Razia Tahanan Ditemukan Sajam dan Korek Api

8 razia tahananTribratanewsJatim.com: Temuan mengejutkan didapat petugas gabungan propam dan penjagaan tahanan Polres Banyuwangi. Sejumlah benda tajam dan alat komunikasi elektronik ditemukan tim gabungan saat melakukan razia sel tahanan, Minggu (8/11/2015).

Operasi ini berhasil menemukan 9 sendok makan, lima unit HP, satu gunting dan puluhan bungkus mie instan, plus kopi kemasan. Tak cuma itu, petugas juga menyita sejumlah korek api, alat pencukur jengot, dan beberapa merek obat-obatan.

“Semua barang itu kami keluarkan dari sel tahanan karena menyalahi aturan dan membahayakan. Terutama benda-benda tajam dan korek api. Itu sangat berbahaya bagi keselamatan penghuni tahanan maupun aparat. Karena benda tajam itu bisa digunakan untuk aksi kejahatan dalam sel maupun upaya melarikan diri dengan merusak ruang tahanan,” kata Kanit Sabhara Ipda H Dwi.

Razia tahanan ini digelar atas pendampingan petugas propam untuk menegakkan prosedur. Menurut Kasie Propam Ipda Budi Hermawan, kegiatan itu rutin digelar tiap habis jam besuk. Operasi itu dalam rangka pengamanan serta penangkalan penyelundupan zat adiktif maupun benda tajam yang dimasukkan ke dalam tahanan melalui kiriman makanan.

“Memeriksa ransum atau kiriman makanan yang dibawa pembesuk itu bagian dari prosedur tetap. Jangan sampai ada narkoba yang diselundupkan melalui makanan atau mie instan. Akal para tahanan itu banyak dan harus diwaspadai oleh petugas agar tidak kecolongan,” lanjutnya.

Ditambahkan Ipda Budi, selain ransum makanan yang disediakan petugas sejatinya tidak boleh ada barang lain yang masuk ke dalam tahanan. Itu sebabnya petugas mengamankan sejumlah benda tajam maupun mie instan yang kedapatan dimiliki para tahanan.

“Rokok saja tidak boleh apalagi HP. Itu pelanggaran yang harus ditertibkan agar sel benar-benar bersih dari alat-alat komunikasi. Patut dimengeri penghuni tahanan adalah warga binaan yang sementara waktu harus dijauhkan dari sarana komunikasi dengan dunia luar agar prilakunya bisa berubah,” tambahnya.

Mengenai pakaian ganti tahanan pun ada aturan yang mesti ditaati. Para penghuni sel dilarang menggunakan ikat pinggang maupun celana panjang. Karena itu para pembesuk diminta untuk tidak membawa pakaian tersebut ke dalam sel.

“Anggota jaga biasanya langsung menyita. Mengapa ikat pinggat dan celana panjang tidak boleh dipakai oleh para tahanan karena bisa digunakan untuk alat kejahatan. Misalnya, untuk aksi tawuran di dalam sel, melakukan upaya melarikan diri, maupun mengakhiri hidup dengan gantung diri,” paparnya lagi.

Diharapkan, petugas penjagaan lebih waspada dalam melakukan tugasnya mengawasi barang bawaan para pembesuk. Jangan sampai barang yang sesuai aturan dilarang malah lolos masuk ke dalam tahanan. (bwi/mbah heru)

Foto: Saat petugas Polres Banyuwnagi lakukan razia dalam tahanan