai tersangka. Honda Supra X nopol P 6271 YE milik Rudi Bastomi (33), warga Lingkungan Krajan, Kelurahan/Kecamatan Giri, menjadi sasaran.

Peristiwa pencurian itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, Rabu 20 November 2015. Sepulang kerja pukul 05.00 WIB, korban memarkir sepeda motornya di parkiran kosan. Empat jam berselang  sewaktu korban menuju tempat motornya di parkir kendaraan roda dua itu telah raib.  Atas kejadian ini Rudi mengalami kerugian Rp 12 juta.

Kasatreskrim Polres Banyuwangi ini melanjutkan, aksi keduanya berjalan mulus dengan cara menduplikat kunci asli sepeda motor korban.  Sebelum beraksi, Priyanto berpura-pura meminjam motor korban sebentar dengan alasan kendaraan miliknya mogok. Selang 5 hari tersangka yang asli Situbondo itu membawa mobil Nissan Grand Livina. Saat itu dia bersama Agus yang diberi mandat untuk mengambil sepeda motor korban menggunakan kunci duplikat.  (bwi/mbah)

Tahan warga pemilik airsoft gun tanpa ijin, satreskrim Polres Pacitan amankan 4 amunisi aktif

20160126210124tribratanewsjatim.com. -Pacitan-. Satreskrim Polres Pacitan pada hari Kamis 21 januari 2016 yang lalu berdasarkan informasi dari masyarakat Desa Losari, Tulakan Pacitan, berhasil mengamankan pelaku pemilik airsoft gun tanpa memiliki surat senjata yang sah.

Dari hasil penggeledahan di TKP petugas berhasil menyita 1 pucuk airsoft gun jenis fn yang suratnya sudah mati dan 4 amunisi yang masih aktif serta beberapa senjata tajam dan senapan angin.

Dalam press release yang disampaikan oleh Bapak Kapolres Pacitan AKBP Taryadi SIK, diketahui bahwa pelaku berinisial AT, 26 th, alamat Cengkareng Jakarta Barat merupakan kelahiran Kabupaten Pacitan. Pelaku mendapatkan air soft gun jenis fn dari membelinya dari temannya di jakarta pada tahun 2008 seharga 4 juta dan 2 amunisi aktif kaliber 5,5 mm dan 2 amunisi kaliber 9 mm, 1 samurai, 1 clurit, sangkur, senapan gas dibelinya seharga 2,6 juta hingga 6 juta Rupiah di Jakarta.

20160126210125
barang bukti 4 amunisi aktif dan airsoft gun

Menurut keterangan Kapolres pacitan bahwa dari hasil pengembangan penyidikan sementara pelaku mengaku menggunakan senjata tersebut hanya untuk gaya-gayaan. Dan diketahui pelaku memiliki keahlian dan kerja sampingan sebagai servis senapan angin selama di Jakarta.

Pasal yang disangkakan terhadap pelaku karena melakukan tindak pidana menguasai, memiliki, menyimpan amunisi tanpa hak sebagaimana dimaksud pasal 1 ayat 1 UU darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (herudom86)

Timsus Cobra Polda Jatim Tembak Perampok

SAMSUNG DIGIMAX A503

TribratanewsJatim.com: Timsus Cobra  Subdit III Jatanras, Ditreskrimum Polda Jatim, tangkap dua pelaku yang melakukan perampokan di Purworejo, Pasuruan. Korban Kepala Desa Kejayan Pasuruan, M  Rozi (45) menderita luka bacok paha dan telapak tangan.

Kronologinya, saat korban istirahat di Kejayan Pasuruan, tanpa diduga diantara komplotan penjahat masuk mobil milik korban. Usai masuk mobil dari pintu depan kanan dan pintu belakang kanan kiri, pelaku menjerat leher korban menggunakan kain sarung. Lalu korban dipindah ke jok belakang dan pelaku membocok korban.

Dalam keadaan tidak berdaya, pelaku mengemudikan mobil korban menuju daerah Nguling, Pasuruan. Sampai di kawasan Nguling, pelaku membuang korban. Kemudian pelaku kabur bersama mobil milik korban. Uang milik korban sebesar Rp 60 juta disikat pelaku. Sedangkan mobil molik korban ditinggal di daerah Tongas Probolinggo.

Informasinya, pelaku yang tertangkap Sayit, kelahiran Pasuruan, 9 Juni 1993, warga Kota Pasuruan. Pelaku ini berperan menjerat leher korban. Pelaku lain, Iwan Yunianto, kelahiran Sidoarjo 9 Juni 1978, warga Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, ini berperan mengawasi lokasi kejadian saat korban dirampok. Barang bukti yang yang disita mobil Avanza nopol L 1947 GI milik korban.

Ironisnya, saat di rumah pelaku Sayit, tim Cobra yang dipimpin Aiptu Fauzi melakukan penangkapa diteriaki maling…maling. Kemudian pelaku melakukan perlawanan, timsus terpaksa melumpuhkan dengan tembakan mengenai kaki pelaku.

Usai mlakukan penangkapan, Timsus meninggalkan lokasi penangkapan, namun sempat dikejar oleh massa. Hingga Minggu (24/1/2016), Timsus Cobra, yang melakukan penangkapan Jumat (22/1/2016) lalu terus melakukan pengembangan terhadap kasus itu. (mbah heru)

Foto: ilustrasi

Belum Sempat Jual Mobil Curian Keburu Tertangkap

22 sikat mobil kakak iparnyaTribratanewsJatim.com: Curi mobil Hyundai Atoz milik kakak keponakannya sendiri di Dusun Patuk Desa Sidomulyo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, pelaku ES masuk penjara. Tersangka, yang ditangkap anggota Polsek Prambon – Polres Sidoarjo, hingga Jumat (22/1/2016) menjalani pemeriksaan intensif.

Sialnya, sebelum berhasil menikmati mobil curiannya, pelaku ES keburu dibekuk setelah mencuri mobil itu. Hl ini dilakukan karena kepepet uang untuk membayar hutang dan memenuhi ekonomi keluarganya.

Kapolsek Prambon AKP Sutaji menjelaskan, bahwa penangkapan terhadap tersangka E S berawal dari laporan guru PNS bernama Nurul Hidayah (37) warga Dusun Patuk Desa Sidomulyo yang tidak lain adalah kakak keponakan E S sendiri, karena kehilangan mobilnya. Setelah dilakukan penyelidikan, mengarah ke tersangka ES. Kemudian polisi melacak keberadaan tersangka ke beberapa lokasi yang diduga menjadi tempat persembuyiannya. Akhirnya, unit Reskrim Polsek Prambon di bawah komando Kapolsek Prambon AKP Satuji menemukan titik terang keberadannya dan melakukan berkoordinasi dengan Polres Jombang untuk penangkapan tersangka ES. Akhirnya, tersangka berhasil ditangkap dan diserahkan ke Polsek Prambon.

Dihadapan penyidik, tersangka E S mengaku terpaksa mengembat mobil kakak keponakannya karena kepepet. Namun, dia kebingungan ketika hendak menjualnya. Tetapi kemudian E S berencana mengembalikan mobil tersebut ke pemiliknya. Sebelumnya, E S juga mengaku pernah melakukan penipuan pada temannya dengan membawa kabur motor Yamaha Ninja. Kemudian, motor tersebut dijual seharga Rp 15 juta di Jawa Tengah.

Akibat perbuatannya, tersangka beserta barang bukti 1 unit mobil Hyundai Atoz warna biru nopol L-1029- QS beserta STNK dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian kendaraan bermotor, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. (sdj/mbah heru)

 

Tertangkap, Buronan yang Kabur dari Polsek Dukuh Pakis

21 bobol ATM tabesTribratanewsJatim.com: Kecepatan pihak timsus Polrestabes Surabaya untuk mengejar SH, pelaku pembobol ATM yang kabur dari ruang penyidik Polsek Dukuh Pakis, Surabaya, patut diacungi jempol. Walaupun sempat kabur keluar Surabaya, dalam waktu 3 hari pelaku bisa ditangkap .

Pelaku H, asal Tangerang tersebut. Ditangkap di tempat persembunyiannya, yaitu rumah istrinya yang berada di Jember, Jawa Timur, Kamis (21/1/2016) petang. Penangkapan dilakukan anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya, dipimpinan AKP Julian Waroka, selaku Kanit Jatanras.

Kini pasangan suami istri, SH dan YF menjalani pemeriksaan intensif di Mapolrestabes Surabaya. Pelaku terlibat aksi di Spazio, di kawasan Darmo Permai, Surabaya. Saat kabur, Tim pemburu telah berhasil mengikuti perjalan tersangka yang kerap berpindah-pindah.

“Memang buronan tersebut berhasil kami bekuk. Sekarang sedang dalam perjalanan,” kata Kompol Lily Kasubag Humas yang memberikan apresiasi kepada tim yang telah bekerja keras.

Diberitakan sebelumnya, aksi terakhir tersangka adalah di Spazio. Sekitar pukul 19.00, anggotanya menerima laporan dari pihak keamanan Spazio tentang tertangkapnya pelaku saat menjebol ATM Spazio. Jumlah uang yang dijebol pelaku asal Tangerang itu sekitar RP 24,1 juta.

Penyidik kemudian memeriksa saksi terlebih dahulu. Ada empat saksi yang diperiksa. Pelaku sendiri ditempatkan di ruang penyidik yang lain yang terpisah dari ruang pemeriksaan para saksi.

Begitu pemeriksaan saksi selesai, penyidik hendak memanggil pelaku. Namun saat masuk ke ruangan tempat pelaku berada, penyidik tak menemukan keberadaan pelaku. Saat itulah baru diketahui jika pelaku yang berusia 51 tahun itu telah kabur. Dengan kondisi dua tangan yang masih diborgol, pelaku melarikan diri lewat belakang dengan menjebol asbes, lalu keluar melalui jalan raya di belakang Mapolsek. (tbs/mbah heru)

Foto: pasangan suami istri yang tertangkap itu

 

Polisi Amankan 8 Ton Pupuk Bersubsidi Ditimbun

13 pupukTribratanewsJatim.com: Bojonegoro, Pada tanggal 11 Januari 2016 sekira pukul 16.0 wib Satreskrim Polres Bojonegoro mengamankan pelaku penimbunan pupuk bersubsidi pemerintah di luar peruntukannya. Pelaku   Hj. Mur (50) warga  Dusun  Jatitengah, Desa Pejok, Kecamatan Kepohbaru,  Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (13/1/2016).

Barang bukti yang diamankan pupuk bersubsidi jenis ZA sebanyak 63 sak. ( @50 Kg ), Pupuk bersubsidi jenis SP-36 sebanyak 17 sak ( @ 50 Kg ) dan Pupuk bersubsidi jenis Urea sebanyak 79 sak ( @ 50 Kg ).

Informasinya, modus operandi dilakukan  pelaku dengan cara memperjual belikan pupuk bersubsidi pemerintah dan pelaku bukan kios atau pengecer pupuk yang di tunjuk pihak yang berwewenang.

Kronologi kasus ini berawal Senin (11/1/2016) sekira pukul 18.00 wib, Sat Reskrim Polres Bojonegoro mendapat informasi dari masyarakat, bahwa pelaku telah memperjual belikan pupuk bersubsidi pemerintah dan pelaku bukan sebagai kios atau pengecer resmi yang ditunjuk pihak berwewenang.

Informasi itu ditindaklanjuti, anggota Sat Reskrim Polres Bojonegoro mendatangi rumah milik pelaku dan melakukan penggeledahan di gudang milik pelaku. Hasilnya diketemukan pupuk bersubsidi pemerintah sebanyak 8 Ton pupuk berbagai jenis.

Menurut keterangan, pelaku pupuk bersubsidi tersebut di dapat dari Rembang Jawa Tengah dengan cara menelephone kepada penyalur pupuk bersubsidi tersebut. Pelaku dijerat pasal 30 ayat 3 Permendag Nomor :15/M – DAG/PER/4/2013 Tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi jo pasal 6 ayat 1 huruf b UUDrt No. 7 Tahun 1955 Tentang pengusutan, penuntutan dan peradilan tindak pidana ekonomi. (bjr/mbah heru)

Wanita Cantik Itu Penipu Ulung, Bisnis Katering Fikif Raub Milyaran Rupiah

12 tipu kateringTribratanewsJatim.com: Anggota Subdit II Perbankan, Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar kasus tindak pidana penipuan investasi katering melalui facebook. Korban berinisial Nuraini dan tersangka Gia Tias (29) wanita warga Bukit Cengkeh Berbunga Blok B-4 Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Kasus yang diungkap itu Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LPB/05/I/2016/Sus/Jatim tanggal 8 Januari 2016.

Aksi penipuan berlokasi di Surabaya dan Mojokerto, Jawa Timur pada Desember 2014. Dua saksi juga sudah dimintai keterangan polisi. “Baru satu korban yang lapor. Dan kasus ini melibatkan banyak korban serta yang menjadi korban katering fiktif segera lapor ke Polda Jatim,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Argo Yuwono didampingi Dirreskrimsus, Kombes Nur Rochman, Selasa (12/1/2016).

Dikatakan, kronologi kasus tersebut, berawal pada Desember 2014, GT berteman melalui facebook dengan NA yang menawarkan investasi bidang catering dengan keuntungan 45 % perbulan dari modal yang disetorkan. Kemudian Pebruari 2015, tersangka membuat group facebook yang isinya menawarkan investasi bidang catering dengan nama group “ Yuk Kita Sukses” dan tersangka sebagai owner (pimpinan). Sedang korban sebagai Admin.

Tanpa diduga, group itu memiliki sekitar 200 member dengan uang investasi sebanyak Rp 650 juta. Uang sebesar ini ditransfer oleh korban secara bertahap melalui BRI, BCA dan BSM atas nama tersangka. Namun setelah 3 bulan, uang investasi yang dikembalikan hanya Rp 250 juta, sehingga korban masih mengalami kerugian Rp. 400 juta karena investasi Katering tersebut ternyata fiktif.

Barang bukti yang disita berupa buku tabungan BCA; buku tabungan BRI; buku tabungan Mandiri Syariah; ATM BCA; ATM BRI; HP Samsung Galaxy Prime; bendel print out penawaran investasi “Yuk Kita Sukses” melalui SMS, BBM dan Facebook; dan bendel rekening koran BRI.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat UU RI tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan pasal 28 (1) UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

Selain itu, tersangka juga dijerat pasal 45 (1) UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE : setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat (1), ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling Rp 1 miliar. (mbah heru/boby)

Foto: Kabid Humas Polda Jatim dan Dirreskrimsus serta tersangka (boby)