Along-polong Ala Kapolda Jawa Timur Bersama Blogger & Netizen Jatim

 

Kapolda Bersama 4 Kapolres Yang Ada Di Madura
Kebersamaan dan kekompakan terlihat saat acara “Ngumpul Bareng Bersama Kapolda Jatim” Irjen Anton Setiadji, Kabid Humas Kombes RP  Argo Yuwono dan Kasubbid Penmas AKBP Edwi Kurniyanto juga di hadiri 4 kapolres yang ada di madura yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.
Tempat yang di jadikan tempat Along-polong adalah Ole-Olang Resto yang berada di Jalan Raya Ketengan Bangkalan. Ditempat ini Bapak Kapolda memberikan kesempatan tanya jawab kepada semua Netizen Jatim. Disaat Bapak Kapolda menjawab pertanyaan banyak sekali ilmu dan nasehat yang di dapatkan tentang dudinia kepolisian khususnya di Jawa Timur. Dengan adanya transparasi antar masyarakat tentunya dapat menyelesaikan semua permasalahan yang ada di Polri khususnya kawasan Polda Jawa Timur.
Bapak Kapolda Memberikan Arahan 
Sementara jendral bintang dua itu tetap menekankan kebersamaan harus lebih di tingkatkan. untuk itu berilah informasi yang transparan kepada Netizen, apalagi pada bulan agustus mendatang akan ada perekrutan calon anggota Polri. Tentunya proses perekkrutan ini harus transparan hingga bakal calon anggota polri ini sah menjadi anggota.
Netizen Jatim Berkumpul Menjadi Satu
Usai dilakukan tanya jawab hingga pukul 23.30 wib, acara di lanjutkan dengan berdangdut ria bersama Bapak Kapolda dengan alunan musik Cucak Rowo di susul dengan Kabid Humas dan anggota lainnya,hingga para peserta dan anggota kembali ke penginapan yang sudah di sediakan.’

Netizen dan Polda Jatim Along-polong di Ole Olang Resto

KAPAK Comunity - Blogger, Netizen dan Polda Jatim Alongpolong di Ole Olang Resto. Hari jumat kemaren merupakan hari yang sangat istimewa bagi Blogger Plat-M dan Netizen Jawa Timur. Karen pada hari itu, Plat-M dan Netizen bisa berkumpul langsung dengan Polda Jawa Timur dan berkesempatan bisa bertanya langsung mengenai kejadian-kejadian yang terjadi di sekitarnya.
Pada acara alongpolong ini saya dan enam teman lainnya diundang untuk mewakili Plat-M RT Pamekasan bersama teman-teman RT Sumenep, RT Sampang dan RT Bangkalan. Acara ini bertempat di Bangkalan tepatnya di Ole-olang resto.
Jam 13:30 saya dan teman-teman di Pamekasan sudah berada di Terminal Pamekasan, karena acaranya berada di Bangkalan, jadi kita harus berangkat lebih awal, mengingat jarak dari Pamekasan ke Bangkalan bisa memakan waktu hingga tiga jam lebih.
Jam 16:40 WIB kita sudah berada di pertigaan Tangkel. Sambil menunggu jemputan menuju Ole Olang Resto, kita menikmati hidangan di warung pinggir jalan yang menyajikan beberapa menu makanan, lumayan untuk mengganjal perut yang sedari tadi sudah keroncongan. Setelah habis makan, jemputan sudah datang dan kita semua berangkat menuju Ole Olang Resto.
KAPAK Comunity - Blogger, Netizen dan Polda Jatim Alongpolong di Ole Olang Resto. Hari jumat kemaren merupakan hari yang sangat istimewa bagi Blogger Plat-M dan Netizen Jawa Timur. Karen pada hari itu, Plat-M dan Netizen bisa berkumpul langsung dengan Polda Jawa Timur dan berkesempatan bisa bertanya langsung mengenai kejadian-kejadian yang terjadi di sekitarnya.
Sebelum acara dimulai kita semua dipersilahkan untuk melaksanakan sholat terlebih dahulu, dan alhamdulillah Ole Olang Resto menyediakan sebuah moshollah dengan kamar mandi yang terpisah antara laki-laki dan perempuan, ditambah lagi tempat wudhuk sehingga mempermudahkan kita untuk melaksanakan ibadah di tempat itu.
Sebelum jajaran kapolda datang, sambil lalu kita dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang telah disediakan di resto itu, “yach lumayan bisa makan gratis, di tempat enak” dan kami semuanya menikmati hidangan tersebut.
KAPAK Comunity - Blogger, Netizen dan Polda Jatim Alongpolong di Ole Olang Resto. Hari jumat kemaren merupakan hari yang sangat istimewa bagi Blogger Plat-M dan Netizen Jawa Timur. Karen pada hari itu, Plat-M dan Netizen bisa berkumpul langsung dengan Polda Jawa Timur dan berkesempatan bisa bertanya langsung mengenai kejadian-kejadian yang terjadi di sekitarnya.
Sambil diiringi oleh musik dengan nuansa jaz, ditambah lagi sang vokalis yang sangat seksi, sehingga menjadikan suasana pada malam itu santai, dan pada kesempatan itu juga Polres se Madura juga ikut menyumbangkan suara emasnya, demi melengkapi acara malam itu.
Setelah selesai menikmati hidangannya, jajaran Polda Jatim sudah tiba di resto, maka lengkap sudah para undangannya. Malam itu dihadiri oleh Kapolda Jatim, Duta Humas Polda Jatim, Kapolres Se-Madura, MTNC Mabes Polri, Netizen Jatim, Blogger Plat-M, dan Kaskuser. Yang bikin suasana malam itu semakin semarak yaitu kehadiran dari MTNC Mabes Polri dan Duta Humas Polda Jatim yang diwakili oleh Polwan yang cantik dan bening.
KAPAK Comunity - Blogger, Netizen dan Polda Jatim Alongpolong di Ole Olang Resto. Hari jumat kemaren merupakan hari yang sangat istimewa bagi Blogger Plat-M dan Netizen Jawa Timur. Karen pada hari itu, Plat-M dan Netizen bisa berkumpul langsung dengan Polda Jawa Timur dan berkesempatan bisa bertanya langsung mengenai kejadian-kejadian yang terjadi di sekitarnya.
KAPAK Comunity - Blogger, Netizen dan Polda Jatim Alongpolong di Ole Olang Resto. Hari jumat kemaren merupakan hari yang sangat istimewa bagi Blogger Plat-M dan Netizen Jawa Timur. Karen pada hari itu, Plat-M dan Netizen bisa berkumpul langsung dengan Polda Jawa Timur dan berkesempatan bisa bertanya langsung mengenai kejadian-kejadian yang terjadi di sekitarnya.
Setelah semua undangan sudah merapat di resto, acara sharing dengan Kapolda Jatim dimulai. Antusias dari seluruh peserta yang hadir di tempat itu terpampang dari cara peserta menyimak penjelasan dari Kapolda Jatim yaitu Irjen Pol Anton Setiadji.
Setelah Kapolda Jatim memberikan ulasannya, saatnya peserta mengajukan pertanyaan. Nah disinilah keseruan terpampang, pertanyaan dari peserta yang hadir pada malam itu sangat unik dan beragam sekali, mulai kejadian dari ujung timur Madura sampai ujung barat Madura hingga Suramadu, semua kejadian ataupun asumsi dari masyarakat sekitar semuanya diutarakan pada malam itu, dan Kapolda menanggapinya dengan penuh santai, jelas dan tegas.
KAPAK Comunity - Blogger, Netizen dan Polda Jatim Alongpolong di Ole Olang Resto. Hari jumat kemaren merupakan hari yang sangat istimewa bagi Blogger Plat-M dan Netizen Jawa Timur. Karen pada hari itu, Plat-M dan Netizen bisa berkumpul langsung dengan Polda Jawa Timur dan berkesempatan bisa bertanya langsung mengenai kejadian-kejadian yang terjadi di sekitarnya.
Setelah membecakan doa bersama, maka masuklah pada sesi acara yang sangat ditunggu-tunggu oleh para peserta, apalagi kalau bukan selfi bareng Kapolda, sambil diiringi oleh suara emas Kapolda Jatim dengan Cucak Rowonya seluruh peserta melakukan foto bersama dengan para tamu undangan, semuanya menikmati indahnya camera, jepret uplod.
KAPAK Comunity - Blogger, Netizen dan Polda Jatim Alongpolong di Ole Olang Resto. Hari jumat kemaren merupakan hari yang sangat istimewa bagi Blogger Plat-M dan Netizen Jawa Timur. Karen pada hari itu, Plat-M dan Netizen bisa berkumpul langsung dengan Polda Jawa Timur dan berkesempatan bisa bertanya langsung mengenai kejadian-kejadian yang terjadi di sekitarnya.
KAPAK Comunity - Blogger, Netizen dan Polda Jatim Alongpolong di Ole Olang Resto. Hari jumat kemaren merupakan hari yang sangat istimewa bagi Blogger Plat-M dan Netizen Jawa Timur. Karen pada hari itu, Plat-M dan Netizen bisa berkumpul langsung dengan Polda Jawa Timur dan berkesempatan bisa bertanya langsung mengenai kejadian-kejadian yang terjadi di sekitarnya.
KAPAK Comunity - Blogger, Netizen dan Polda Jatim Alongpolong di Ole Olang Resto. Hari jumat kemaren merupakan hari yang sangat istimewa bagi Blogger Plat-M dan Netizen Jawa Timur. Karen pada hari itu, Plat-M dan Netizen bisa berkumpul langsung dengan Polda Jawa Timur dan berkesempatan bisa bertanya langsung mengenai kejadian-kejadian yang terjadi di sekitarnya.
Sharing sudah selesai, berdangdut ria sudah selesai, selfi bareng sudah selesai, maka kami semua kembali ke tempat masing-masing, ada yang kembali ke penginapannya dan kami semua yang dari pamekasan diatar oleh tim Buser Pamekasan untuk kembali ke kampung halaman kami masing-masing,

Malam ini Live, Kadiv Humas Polri Hadir Bahas Kasus Novel Baswedan di ILC

3 Anton CharliyanTribratanewsjatim.com: Pembahasan terkait perkara tindak pidana penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Novel Baswedan saat menjabat Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, Rabu malam (11/02/2016) menjadi tema dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC)  TVOne.

Beberapa pakar hukum, baik pidana maupun tata negara hadir. Termasuk Kadiv Humas Polri, Irjen Anton Charliyan dan mantan Komisioner KPK, Abdullah Hehamahua. Juga, melalui sambungan telepon, berbicara pula salah satu Komisioner KPK.

Diskusi yang disiarkan live ini, mengerucut ke dalam dua kutub sudut pandang. Yaitu, antara yang mendorong agar kasus hukum Novel Baswedan diselesaikan “di luar” mekanisme hukum melalui penggunaan hak yang dimiliki Kejaksaan Agung, dan yang tetap berprinsip bahwa proses hukum harus ditegakkan melalui proses pengadilan yang profesional, obyektif dan independen.

Kubu pertama, merujuk pada sikap Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Pemerintah yang bersikap agar kasus ini diselesaikan melalui proses hukum yang normatif. Ini yang kemudian dipersepsikan, bahwa kasus ini bisa diselesaikan tanpa mekanisme pengadilan, yaitu melalui Hak Kejaksaan Agung untuk melakukan deponeering atau Surat Ketetapan Penghentian Perkara (SKP2).

Pandangan ini, secara serius mendapat respon keras dari pakar dan praktisi hukum. Johnson Panjaitan, menegaskan bahwa penghentian proses hukum di luar pengadilan, apalagi dalam perkara Novel Baswedan ini sudah dinyatakan P21, akan berimplikasi buruk pada penegakan hukum.

“Ini akan meruntuhkan kepercayaan rakyat kepada penegakan hukum di Indonesia. Akan menjadi preseden, dimana seseorang yang bermasalah dengan hukum, akan menarik kekuatan politik untuk membebaskan dirinya,” kata Johnson.

Dugaan atau persepsi bahwa kasus ini terkait dengan kriminalisasi, sangat dangkal. “Kriminalisasi itu kalau sudah dibuktikan di pengadilan. Kalau belum dibuktikan, bagaimana bisa disebut sebagai kriminalisasi?” tegas Johnson.

Mantan Komisioner KPK, Abdullah Hehamahua menilai, bahwa secara pribadi dia melihat kasus ini sebaiknya diproses secara obyektif. Artinya, tidak ada bargaining atau tawar-menawar. Mengingat, posisi KPK sebagai lembaga harus independen.

Yang menarik dari pendapat para pakar, adalah pandangan yang disampaikan oleh ahli hukum pidana, Prof Romli Atmasasmita. Sebagai orang yang pernah dikriminalisasi, Prof Romli dengan tegas menyatakan bahwa persoalan kriminalisasi tetap harus dihadapi di pengadilan. “Kalau tidak dibuktikan di pengadilan, itu namanya pengecut!” tegasnya.

Dalam konteks penerapan hukum pidana, Prof Romli mengakui bahwa ada pertimbangan atas penghentian kasus. Baik itu azas keadilan, azas kepastian hukum, azas manfaat atau azas kepentingan umum. “Tapi, yang harus diingat saat ini adalah, dalam proses penegakan hukum ada azas yang juga harus dipenuhi. Yaitu, perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia,” katanya, tegas.

Dalam konteks perkara Novel Baswedan, dimana malam itu dihadirkan korban yang secara terbuka mengakui bahwa dirinya telah dianiaya dan ditembak sehingga mengalami cacat seumur hidu, Prof Romli menyatakan simpati dan keprihatianannya.

“Kasus yang seperti ini banyak. Pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia. Kita memiliki hukum mendasar, yaitu Pancasila dan UUD ’45 yang pada intinya memberikan perlindungan pada Hak Asasi Manusia,” katanya.

“Lantas, apakah dalam kasus ini kita akan biarkan terjadinya pelanggaran Hak Asasi Manusia?” tegas Prof Romli.

Karena itu, proses pengadilan adalah perangkat obyektif untuk menilai bagaiman negara melindung Hak Asasi Manusia. Apalagi, posisi Jaksa Penuntut adalah pengacara Negara yang mewakili korban. “Apakah akan diabaikan begitu saja perlindungan negara terhadap Hak Asasi Manusia?” (tbn/mbah heru)

foto: Kadiv Humas Polri, Irjen Anton Charliyan

 

Tes Flight, Pesawat yang Jatuh Menghantam Rumah Warga Itu

10 jenis pesawat jatuhTribratanewsJatim.com: Jatuhnya pesawat latih jenis Super Tokano milik TNI AU, Rabu (10/2/2016) sekitar 10.15 WIB  di Jalan  LA Sucipto RT.3/ RW.5 Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur menimpa rumah, Mujianto. Pesawat latih tempur Super Tocano buatan Brasil dengan Pilot Mayor PNB IFi Safatilah dengan Copilot/Teknisi Saiful yang sedang melaksanakan latihan.

Saat akan jatuh pesawat mengeluarkan asap putih kemudian disusul dengan parasut yang jatuhnya di area sawah Jalan Ikan Tombro Timur Nomor 6,  RT 7/ RW 4, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Peristiwa ini mengakibatkan Pilot Ifi Safatilahy terjatuh di Dusun Bunut, Desa Tunjung Tirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, akhirnya meninggal. Untuk Copilot/Teknisi Serma Saiful kondisinya sampai saat ini belum diketemukan.

Sementara korban yang berhasil di evakuasi (1) Ermawati Ningtyas (47) istri Mujianto meninggal dunia. (2) Nur Cholis (30) penghuni kos pekerjaan di RS Persada meninggal. (3). Sofi  Wahyu Musama (17) keponakan pemilik SMK 5  kelas 3 dengan kondisi selamat. (4) Sudarmaji (penghuni kos) dengan kondisi selamat warga Perum Asrikaton Blok Gg.5 no 7 Pakis, Kabupaten Malang. (5) Mujianto (54) pemilik rumah kondisi selamat warga  Jalan LA Sucipto 4 Gangg 12/ RT 3/ RW 5, Kelurahan/Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Sedang sampai saat ini badan pesawat masih berusaha di evakuasi karena menancap di tanah hingga kelihatan bagian ekornya saja.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pesawat latih milik TNI AU jenis Super Tocano jatuh di kawasan rumah penduduk di Jalan LA Sucipto Gg XII Blimbing, Kota Malang, sekitar pukul 10.12 WIB (10/2/2014).

Sebelum jatuh, pesawat sempat berputar-putar di atas wilayah Blimbing, Kota Malang, sebelum menukik jatuh. ’’Tadi sempat meraung-raung lalu menukik jatuh,’’ ucap Khoirul, salah satu pengendara di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.

Petugas dari TNI AU dan Polri sudah tiba di lokasi. Police line juga sudah dipasang di sekitar TKP, Beberapa mobil pemadam kebakaran juga sudah berada di lokasi kejadian. ’’Semoga saja tidak ada korban jiwa,’’ ucap warga.

Pesawat Super Tocano yang jatuh di kawasan perumahan warga tadi pagi terbang dalam rangka tes flight setelah pemeliharaan rutin. Tes flight pada berbagai variasi ketinggian itu awalnya baik-baik saja. Masalah baru muncul setelah mencapai ketinggian di bawah 15.000 KM, kata KSAU Marsekal Agus Supriatna yang baru saja tiba dari Jakarta, Agus juga membenarkan, pilot Ifi Safatilah dan Copilot Syaiful sempat menyelamatkan diri dengan kursi pelontar.

Pesawat Super Tocano yang jatuh tadi pagi merupakan jenis pesawat tempur taktis ringan terbaru milik TNI Angkatan Udara. Berdasarkan informasi yang dihimpun MVoice, Pangkalan Udara TNI Abdulrachman Saleh memiliki delapan unit pesawat buatan Brazil,   Empat unit Super Tocano didatangkan pertama kali pada 2012 lalu.

Sedangkan empat sisanya baru datang pada 2014 lalu. Menurut informasi, Super Tocano sendiri memiliki kemampuan menempuh operasi jarak jauh. Sebagai gambaran, dengan membawa enam bom atau alat tempur, Super Tocano mampu terbang tanpa henti dari Malang hingga Balikpapan. Penempatan Super Tocano di Malang sendiri karena pangkalan udara Abdulrachman Saleh sudah memiliki peralatan komplit perawatan pesawat yang sudah disiapkan pada 2010 lalu. (mlg/mbah heru)

Masa Depan Humas Polri, Humas Dituntut Menguasai Manajemen Informasi

3 Anton CharliyanTribratanewsJatim: Selama 3 hari terhitung sejak 1 – 3 Februari 2016, sebanyak empat personil Humas Polda Sumut mengikuti kegiatan pelatihan Counter Messaging Course di Medan, yang diselenggarakan oleh International Criminal Investigative Training Assistance Program (ICITAP) Departemen Kehakiman US.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 10 Polda yaitu Polda Sumut, Polda Aceh,Polda Riau, Polda Kepri, Polda Sumsel, Polda Bengkulu, Polda Lampung, Polda Banten, Polda Bangkabelitung dan Polda Jawa Barat dengan peserta sejumlah 22 orang.

Acara dibuka oleh Karo PID Mabes Polri mewakili Kadiv Humas Polri Brigjen Pol Drs Daniel Pasaribu dan Penasehat Eksekutif ICITAP Komjen Pol (Purn) Oegroseno dan Irwasda Polda Sumut.

3 kursus humas Polri 1ICITAP sendiri menghadirkan tiga orang instruktur sebagai pemberi materi dalam pelatihan tersebut yaitu, Mr Steve dan Mr Adam dan instruktur sekaligus penerjemah adalah Iwan Maskun.

Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan peran dan kemampuan personil Humas Polda dalam mengelola Informasi, sehingga Humas Polda juga dapat meningkatkan perannya dalam menjadi penyeimbang informasi, khususnya informasi yang berkaitan dengan tugas-tugas Kepolisian dan mampu membentuk opini yang positif tentang Kepolisian di tengah- tengah masyarakat.

3 masa depan Humas PolriPelatihan tersebut berjalan dengan lancar dan suskes, para peserta tampak semangat dan selalu antusias selama proses pelatihan tersebut. Mr Steve dan Mr Adam secara bergantian dan dengan atraktif memberikan penjelasan bagaimana melakukan manajemen informasi yang baik di dunia media sosial maupun media online, konferensi pers dan media informasi lainnya.

Diharapkan oleh para peserta pelatihan tersebut, acara ini dapat menambah pengetahuan dan kemampuan masing masing personil Humas dan dapat mendukung tugas tugas kehumasan Polri.

Kepala Divisi Humas Kepolisian Republik Indonesia, Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan, Rab (3/2/2016)  menutup acara dengan berpesan kepada para peserta bahwa era zaman sekarang adalah era informasi karena itu masing- masing personil Humas dituntut agar dapat menguasai dan mengelola manajemen informasi dengan cara profesional khususnya informasi yang menyangkut tentang Kepolisian Indonesia. (tbn/mbah heru)

 

Ada 5 Hal, Arahan Jokowi Kepada Pimpinan Polri – TNI

29 jokwi rampim 1TribratanewsJatim.com: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan arahan kepada pimpinan Polri dan TNI dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun Anggaran 2016 di Rupatama Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) dan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolsian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (29/1/2016).

Ada lima hal penting yang disampaikan Presiden dalam paparannya. Yaitu tentang Profesionalisme, Produktifitas,  Etos kerja, Daya saing dan Efisiensi aturan.

Presiden menekankan bahwa aturan yang terlalu rumit harus mulai dijadikan lebih fleksibel, termasuk pada Polri dan TNI. Hal ini juga dalam rangka efisiensi dan flesibilitas. Ada 3000 perda. Karenanya, aturan digunakan untuk mempercepat birokrasi, bukan untuk menghambat kinerja sehingga cost operasional meningkat. Kecepatan itu akan menjadi triger ekonomi.

Sinergi TNI-POLRI. Harus dihilangkan compare atau berfikir sektoral.  Respon cepat atas kinerja Polri dalam menangani kasus teror dan TNI ada di sekitarnya, adalah hal yang harus mendapat apresiasi dari seluruh negara.

Karenanya, harus ditingkatkan kewaspadaan seluruh unsur keamanan. Setiap ada info sekecil apapun segera direspon secepatnya. Respon cepat akan memenangkan kompetisi dan persaingan. Polri bergerak, TNI mendampingi. Bergerak cepat merespon situasi:  Bencana, kebakaran hutan, tanah longsor.

“Karena yang paling cepat digerakkan TNI dan Polri,” kata Presiden.

Panglima TNI denganKapolri harus rukun, sehingga akan menjaga kondusifitas anggota atau bawahan.

Terkait dengan Teknologi Informasi, Presiden mengatakan bahwa di kantor atau di lapangan agar diperbaiki, di-upgrade. Karena perubahan Informasi Teknologi sangat cepat. Peredaran HP  di Indonesia saat ini ada 308,2 juta dan pengguna medsos 72 juta.

“Oleh karena itu harus diawasi. Juga terkait penggunaan. Berikan pendidikan sopan santun berkomunikasi di media atau etika di media, agar tidak melanggar hukum (hate speech),” kata Presiden.

TNI dan Polri harus aktif berperan untuk melakukan pembenahan dan pengawasan Teknologi Informasi.

Seluruh anggota TNI dan Polri harus turun ke lapangan, agar bisa kontrol langsung kegiatan atau aktifitas sehingga kualitas pekerjaan bisa terkontrol. “Masalah itu ada di lapangan, jangan memberi perintah dari kantor, tapi di lapangan. Karena kondisi di lapangan sangat dinamis,” kata Presiden.

“Pekerja akan merasa diawasi, aktifitas fungsi pengawasan dalam manajemen kontrol dilakukan di semua level agar hasil bisa maksimal dan minim penyimpangan. Sekaligus mampu memberi solusi yang cepat di lapangan,” demikian Presiden Jokowi. (tbn/mbah heru)

 

Jokowi: TNI – Polri Jangan Terjebak Ego Sektoral

29 rapim polri JokowiTribratanewsJatim.com: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menegaskan, sinergi TNI dan Polri harus menjadi kunci pada pencapaian program pembangunan. Baik TNI maupun Polri, jangan terjebak pada ego sektoral.

“Kita perlu reformasi total,” demikian disampaikan Presiden dalam pengarahan kepada peserta Rapat Pimpinan (Rapim) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun Anggaran 2016 .

Presiden Joko Widodo hari ini, Jumat (29/1/2016), hadir di Rupatama di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) dan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolsian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dalam Rapat pimpinan yang dihadiri oleh jajaran Kepala Kepolisian Daerah dan juga jajaran Panglima Komando Daerah Militer.

Disampaikan oleh Presiden Jokowi, saat ini kita sudah masuk pada persaingan ekonomi dunia yang dapat menjadikan ancaman bagi bangsa dan negara.

“Pertumbuhan ekonomi harus diikuti pemerataan. Pertumbuhan tanpa pemerataan akan timpang. Jangan sampai ekonomi dikuasai kelompok-kelompok tertentu,” tegas Presiden Jokowi.

“Jangan sampai ada mafia yang bermain. Polri dan TNI harus segera bertindak,” demikian ditegaskan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.  (tbn/mbah heru)

Polri Luncurkan Game Tumpas Teroris

28 Kdiv HumasTribratanewsJatim.com: Kepolisian Republik Indonesia meluncurkan Game Tumpas Teroris. Ini merupakan upaya edukasi untuk tidak terlibat dalam aksi teror.  Game Tumpas Teroris adalah sebuah game Arcade ringan yang mengedepankan penyampaian pesan moral kepada penggunanya. Game tersebut menyasar pengguna anak-anak mulai umur di atas tiga tahun.

Sementara, Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan berharap game efektif untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya aksi teror.

User game akan diajak menumpas teroris yang meresahkan dengan cara melemparkan ketapel dan batu. Setiap teroris yang terkena lontaran batu dan ketapel, maka user game akan mendapat poin.

“Tapi hati-hati yah, teroris juga akan menembak anda,” kata Pengembang start up, Adjie Pratama di Mabes Polri.

28 stop terorGame Tumpas Teroris terdiri dari tujuh level permainan. Setiap level dalam permainan tersisip pesan moral yang bisa dibaca pengguna.

“Mari kita jaga Indonesia dari berbagai ancaman” dan “Terorisme bukanlah jihad. Terorisme tidak mengenal agama apapun”. Ini adalah salah satu contoh pesan yang disampaikan di game ini.

Dalam setiap pesan, diakhiri dengan tanda tagar #KamiTidakTakut

Game Tumpas Teroris mudah digunakan dan ukurannya kecil sehingga tidak membebani kapasitas sistem pengguna ponsel pintar. Game ini  bisa diunduh di Google Playstore dan Amazon Store secara gratis. Game ini juga kompatibel untuk smartphone Android dan Blackberry 10. (tbn/mbah)
foto: Kadiv Humas Polda Jatim Irjen Anton Charliyan

Polres Trenggalek Gulirkan Inovasi “Smart G Generation”

26 smart G Polres TrenggalekTribratanewsJatim.com: Perkembangan individu (anak dan remaja) berlangsung terus menerus dan tidak dapat diulang kembali. Masa remaja merupakan masa yang rentan terhadap perbuatan-perbuatan yang kurang baik diakibatkan sikap mereka suka mencoba-coba pada hal baru. Dalam perjalanannya, usia anak/remaja memiliki karakteristik yang khas seperti rasa ingin tahu yang tinggi, percintaan, pencarian jati diri, pengakuan dan sebagainya yang merupakan proses alamiah masa transisi dari masa anak-anak menuju kedewasaan.

Masalah muncul ketika pada proses tersebut tidak ada pengendalian atas diri individu yang berimplikasi pada diri sendiri dan orang lain. Tingkat streesing anak/remaja yang cukup tinggi terkadang diluapkan pada hal-hal negatif, bahkan mengarah pada tindak kriminal seperti bolos sekolah, mabuk-mabukan, pelanggaran lalu lintas, balap liar, merokok, tawuran, narkoba dan seks bebas.

Data menyebutkan bahwa 3% dari keseluruhan pelajar tingkat SD sampai SMA melakukan kenakalan remaja di lingkungan sekolahnya. Bolos sekolah menempati posisi pertama sebanyak 62%, merokok 21% dan yang memprihatinkan adalah 5% diantaranya kedapatan menyimpan video porno di HP mereka.

Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Trenggalek yang menangani tindak pidana perempuan dan anak menunjukkan bahwa anak dan remaja baik sebagai pelaku maupun korban mengalami peningkatan cukup signifikan setiap tahunnya. “Tahun 2015 ini kasus terbanyak adalah persetubuhan 15 kasus, 7 kasus kekerasan atau perkelahian, 4 kasus narkoba  dan 7 sisanya adalah pencurian,” ujar Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Suwancono, SH.

Apabila menilik data diatas, jelas bahwa permasalahan kenakalan anak/remaja baik sebagai pelaku maupun korban bukanlah permasalahan sepele. “Ini seperti puncak gunung es yang tidak terlihat dipermukaan. Data tersebut bisa jadi 3 atau bahkan 10 kali lipatnya karena orang tua lebih memilih untuk menyelesaikan secara kekeluargaan,” ungkap Ady Saputro, M.Pd. seorang pemerhati pendidikan di Trenggalek.

Tidak hanya soal kriminalitas, pada kasus kecelakaan lalu lintas, pelajar menduduki peringkat ke-2 sebagai pelaku mencapai 21%. Demikian pula dengan usia pelaku dimana rentang usia 16-25 tahun mencapai 24 %, hanya berpaut 3% dari usia 31-40 tahun. Ini membuktikan bahwa usia pelajar yang masih mencari jati diri, rasa ingin tahu yang tinggi dan menunjukkan eksistensi sangat rentan menjadi pelaku laka lantas.

Data diatas membuktikan bahwa, usia pelajar ikut berperan mempengaruhi tingginya angka kriminalitas, kenakalan remaja, kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas. Oleh sebab itu diperlukan sebuah upaya kongkrit dari seluruh stakeholder yang menaungi anak dan remaja tak terkecuali Polri dan komponen masyarakat lainnya.

Belum lagi menyongsong MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), dimana kebijakan ekonomi pemerintah yang membebaskan tenaga kerja masuk ke Indonesia, sedangkan satu sisi yang lain masyarakat dituntut untuk berdaya saing dengan pekerja asing yang memiliki kompetensi lebih tinggi. Dampaknya adalah akan banyak para orang tua lebih memilih bekerja ke luar negeri sebagai TKI/TKW. Hal ini membawa dampak pula pada tumbuh kembang anak. Hak anak untuk mendapatkan kasih sayang dan tempat bersandar dari orang tua menjadi terabaikan. Akibatnya berpengaruh pula pada tingkah laku, karakter dan kepribadian anak.

Berdasarkan kajian tersebut, Kapolres Trenggalek AKBP I Made Agus Prasatya, SIK, M.Hum berupaya membuat terobosan inovatif dengan sasaran anak dan remaja khususnya di Kabupaten Trenggalek.

“Harus ada solusi kongkrit dari berbagai pihak untuk menekan angka kenakalan remaja sehingga terbentuk generasi muda masa depan yang beriman, tangguh, cerdas dan berkepribadian bangsa,” ujar Made Agus.

Apa itu Smart-G ?

Program inovatif terbaru yang dicetuskan oleh Kapolres  Trenggalek diberi nama “Smart-G” atau Smart Generation yang berarti generasi pintar. Huruf “G” disini bisa juga diartikan sebagai akronim dari Galek yang berasal dari kata Trenggalek. Smart sendiri merupakan anonim “Selamatkan Masa Depan Anak Dan Remaja Trenggalek. Sesuai dengan namanya, tema yang diangkat adalah bagaimana upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh seluruh pihak untuk menekan kenakalan remaja, meningkatkan kedisiplinan dan ketertiban berlalu lintas, dan menghindarkan dari bahaya narkoba sekaligus sebagai media pembelajaran untuk lebih memahami tentang tertib lalu lintas dan bahaya narkoba.

Apa saja kegiatan Smart-G ?

Kegiatan Smart-G tidak berdiri sendiri melainkan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek. Semua kegiatan haruslah mengandung unsur edukasi bagi anak-anak dan pelajar. Ada beberapa kegiatan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan anak diantaranya:

  1. TK/Paud

Sesuai dengan sasaran pelajar TK/Paud, maka kegiatan yang dilaksanakan pun mengikuti pola pikir anak TK/Paud yang mudah dipahami dan berkisar pada pola pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Atas dasar itu, dipilih kegiatan yakni lomba mewarnai dan panggung boneka anak-anak.

  1. SD/MI

Seperti diketahui bersama bahwa Pocil (Polisi Kecil) Polres Trenggalek berhasil menyabet juara harapan 1 lomba Pocil tingkat Polda Jatim. Oleh sebab itu program Pocil ini perlu dikembangkan kembali tidak hanya ditingkat Polres melainkan sampai ke tingkat Polsek jajaran. Artinya tiap Polsek harus memiliki minimal 1 (satu) peleton. Nah pocil masing-masing Polsek inilah yang dilombakan ditingkat Polres. Lomba Pocil ini bertujuan untuk memberikan pendidikan disiplin sejak dini kepada anak.

Selain Pocil juga akan dilombakan PKS antar sekolah tingkat SD. Sama halnya seperti Pocil, masing-masing Polsek harus mendidik, melatih dan membimbing siswa SD dimasing-masing Kecamatan. bedanya adalah kalau Pocil lebih ke perform baris berbaris, sedangkan PKS yang ditampilkan adalah keterampilan pengaturan lalu lintas.

  1. SMP/Mts

Untuk pelajar SLTP disiapkan kegiatan Saka Bhayangkara. Mengapa saka Bhayangkara? karena giat kepramukaan lebih flesibel dan bisa menjangkau seluruh aspek permasalahan yang akan diangkat sesuai dengan tujuan program ini. Konsep kegiatan adalah berupa kegiatan outbound sehari dengan tema tertib lalu lintas, kenakalan remaja dan bahaya narkoba. Dalam pelaksanaannya bisa bekerjasama dengan Kwarcab Pramuka Trenggalek. Adapun giat outbound ini dikhususkan untuk pelajar SLTP.

  1. SMA/SMK/MA

Dengan pertimbangan pola pikir pelajar SLTA yang mulai berkembang, ditambah dengan wawasan dan pengetahuan tentang baik buruk serta kemampuan untuk mengambil keputusan dan menyelesaian masalah, maka untuk pelajar tingkat SLTA, kegiatan lebih diarahkan kepada hal-hal yang bersifat ilmiah namun tidak meninggalkan unsur menyenangkan dan menggugah kreatifitas, antara lain :

  1. lomba esai dengan tema kenakalan remaja, bahaya narkoba serta tertib lalu lintas;
  2. lomba foto dengan tema Polisi Idaman. Pada lomba ini tidak hanya mengacu pada tehnik fotografi dan estetika saja, tetapi lebih dikedepankan pesan apa yang akan disampaikan;
  3. lomba orasi dengan tema kenakalan remaja, bahaya narkoba serta tertib lalu lintas;
  4. road show Smart-G. Kegiatan ini dalam bentuk konvoi pelajar. Tujuannya adalah memberikan contoh, dan penguatan kepada pelajar tentang tatacara berkendara yang baik dan aman (Safety Riding).
  5. ESQ Riding

Selain berbagai lomba, juga digelar pembinaan dan penyuluhan secara terpadu dari satuan fungsi Kepolisian bekerjasama dengan dinas pendidikan, BNNK Trenggalek dan berbagai instansi terkait lainnya. Penyuluhan ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan di berbagai sekolah di seluruh Kabupaten Trenggalek.

Kapan dimulainya Smart-G ?

Program ini dilaksanakan selama 3 bulan mulai Januari sampai dengan Maret 2016.

Bagaimana cara berpartisipasi dalam Smart-G ?

Bagi pelajar yang ingin bergabung atau mengikuti kegiatan Smart-G, disilahkan datang langsung ke Polres Trenggalek di Jalan Brigjen Soetran No 6 Trenggalek, Call Centre : 081 21 110 110 dan Facebook Polres Trenggalek.

Smart-G merupakan salah satu upaya yang digagas oleh Polres Trenggalek. Tidak hanya kepada anak dan remaja, tetapi juga aspek lainnya seperti orang tua, guru dan masyarakat lainnya untuk bersama-sama menyelamatkan masa depan anak dan remaja di Kabupaten Trenggalek tercinta ini. Demi suksesnya program ini, Polres Trenggalek mengharapkan doa restu dan dukungan para pelajar, pemuda, tokoh masyarakat dan semua pihak guna  membangun Trenggalek yang lebih baik. (tgl/mbah heru)

Kapolri: UU Terorisme Perlu Direvisi

19 kapolriTribratanewsJatim.com: Kapolri Jenderal Badrodin Haiti  mengamankan belasan orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan serangan teror bom di Jalan MH Thamrin, Jakarta, (14/1/2016) lalu. Saat menghadiri acara Indonesian Lawyer Club (ILC) di salah satu stasiun televisi swasta, Selasa (19/1/2016) malam, Jenderal Polisi Badrodin Haiti sempat ditanya oleh pembawa acara mengapa Polri tidak melakukan penangkapan sebelum teror bom terjadi. Menjawab hal itu, Kapolri menyampaikan, bahwa kinerja Polri dalam penanganan masalah terorisme bergantung pada Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2015 tentang Tindak Pidana Terorisme. Sementara UU tersebut dinilai masih banyak kekurangan. Sehingga, polisi tidak memiliki wewenang untuk melakukan penangkapan sebelum ada alat bukti yang cukup. “Ibaratnya, kita disuruh perang, tapi dengan pisau yang tumpul. Oleh karena itu, kami memerlukan suatu revisi. Saat ini, kalau tidak ditemukan senjata atau bahan peledak, orang mendeklarasikan ISIS bisa, orang latihan perang bisa,” jelas Jenderal Pol Badrodin Haiti. Sebelumnya, saat ditemui di Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani menyatakan, saat ini Revisi UU No 15/2013 tentang Tindak Pidana Terorisme sedang direncanakan untuk masuk dalam Prolegnas Prioritas 2016 oleh Badan Legislatif. “Kalau sudah masuk, nanti diputuskan oleh DPR dan Pemerintah di Paripurna. Baru kemudian revisi itu bisa mulai jalan. Kami berharap –DPR– Pemerintah mengajukan draftnya,” lanjut Arsul Sani. Namun demikian, Arsul Sani mengingatkan, jika dalam revisi UU tersebut Pemerintah, dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan aparat terkait, meminta perluasan wewenang, maka perlindungan terhadap hak asasi manusia (HAM) juga harus lebih diperhatikan. “Utamanya, ketentuan-ketentuan yang terkait dengan rehabilitasi dan ganti rugi ketika terjadi salah tindak: salah tangkap, salah tahan, salah tembak,” tegasnya. (tbn/mbah heru) Foto: Kapolri